
Ara meringis kesakitan sambil memegangi pinggangnya yang seakan hendak patah karena terpelanting akibat tertabrak orang, saat dia hendak mengumpat. Uluran tangan seseorang yang hendak menolongnya membuat kemarahannya luruh seketika, apalagi melihat wajah tampan pria tersebut, walau lebih tampan suaminya, tapi aura wajah pria itu sangatlah menyejukkan hati siapapun yang melihatnya.
" Maaf, aku tidak sengaja , mari ku bantu ! " Ucap pria itu dengan sopan.
Ara terperangah, matanya mengerjap beberapa kali, masih adakah orang kaya yang bersikap sopan seperti itu. Ara dengan refleks mengulurkan tangannya dan di tarik oleh pria itu hingga tubuhnya berdiri kembali.
" Terima kasih. " Ucap Ara sungkan.
Pria itu tersenyum tipis. Memperhatikan penampilan Ara dari atas sampai ke bawah, terlihat sederhana tapi sangat cantik. "Kamu sedang apa di sini ? mau cari kerja ? " tanya pria itu.
" Kenalkan namaku Samuel, panggil saja Sam aku bekerja di perusahaan ini. " Imbuh pria itu memperkenalkan diri.
Ara menatap bingung uluran tangan yang kedua kali dari Samuel, untuk kali ini dia mengajaknya kenalan, Ara hanya tersenyum menanggapinya, dia tak membalas uluran tangan itu.
" Maaf aku tidak sedang mencari kerja tapi sedang mencari seseorang, tadi dia turun disini bersama denganku. Tapi aku kehilangan jejak dia. " Tutur Ara sambil mengatupkan kedua tangannya di depan dada. Sam sedikit malu karena salam perkenalannya tak di terima oleh Ara. Tapi dia tidak merasa kesal, dia menarik tangannya kembali dengan senyum yang masih tetap mengembang dengan sempurna di bibirnya.
" Oh, siapa orangnya ? barangkali aku kenal, apakah dia bekerja disini ?" Samuel kembali melontarkan beberapa pertanyaan.
Ara terdiam, tidak mungkin dirinya mengatakan mencari anak dari presdir mereka yang sekarang, yang juga merupakan bos mereka yang dulu, jika Ara mengatakannya pasti Sam akan bertanya apa hubungannya dengam bosnya tersebut. Ara tidak mau menyebutkan statusnya saat ini, karena dirinya masih belum yakin apakah statusnya tersebut akan bertahan lama atau tidak. Ara bingung sambil menggaruk tengkuk lehernya yang tak gatal dia berkata.
" Maaf mungkin aku salah tempat. Aku pikir tadi orangnya masuk ke dalam perusahaan ini, rasanya tidak mungkin temanku hanya orang biasa dia tidak akan bisa masuk kesini tanpa izin. Aku permisi dulu, aku akan mencarinya di tempat lain. " Ara mengelak, tanpa mendengar balasan dari Sam tubuhnya sudah berbalik dan berjalan secepat mungkin menjauh dari sana.
Sam hendak mengejar, tapi waktunya tidak memungkinkan karena dirinya harus melakukan pekerjaannya.
" Ck, gadis aneh " Gumam Sam sambil tersenyum penuh kekaguman. Dia pun memutar tubuhnya lalu masuk ke dalam gedung perusahaan tersebut.
Setelah Sam masuk ke dalam perusahan itu, Ara kembali ke tempat tadi, ternyata dia hanya bersembunyi, menghindari pertanyaan laki - laki tadi. Ara berpikir akan menunggu Jojo di luar saja, karena dia yakin Jojo akan keluar lagi untuk mencarinya di sana.
***
Sedangkan di tempat lain, Jojo di antar oleh pegawainya sampai di ruang kerja Ayura, Jojo masih dengan pikirannya yang terbayang akan kilasan masa lalunya di tempat itu, dia jadi tak ingat Ara sama sekali.
Sampai di ruangan Ayura, pegawai itu mengetuk pintu dan meminta izin untuk masuk pada atasannya tersebut. Ayura begitu terkesiap begitu pintu terbuka dan melihat Jojo datang bersama pegawainya itu.
" Jo ? Kamu disini ? Dengan siapa ? " Rentetan pertanyaan langsung terlontar dari mulut Ayura sambil menggandeng tangan anaknya dan menggiringnya untuk duduk di sofa yang berada di ruang kerja tersebut.
" Maaf Mom, tadinya aku mau ikut mommy tadi pagi, tapi gara - gara Ara ---." Ucapan Jojo sejenak tercekat, sepertinya dia mengingat sesuatu saat mulutnya berucap nama Ara. Jojo membelalakan matanya dan terperanjat bangun dari duduknya.
" Kamu kenapa ? " Ayura merasa bingung dengan sikap kaget anaknya tersebut.
" Aku melupakan Ara Mom, dia datang bersamaku kesini. Tapi aku meninggalkan dia di depan pintu masuk. " Jawabnya dengan nada panik, Ara yang semula berniat mengantar Jojo ke perusahaan karena takut dirinya nyasar, malah kini sebaliknya Ara yang mungkin akan nyasar di perusahaan itu.
" Kamu tenang dulu ! biar mommy yang menghubungi Ara. " Ayura berjalan menuju meja kerjanya dan menyaut sebuah ponsel yang tergeletak di atas meja. Lalu membuat panggilan telepon pada nomor ponsel Ara.
Setelah beberapa kali memanggil akhirnya ada sahutan dari panggilan telepon tersebut.
" Hallo Ara, kamu dimana ? " Tanya Ayura saat panggilannya terhubung.
" Ini mommy ? " Eh.. Ayura mengernyit dahi, suara yang dia dengar di seberang teleponnya bukanlah suara Ara, melainkan suara Angel anak bungsunya.
" Kak Ara tidak ada di rumah mom, dia tadi ke kantor bareng kak Jo, memangnya belum sampai yah? ponsel kak Ara tertinggal di meja makan. " Tutur Angel si seberang teleponnya.
" Astaga ." Ayura menepuk keningnya pelan.
" Kenapa mom ? mereka baik - baik saja kan ? " Terdengar kembali suara Angel dari ponsel Ayura.
" Tidak apa - apa sayang, kakakmu sudah disini, dan mereka baik - baik saja. " Jawab Ayura tidak ingin membuat anaknya khawatir.
" Mommy tutup dulu ya Angel, kakakmu mau mengatakan sesuatu. " Imbuh Ayura lagi hendak mengakhiri panggilan teleponnya. Angel pun mengiyakan dan keduanya pun mengakhiri panggilan telepon mereka.
" Bagaimana mom ? " Tanya Jojo tak sabar.
Ayura menggeleng pelan, menatap anaknya sambil tersenyum lembut. " Ponsel Ara tertinggal di rumah, tadi Angel yang angkat teleponnya. Mommy yakin Ara masih di bawah. " Ucap Ayura sambil memegang pundak Jojo.
" Maafkan Jo Mom, Jo kesini karena ingin mencoba mengingat masa lalu Jo di perusahaan ini, tapi Jo malah meninggalkan Ara di depan. Jo terlalu bersemangat dengan bayangan - bayangan yang Jo tangkap saat masuk ke sini. Tapi hanya itu yang bisa Jo ingat. Dan Jo merasa sangat pusing saat ingin mengingat yang lain. " Tutur Jojo dengan nada menyesal. Ayura menghela nafas , ternyata benar kata dokter Ichida Jojo belum siap untuk mengingat segalanya.
Ayura mengelus bahu Jo dengan lembut lalu menyuruhnya untuk kembali duduk. " Kamu jangan terlalu memaksakan diri Jo, terapimu bersama dokter Ichida belum selesai, tinggal sekali lagi dan ingatanmu akan kembali seperti sebelumnya. Sabar ya sayang ! " Ucap Ayura membuat hati Jo sedikit tenang.
" Biar mommy yang cari Ara, kamu tunggu di sini saja ! " Imbuh Ayura dan mendapat anggukkan kepala dari Jojo sebagai jawabannya.
Saat mommynya keluar ruangan membiarkan Jojo sendirian di ruangn itu, seseorang tiba - tiba saja masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Mendengar suara pintu terbuka Jojo menolehkan kepalanya dan pandangan Jojo tersita ke arah pintu itu, dan melihat seseorang berdiri di ambang pintu begitu terkesiap melihat sosok Jojo berada dalam ruangan kerja presiden direktur tersebut. Sejenak kedua nya saling beradu pandang. Jojo beranjak berdiri menghadapkan tubuhnya pada orang yang hendak masuk tersebut.
" Paman Jacob ?" Ucap Jojo pelan, sedikit merasakan pusing saat memorinya terpecah pada dua karakter yang berbeda dari pamannya tersebut. Dulu Jacob selalu bersikap baik dengan Jojo, saat dirinya belum menjadi sosok anak kecil yang bodoh. Tapi setelah kecelakaan itu terjadi, sosok paman yang baik itu berubah menjadi jahat dan menakutkan bagi Jojo kecil.
Dulu Jacob adalah orang yang lembut, Jacob di liputi rasa cemburu yang sangat besar saat dirinya tahu jika gadis yang menjadi istri kakaknya adalah gadis yang selama ini dia cari dan dia cintai. Karena saat mereka menikah Jacob sedang menjalankan tugas dari ayahnya melebarkan bisnis di luar negeri dan tidak bisa di tinggalkan. Dan dia juga merasa ayahnya tidak adil dalam pembagian harta warisan terhadap dirinya dan ayah Jojo, padahal semua yang di dapatkan ayah Jojo adalah hasil kerja kerasnya dalam meluaskan bisnis yang di percayakan padanya oleh ayah mereka.
" Jo ? " Jacob tak kalah kagetnya dengan adanya Jo di sana, apalagi saat melihat penampilan Jo yang terlihat seperti Jo yang dulu. Jacob menajamkan kedua halisnya merasa tak percaya dengan apa yang dia lihat sekarang.
" Sedang apa kamu di sini ? Kamu ini bodoh, tidak pantas ada di sini. " Tanya Jacob dengan nada ketus. Jo merasa panas, tiba - tiba saja bayangan Jacob saat menggoda mommy nya terlintas begitu saja, membuat rahang Jojo mengeras dan tangannya mengepal dengan kuat.
" Ini perusahaan ku ! aku berhak ada di sini ." Jojo berkata dengan lantangnya, membuat Jacob terperangah mendengar hal tersebut. Darimana keberanian yang di tunjukan oleh Jojo saat ini, padahal sebulan yang lalu dirinya masih gemetar jika bertemu dengan pamannya tersebut.
Jacob merasa dirinya terlalu lengah, ternyata usaha Ayura untuk menyembuhkan Jojo telah membuahkan hasil. Jojo sudah mulai menampakkan wibawa nya kembali.
" Ka..kamu sudah sembuh ? " Jacob bertanya dengan tergagap.
" Seperti yang paman lihat ! Aku akan kembali ke perusahaan ini dan menjaga mommy. "
Jacob mengernyit, ada yang aneh dengan ucapan Jojo barusan. Menjaga mommy ? heh.. sepertinya aku terlalu berlebihan menganggapnya benar - benar sembuh. Itu adalah ucapan anak kecil yang selalu ku dengar dari mulut lugunya itu. Tapi aku harus selidiki, bagaimanapun membuat Jo seberani ini merupakan kemajuan yang banyak. Aku harus selidiki bagaimana caranya Ayura membuatnya berubah secepat ini. Gumam Jacob sambil menatap sinis pada Jojo.
****
Happy reading 😉
Klik like , comment , share , favorite , rate dan Vote nya ya... makasih sudah setia membaca karya author yang receh ini.