My Lovely Idiot Husband

My Lovely Idiot Husband
Sah ? Sah...



Ke esokan harinya Ayura menyuruh orang untuk menjemput Ara dan juga bi Iren, terlihat Amel juga sudah datang dari pagi sekali ke rumah itu, dia tak ingin ketinggalan menghadiri pernikahan sahabat yang di sayangi nya tersebut.


Bukan hanya supir yang di kirimkan, tapi Ayura juga mengirimkan seorang MUA untuk merias Ara menjadi seorang pengantin yang sangat cantik, pernikahannya akan di langsungkan di rumah besar Jojo, Ayura dengan sengaja melakukan itu agar tidak merepotkan Iren jika harus mempersiapkan rumahnya untuk acara pernikahan, dan juga sekalian untuk menutupi reputasi anaknya yang masih dalam keadaan seperti itu.


Ara terlihat tampil cantik dengan tubuhnya yang di balut oleh kebaya mewah nan anggun, sangat cocok dan pas sekali di tubuh gadis yang berkaki jenjang itu.


" Cantik banget Ara " Amel dengan hebohnya mengomentari penampilan Ara, sambil berputar mengilingi tubuh Ara.


" Terima kasih " Ara bergaya laksana seorang putri yang membuat Amel gemas melihatnya, tapi akhirnya tertawa juga.


Setelah semua nya siap, supir Ayura pun membawa Ara, Iren dan Amel untuk pergi ke rumah Jojo, tidak ada kerabat lainnya, karena Iren memang tak punya kerabat dekat, Danil pun juga di undang dan di minta jadi saksi dari pihak Ara, dengan berat hati Danil menyetujuinya, toh pernikahan itu hanyalah formalitas saja, begitu lah yang selalu ada di pikiran Danil.


Sebenarnya Ara masih punya paman, dia adalah adik dari ayah nya Ara. Tapi, Ara tidak tahu dimana alamat pamannya itu, karena sudah lama sekali dia tidak berkunjung ke rumah Ara yang dulu, semenjak ayahnya Ara menikah lagi dengan ibu tiri Ara, apalagi setelah dirinya di usir dari rumah itu. Dia sama sekali hilang kontak dengan pamannya sendiri. Terakhir dia di ajak ke rumah pamannya saat dirinya masih kecil dan dia sudah lupa. Karena setelah itu, pamannya yang akan selalu berkunjung ke rumah Ara jika dia merasa rindu dengan saudara nya.


***


Di tempat lain, di rumah Jojo, Ayura terlihat sedang membantu anaknya memakai baju resmi untuk acara pernikahannya, Angel duduk bersila di atas ranjang Jojo memperhatikan kegiatan kakak dan juga mommy nya tersebut.


" Kak Jo, apa kakak senang akan menikah ?" Tanya Angel saat mommy Ayura hendak memakaikan dasi untuk Jojo.


Jojo menolehkan kepala nya saja pada Angel, tanpa mengubah posisi tubuhnya karena Ayura sedang memasangkan dasi di leher Jojo, membuatnya tubuhnya menjadi kaku.


" Senang " Jawab Jojo singkat, lalu kembali menghadap ke arah mommy Ayura. Angel tersenyum menyeringai, terselip pikiran kotor dalam otak kecilnya itu.


" Kak Jo, nanti malam pertama nya ceritakan padaku ya ! " Angel mulai berbicara ngawur, entah dari mana dia dapatkan kata - kata itu, dia seperti mengerti saja apa itu malam pertama.


Jojo kembali menoleh ke arah Angel, sedikit mengernyit dahi merasa tidak mengerti dengan ucapan adiknya itu. " Malam pertama ?" Jojo mengulangi ucapan Angel.


Angel mengangguk dengan cepat, melirik sebentar ke arah mommy Ayura yang mendelik tajam pada anak bungsunya itu, memberi kode agar Angel tidak meneruskan perkataannya tersebut. Angel bergidik ngeri saat melihat tatapan maut yang di lontarkan mommy nya itu.


" Angel, memang nya kamu tahu apa itu malam pertama ? dari mana kamu mendapat kata - kata itu Nak ?" Sahut Ayura menyela pertanyaan Angel, yang di rasa nya belum pantas Angel ucapkan.


" Ti..tidak mommy, Angel cuma dengar dari pelayan yang suka ngerumpi di belakang, mereka suka heboh jika sedang bercerita hal itu. " Seru Angel dengan sedikit gugup sambil menundukkan kepalanya.


" Jangan dengarkan hal yang tidak pantas kamu dengar sayang, kamu belum cukup umur untuk mendengar hal tersebut, kamu mengerti ? " Angel mengganggukan kepalanya tanda dia sudah mengerti.


Ayura menghela nafas, lalu mengacungkan jempol nya pada Angel sambil tersenyum lega. Angel membalas kode tersebut dengan mengedipkan matanya sebelah pada Ayura, dan tersenyum lebar pada mommy nya.


Jojo hanya terdiam, dia tak mengerti apa yang sedang mereka bicarakan, karena Jojo benar - benar tidak paham maksud dari malam pertama yang di sebutkan oleh adik perempuannya itu. Tapi dia tak mau banyak bertanya, karena dia takut akan di marahi oleh Ayura seperti Angel yang kelepasan membahas hal itu.


" Kamu sudah siap Jo, ayo kita turun ! penghulu sudah menunggu kita di bawah, sebentar lagi Ara juga akan datang " Ayura mengandeng tangan Jojo yang sudah terlihat tampan dan gagah dengan setelan jasnya.


Jojo mengerutkan dahi, seketika dia menghentikan langkahnya, begitu pun dengan Angel dan mommy nya, Jojo sedikit memiringkan wajahnya melihat wajah Angel.


" Tapi kak Jo tidak bisa mengucapkannya, bagaimana ucapannya ?" Jojo bertanya dengan polosnya pada Angel yang sebenarnya dia juga tidak bisa melapalkan hal tersebut. Angel merasa kebingungan menjawab pertanyaan Jojo. Lalu dia melirik ke arah mommy Ayura yang tersenyum geli mendengar Angel merasa kembali terpojokkan dengan kata- kata nya sendiri.


" Tanya mommy saja, Angel juga tidak tahu ! " Decak Angel, sambil mendengus kesal melihat mommy nya mentertawakan dirinya.


Jojo beralih menatap mommy Ayura


" Bagaimana mom ?" Tanyanya sambil mengerjap polos.


Ayura memegang pipi anak lelakinya itu dengan halus, sedikit mendongak karena Jojo lebih tinggi dari nya " Nanti juga di ajarin sama penghulu sayang. "


Jojo mengangguk mengerti, kemudian melanjutkan langkahnya menuju ke tempat ijab qabul.


Tak lama menunggu, Ara dan keluarga sudah sampai di rumah Jojo, mereka pun langsung masuk menuju ruang tengah rumah Jojo yang di jadikan sebagai tempat ijab qabul acara pernikahan Ara dan Jojo.


Terlihat orang - orang sudah berkumpul menunggu kedatangan Ara, tak banyak memang yang menghadiri acara tersebut, hanya sebagian kecil dari keluarga Jojo yang datang dan beberapa pekerja yang ada di rumah Jojo, Ayura sengaja tidak mengundang Jacob pamannya Jojo, karena dia takut Jacob akan mengacaukan pernikahan anaknya.


Ara duduk di depan penghulu berdampingan dengan Jojo yang memperlihatkan senyum cerianya, entah apa yang ada di pikiran Jojo saat ini, apakah dia tahu apa arti pernikahan yang sebenarnya, hingga wajahnya terlihat sangat senang seperti itu.


Ara tampak celingukan mencari keberadaan Danil, dia ingin pria itu menjadi saksi pernikahannya, tapi sayang pria itu tak nampak di penglihatan Ara. Dia menunduk sedih, walau kadang menyebalkan Danil sudah Ara anggap sebagai kakaknya sendiri. Tapi suasana hati yang sedih itu seketika berubah menjadi ceria, tatkala suara Danil terdengar dari arah belakang tubuh Ara.


" Maaf saya terlambat. " Ucap Danil dengan nafas yang tersengal, sepertinya dia terburu - buru.


Ara mengembangkan senyumannya, menoleh ke arah Danil dan memperhatikannya sampai dia duduk di sebelah Ara berhadapan dengan saksi yang lain tapi terhalang oleh meja penghulu.


" Baiklah mari kita mulai acara pernikahan ini, semuanya sudah siap kan ?" tanya penghulu yang sudah siap ingin menjabat tangan Jojo hendak melapalkan ritual ijab qabul acara sakral tersebut.


Kata 'siap ' sontak di lontar kan oleh semua orang yang hadir di sana, penghulu pun memulai ritual pernikahan tersebut sampai pada titik dimana Jojo harus menjawab ijab qabul yang di ucapkan oleh wali nikah Ara, Jojo memang sudah di ajarkan oleh penghulu sebelumnya mengenai ucapan tersebut, tapi dia terlihat sangat gugup, keningnya terlihat mengeluarkan keringat dingin yang membuat tangannya bergetar. Dia sejenak menarik nafas dalam - dalam dan mengeluarkannya dengan cepat, kemudian sambil memejamkan mata dengan lantang dia berucap.


" Saya terima nikah dan kawinnya Tyara Ariella binti Theo Adrian dengan mas kawin tersebut di bayar tunai " Jojo membuka matanya saat ijab qabulnya tersebut selesai di ucapkan, dirinya merasa lega ternyata dia hapal ucapan itu.


" Bagaimana saksi , sah ?" Penghulu bertanya pada Danil dan seorang lagi yang di tunjuk sebagai saksi. " Sah " ucap Danil dengan berat hati dan sedikit tertahan. Sontak semua orang yang hadir bersorak senang , tapi tidak dengan Danil, hatinya begitu remuk saat melihat Ara mencium punggung tangan Jojo, dan mereka sudah sah menjadi suami istri.


***


Happy reading.


Jangan lupa like, coment, favorite , rate dan VOTE nya ya,, VOTE kalian bikin author tambah semangat.