
Setelah mendapatkan pengertian dari Ara dan juga mommy Ayura, akhirnya Angel dengan berat hati menerima keputusan yang menurut keluarganya adalah yang terbaik baginya. Membutuhkan waktu yang sangat lama untuk menyakinkan hati gadis itu jika semua orang di keluarga Jo sangat menyayangi dan mencintainya lebih dari apapun juga.
"Cuma tiga tahun saja kan mom?" Tanya Angelina lagi untuk lebih meyakinkan dirinya, setelah sang mommy berkata jika Angel hanya akan tinggal tiga tahun saja bersama dengan ibu kandungnya, dan setelahnya Angel bebas untuk memilih tinggal dengan siapa. Diapun akhirnya menerima. Kini mereka cuma berdua di dekat kolam ikan. Ara sudah meninggalkan ibu dan anak tersebut, sengaja memberikan mereka waktu untuk berbicara.
"Iya sayang." Jawab Ayura sambil merapikan anak rambut Angel dan di menyelipkan nya di belakang telinga Angel, sesekali Ayura mencium kening anak tirinya tersebut dengan penuh kasih sayang.
"Apa nanti Angel boleh berkunjung ke rumah mommy sebelum tiga tahun itu?" Angel bertanya lagi.
"Tentu saja, kalau perlu nanti mommy akan sering berkunjung kesini untuk menemuimu." Jawab Ayura sambil menggenggam sebelah tangan Angelina dengan begitu erat.
"Janji?" Angel mengangkat sebelah tangannya lagi, lalu mengacungkan jari kelingkingnya ke udara, berharap Ayura akan menautkan jari kelingkingnya pada jari Angelina.
Seolah mengerti Ayura pun melakukannya. Dan keduanya pun tertawa lalu berakhir dengan pelukan hangat yang mengharu birukan suasana. Walaupun bibir mereka tampak tersenyum tapi tak bisa di pungkiri jika hati mereka sama-sama tersakiti. Hal itu jelas terbaca dari banyaknya cairan bening yang keluar dari sudut mata keduanya yang terus saja mengalir walau mulut mereka berkata lain.
***
Ayura mengajak Angel ke ruang tamu untuk bertemu dengan ibu kandungnya. Ada perasaan ragu dalam diri Angel hingga beberapa kali dirinya harus menghentikan langkah kakinya sebelum sampai disana.
"Kamu jangan takut! Bagaimana pun dia adalah ibu kandungmu nak. Mommy yakin ibumu akan menyayangimu seperti mommy menyayangimu." Seru Ayura sambil mengusap bahu Angel yang tampak ragu untuk melanjutkan langkahnya itu.
"Kalau memang dia menyayangiku, kenapa dulu dia memberikan aku padamu?" Pertanyaan Angel membuat Ayura seketika bungkam. Memang benar Norita telah tega memberikan anaknya demi uang. Dan sekarang wanita itu datang untuk meminta anaknya kembali. Mungkin saja kan Ayura telah di bohongi lagi? Sungguh dilema yang bergejolak di dalam dadanya membuat Ayura tak bisa berkata-kata. Ingin rasanya dia membawa Angelina pergi ke negara asal suaminya lagi. Tapi apalah daya, jika dia melakukan hal itu. Norita akan berbuat nekat dengan membesarkan masalah ini sampai ke pengadilan. Lalu bagaimana dengan masa depan Angelina nanti. Namanya akan tercemar sebagai anak dari hasil perselingkuhan. Sebagai mantan publik figur tentu saja hal itu akan terjadi jika masalah ini sampai terekspos ke media.
"Mommy kenapa diam? Apa mommy berubah pikiran? Tidak jadi membiarkan Angel pergi bersama mereka?" Pertanyaan Angel terdengar antusias, ada secercah harapan dari sorot matanya yang terlihat mengiba. Sumpah demi apapun hati Ayura rasanya seperti di tusuk oleh pisau belati yang menghujamnya hingga ke dasarnya.
"Maafkan mommy sayang!" Ayura kembali memeluk Angelina. "Percayalah! Semua ini demi kebaikanmu nak." Imbuhnya lagi dengan berderai air mata yang menetes di pundak Angelina.
Angelina sejenak memejamkan matanya, walaupun hatinya begitu sakit tapi ia percaya jika mommy Ayura tidak mungkin membohonginya. Walaupun terkadang dia suka bersikap cuek dan seenaknya tapi sebenarnya Angelina adalah anak yang penurut dan tidak suka membantah.
"Angel ngerti kok mom, Angel janji bakal sering main ke rumah mommy." Mereka pun melepaskan pelukannya, "Jadi Angel harus pergi sekarang nih mom?" Tanya Angel lagi dengan begitu polosnya.
Ayura pun jadi tertawa, kepolosan anak ini akan selalu ia rindukan ke depannya. "Tidak sayang, kita ketemu ibu kamu dulu di ruang tamu. Abis itu mommy akan minta waktu buat ngurus surat kepindahan kamu." Ucap Ayura sambil mengelus pipi Angel dengan lembut.
Angel pun tersenyum sambil menganggukkan kepalanya. Setelah melakukan perjalanan panjang, akhirnya sepasang ibu dan anak ini sampai di ruang tamu. Bayangkan saja mereka berjalan dari tempat kolam ikan sampai ruang tamu yang jaraknya hanya dua puluh meter saja menghabiskan waktu sekitar dua puluh menit untuk menempuhnya. Di karenakan Angelina seringkali berhenti dan mematung karena ragu. Dan hal itu membuat Ayura harus berkali-kali juga untuk merayu.
"Angelina...." Norita yang dari tadi merasa tegang, seketika berdiri saat melihat Angel datang menghampiri. Tubuhnya sedikit ragu untuk maju, tatkala hatinya ingin sekali memeluk anak kandungnya itu.
"Maaf semuanya lama menunggu, Angel ingin mengatakan sesuatu katanya." Seru Ayura yang menggiring tubuh Angelina untuk duduk di hadapan ibu kandungnya. Dan Norita terpaksa meredam kerinduannya dulu pada sang anak. Karena mungkin Angel belum bisa langsung menerimanya.
Angel menatap wajah orang-orang yang terlihat asing di hadapannya, tapi sorot matanya berhenti saat bertemu dengan manik-manik mata Norita yang sudah berkaca-kaca. Ada sorot kerinduan yang tersirat di kedua mata itu.
"Angel mau tinggal dengan kalian, tapi dengan syarat." Angelina memberanikan diri untuk membuka suaranya.
"Syarat apa nak? Aku dan ibumu pasti akan memenuhinya." Balasan itu terlontar dari suami Norita yang begitu semangat saat mendengar Angelina bersedia tinggal bersama mereka.
Angelina sedikit ragu, rasanya kata-katanya tercekat di tenggorokan. "A... Aku, aku ingin kalian tidak melarang jika aku hendak bertemu dengan mommy dan lainnya. Dan jika tiga tahun ke depan aku memutuskan untuk kembali pada mommy kalian tidak boleh menentang keputusanku!" Seru Angel memberikan syaratnya.
Norita dan suaminya tersenyum senang, kalau hanya syarat itu sudah pasti akan mereka kabulkan. Karena memang niat mereka hanya ingin pengakuan dari Angelina saja.
"Tentu saja sayang, kalau perlu tiap liburan sekolah mu nanti. Kami yang akan mengantarkan mu ke negara mommy mu di sana untuk berlibur." Seru Norita dengan wajah yang berbinar cerah.
Kedua keluarga akhirnya mencapai kata mufakat, Angelina meminta waktu satu pekan untuk ikut dulu mommy nya pulang. Setelah itu ia akan tinggal bersama dengan ibu kandung dan ayah tirinya itu.
***
"Kau sedang memikirkan apa?" Pertanyaan Jo membuat Ara yang sedang duduk melamun di tepi tempat tidurnya jadi sedikit terlonjak. Ara berdecak kesal, apalagi kelakuan Jo selanjutnya membuat Ara sontak mendorong tubuh Jo agar berhenti untuk menciumnya. Lelaki itu malah terkekeh lucu.
"Gemes banget aku lihat kamu kaget kayak gitu." Kelakar nya yang mendapatkan cebikkan bibir dari sang istri.
"Modus." Sahut Ara sambil mengerucutkan bibirnya.
"Apalagi kayak gitu tuh, aku gemes banget." Lagi-lagi Jo mencondongkan sedikit kepalanya, hendak meraih bibir Ara yang sedang manyun menggunakan bibirnya. Dan tentu saja dengan cepat Ara menahan wajah itu dengan telapak tangannya.
"Ampun.... Suamiku ini mesum sekali ternyata." Seru Ara yang membuat Jo jadi tertawa. Lalu duduk di sebelah istrinya memainkan helai demi helai rambut legam milik Ara dan sesekali menciumi aromanya.
"Lagi mikirin apa sih? Nyampe kaget kayak tadi?" Tanya Jo tanpa menghentikan aktifitasnya tersebut.
Ara menoleh menatap suaminya dengan tatapan heran, Ara begitu sedih jika harus berpisah dengan adik iparnya nanti. Tapi melihat lelaki ini, kenapa malah terlihat biasa-biasa saja? Sepertinya Jo tidak merasa sedih saat berpisah dengan adik kandungnya.
"Aku tuh sedih kalau Angel nanti jadi pergi. Memangnya kamu tidak sedih ya?" Tanya Ara sambil mengerutkan keningnya, apa mungkin karena dulu Jo tidak begitu dekat dengan sang adik, sehingga tidak masalah buatnya jika Angelina akan pergi dari rumah besarnya.
"Kenapa mesti sedih? Angelina akan tinggal bersama ibu kandungnya. Lagipula ayah tirinya Angel itu orang yang terpandang di negara ini. Dan dia terkenal sebagai orang dermawan dan baik hati. Aku yakin Angel akan baik-baik saja bersama mereka." Sahut Jo yang sejenak diam dan menatap wajah istrinya. Sedikit mencondongkan kepalanya dan lagi-lagi mendapat penolakan dari wanita itu.
Ara mendesis, menempelkan telapak tangannya di dada bidang sang suami lalu mendorongnya sedikit menjauh. "Maksudnya tuan Katashi? Tahu dari mana kamu?" Tanpa rasa bersalah Ara mengalihkan tingkah mesum suaminya.
Jo berdecak, menyingkirkan tangan Ara dari dadanya, dan menggenggamnya dengan erat. "Siapa lagi suaminya? Tidak mungkin daddyku kan? Tuan Katashi itu pengusaha internasional, tentu saja aku mengenalnya dengan baik. Aku tidak menyangka ternyata dia menikah dengan ibunya Angelina." Seru Jo sedikit kesal karena terus menerus di tolak oleh istrinya.
Ara sejenak terdiam, mencoba mencerna apa yang suaminya ucapkan. Tapi saat Ara hendak memberikan komentar. Bibirnya terlebih dahulu di bungkam oleh bibir Jo yang sedari tadi membutuhkan kehangatan. Ara meronta minta di lepaskan tapi Jo malah semakin memperdalam ciumannya.
Hingga ciuman itu terlepas karena merasa kehabisan nafas. Keduanya pun saling beradu pandang, tatapan Jo yang terlihat sayu memancarkan sinar kerinduan yang begitu dalam. Terlihat sekali lelaki itu menginginkan yang lebih dari sekedar ciuman.
"'Tamu' nya belum selesai." Ucap Ara yang sudah paham dengan maksud dari tatapan suaminya tersebut.
Jo mendengus, nafasnya terbuang seiring dengan rasa kecewanya akan kedatangan tamu bulanan sang istri yang tak kunjung selesai.
"Lama banget sih." Jo mengerang frustasi, ia merebahkan tubuhnya dengan posisi telentang di atas ranjang, matanya terpejam di tutupi oleh telapak tangannya. Jo mencoba untuk meredam hasratnya. Hingga satu sentuhan di dada bidangnya membuat lelaki itu langsung menyingkirkan tangannya dari wajah dan membuka matanya lebar-lebar.
Raut wajahnya tampak berbinar saat wajah Ara sudah ada di hadapannya, sambil berbisik istrinya berkata. "Boleh aku membantumu dengan cara lain?"
Dan tentu saja dengan senang hati Jo menerima tawaran istrinya.
****
Maaf juragan part ini lumayan panjang ya, sebagai permohonan maaf amih karena kemaren gak bisa up.
Komentar nya kok sekarang sepi ya? Walaupun gak sempat di bales, tapi amih baca kok, malah suka senyum-senyum sendiri kalau baca komenan kalian. Jempolnya juga jangan lupa tuh klik tombol love nya. Vote nya juga gak usah ragu ya. Banyakin lah buat amih😁😁