
"Aku menjalani masa kehamilan dengan banyak orang yang mendukungku. Jika saat itu pak Christian bertanggung jawab padaku mungkin aku akan membencinya dan tidak akan memperhatikan bayiku. Aku bahkan tidak akan bisa menjalani masa kehamilan itu dengan baik. Tapi lihatlah sekarang aku memiliki anak dan keluarga yang menyayangiku. Jika kejadian itu tidak menimpaku, sampai saat ini aku akan sebatang kara. Lepaslah moment menyakitkan itu agar kita bisa menikmati moment lainnya yang lebih indah. Bukankah kakak sudah menjadi ibu? Kakak sekarang pasti tau bagaimana rasanya jadi aku. Menyenangkan bukan? Apakah aku masih layak membencimu?" Sarah malah menenangkan Alexa. Seharusnya Sarahlah yang mendapatkan penghiburan itu.
"Kamu baik sekali Sarah, aku sangat memalukan" ucap Alexa lirih.
Seseorang mengetuk pintu kamar itu, Friday mempersilahkan mereka masuk. Para pelayan masuk membawa nampan berisi makanan dan minuman untuk mereka. Friday mengirimkan pesan pada mamanya agar membawakan makanan untuk mereka.
Setelah para pelayan itu meninggalkan kamar, dengan cepat Friday mengambil piring berisi mangga muda yang sudah diiris. Melihat bagaimana Friday menikmati mangga muda itu membuat mereka ngilu. "Itu pasti asam" ucap Frizzy.
"Ini sangat enak dan segar Zy, cobalah. Dari tadi aku mengidam idamkannya" jawab Friday.
"Kamu hamil Fri?" tanya Alexa iseng.
"Iya, baru 6 minggu" jawab Friday dengan senyuman dan tangannya mengelus perutnya yang masih rata.
Alexa terkejut, hari ini dia mendapatkan banyak kejutan padahal hari ini bukan ulang tahunnya.
"Bagaimana kamu bisa hamil?" tanya Alexa.
"Apa? Kamu ga salah tanya Lex? Kamu aja sudah pernah hamil masa masih bertanya bagaimana caranya bisa hamil" jawab Friday membuat teman temannya tertawa.
"Astaga bukan itu maksudku. Siapa ayah bayi yang sedang kamu kandung?" tanya Alexa lagi.
"Oooh...suamiku lah" jawab Friday lagi.
"Suamimu? Berarti kamu sudah menikah. Terus kenapa kamu masih bertunangan dengan Christian?" tanya Alexa lagi.
"Mencegahmu bertunangan dan menikah dengan Christian" jawab Friday dengan entengnya. "Oooppppss" Friday menutup mulutnya karena keceplosan. "Maaf Lex".
"Tidak perlu minta maaf Fri. Aku malah berterima kasih padamu karena mencegahku dan menghentikan semua perbuatan jahatku" elak Alexa.
Baby Daizy menangis menghentikan aktivitas mereka. Jeanne segera beranjak dari tempat duduknya untuk melihat keadaan baby Daizy. "Biar aku aja Lex".
Jeanne memeriksa popok baby Daizy yang ternyata sudah kotor karena poop. "Kamu poop ya. Udah ga nyaman pake popok kotor" Jeanne berbicara pada baby Daizy yang dijawab tangisan oleh baby Daizy.
"Dia poop lagi ya Jean? Dia poop mulu dan ganti popok terus" keluh Alexa.
"Ku pikir bayiku yang tidak sehat Jean, sempat berpikir jika dia sedang diare". Mereka tertawa mendengar ibu baru itu.
"Aunty akan membersihkannya biar kamu bisa nyaman dan nyenyak tidurnya". Tagisan baby Daizy berhenti setelah tubuhnya bersih dan dipakaikan popok yang baru. Jeanne membawanya baby Daizy ke pangkuan ibunya untuk diberi asi.
"Apakah sudah bisa diberi asi lagi? Ini belum sampai dua jam dari terakhir kali aku memberinya asi" tanya Alexa.
"Tidak perlu berpatokan pada jam Lex. Bayi harus sering diberi asi agar tidak kuning. Jangan karena dia tidak menangis jadi tidak diberi asi atau karena belum dua jam setelah diberi asi terakhir. Asi tidak akan membuat bayi obesitas dan bayi belum seharusnya diet" jawab Jeanne.
Alexa memberikan bayinya asi dan Sarah memperhatikannya. "Bayi perempuan ternyata sangat berbeda dari bayi laki laki ya. Lihatlah dia minun susunya dengan anggun berbeda dari Gerald dulu. Tiap kali menyusu dia menyesapnya dengan kuat seperti buru buru. Dia juga menyesap tanpa henti sampai perutnya penuh dan akhirnya muntah" kata Sarah.
Friday dan Jeanne menyetujui perkataan Sarah karena juga mengalami hal serupa. Bayi laki laki mereka akan sangat brutal mengenai jatah asi mereka, persis seperti papanya. Sering sekali bayinya harus ganti baju setelah diberi asi karena basah oleh muntahan mereka atau terkena muncratan asi karena tiba tiba melepas putting ibunya setelah menyedot dengan kuat karena di mulutnya sudah banyak asi yang tertahan.
"Fri, aku masih penasaran. Siapa suamimu?" tanya Alexa.
"Kamu pasti mengenalnya" jawab Frizzy.
"Siapa? Bagaimana bisa kalian menikah?" tanya Alexa lagi. Biarlah hari ini dia menerima semua kejutannya pikir Alexa.
"Kak Louis" jawab Friday.
"Louis kakaknya Leo? Seriously? Pantas saja wajah Grant sangat familiar. Ku pikir dia anaknya Christian loh. Ini juga ternyata alasan kenapa Grant dan Gerald begitu mirip, ternyata sepupuan" Alexa kini merasa tercerahkan dan sebagian dari rasa penasarannya terjawab sudah.
"Aku juga dulu ga nyangka loh Lex, tapi setelah lihat wajah Grant sepertinya memang benar jika dia menikah dengan kak Louis. Apalagi selama ini kak Louis sering membantu kami mengolah perusahaan. Itu membuatku bisa percaya jika kak Louis yang aneh itu adalah suaminya" saut Frizzy.
"Hei siapa yang aneh, dia pria paling tampan dan paling pintar yang pernah ku temui. Dia juga paling bisa menarik perhatianku dengan sejuta pesona bintik hitam di wajahnya" Friday memuji suaminya yang tampan.
"Bagaimana biaa kamu menikah dengannya Fri? Bukankah dulu waktu di hotel kamu sudah...maaf" Alexa menundukkan kepalanya.
"Justru karena kejadian di hotel dulu makanya kami menikah. Dia pria mengunboxingku. Dia yang menemukanku di lobby hotel dan menyembuhkanku. Aku tidak bisa bayangkan jika pria lain yang melakukannya padaku. Ku rasa aku bisa gila" jawab Friday.
"Tapi kenapa kak Louis bisa di kota itu dulu ya? Bukankah dia sibuk jadi dosen sebelumnya?" tanya Frizzy penasaran dengan kisah Friday saat kejadian 3 tahun lalu.
"Dia mengikuti ke sana. Bahkan kita manumpang pesawat yang sama dan menginap di hotel yang sama. Walaupun dia tidak ikut berlayar dan liburan tapi dia tetap menungguku di hotel, sampai dia mengambil banyak cuti. Kalian masih ingat kan saat detik detik terakhir keberangkatan kita, aku bahkan tidak mempacking barangku satu pun. Saat itu aku ragu ingin ikut atau tidak, karena sebelumnya kak Louis datang ke kantor dan memberikan peringatan jika kamu akan merencanakan hal jahat padaku Lex. Aku percaya padanya tapi aku juga percaya padamu yang tak akan menyakitiku. Akhirnya aku memutuskan untuk ikut karena kita sudah merencanakannya jauh hari, aku tidak ingin membuat kalian kecewa. Akhirnya kak Louis juga mengikutiku ke sana untuk menjagaku dari jauh. Sampai sehari sebelum kita pulang dia masih mengikutiku tapi tidak terjadi apa apa padaku. Malam itu seharusnya dia pulang tapi dia ditahan oleh Christian. Dia akhirnya memutuskan untuk pulang di hari yang sama dengan kita dan akan bergabung dengan kita. Ternyata firasatnya benar, malam itu terjadi sabotasi di pesta itu. Dia langsung mencariku ke semua tempat dan menemukanku sudah tergeletak di lobby" jelas Friday.