
Ara meronta mencoba melepaskan tangannya dari genggaman Danil. " Kak danil tolong lepaskan aku, dan pergilah dari sini ! " Ucap Ara memelas pada Danil.
" Jojo adalah suamiku sekarang, dan dia tak sejahat yang kamu pikirkan, Jojo tidak pernah berbohong padaku. Percayalah ! Aku tidak mungkin meninggalkannya. " Imbuh Ara, lebih memohon pada Danil. Danil menatap bola mata Ara, Tatapan Ara yang begitu sendu membuat Danil luluh dan melepaskan tangan Ara begitu saja. Sebenarnya dia kecewa, Ara telah mengingkari janjinya. Dulu Ara berkata jika menikahi Jojo hanyalah sebatas untuk menyembuhkannya saja, tapi sekarang dia malah berkata tak bisa meninggalkan suaminya, apakah Ara sudah mulai mencintai suami bodohnya itu.
" Kamu pasti terpaksa mengatakan hal itu Ara ." Seru Danil tak mau menerima kenyataan.
" Apa kau tuli ? istriku tak mau pergi denganmu . " Bentak Jojo ikut berbicara, dia melangkahkan kakinya mendekati Ara lalu merengkuh pinggang Ara dan memeluknya dari samping.
Ara begitu terkesiap dengan sikap Jojo seperti itu, untuk pertama kalinya Jojo memeluk Ara dengan mesra di hadapan orang lain, setelah dirinya berada di level ketiganya itu. Ara mengerjap bingung sambil mendongakkan sedikit kepalanya menatap wajah Jojo yang terlihat penuh amarah.
" Bos , kita pulang saja ya ! " Amel akhirnya angkat bicara, setelah sempat bingung harus berbuat apa melihat perdebatan di hadapannya. Amel tak menyangka kunjungannya ke rumah sahabatnya malah membuat keributan disana. Dia san menyesal membawa bosnya ikut bersama.
Danil hanya diam tak menggubris ucapan Amel, dia tetap menatap tajam ke arah Jojo dan tak bergeming di tempatnya.
Amel mengaruk kepalanya tak habis pikir dengan kelakuan bosnya itu. Membuatnya ingin sekali menyeret Danil dari sana. " Ayo bos kita pulang saja ! aku mengajakmu kesini bukan untuk bertengkar seperti ini ." Bujuk Amel lagi, kini dia berani menyentuh tangan bosnya itu. Tapi kemudian melepaskannya lagi setelah tatapan sinis Danil mengarah pada tangannya. " Maaf ." ucap Amel sambil tersenyum kikuk.
Serba salah . Batin Amel.
" Baiklah, kalau kau tak mau pergi. Silahkan saja tetap disini ! tunggu sampai polisi menjemputmu, karena kau sudah membuat keributan disini. " Ancam Jojo sambil berbalik badan dan menggiring tubuh Ara masuk ke dalam rumah besarnya.
" Ara ? " Panggil Amel dengan wajah lesu, dirinya masih rindu dengan sahabatnya itu, tapi karena ulah bosnya dia juga harus terusir dari sana.
Ara menoleh ke arah Amel, menatapnya dengan iba, " Jojo, biarkan Amel di sini ! " Pinta Ara sambil matanya terus tertuju pada sahabatnya itu. Jojo sebenarnya tak tega, tapi rasa kesalnya pada Danil membuat dirinya tak menghentikan langkahnya. Dia langsung menutup pintu rapat - rapat saat mereka sudah ada di dalam rumah.
Ara melepaskan tubuhnya dari pelukan Jojo dengan kasar, lalu berlari secepat mungkin menuju kamarnya. Dia menangis, kesal dengan tingkah dua laki - laki itu, hingga harus mengorbankan rasa rindunya pada sang sahabat. " Kenapa semua laki - laki itu egois dan bersikap semaunya. Dasar menyebalkan... ! " Teriak Ara sambil melemparkan tubuhnya ke atas ranjang, dan menenggelamkan wajah nya pada bantal.
Sedangkan di sisi lain, Danil dan Amel terpaksa meninggalkan rumah itu, Amel sangat kesal dengan sikap Bosnya itu, sepanjang perjalanan dia tak mau mengucap sepatah katapun. Dia hanya menatap ke arah luar jendela mobil melihat pemandangan di luar sana.
" Kenapa diam saja ? " Tanya Danil memulai percakapan. Sambil matanya tetap menghadap ke arah jalan.
Amel melirik malas, lalu kembali menatap jalan di samping tanpa mau menjawab pertanyaan bosnya itu.
" Aku ingin bertanya padamu, apa kau tahu Jojo selama ini membohongi Ara ?" Danil kembali mengungkit masalah Jojo yang di pikirnya telah membohongi Ara.
" Sudahlah bos, Ara sudah bahagia dengan pilihannya. Dan hargailah keputusannya !" Dengus Amel merasa jenuh dengan omong kosong Danil itu.
" Kamu jangan sok tahu, darimana kamu tahu jika Ara bahagia bersama laki - laki itu ? " Sanggah Danil tetap teguh dengan pemikirannya.
" Setahuku Jojo memang benar - benar sakit, dulu saat tinggal bersama Ara di rumahnya, sikap Jojo sangatlah polos dan lugu. " Tutur Amel mengingat Jojo waktu itu.
Ck, Danil tak mengerti dengan pemikiran wanita, mudah sekali mereka di bohongi oleh wajah polos laki - laki. Dan yang paling membuatnya lebih tak mengerti kenapa dirinya harus di takdirkan mencintai seorang wanita dan lebih sialnya lagi wanita itu sudah menjadi istri orang lain. Sialan !
" Lalu tadi kamu lihat Jojo bagaimana ? apa dia terlihat lugu seperti yang kamu katakan tadi ? " Tanya Danil sambil fokus mengemudi dan sesekali menoleh ke arah Amel yang terdiam memikirkan ucapan Danil yang ada benarnya juga. Sejenak Amel berpikir hal yang sama, sikap Jojo yang tadi sangat berbeda dengan sikapnya saat pertama kali bertemu. Tapi karena rasa percaya nya pada Ara membuat dirinya cepat - cepat menepis pikiran jelek itu.
" Aku tetap percaya pada Ara, tidak mungkin dia membohongiku. " Seru Amel dengan yakin.
" Bukan Ara yang berbohong tapi Jojo, kenapa kamu bodoh sekali, tidak paham dengan maksudku ? " Seru Danil dengan sedikit nada tinggi. Amel mengeratkan kepalan tangannya dan mengeregetkan giginya kesal, berdebat dengan bosnya itu hanya akan menyakitkan hatinya saja.
Amel mencoba bersabar, menahan amarahnya yang sudah sampai di ubun - ubun, Amel memilih diam tak mau melanjutkan perdebatan mereka dan kembali menatap keluar jendela mobil.
" Kenapa diam lagi ? kamu mau aku pecat hah ? " Dan itulah kata - kata Danil yang paling ingin Amel hindari, Bosnya itu selalu saja mengeluarkan mantra terhebatnya itu untuk meluluhkan kekesalannya pada sang atasan. Amel hanya bisa pasrah dan kembali menoleh pada Danil sambil mengulas senyum yang di paksakan.
" Iya bos, aku mengerti ! Jojo telah membohongi Ara, membohongi kita semua. Apa kau puas ? " Tanya Amel dengan nada memaksa.
Danil tersenyum puas karena merasa ada yang sejalan dengan pemikirannya, padahal Amel hanya terpaksa mengiyakan agar perdebatan mereka selesai di situ saja. Jika bukan karena butuh pekerjaan, Amel juga tidak tahan dengan sikap Danil terlalu ambisius itu. Menyebalkan !
***
LIKE, COMMENT, SHARE, FAVORITE, DAN RATE 5 YA...
Jangan lupa Vote nya juga, udah senin lagi nih...makasih. 😉😉
Happy reading 😊😊