
" Apa ini semua berkas laporan keuangan selama aku hilang ingatan dulu? " Tanya Jo pada David, asisten pribadinya itu saat pria itu memberikan setumpuk map berisi berkas penting yang di minta oleh bosnya itu.
" Iya tuan. " Seru David sambil sedikit membungkukkan tubuhnya.
Jo mengangguk, lalu membuka satu persatu dokumen itu dan memeriksanya dengan seksama. Setelah beberapa saat raut wajah Jo terlihat heran.
" Ada yang tidak beres, kenapa laporan keuangan kita dalam tiga tahun ini angkanya sama. Bukankah katamu perkembangan penjualan kita selalu meningkat dalam tiga tahun aku lupa ingatan. Bahkan kata mommy beberapa investor baru juga masuk dalam setahun terakhir. Tapi ini apa, modal kita tetap saja dengan angka yang sama seperti tahun sebelumnya. " Ujar Jo sambil memastikan kembali data yang dia terima dengan membacanya sekali lagi.
" Maaf tuan, data itu sudah di sahkan oleh nyonya Ayura sebagai presdir pengganti saat itu. Dan yang membuatnya adalah tuan Jacob paman anda sendiri. " Tutur David menjelaskan.
" Mommy ? Bagaimana bisa mommy? Ah, sial..... " Jo menutup map berkas itu dengan begitu kesal lalu menyandarkan tubuhnya dengan kasar.
Jo memijat pelipisnya yang sedikit pusing. " Mommy pasti di tekan olehnya. " Gumam Jo pelan.
" Maaf tuan, saya boleh berkata sesuatu? " Izin David dengan hati - hati.
Jo menegakkan kembali duduknya. " Katakan! " Tanya Jo dengan begitu serius.
" Maaf sebelumnya tuan, bukannya saya lancang, sebenarnya saya sudah menyadari adanya gelagat yang tidak baik dari tuan Jacob saat anda lupa ingatan dulu. Tapi.... " Ucapan David terhenti, ia takut jika bosnya malah berpikir jika David berusaha merusak nama baik paman dari bosnya. Terlebih Jo begitu dekat dan sangat percaya pada pamannya tersebut.
" Tapi apa ? " Tanya Jo begitu penasaran.
" Maaf tuan, saya tidak berani. " Ucap David sambil menundukkan kepalanya.
Jo mendengus, " Katakan saja, aku akan mendengarkan dan tidak akan menyalahkanmu jika hal itu memang benar. " Seolah mengerti dengan ketakutan yang di alami oleh bawahannya itu Jo bersikap lebih bijak menanggapi kejujuran David.
David mendongak, dengan susah payah dia menelan ludahnya sendiri. Ia sangat tahu karakter dari bosnya itu. " Apa tuan tidak akan marah jika saya membuka keburukan dari tuan Jacob? " David bertanya dengan begitu ragu.
" Tidak akan. Katakanlah! " Seru Jo dengan mantab.
David tersenyum getir, sebenarnya dia tidak terlalu percaya jika bosnya tidak akan marah, tapi hatinya benar-benar gatal ingin mengatakan semua kelakuan Jacob di perusahaan selama Jo hilang ingatan. Mumpung bosnya sedang mengungkit masalah itu sekarang. Jadi David berpikir inilah waktu yang tepat untuk mengatakannya pada Jo.
" Baik tuan, saya akan katakan yang sebenarnya. " Ucap David dengan yakin.
David pun menceritakan segala yang dia tahu tentang kelicikan Jacob selama Jo sakit, ia menarik beberapa investor untuk bekerja sama dengan anak perusahaan atas kepemilikan dirinya sendiri. Dan keuntungan yang di dapat dari kantor pusat Jacob alihkan sebagian datanya pada perusahaan dirinya, hingga uangnya bisa masuk ke kas pribadinya.
Untuk investor baru yang masuk ia akan melobi mereka agar bisa membelok dari perusahaan yang Jo pimpin. Makanya David selalu memaksa agar mommy Ayura mau mengantikan Jo untuk sementara di perusahaan.
Jo begitu terkesiap mendengar penjelasan dari David tentang pamannya itu. Dirinya begitu tak percaya kenapa sebegitu bencinya Jacob pada keluarganya.
" Maaf tuan, saya benar-benar tidak bermaksud menjelekkan nama tuan Jacob di mata Anda. Ini hanya sebuah fakta yang ketahui selama ini. " Ucap David sambil menunduk takut.
Jo menghela nafas panjang. Lalu ia berdiri dan melangkah mendekati asistennya yang sedang berdiri di hadapannya tapi terhalang oleh meja kerjanya. " Aku percaya padamu. " Seru Jo sambil menepuk pundak David, lalu kembali melangkah mendekati tembok kaca yang menyuguhkan kepadatan bangunan di kota itu dari atas gedung yang ia tempati sekarang.
" Kau tahu David? Pamanku begitu membenciku dan juga daddy. Aku juga tidak akan percaya jika tidak mendengarnya langsung dari mulutnya sendiri. " Ucap Jo terdengar begitu sendu, membuat David melongo tak mengerti maksud dari ucapan bosnya itu.
***
Flashback sebelum Jo kecelakaan 3 tahun lalu.
" Kau belum bisa mendapatkan hati keponakanku juga? " Tanya Jacob pada seorang wanita yang berpakaian begitu sexy di dalam ruangan kerjanya saat itu. Mereka sedang duduk berhadapan hanya terhalang meja kerja Jacob saja.
Wanita itu tampak memainkan kukunya yang begitu cantik di olesi oleh cat kuku yang berwarna warni. Kepalanya menggeleng pelan dan bibirnya mencebik kesal.
" Sepertinya keponakanmu itu benar-benar seorang gay, ia sama sekali tak mau menatap ku walaupun penampilanku begitu menggoda. " Ujar wanita itu.
Mendengar itu Jacob malah tertawa. Membuat wanita itu berdecak sebal melihatnya. " Apa paman meledek ku? " Imbuh wanita itu lagi.
" Memangnya kenapa? " Tanya wanita itu dengan heran.
Jacob sedikit mencondongkan tubuhnya dan menumpukan kedua siku tanya di atas meja. " Itu karena dia sangat membenci mommy nya sendiri. " Ucapannya terjeda di iringi seringai tipis di bibirnya. " Dan kau mau tahu kenapa hal itu bisa terjadi ? " Tanya nya yang membuat wanita sexy itu tambah penasaran.
" Tentu saja paman, aku sangat penasaran. Ceritakanlah! " Seru wanita itu dengan penuh antusias.
Jacob menyandarkan tubuhnya kembali sambil menautkan jari jemarinya di depan dada.
" Itu karena aku. " Jawabnya dengan bangga.
" Kok bisa? Kenapa ? "
" Aku sangat benci dengan daddy nya Jo. " Seru Jacob dengan tatapan penuh kebencian.
" Bukannya dia kakak kandungmu? " Tanya wanita itu begitu tak percaya.
" Ya, dia kakakku yang tidak tahu diri, merebut wanita yang aku cintai dan membuat papaku selalu berpihak padanya. Dia itu licik. "
" Lalu, kenapa paman membuat Jo membenci mommynya? Apakah wanita yang paman cintai itu mommy nya Jo? " Tanya wanita itu lagi.
" Tentu saja, dia adalah Ayura gadis cantik cinta pertamaku, kakakku tahu hal itu tapi dia tetap saja menikahinya. Dasar sial.... " Jacob selalu saja emosi jika mengingat hal itu kembali.
" Akhirnya aku selalu berusaha untuk menghancurkan rumah tangga mereka, berulang kali melakukan kesalahpahaman di antara keduanya walaupun mereka tinggal di luar negeri, tapi apa mereka malah memiliki Jo yang membuat pernikahan mereka semakin kuat saja. Lalu aku memutuskan untuk menjebak kakakku dengan seorang wanita tapi sayangnya Jo membuat mereka kembali bersatu dan akhirnya pindah ke negara ini lagi. Hingga suatu hari aku membuat pertengkaran mereka terjadi lagi. Membuat Ayura memutuskan untuk pergi. Dan bodohnya kakakku mengejarnya dengan pikiran yang sangat kacau, dan tentu saja dengan mobilnya yang sudah aku bereskan. " Jacob tersenyum licik tapi kemudian memejamkan matanya. Ada sedikit perasaan menyesal tapi hal itu tak dia tunjukkan saat ini.
" Kau mencelakai kakakmu sendiri paman? " Wanita itu begitu terkesiap mendengar Jacob ternyata begitu kejam.
" Dalam pikiran ku hanya ada Ayura waktu itu. Bagaimanapun caranya aku harus mendapatkannya. "
" Lalu? Tuan James meninggal bukan? " Tanya wanita muda lagi.
" Ya, ku pikir dengan perginya James, Ayura akan berpaling padaku, tapi ternyata aku salah. Wanita itu tetap teguh dengan cintanya. Aku kesal sekali saat itu, aku akan membuat Ayura menyesal dengan keputusannya. Dan beruntung sekali aku, ternyata wanita yang ku suruh menjebak James di negera itu ternyata hamil anak dia. Ku suruh dia memberikan anaknya pada Ayura dan membawanya ke negara ini. Dengan begitu aku bisa membuat Jo yakin jika mommy nya selingkuh dari daddynya. Dari kecil Jo sudah membenci mommy nya, semenjak wanita itu berprofesi sebagai artis. Dan semenjak daddy nya meninggal ia semakin membenci wanita itu. Dan ia juga jadi benci pada setiap wanita yang ia pikir sama seperti mommy nya itu. Aku sangat puas sekali melihat kehancuran keluarga mereka. " Tutur Jacob dengan tawa yang begitu getir.
Wanita muda yang duduk di hadapannya sampai bergidik ngeri dengan kelicikan Jacob. Apakah ada seorang adik yang bahagia dengan kehancuran rumah tangga kakak kandungnya sendiri. Bahkan tega menyebabkan kakaknya meninggal dunia.
Tanpa mereka berdua sadari di balik pintu yang sedikit terbuka ada sepasang telinga dari seseorang tengah mendengarkan obrolan mereka dengan rahang yang mengeras dan tangan terkepal kuat. Dia gebrak pintu itu dengan begitu keras hingga membuat kedua orang yang berbincang di dalam langsung terlonjak kaget dengan mata terbelalak lebar. Lelaki itu tak lain adalah Jonathan.
" Jacob Sebastian, kau adalah musuhku sekarang. " Ucap Jo dengan lantangnya.
" Jo... Paman bisa jelaskan. " Tukas Jacob kelabakan. Dia hendak menghampiri Jo yang masih berdiri di ambang pintu.
" Diam di situ atau aku akan membunuhmu sekarang juga! " Ucap Jo dengan penuh ancaman.
Jo begitu emosi mendengar kenyataan yang menimpanya selama ini. Dia sangat menyesali sikap kasar dan cueknya pada mommy nya selama ini. Jadi kebencian yang Jo berikan selama bertahun-tahun pada mommy nya itu adalah sebuah kesalahan besar. Jo benar-benar merutuki kebodohannya itu. Tanpa pikir panjang Jo langsung pergi dari ruangan pamannya berniat untuk segera menemui mommy tercintanya. Jo melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh berharap ingin segera bertemu dengan mommy nya. Tapi sayangnya sebuah kecelakaan terjadi dan merenggut semua ingatannya saat itu.
Flashback off.
Jo memejamkan matanya sejenak, mengingat kejadian itu membuat dadanya semakin sesak saja. Ya, Jo telah ingat semuanya bukan hanya memory saat bersama Ara. Tapi memory masa lalunya sebelum tragedi kecelakaan itupun juga kembali padanya.
****
Hai readers.... Kira - kira apa hayo yang bikin Jo ingat semuanya kayak gitu?
Amy mau berterimakasih buat yang kemarin udah vote banyak buat karya receh Amy ini, makasih juga buat yang udah setia ngasih like dan komentar nya. Berharap selalu seperti itu ya.... Makasih 😍😍😍😍