Oh Baby Baby

Oh Baby Baby
Jeanne Wetennov Part 2



"Dia perempuan yang sangat cantik, baik, pintar dan dari keluarga yang terpandang. Dia juga sangat rendah hati dan pemberani. Dia bisa menempatkan diri di manapun, itu yang membuat uncle tidak bisa lepas darinya" jawab Friday.


Jeanne seketika menangis, dia merasa jika dia kalah jauh dari mantan calon istri suaminya. Dia juga takut jika suatu saat suaminya akan meninggalkannya dan kembali pada mantan calon istrinya. Dia sudah cinta mati pada suaminya.


"Kenapa aunty menangis? Dia hanya masa lalu bukan?" ucap Friday menenangkan Jeanne.


"Tapi kan ada kemungkinan jika unclemu akan kembali ke wanita masa lalunya".


"Ya bagus dong aunty".


"Apanya yang bagus? Kamu mau melihat kami berpisah?".


"Apa aunty yakin uncle akan meninggalkanmu? Kali pasti kenal siapa wanita itu".


"Siapa?"


"Siapa?"


"Siapa?"


Alexa, Frizzy dan Jeanne bertanya bersamaan. Mereka penasaran siapa perempuan yang bisa membuat uncle Wetennov menahan diri agar tidak berkencan dengan wanita lain.


Friday tersenyum, dia mengambil HPnya dan membuka galeri. Dia tampak sibuk memilih foto di galeri HPnya. Setelah menemukan foto yang dia cari, dia menunjukkannya pada teman temannya.


"Apakah aunty tidak tau jika kalian sudah dijodohkan dari dulu?" tanya Friday.


"Tidak. Untuk menghindari perjodohan itu, aku melarikan diri dan menetap di negara ini" jawab Jeanne. Dia masih syok mengetahui jika orang yang dijodohkan dengannya adalah Wetennov suaminya sendiri. Dia juga merasa menyesal kabur dari rumah dan menghindari perjodohan yang akhirnya harus menikah juga dengan lelaki yang dijodohkan itu. Tapi Jeanne merasa senang mengetahui jika suaminya setia padanya, suaminya menghindari wanita demi perjanjian perjodohan itu.


"Emang jodoh tak akan lari kemana" kata Frizzy.


"Untuk menghindari perjodohan itu, aku melilih kabur dan berjuang di tempat asing. Bahkan aku masuk ke asrama hanya untuk mengelabui orang tuaku. Ternyata aku harus kembali ke perjodohan itu" Jeanne menertawakan takdirnya yang sedari kecil sudah ditetapkan.


"Apa aunty menyesal?" tanya Friday.


"Jawaban aunty sama dengan uncle. Ku rasa itu alasan uncle tidak memberitahu aunty. Dia juga baru tau jika aunty adalah perempuan yang dijodohkan dengannya setelah uncle Tennov bertemu dengan orang tuamu aunty. Kalau tidak salah itu saat aunty mau melahirkan" ungkap Friday.


"Apa kalian kawin lari?" tanya Alexa.


"Atau kalian berbuat dulu baru kawin?" tanpa Frizzy.


"Sembarangan" tegas Jeanne.


"Ga usah malu aunty. Mereka berbuat dulu, aunty sudah hamil 3 bulan baru mereka menikah" jawab Friday.


"Sok tau kamu. Sebenarnya kami menikah dulu, kami mendaftarkan pernikahan di catatan sipil. Jadi kami sudah sah suami istri. Pemberkatan dilakukan setelah aku hamil 3 bulan. Tapi saat itu, kami belum mendapatkan restu dari orang tuaku. Jadi kami memperbaharui janji nikah setelah Brent lahir" jawab Jeanne.


"Sama aja itu belum sah. Lagian kalian menikah setelah aku yang paksa uncle buat nikahin aunty. Andai waktu itu aku tidak memergoki kalian berdua, ku rasa sampe sekarang kalian akan tetap seperti itu" elak Friday.


"Iya kamu menang, angkat pialanya" balas Jeanne. Mereka berempat akhirnya tertawa.


"Bagaiman kalian bertemu? Bahkan aku yang sering ke rumah Friday dan menginap di sana aku jarang bertemu dengannya" tanya Alexa lagi.


"Ceritanya panjang, intinya aku bertemu dengannya dulu saat kejadian di hotel 3 tahun lalu. Kalian masih ingat kan lelaki tampan yang aku bicarakan yang duduk di sebelahku waktu penerbangan dulu, dia lelaki tampan itu. Awalnya aku mengira jika dia itu aktor karena selalu dikelilingi bodyguard dan sekretaris yang seperti manager. Setelah di hotel, kami juga masih bertemu beberapa kali, karenanya aku pikir dia tertarik padaku tapi ternyata dia mengira jika aku adalah mata mata musuhnya yang berniat mencelakainya. Saat malam kelam itu, aku diculik oleh sekretarisnya dan dibawa pergi entah ke mana. Sebulan itu aku disiksa oleh anak buahnya, aku disuruh mengaku jika aku yang meracuni minuman di hotel itu. Bagaimana bisa aku mengaku jika bukan aku pelakukanya? Aku bersikuku menolak tuduhan. Hingga akhirnya aku bertemu lagi dengannya dalam keadaan babak belur. Dia meminta sektretarisnya menghubungi dokter untuk merawat lebam di wajah dan tubuhku. Tidak hanya itu, dia juga menghukum semua orang yang pernah menyiksaku selama ditahan di rumahnya". Jeanne terdiam, dia menarik nafasnya kembali sebelum melanjutkan ceritanya.


"Dia meminta maaf padaku karena memperlakukanku dengan sangat kejam, padahal kan bukan dia pelakunya. Aku melihat dia semakin tampan apalagi tiap hari dia menanyakan keadaanku, dia sangat perhatian" Jeanne menutup wajahnya karena malu.


"Untuk memancing musuhnya, dia meminta izin padaku untuk mendaftarkan pernikahan kami ke kantor catatan sipil. Dia berjanji jika musuhnya sudah tertangkap, dia akan membayarku dan mengabulkan permintaanku. Dan aku setuju, aku juga membutuhkan status pernikahan itu untuk membatalkan perjodohanku. Win win solution, bahkan aku mendapat tambahan uang dan voucher pengabul permintaan" lanjut Jeanne.


"Saat itu musim dingin, salju sudah mulai turun. Seharusnya dia harus berangkat ke negara ini, tapi dia tidak bisa meninggalkan pekerjaannya yang sudah tertunda selama beberapa bulan karena sibuk mencari keberadaan musuhnya. Ternyata dia sensitif dengan dingin, dia bisa hipotermia jika berada di lingkungan dingin dalam waktu yang lama. Jadi di rumahnya dipasang penghangat di setiap ruangan. Tidak disangka, salah satu anak buahnya menemukan jejak mata mata musuhnya, saking semangatnya dia lupa jika masih turun salju. Kami pergi ke daerah hutan lokasi terakhir musuhnya, dia selalu membawaku kemanapun dia pergi karena dia takut musuhnya akan mencelakaiku yang saat itu sudah berstatus sebagai istrinya. Di tengah hutan kami mulai membagi team, aku tetap bersama dengannya dan beberapa orang lainnya. Kami terpisah dengan anggota team kami yang lain dan terjadi kecelakaan. Dia terjatuh ke perangkap musuh dan aku membantunya untuk melepaskan diri dari perangkap. Hari sudah mulai sore, salju turun semakin lebat dan dia cedera di kakinya".


"Kami memutuskan untuk mencari tempat berteduh di sebuah gua dekat dengan sungai. Sebelum matahari benar benar tenggelam, dia masih berusaha untuk mencari makanan untukku padahal kakinya cedera. Dia so sweet kan gaes?"


"Iyuh" ceteluk Friday.


"Lanjut, ini kayak kisah di novel novel yang sering dibaca sama Friday" tambah Frizzy.