My Lovely Idiot Husband

My Lovely Idiot Husband
ADIK SEPUPU



Sesaat Jojo dan Jacob saling diam, tatapan keduanya tampak begitu sengit. Jojo yang semula begitu segan terhadap sang paman kini tak lagi merasa sungkan.


" Kak Jo ? " Suara bariton seseorang dari arah belakang Jacob membuat perhatian kedua orang itu beralih padanya.


Jojo mengernyit, mencoba menggali ingatannya terhadap wajah yang jarang dia temui itu. " Samuel ." Nama itu lolos begitu saja dalam ingatannya.


Samuel melangkah hendak menghampiri Jojo, tapi langkahnya terhenti karena terhalang tubuh Jacob yang masih berdiri di ambang pintu.


" Papa ngapain berdiri di sini ? " Tanya Samuel sambil mengernyit heran.


Jacob berdecak, tanpa menjawab pertanyaan anaknya dirinya memilih memutar balik tubuhnya hendak meninggalkan ruangan presdir itu, bertemu dengan anaknya saat situasi seperti ini hanya akan memicu perdebatan di antara keduanya. Darah sang ibu lebih mendominasi di tubuh laki - laki itu, dirinya adalah orang yang sangat menentang perbuatan ayahnya yang hendak merebut hak waris keluarga Sebastian yang sudah menjadi hak pamannya tersebut. Samuel selalu berpikir apa yang dia dapatkan dari kakeknya sudah sangat adil, kemurah hatian sang ibu yang merupakan istri sah dari Jacob membuat pria ini tumbuh menjadi seorang laki - laki yang penuh dengan kasih sayang dan lemah lembut.


Samuel menatap punggung sang ayah pergi meninggalkannya begitu saja. Sambil mengangkat kedua bahunya dirinya berbalik ke arah Jojo yang masih setia di tempatnya.


Samuel dengan cepat merengkuh tubuh Jojo ke dalam pelukannya, karena sibuk dengan pekerjaannya membuat dirinya jarang berkunjung ke rumah Jojo. Semenjak Jojo sakit, sebagian pekerjaannya di kerjakan oleh Samuel sebagai salah satu pemegang saham di perusahaan itu, walaupun hanya sebagian kecil sahamnya di sana.


" Apa kabarmu kak ? sejak kecelakaan itu aku jarang bertemu denganmu. Aku hanya mendengar kabarmu dari mama. Katanya ingatanmu sedikit terganggu." Sapa Samuel sambil melepas pelukannya tersebut. Samuel tidak tahu kalau Jojo menjadi tuna grahita setelah kecelakaan itu, ibunya hanya bilang Jojo lupa ingatan.


" Aku baik - baik saja. " Jawab Jojo dengan wajah datar.


Samuel merasa aneh dengan raut wajah itu, biasanya Jojo sangat terbuka dengan sepupunya itu, jika bertemu keduanya akan saling melempar candaan konyol yang membuat mereka akhirnya tertawa.


" Kak Jo masih ingat aku kan ? " tanya Sam sedikit ketakutan.


Jojo mengangguk " Iya, aku ingat ! " jawab Jojo masih dengan wajah datar. Jojo memang mengingat Samuel tapi terbatas pada dirinya adalah anak dari pamannya yang jahat itu. Menjadi Jojo jadi berubah sikap pada Sam sepupunya itu.


Samuel ingin bertanya lagi, tapi kata - katanya tercekat di tenggorokan saat kedatangan mommy Ayura bersama seorang gadis yang dia temui di depan kantor.


" Kamu ? " perhatian Samuel tersita oleh sosok Ara.


" Hai Sam ! Kapan pulang dari Kota H ? bagaimana bisnis disana. " Mommy Ayura memberikan rentetan pertanyaan saat pertama kali melihat sosok Samuel.


Samuel masih tak bergeming, tatapannya masih mengarah pada Ara, dia sangat penasaran mengapa gadis itu bisa masuk ke dalam kantor bersama dengan istri almarhum pamannya.


Jojo merasa terusik dengan arah pandangan Samuel, dia tak terima pria itu menatap intens istri sahnya. " Samuel, mommy bertanya padamu ! " Panggil Jojo dengan wajah kesal. Mungkin dia cemburu tapi dia tak bisa mengartikan itu.


Sam sedikit terhenyak, menoleh pada Jojo kemudian beralih pada sang tante.


" Memangnya kamu lagi mikir apa ? " tanya Ayura penuh selidik, sambil matanya sedikit melirik pada menantunya. " Kamu kapan pulang dari kota H ? " Tanya nya lagi mengulangi pertanyaan tadi.


" Eh, aku gak lihat apa - apa tante. " Jawab Sam tapi matanya tetap melirik ke arah Ara . " Aku baru pulang kemaren tante. " Imbuhnya lagi.


" Oh.. " Ayura tak mau bertanya lebih, dirinya memilih untuk mengajak sang menantu untuk duduk di sofa dan di ikuti oleh Jojo.


Samuel semakin penasaran apa hubungan gadis itu dengan sepupu dan tantenya tersebut. Kenapa tantenya begitu bersikap lembut dengan gadis yang berpenampilan sederhana itu. Gadis yang katanya tadi kesasar di depan pintu masuk.


" Tante, dia siapa ? " Samuel memberanikan diri untuk bertanya, karena rasa penasarannya seakan mendesaknya untuk bertanya lebih cepat.


Ayura berhenti melangkah, masih dengan tangannya mengandeng Ara. Lalu menoleh pada Sam yang masih mematung di tempatnya. Jojo mendelik semakin tidak suka dengan keingin tahuan Sam terhadap istrinya, apalagi saat pertama mereka bertemu tatapan Sam terlihat semu.


" Oh iya, tante lupa Sam ! Ini Ara, istri Jo. " Ayura menoleh ke arah Ara. " Dan Ara, ini Samuel adik sepupunya Jo. " Imbuhnya memperkenalkan keponakannya itu pada Ara.


Pernyataan Ayura sontak membuat Sam sedikit terlonjak. Sejak kapan sepupunya itu menikah. Dan lebih kaget lagi, sejak kapan selera Jo beralih pada gadis sederhana seperti Ara. Samuel sangat tahu selera wanita Jo seperti apa. Selama ini Jo tak pernah mengandeng banyak wanita, karena seleranya terlalu tinggi dalam menentukan masa depannya. Jojo bukan type orang yang suka gonta ganti pasangan. Dia type orang yang setia tapi untuk mendapatkan hati pria itu bukanlah hal yang mudah di lakukan.


" Istri ? " Samuel meyakinkan apa yang dia dengar dari Ayura.


" Iya, maaf tante gak ngundang kamu saat mereka menikah, hanya akad nikah saja. Nanti jika ada pesta kamu pasti tante undang. " Sahut Ayura. Mendengar itu entah kenapa hati Ara mendadak ciut, perkataan 'jika ada' dari mama mertuanya membuatnya sedikit takut, Ara jadi merasa yakin bahwa dirinya hanya di jadikan sebagai media penyembuhan penyakit Jojo saja. Jujur Ara sakit hati, tapi semua itu adalah pilihannya sendiri. Bahkan sebelum pernikahan itu terjadi Danil sang mantan bos sudah sangat mewanti - wanti agar Ara tidak terjebak dalam pernikahan itu terlalu jauh. Dia harus mempersiapkan diri, di kehidupan Jojo yang sebenarnya mungkin dia akan menolaknya nanti. Bos nya itu bahkan rela untuk menjadi pengganti.


" Dia istrimu ?" Kini Samuel bertanya pada Jojo, karena masih tak percaya dengan kenyataan yang dia dapatkan hari ini.


" Iya, memangnya kenapa ? " Jawabnya Jojo, dengan nada tidak suka.


" Eh.. tidak apa - apa. Selamat ya kak ! " Ucap Samuel sambil tersenyum senang, dia menatap ke arah Jojo dan Ara bergantian. Tapi saat melihat raut wajah Ara yang terlihat masam, Samuel melihat sebuah keanehan. Harusnya wajahnya terlihat senang, tapi wanita itu malah terlihat muram.


Aneh sekali, wajahnya tak menunjukkan kalau dia bahagia menjadi istri kak Jo, apa dia di paksa menikahi sepupuku itu. Pikir Sam dalam hati.


***


Udah dulu ya...maaf upnya lama dan sedikit. authornya agak tersendat dalam mencari inspirasi.hehehe


Terimakasih sudah setia membaca karya author ini. jangan lupa Like , komentar , dan VOTE nya ya, biar authornya lebih banyak dapat inspirasi lagi.😆😆