
Frizzy menghela nafasnya panjang, dia kecewa dengan situasi yang baru saja terjadi. Dia mengira ini akan jadi pertemuan mereka yang akan berkesan karena setelah hampir 3 tahun mereka kembali berkumpul dengan formasi utuh.
Yang membuat dia semakin kecewa adalah masalah yang terjadi antar anggota tapi dia tidak tau sama sekali. Dia seperti orang bodoh yang mengikuti permainan tanpa tau tujuan dia mengikutinya. Hanya dia sendiri yang tidak tau masalahnya. Apa dia tidak dianggap teman?
Selama ini dia berpikir semua baik baik saja karena tidak ada yang mengeluh atau menceritakan kesusahan mereka kepadanya. Apakah dia masih dianggap teman? Dia selalu aktif di grup chat mereka untuk menjaga komunikasi tapi nyatanya itu sia sia karena dia tidak tau apa apa.
Dia juga dihadapkan dengan situasi yang menurutnya tidak adil untuknya. Dia tidak tau apa apa tapi langsung dihakimi dan divonis sebagai pendukung Friday hanya karena hubungan mereka tidak sekedar teman sosial tapi juga teman kerja.
"Guys, what happen here? Am I the only one who know nothing?" tanya Frizzy dengan mata berkaca kaca. Sedih dan kecewa yang datang bersamaan membuat dadanya sesak.
"Aku butuh penjelasan" tuntut Frizzy. Dia ingin mengetahui semua jalan ceritanya agar dia bisa membantu para sahabatnya berdamai.
Semua terdiam, tidak ada yang berbicara dan menjawab pertanyaannya.
"Kenapa kalian diam? Apakah aku bukanlah orang yang bisa dipercaya?" tanyanya lagi.
Tapi belum ada yang menjawab pertanyaannya.
"Okey Fine. Aku bisa mengerti kenapa kalian tidak mau menjawabku. Terima kasih buat kalian yang selama ini ku anggap teman, aku bahagia karena merasa kalian temanku. Tapi hari ini aku tau kenyataan bahwa aku bukanlah teman kalian, tapi walaupun begitu aku masih bersyukur dan berterima kasih karena kalian membuatku merasa ditemani hampir 10 tahun ini walaupun hanya pura pura" Frizzy menangis tanpa suara. Air matanya mengalir begitu saja, ini salah satu hari terburuk baginya.
Frizzy beranjak dari tempat duduknya, dia akan pergi dari tempat itu. Tapi Shelly menghentikannya. Bukan untuk menenangkannya atau memberikan jawaban yang dibutuhkan tapi malah membuat Frizzy semakin yakin bahwa hanya dia yang menganggap mereka teman tidak sebaliknya.
"Bilang saja kamu mau mengejar Friday dan mendukungnya, tidak perlu munafik dan seakan tidak tau apa apa. Hanya pria bodoh seperti Kelvin yang percaya bahwa kamu polos" pernyataan Shelly ini menyadarkannya akan kejadian masa lampau.
Dia tersenyum getir meratapi pertemanan yang mereka bangun, ternyata penuh kepalsuan dan kebencian. Kelvin sudah berkali kali memperingatinya tapi dia malah menyalahkan Kelvin. Dia menolak cinta Kelvin untuk keutuhan persahabatan mereka tapi ternyata perjuangannya semu dan palsu.
Dia menunggu reaksi kedua temannya yang lain tapi mereka bungkam seakan menyetujui pendapat Shelly.
Amora semakin terpojok, bukan karena dia diam berarti ingin membela Shelly tapi dia diam karena tidak mau Alexa dan Shelly mengambil kesimpulan bila dia membela Friday karena hubungan kerja. Apalagi dia tau bahwa kejadian dulu yang menimpa Alexa sangat menyakiti Alexa. Alexa berhak menikah dengan Christian karena memang Christian harus bertanggung jawab atas perbuatannya dulu.
Alexa diam karena jika dia membela Frizzy maka teman seperjuangannya dari dulu sampai sekarang, teman yang selalu ada untuknya saat sedih dan senang dan teman yang selalu membelanya akan meninggalkannya. Alexa tidak mau jika Shelly meninggalkannya, Shelly sudah seperti sandaran hidup untuknya.
Lagi, Frizzy kecewa. Semua ini membenarkan opininya yang dia tidak dianggap teman. Dia pergi dengan air mata yang semakin mengalir. Dia tidak perduli lagi dengan pendapat mereka tentangnya. Mereka bebas menghakiminya dan berpendapat buruk tentangnya, dia hanya akan menutup telinganya mulai saat ini.
Dia tidak membenarkan perbuatan Friday yang merebut kekasih Alexa tapi dia lebih menyukai Friday karena dia jujur dan tulus berteman. Dia juga support system yang baik untuk karir, keuangan dam lainnya. Ya walaupun tidak dipungkiri bahwa Friday itu menyebalkan.
Dia menghubungi Kelvin, dia meminta Kelvin untuk menjemputnya di restoran itu. Dengan senang hati Kelvin menyetujuinya dan langsung tancap gas ke tempat yang Frizzy sebutkan.
Kelvin mendapati Frizzy sedang duduk melamun di sebuah bench di taman tidak jauh dari restoran tempat mereka berkumpul. Kelvin mendekat dan melihat raut wajah Frizzy yang sedih dan mata bengkak. Kelvin langsung memeluk dan mengusap punggung Frizzy. Frizzy yang berpura pura kuat itu langsung menangis dipelukan pria yang selalu ada untuknya tidak peduli berapa ratus kali dia menolaknya.
"Eskrim bisa mendinginkan pikiran dan menaikkan mood" Frizzy menerima eskrimnya.
"Kamu..." perkataan Frizzy langsung dipotong oleh Kelvin.
"Aku tau kamu tidak menyukai eskrim, tapi untuk hari ini kamu harus memakannya. Kamu memintaku ke sini, aku harus meninggalkan kegiatan rutinku memakan eskrim jadi kamu harus mengikuti apa yang ku mau hari ini termasuk memakan eskrim" perintahnya kepada Frizzy.
Frizzy tersenyum dan mulai memakan eskrim yang ada digenggamannya.
"Kalau kamu mau cerita, cerita saja. Aku akan mendengarkannya" katanya lagi.
Frizzy akhirnya menceritakan semua kejadian yang dialaminya hari ini dan Kelvin menjadi pendengar yang baik.
"Jadi apa yang akan kamu lakukan?" tanya Kelvin.
"Aku tidak tau, berikan aku solusi" jawab Frizzy.
"Ikuti kata hatimu" jawabnya singkat.
"Dari dulu sampai hari ini, tidak pernah ada solusi darimu. Sia sia aku bercerita panjang lebar sampai mulutku berbusa. Tidak tau sudah berapa puluh ribu kali jawaban ini yang selalu ku dengar darimu. Sangat tidak kreatif" protes Frizzy lalu dia tertawa dengan lepasnya. Tawanya menular kepada Kelvin, mereka berdua terlihat seperti sepasang kekasih yang sedang bersandau gurau.
Hari semakin sore, mereka memutuskan untuk pergi dari taman itu. Di dalam mobil, Kelvin terlihat gelisah dan itu tertangkap oleh Frizzy. Kelvin selalu melirik ke arah HPnya yang ada di dashboard mobil.
"Ada yang telepon tih, kenapa tidak dijawab?" tanya Frizzy.
"Nanti saja, aku sedang menyetir" jawabnya.
Tidak bisa berbohong lebih lama lagi, akhirnya Kelvin mengaku kepada Frizzy bahwa selama ini dia bekerja sama dengan Friday di belakangnya.
Dia juga mengaku bahwa dia bekerja di AFF untuk mengawasi perusahaan itu dan untuk melindungi Frizzy.
Dibalik itu semua, Kelvin juga mempunyai tugas dan misi besar untuk mengungkap kasus 3 tahun lalu. Dia adalah seorang hacker handal, dia menggunakan kemampuannya itu untuk membantu keluarga Alcantara, terutama Friday.
"Jadi selama ini, kamu tau dimana Friday? Jahattttttt kenapa tidak meberitahuku?" Frizzy marah kepada Kelvin.
"Nanti tanyakan semuanya kepada Friday. kita akan ke rumahnya sekarang" jawab Kelvin. Dia tidak mau diaalahkan sendiri.