My Lovely Idiot Husband

My Lovely Idiot Husband
OBAT APA INI ??



Keesokan paginya, Ara terbangun tanpa ada Jo di sampingnya, entah kemana dia, padahal aktifitas mereka baru selesai dua jam yang lalu. Semangat sekali Jojo ini, seperti tak punya rasa lelah saja dalam dirinya.


Ara segera beranjak dari tidurnya, dengan melilitkan selimut untuk menutupi tubuhnya yang tak memakai busana Ara turun dari tempat tidur. Dengan perlahan dia berdiri sambil menahan rasa ngilu di sekujur tubuhnya dan perih di bagian itu. Ah, Jo benar - benar brutal semalam, dia tak mengizinkan Ara untuk beristarahat walaupun sekejap. Bahkan aktifitas mereka berakhir hingga pagi buta.


" Ish... sakit semua badanku. Katanya belum pernah tapi sekalinya nemu, malah kayak maniak aja yang gak mau berhenti. Haduh .... tenaganya kuat sekali. Kalau kayak gini setiap hari bisa remuk badanku. " Gerutu Ara sambil memegangi pinggangnya yang terasa pegal.


Tapi tiba - tiba Ara tersentak saat dia ingat sesuatu. " Astaga, aku lupa. Gara - gara Jojo menyerang mendadak aku jadi melupakannya. " Ara segera melangkahkan kakinya menuju meja rias lalu membuka laci meja itu, dia mengambil sesuatu dari sana. Terlihat satu strip berisi obat - obatan kecil yang Ara pegang, dia pun mengambil satu dari obat itu. Walau tanpa air Ara masih bisa menelannya karena obat itu terlalu kecil. Dan saat Ara hendak memasukkan obat itu kedalam mulutnya.


" Ara...? " Tiba - tiba saja suara Jo mengagetkannya dari arah pintu. Jo membuka pintu sambil memanggil nama Ara secara bersamaan. Membuat Ara terlonjak di tempatnya.


" Ah, kamu mengagetkanku saja ! " Decak Ara lalu menatap tangannya yang ada di depan mulutnya, Ara mendesah pelan. Satu tangan Ara yang lain masih memegang satu strip obat yang lainnya.


Jo menghampiri Ara yang masih berbalut selimut di tubuhnya itu, matanya memperhatikan obat yang Ara pegang di tangannya. " Obat apa itu ? " Tanya Jo penuh selidik.


Ara melirik ke arah tangannya lalu menyembunyikan obat itu di belakang tubuhnya. " Oh..ini, hanya vitamin saja. " jawab Ara dengan gugup. Lalu dia menarik laci meja riasnya dan menyimpan strip obat itu di sana.


" Aku mau mandi dulu. " Seru Ara dengan tergesa. Dia menyahut handuk kimono yang mengantung di tempatnya dan berjalan menuju kamar mandi. Tapi sesekali matanya melirik ke arah bawah meja, seperti sedang mencari sesuatu. Jo memperhatikan sikap istrinya dengan heran. Sangat mencurigakan, Ara terlihat sekali seperti menyembunyikan sesuatu.


" Dia kenapa sih ? aku jadi curiga. " Gumam Jo dalam hati. Dia langsung melangkah mendekati meja rias istrinya itu dan membuka laci tempat Ara menyimpan obat yang dia pegang. Jo mengambil obat itu dan memperhatikannya dengan detail. " Obat apa ini ? " Tanya nya pada diri sendiri.


Jo tidak tahu obat apa itu, lalu dia memutuskan untuk bertanya pada mommy nya, sebelum Ara selesai mandi dia membawa obat itu untuk di tanyakan pada mommy Ayura.


***


Ara keluar dari kamar mandi setelah 20 menit dia melakukan ritual mandinya. Dia melihat suaminya sedang duduk bersandar di tempat tidur sambil memainkan ponsel miliknya.


" Kamu di panggil mommy ! " Seru Jojo tanpa menoleh ke arah sang istri.


Ara yang sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil di depan cermin riasnya menoleh ke arah Jo dengan tatapan bingung. " Ada apa ? " tanya nya sambil menghentikan aktifitasnya itu. Dia berdiri tegak dan menghadap ke arah suaminya.


Jo mengangkat kedua bahunya tanda tak tahu, dengan matanya masih tak beralih dari benda pipih yang dia mainkan.


Ara mencebikkan bibirnya lalu beralih ke arah cermin dan kembali mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil. "Tumben sekali mommy memanggilku pagi - pagi. " Gumam Ara dalam hati sambil memiringkan sedikit kepalanya ke arah samping agar bisa menggapai seluruh rambut panjangnya itu.


Jo berdecak saat ponsel miliknya ternyata kehabisan daya, dia beranjak menggapai laci meja yang berada di samping tempat tidurnya dimana dia menyimpan alat charger ponselnya disana. Tanpa sengaja matanya menangkap pemandangan yang membuat tubuhnya tiba - tiba menegang. Ara begitu serius mengeringkan rambutnya, kini dia menggunakan hair dryer agar rambutnya itu benar - benar kering. Ara tidak sadar jika tali handuk kimononya telah terlepas.


Walau dari arah pandang Jo tak terlihat semua isi di balik kimono itu, tapi karena posisi Ara yang kini sudah duduk sambil menopangkan salah satu kakinya di kaki yang lain membuat paha mulusnya terpampang nyata di sana. Jojo menelan ludahnya berkali - kali. Bayangan semalam seketika melayang - layang dalam ingatannya. Tanpa pikir panjang Jo segera menghampiri istrinya itu dan melupakan niat awalnya untuk mengambil charger ponselnya itu.


Ara begitu terkesiap saat tangan Jo mengambil alih hair dryer yang sedang Ara pegang, " Mau ngapain ? " Tanya Ara sambil sedikit mengadahkan kepalanya karena kini Jojo sudah berada tepat di belakang tubuhnya.


Jo tersenyum kecil lalu mengalihkan wajah Ara kembali ke arah kaca. " Biar aku bantu keringkan ! " Ucap Jo dengan lembut.


Ara tersenyum kikuk, mendapat perlakuan romantis dari suaminya itu jujur dia sangat malu, dia berusaha untuk menenangkan jantungnya yang bergenderang layaknya bedug lebaran.


" Sudah kering. " Seru Jo saat dirinya sudah selesai mengeringkan rambut Ara. Tapi Ara tak menyauti seruan suaminya, dia masih betah menatap wajah manis suaminya dalam pantulan cermin di hadapannya itu.


Jo tersenyum usil saat melihat istrinya yang masih bengong dengan tatapan yang kosong. Tangan Jo mulai beraksi menyelusup ke dalam kimono yang sudah terlepas talinya itu dengan hati - hati. Saat tangan itu sudah menangkup dua bukit kembar milik Ara, barulah Ara tersadar dari lamunannya. Ara langsung mengadahkan kepalanya menatap sang suami yang sudah tersenyum menyeringai di atas kepalanya.


" Eh, kamu .... mau apa lagi ? " Ara terjingkat dan langsung berdiri sambil menepis dua tangan yang menangkup gundukan di depan dadanya itu. Ara merapatkan handuk kimononya hingga menutupi bagian tubuhnya yang sedikit terbuka karena ulah Jo.


Jo menautkan kedua alisnya dengan tajam, menatap kesal dengan penolakan sang istri.


" Kenapa ? aku kan suamimu, tidak boleh ? semalam kan kita sudah melakukannya. " Seru Jo dengan wajah cemberut, merasa kesal karena serangannya jadi gagal.


Ara mengerjap polos, dia hanya kaget saja bukan ingin menolak tapi lebih tepatnya menghindar dulu, karena rasa sakit yang semalam juga masih terasa dan rambutnya juga baru selesai Jo keringkan, kalau memang dia mau melakukannya lagi. Kenapa Jo harus mengeringkan rambut Ara dulu kalau setelahnya rambut itu harus basah kembali karena Ara harus mengulangi mandinya lagi. Ck, Jo senang sekali menyiksa Ara.


" Ehm .... bukannya tadi kamu bilang mommy memanggilku ? Kasian mommy kalau harus menunggu lama. " Jawab Ara dengan gugup.


Jo menghela nafas kasar, dia lupa akan hal itu. " Ya sudah sana, jangan lama - lama ! " Perintah Jo, lalu dia melangkahkan kakinya mendekati tempat tidur dan merebahkan tubuhnya di sana sambil menyimpan telapak tangannya di bawah kepala di jadikan sebagai bantal. " Aku tunggu di sini. " Imbuhnya sambil tersenyum penuh arti menoleh ke arah sang istri.


Ara hanya mengulas senyum tipisnya, lalu melangkah menuju lemari baju dan mengambil baju gantinya di sana. Ara memakai bajunya di kamar mandi. Setelah selesai dia langsung menemui mommy mertuanya yang sedang menunggunya di kamar pribadi milik mertuanya.


Ara mengetuk pintu kamar mommy Ayura saat sudah berada di depan pintu kamar, lalu membuka pintu itu saat mendapat sahutan dari dalam yang memintanya untuk langsung masuk saja kedalam kamar itu.


" Mommy memanggilku ? " tanya Ara saat dirinya sudah berada di dalam kamar.


Mommy Ayura yang sedang merias diri di depan cermin pun menoleh dan tersenyum tulus pada sang menantu. Mommy Ayura beranjak berdiri. Lalu mengajak Ara duduk di tepi tempat tidur miliknya .


" Duduk di sini Ara ! " Titah mommy Ayura sambil menepuk - nepuk kasur di sampingnya.


Ara mengangguk lalu menuruti perintah mommy mertuanya itu.


" Mommy mau minta maaf sama kamu. " ucap mommy Ayura tapi tak menunjukkan wajah menyesal. Tapi raut wajahnya lebih menggambarkan pada rasa kecewa yang mendalam.


" Minta maaf untuk apa mom ? " tanya Ara dengan heran.


Mommy Ayura sedikit mencondongkan tubuhnya seperti hendak meraih sesuatu yang tergeletak di atas meja nakasnya. " Ini milikmu kan ? " Mommy Ayura menunjukkan satu strip obat yang tadi dia sembunyikan dari Jo.


Ara terkesiap, matanya terbelalak seketika. Bagaimana bisa obat itu ada pada mommy mertuanya ? bukankah tadi dia menyimpannya di dalam laci meja riasnya. Apakah Jo mengambilnya dan memberikannya pada mommy Ayura ? Yang pasti Ara sedang menghadapi kebingungan untuk menjawab pertanyaan selanjutnya dari mommy Ayura. Jawabannya pasti bukan sekedar kata ' iya ' seperti yang dia jawab sekarang dari pertanyaan mertuanya yang pertama.


****


Hayo .... obat apakah itu Ara ? Sebelum terapi Jo nya jadi mesum gitu ya readers .... Authornya juga bingung kenapa laki - laki kalau sudah nemu gituan rata - rata malah jadi ketagihan... 😆😆😆 Kalau ada yang tidak merasa mohon di maafkan ya... itu cuma pendapat author aja kok. ✌✌😄😄😄


Jangan lupa terus dukung author ya, dengan Klik like, tinggalkan komentar walau cuma next dong 😆😆, share kalau sempat dan berkenan. Dan vote pake poin yang banyak ya...terima kasih. 😊😊😊