
" Bagaimana kamu bisa masuk ? Hari ini kami tidak menerima tamu. " Seru Ayura dengan tegas, ingin sekali dia berkata kasar tapi disana ada Jo yang belum jelas keadaannya.
Jacob tersenyum miring, sambil beranjak berdiri dari duduknya. " Aku sudah dengan sopan masuk ke rumah ini, tapi kalian semua tertidur saat aku datang. Jadi aku putuskan untuk masuk saja ke sini. Maaf jika aku tidak sopan kakak ipar ! " Ucap Jacob dengan nada meledek.
Sial ! Apa yang dia katakan, semua orang tertidur. Jadi pelayan itu ? Ck, dia mata - mata Jacob ternyata.
" Kamu licik Jacob ! dimana Ara ? " Pekik Ayura dengan kesal.
" Aku tidak mengerti dengan ucapanmu kakak ipar, aku tidak tahu. Dari tadi aku hanya melihat keponakanku disini. "
Mendengar nama Ara di sebut, Jo memutar kepalanya ke arah sang mommy, menatapnya dengan tajam " Dimana Ara ? " tanya nya dengan wajah datar.
Ayura menoleh ke arah Jo, begitu juga dokter Ichida dan juga Angelina. Terselip senyum bahagia di bibir Ayura ternyata anaknya masih mengenal wanita yang sudah menjadi istrinya itu. " Sayang, kamu masih ingat Ara ? " Mommy Ayura bertanya dengan senyum mengembang di bibirnya.
Jo hanya diam saja, dia tak ingin menjawab pertanyaan mommy nya itu. Dia hanya butuh jawaban dimana Ara sekarang.
" Sepertinya aku harus pergi sekarang, aku sudah melihat keponakanku sembuh. Jadi aku sudah puas sekarang. Selamat datang kembali Jo. Paman pulang dulu ! " Jacob merasa urusannya sudah selesai, tanpa balasan apa - apa dari semua orang disana dia melenggang pergi meninggalkan rumah itu.
Setelah Jacob pergi dari sana, Dokter Ichida langsung menghampiri alat terapi Jo, dia mengecek program yang sudah dia setting sebelumnya. Di layar kotak itu terlihat dengan jelas jika program sudah selesai. Dan di nyatakan berhasil 100% . Tapi .... Sial ! programnya sudah di setting ulang. Ada beberapa program sudah di rubah oleh seseorang. Dokter Ichida yakin bukan Jacob yang melakukannya tapi gadis pelayan itu. Dokter Ichida sudah curiga jika gadis itu bukan gadis biasa saja. Wajahnya tak mencerminkan seorang pelayan sedikitpun. Tapi dia juga tak menyangka jika Jacob akan melakukan semua ini dengan begitu sempurna.
" Ada apa Ichida ? kenapa wajahmu terlihat begitu kesal ? " Ayura menghampiri dokter Ichida.
" Dimana kamu mendapatkan pelayan muda itu ? "
" Siapa ? Yuri ? " Tanya Ayura sedikit heran.
" Ya. "
" Aku tidak tahu, bi Darmi yang membawanya katanya dapat kenalan dari temannya. "
" Ck, benar - benar licik ! tidak akan ada yang curiga jika seperti itu. " Dokter Ichida berdecak kesal. Lalu dia beralih menatap Jo dengan tatapan penuh tanda tanya. Dia juga tidak tahu bagaimana kondisi mental Jo saat ini.
" Ada apa ? " Ayura bertambah penasaran, tapi dokter Ichida mengacuhkan pertanyaan itu, dia beralih pada Jo, ingin tahu perubahan ingatan Jo saat ini.
" Jo ? " Dokter Ichida memanggil Jo dengan hati - hati.
" Kamu mengenalku ? "
" Ya, dokter Ichida " menarik bibirnya segaris, dokter Ichida sedikit merasa lega. Lalu menunjuk pada mommy dan Angelina, apakah Jo juga mengenali mereka. Dan Jo juga berkata ' Ya ', raut wajahnya tak menunjukkan kebencian seperti sikap Jo di masa lalu. Apakah Jo benar - benar sudah sembuh dengan sikapnya yang baru ? Lalu apa yang Jacob lakukan tadi. Sejenak merasa lega jika ternyata Jo sudah tidak membenci ibunya lagi.
" Kamu tahu Jacob ? " Dokter Ichida bertanya lagi.
" Tentu saja, dia pamanku. " Jawab Jo dengan wajah biasa saja, tak ada kebencian di sorot matanya. Biasanya Jo akan terlihat emosi jika menyangkut nama pamannya itu.
" Jo, pamanmu .... kamu sudah tak membencinya ? " Kini mommy Ayura ikut berbicara.
" Mommy berkata apa ? bagaimana mungkin aku membenci pamanku sendiri. Dia banyak membantuku. " Jawab Jo dengan tegas.
" Kalian kenapa ? Apa ada yang aku lupakan lagi ? Sepertinya aku sudah mengingat semuanya. " Imbuh Jo sambil mengernyitkan keningnya.
Dokter Ichida terdiam, sejenak berpikir dan menganalisa apa yang terjadi dengan pasiennya itu. Jacob hanya menghilangkan memori tentang kejahatan dirinya pada saat Jo masih idiot. Padahal bisa saja dia menyetting program ini untuk menghapus seluruh memorinya di masa penyembuhan Jo selama ini. Agar Jo kembali jahat seperti dulu, tapi sepertinya ada yang ingin di tutupi Jacob di masa lalu. Entah apa itu ? Batin dokter Ichida mengambil kesimpulan demikian.
" Dimana Ara ? " Pertanyaan itu keluar dari mulut Jo, sejak tadi dia bertanya hal itu tapi tidak ada yang mau menjawabnya.
****
Setelah beberapa jam tinggal di rumah sakit, akhirnya Ara kembali pulang ke rumah Jo. Setelah dia memastikan jika kondisi bi Iren sudah di nyatakan stabil oleh dokter. Bi Iren kini sudah di pindahkan ke ruang perawatan. Dan Ara menitipkan bibinya pada Sarla. Waktu sudah menunjukkan pukul 6, langit juga sudah terlihat menggelap. Ara tidak sadar jika dirinya sudah sangat lama meninggalkan suaminya.
" Apakah Jo sudah bangun ? apakah dia sudah sembuh ? apakah dia masih mengingatku ? " Pertanyaan - pertanyaan itu bermunculan di benak Ara.
Ara pulang menggunakan taxi online yang dia pesan. Saat sudah sampai di depan rumah mewah itu. Ara melangkahkan kakinya dengan berat untuk masuk ke dalam rumah tersebut. Entah kenapa hatinya begitu tidak tenang.
Ara menekan tombol bel yang menggantung di depan pintu rumah mewah itu, walau rasa takut dalam hatinya begitu besar. Tapi rasa penasarannya terhadap keadaan suaminya tidak kalah kuat. Apapun yang akan terjadi Ara pasti akan menerimanya dengan tegar, setidaknya dia tahu jika suaminya dalam keadaan baik - baik saja.
***
Up nya dikit dulu ya .... Di usahakan up tiap hari deh.... tetap stay di sini ya.
Tinggalkan jejak juga ya readers, like , coment, share dan Vote nya ya...