
Pada saat Ara mandi, Jojo terlebih dahulu turun dari kamarnya dan mencari sosok mommy Ayura hendak memintanya memakaikan dasi. Dia tiba di tempat makan disana hanya ada Angel dan juga bi Darmi yang sedang melayani gadis manja itu menyajikan makanan di piringnya.
" Angel, mana mommy ? " Tanya Jojo sambil menarik satu kursi kosong lalu mendudukinya.
Angel menoleh, sedikit tercekat saat melihat penampilan baru kakaknya. Tapi lebih tepatnya penampilannya yang dulu, tiga tahun lalu sebelum dirinya mengalami kecelakaan tragis itu.
Angel tak menjawab pertanyaan kakaknya itu,dia tetap sibuk menatap kakaknya dengan dahi nya yang mengkerut heran.
Jojo merasa tidak nyaman di perhatikan sebegitunya oleh sang adik, seperti badut gila yang sedang di perhatikan anak kecil.
" Angel , kenapa menatap kakak seperti itu ? apa kakak terlihat aneh ? " Jojo melihat penampilannya dari ujung kaki sampai batas penglihatannya pada tubuhnya sendiri. Tidak ada yang aneh . Pikirnya.
" Kak Jo mau kemana ? Kenapa memakai baju seperti itu ? " Angel balik bertanya, tapi dengan nada hati - hati, dia takut kakaknya telah kembali seperti dulu, dengan penampilannya seperti itu Angel seakan melihat sosok Jojo yang penuh dengan hawa dingin dan kaku.
" Kak Jo mau ikut mommy ke kantor, mommy nya mana ? " Jojo kembali mengulangi pertanyaannya .
" Mommy sudah berangkat dari pagi sekali. " Jawab Angel.
Ish.. Aku kesiangan, ini semua gara - gara Ara. Batin Jojo.
Jojo mendengus kesal, apalagi saat melihat sosok Ara datang menghampiri nya di meja makan.
" Ternyata kamu di sini ? ku kira mau menungguku di kamar. " Seru Ara pada Jojo, dan tak mendapat balasan apa - apa darinya. Ara menghela nafas kasar, kesabarannya di uji kembali, dan dia mencoba untuk sabar. Ara duduk di kursi kosong sebelah Jojo.
" Kenapa cemberut, katanya mau ke kantor ? mommy belum keluar kamar ? " Mendengar perkataan Ara mata Jojo semakin mendelik tajam ke arah Ara. Rasanya hawa dingin mulai menyelimuti ruangan itu.
Ara yang tak sadar dengan santainya mengoleskan selai pada sebuah roti yang sudah dia pegang. Angel yang duduk berhadapan dengan Ara mencoba memberikan kode berupa tendangan kecil di kaki Ara. Tampak sekali gurat ketakutan di wajah anak itu.
Ara merasakan sesuatu yang menyentuh kakinya, dia pun mendongak ke arah Angel karena yakin dialah pelaku nya . Ara mengernyitkan dahi, melihat mimik wajah Angel yang memberi kode padanya, berupa lirikan mata seperti menyuruhnya menoleh ke arah samping tempat suaminya berada.
" Apa ? " Ara mengangkat sedikit dagunya, bertanya pada sang adik ipar. Angel jadi kesal, dia pun melototkan matanya lebih menegaskan tatapannya pada orang di samping Ara.
Ara mengedik, perlahan memutar kepalanya ke arah Jojo, dan saat mendapati tatapan tajam mengarah padanya tenggorokannya seakan terasa kering saat dia hendak menelan ludahnya sendiri. Ara tersenyum pelik lalu menyodorkan roti yang ada di tangannya tanpa sadar.
" Mau ini ? " Ara berusaha mengalihkan pandangan Jojo. Tapi dia masih tak bergeming. Ingin sekali Ara menggaruk wajah itu, menyebalkan sekali tatapannya begitu.
" Jangan menatapku seperti itu ? memangnya aku salah apa ? " Seru Ara lagi, sedikit mengeraskan rahangnya karena kesal tak mendapat tanggapan apapun.
" Jelas kamu salah, aku tadi menunggumu mandi, tapi kau lama sekali akhirnya aku turun dan aku ketinggalan mommy. " Geram Jojo sambil melipat kedua tangannya di depan dada.
Ara mengerjap bingung, dimana letak kesalahannya, bahkan Ara tak pernah menyuruhnya untuk menunggu. Ara mengelus dadanya perlahan, dia harus benar - benar ekstra sabar.
" Sekarang mau kamu apa ? " Tanya Ara pelan - pelan.
Jojo menoleh, memberikan tatapan sinis pada wanita yang sudah menjadi istrinya itu.
Ara mengernyit, tangannya yang memegang sebuah roti bergerak begitu saja menghampiri mulutnya yang sedikit menganga. Apa yang harus Ara lakukan jangankan tempat mommy nya kini berada, perusahaannya pun Ara tak tahu dimana ? Dia mengunyah roti itu dengan kasar rasanya seperti sedang menggigit pipi Jojo yang menggembung menggemaskan.
" Kamu kan bisa di antar supir, bilang saja mau menemui mommy mu ! " Celoteh Ara sambil menelan makanan di mulutnya.
" Tidak mau, kamu tahu sendiri aku kehilangan separuh ingatanku, supir hanya mengantarku sampai tempat tujuannya saja, jika nanti aku bertemu dengan orang yang pura - pura kenal denganku lalu aku di culik bagaimana ? " Ujar Jojo sambil menyaut sebuah roti di hadapannya, melihat Ara melahap roti dengan mulutnya yang bersungut - sungut membuatnya jadi lapar.
Ara tersedak mendengar ucapan Jojo barusan, sambil berusaha menelan sisa makanannya yang yangkut di tenggorokan dia menyahut sebuah gelas yang berisi minuman. Lalu meminumnya dengan perlahan. Untuk pertama kalinya Ara berharap agar Jojo kembali menjadi sosok Jojo yang pertama kali dia temui. Ah... Ara mendesah frustasi, bukannya ini di harapkannya sejak dulu, Jojo segera sembuh tapi sekarang Ara malah semakin banyak mengeluh.
" Aku juga tidak kenal dengan orang - orang disana, lagi pula siapa yang mau menculikmu di perusahaanmu sendiri. " Decak Ara sambil mendengus kesal.
" Ya... siapa tahu dulu aku punya musuh di perusahaan itu, lalu mereka hendak berniat jahat padaku. " Ucap Jojo dengan santainya sambil melahap roti yang sudah terlapisi selai di dalamnya.
Angel yang semula tegang kini malah terkekeh lucu, melihat perdebatan suami istri yang tidak pernah dia lihat sebelumnya. Dia juga yakin kakaknya sudah tak segarang dulu, karena tingkat kemarahannya barusan hanyalah sebagian kecil dari sifat aslinya yang dulu.
" Kak Ara, perkataan kak Jo ada benarnya juga, dulu dia memang punya banyak musuh. " Tutur Angel membenarkan perkataan kakaknya, seakan mendapat dukungan Jojo melemparkan senyum termanisnya pada adik perempuannya itu. Dan Angel kembali terkekeh melihatnya. Jojo kini sudah tak seseram dulu di mata Angel.
Mendengar itu Ara mendadak lesu, mau tidak mau dia akan mengantarkan Jojo ke tempat kerjanya. Dia pun mengiyakan permintaan Jojo, dengan semangat Jojo segera menghabiskan sarapannya, dan bergegas meminta supir untuk mengantarkan mereka ke perusahaan milik keluarganya.
***
J&J Group
Setelah menempuh perjalanan setengah jam, mobil yang membawa Ara dan Jojo telah tiba di sebuah perusahaan besar yang bernama J&J grup, perusahaan yang bergerak di bidang marketplace dan perhotelan terbesar di kota itu.
Jojo turun dari mobil mendahului Ara. Saat kakinya memijak di lantai marmer di depan pintu perusahaannya itu, otaknya seakan berputar pada kilas balik dirinya dulu, sekelebat bayangan dirinya berjalan memasuki pintu kaca itu melintas di pikirannya, tapi semakin bayangan itu muncul sakit di kepalanya semakin menyakiti. Tapi Jojo menahannya dan tetap berjalan memasuki pintu itu. Banyak mata yang terbelalak melihat kedatangan sosok presdir yang telah lama tak menampakkan dirinya di perusahaan. Mungkin hanya karyawan baru yang bersikap biasa saja dengan kedatangan Jojo, semua yang mengenali nya langsung tertunduk saat berpapasan dengan dirinya. Jojo meminta seorang karyawan untuk mengantarnya menemui Ayura. Kebetulan karyawan itu mengenal Jojo sebagai presdir utama di perusahan itu, dengan senang hati dia menuruti perintah atasannya itu.
Ara yang di sibukkan dengan tali tas kecilnya yang nyangkut di pintu mobil tak menyadari pergerakan Jojo. Setelah berhasil melepaskan tali tasnya itu, Ara celingukan mencari sosok suaminya tersebut.
" Eh.. Kemana Jojo ? " gumam Ara kebingungan di tengah hiruk pikuk orang - orang yang tidak dia kenal. Ara mondar mandir tak jelas, dia bingung harus pergi kemana, tak satupun orang yang dia kenal di sana. Sampai tak sengaja dirinya bertabrakan dengan seorang pria seumuran dirinya yang hendak masuk ke dalam perusahaan tersebut.
" Ah... maaf aku tidak sengaja . " Ucap pria itu sambil mengulurkan tangannya memberi bantuan pada Ara yang terjatuh karena di tabrak olehnya.
***
Happy reading 😉😉😉
Jangan lupa !
LIKE, COMMENT, SHARE , FAVORIT DAN VOTE PAKE POIN YA...