
Ara terpaksa mengiyakan dulu keinginan Jo untuk tetap tinggal di rumah itu, untuk sekedar meredam emosi lelaki itu yang terlihat begitu menggebu. Tapi mungkin hanya untuk sehari saja, esok dia berniat untuk pergi diam - diam dari rumah itu tanpa sepengetahuan Jo. Ara tak ingin terus menerus memberikan harapan palsu untuk dirinya sendiri. Ara sudah bertekad untuk kembali pada niat awalnya saja, yakni menikahi Jo hanya untuk mengembalikan ingatan laki-laki itu kembali ke masanya.
Sesampainya di rumah Jo, Ara langsung berjalan mendahului Jo saat mereka sudah turun dari mobil yang mereka tumpangi. Ara berniat untuk mencari mama mertuanya, hanya wanita paruh baya yang masih terlihat cantik dan awet muda itu yang saat ini Ara percaya sebagai tempatnya untuk berbagi keluh kesahnya.
Jika dia kembali ke Bibi Iren nya sekarang, itu hal yang tidak mungkin baginya, bibinya baru saja sembuh dari sakitnya pasca kecelakaan waktu itu. Dan kata dokter, akibat benturan yang sangat keras di bagian dadanya, kini keadaan jantungnya jadi harus lebih di jaga, jangan sampai mendapatkan tekanan dan juga perasaan yang membuat Bibi Iren jadi kepikiran lalu menimbulkan rasa sesak di dadanya itu.
" Kamu kenapa Ara ? " Tanya mommy Ayura, saat dirinya mendapatkan pelukan tiba-tiba dari menantu perempuannya itu. Wanita yang merupakan ibu kandung dari suami Ara itu sedang duduk ber selonjoran di atas kursi santai di belakang rumahnya. Saat sebelum Ara datang dengan membawa kesedihannya.
Ayura mencoba melepaskan pelukan menantunya itu, masih sambil memegang kedua bahu Ara, Ayura menatap lekat wajah menantunya yang terlihat begitu menyedihkan.
" Jo ngapain kamu lagi sayang? " Tanya Ayura jadi khawatir. Dia angkat dagu Ara sedikit ke atas. Menunggu jawaban Ara dengan tatapan penuh selidik. Ayura yakin jika anaknya itu pasti membuat hati Ara terluka lagi.
" Tadi aku sama Jojo habis dari dokter kandungan Mom. " Ucap Ara lirih dengan pandangan mata menunduk ke bawah.
" Lalu hasilnya? " Tak perlu di jelaskan lebih detail lagi, Ayura sudah mengetahui tujuan dari anak dan menantunya tersebut pergi ke dokter kandungan.
Ara menggelengkan pelan kepalanya, " Ara gak hamil Mom. " Jawabnya lagi.
Mendesah pelan, mommy Ayura menurunkan tangannya dari bahu Ara. Dan memindahkannya di pipi menantunya tersebut sambil mengelus nya dengan lembut.
" Tidak apa - apa sayang, mommy akan tetap membantumu agar tetap berada di samping Jo, menjadi istrinya. " Meski sedikit kecewa tapi mommy Ayura tetap bisa menerima, bagaimanapun manusia hanya bisa berencana, sedangkan Allah lah yang Maha Kuasa. Allah sudah mengatur takdir yang terbaik buat setiap hamba - hamba-Nya.
Ara mendongakkan pandangannya menatap mommy Ayura dengan tatapan sendu.
" Tapi Ara sudah menyerah mommy, Ara sudah memutuskan untuk pergi dari kehidupan Jojo. " Mommy Ayura sedikit tersentak mendengar ucapan menantunya tersebut.
" Maksudmu nak ? " Tanya mommy Ayura tak mengerti, bukankah dulu Ara ingin sekali tetap berada di samping suaminya apapun yang terjadi dengan hasil terapi Jo waktu itu.
" Sesuai kesepakatan kita dulu, sebelum Ara menyetujui untuk menikahi Jojo, Ara sudah bilang Ara hanya ingin membuat Jojo sembuh dan kembali kepada kehidupannya yang normal. Sebagai bentuk balas jasa Ara karena Jojo dulu pernah menyelamatkan hidup Ara juga. " Ara mengingatkan kejadian waktu itu, saat dirinya di selamatkan oleh Jo dari tiang penyangga baliho yang jatuh hampir mengenai tubuh Ara. Jo merelakan tubuhnya yang kekar jadi terluka demi menjaga diri Ara dari hantaman tiang penyangga tersebut.
Mengingat kejadian itu, membuat hati Ara semakin mencelos sakit, karena semenjak kejadian itu perasaan Ara jadi berbeda dengan laki-laki yang kini sudah menjadi suaminya tersebut. Entah itu perasaan bersalah atau apa yang pasti waktu itu menikahi Jo adalah pilihannya yang paling tepat.
" Apa kamu yakin Ara? " Tanya mommy Ayura dengan tatapan sedih.
Ara hanya menganggukkan kepalanya pelan sebagai tanggapan.
Mommy Ayura tak bisa berkata-kata lagi. Dia sejenak memejamkan kedua matanya sambil menghembuskan nafas kasarnya. Lalu kembali membuka mata dan langsung memeluk tubuh menantu kesayangannya itu dengan penuh kasih sayang.
" Maafkan mommy Ara, telah membawamu dalam sebuah keadaan yang menyulitkan dan hal ini dirimu lah yang paling di rugikan. " Ucap mommy Ayura dengan sangat menyesal. Cairan bening di netra pekatnya pun ikut keluar membasahi pipi Ayura.
Ara tak bisa berkata apa - apa lagi, dia hanya sibuk menyeka air matanya yang keluar sesekali sambil mengusap punggung momy mertuanya dengan lembut mencoba memberikan ketenangan di tengah keduanya dan sekaligus menyembunyikan air matanya di balik punggung mommy Ayura.
Tanpa Ara sadari, seseorang yang sedang bersandar di balik tembok yang tidak terlihat oleh pandangan Ara telah mencuri dengar pembicaraan mereka. Ada raut kecewa dan kesal tergambar di wajah orang itu. Orang itu adalah Jo. Akhirnya Jo tahu dari mulut Ara sendiri alasan Ara menikah dengan dirinya karena apa. Walaupun ada sedikit rasa lega karena Ara ternyata bukan seorang wanita yang gila harta seperti yang dia kira sebelumnya. Tapi tak bisa di pungkiri mendengar ternyata pernikahan itu hanya untuk balas jasa membuat Jo merasa kecewa juga.
Dulu Ara bersikeras ingin bersama dirinya saat Jo hendak mengusir Ara. Bahkan Jo sempat berpikir jika Ara begitu mencintai dirinya, sampai - sampai wanita itu menolak saat di beri uang dan malah mencari alasan agar tetap bisa bersama dengan Jo.
Dan sekarang suatu kenyataan terjadi sebaliknya, kenapa tiba-tiba wanita itu berubah pikiran? Apa Jo terlalu kasar pada Ara? Sehingga akhirnya membuat wanita itu menyerah. Jo mengepalkan tangannya dengan kuat dan di hentakannya di tembok beberapa kali hingga meninggalkan jejak darah dari luka di tangannya di tembok itu . Sialaan!
Jo berlalu pergi meninggalkan tempat Ara dan Ayura berada, dia melangkahkan kakinya menuju kamar pribadinya. Oke, mungkin untuk saat ini Jo butuh mandi untuk menyegarkan kembali pikirannya yang sedang kalut karena kesal.
Setelah meluapkan kesedihannya pada mommy Ayura, akhirnya Ara memutuskan untuk kembali ke kamar. Berjalan sedikit pelan dan hati - hati takut jika kedatangannya akan menggangu istirahat sang suami. Karena Ara menyangka Jo langsung pergi ke kamar saat mereka pertama kali sampai di rumah itu.
" Ah, ternyata masih mandi. " Gumam Ara pelan, saat dirinya sudah masuk ke dalam kamar dan mendengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi.
Ara menyimpan tas kerja nya di tempat tidur berikut mendudukkan tubuhnya di sana. Dari desahan nafasnya yang yang terdengar berat, terlihat sekali jika wanita itu sangatlah penat.
Ara menggigit bibir bawahnya seperti sedang berpikir sesuatu. Lalu beranjak berdiri dan melangkah mendekati lemari. Ara membuka lemari dan mengambil sebuah koper besar yang di simpan di sudut lemari tersebut. Ternyata wanita itu hendak membereskan pakaiannya untuk di masukkan ke dalam koper tersebut. Ara benar-benar yakin ingin pergi dari rumah itu.
" Lebih baik aku membereskan pakaianku sekarang, mumpung Jojo masih mandi. Biar besok pagi - pagi sekali aku bisa langsung kabur dari sini. " Gumam Ara lagi.
Satu tarikan kasar menghempas tubuh Ara hingga terpental di ranjang. Dirinya begitu terkesiap menatap wajah suaminya yang terlihat begitu emosi. Bagaimana tidak, saat Jo keluar dari kamar mandi setelah melakukan aktivitasnya membersihkan diri, dirinya di suguhkan dengan pemandangan sang istri yang sedang membenahi pakaiannya untuk di masukkan ke dalam sebuah koper besar.
Seperti melihat seorang istri yang hendak kabur dari rumah, tentu saja Jo tersulut emosi, tangannya langsung terulur meraih lengan wanita yang sudah menjadi istrinya itu dan langsung melemparkan nya ke atas tempat tidur.
" Aku sudah bilang kamu tidak bisa pergi! Kenapa kamu malah membereskan baju? " Seru Jo dengan nada tinggi membuat Ara begitu takut melihatnya.
****
Maafkan author yang kemarin tidak bisa up, untuk part kali ini masih dengan edisi kekecewaan Ara. Jadi untuk part romantisnya kita pending dulu ya....
Makasih untuk readers yang tetap setia membaca karya receh author ini. Semoga dapat menghibur kalian semua. Dan biar aku lebih semangat buat nulisnya. Kasih dukungannya ya.... 😊😊
Like, komentar, rate 5 bintang, share dan Vote pake poin atau koinnya nya!! 🥰🥰🥰
Maafkan author yang banyak maunya ini 😚😚😚