My Lovely Idiot Husband

My Lovely Idiot Husband
LIBURAN YANG KACAU



"Hei gadis kecil, sedang apa kau melamun disini?" Sapaan dokter Ichida membuat Angelina yang sedang duduk termenung di dekat kolam jadi terlonjak. Gadis itu menoleh pada sang dokter lalu kembali melengos saat dokter tampan paruh baya itu malah duduk di samping dirinya.


"Apa kau sudah sarapan? Semua orang menanyakan mu karena kamu tak ada di meja makan tadi?" Tanya dokter Ichida sambil mengernyitkan dahi. Ada apa dengan gadis ini? Batinnya.


Tapi bukannya menjawab Angelina tetap memilih diam saja, tangannya terlihat sibuk melemparkan pakan ikan ke dalam kolam. Dan matanya menatap kosong pada ikan-ikan yang berkerumun berebut makanan.


Dokter Ichida memiringkan sedikit kepalanya, menjangkau wajah gadis itu hingga bisa melihat raut kesedihan yang terpancar dari sorot matanya yang terlihat redup. Dan pipi yang menggembung cemberut.


"Kecil, Kau kenapa?" Tanya dokter berkacamata itu.


"Aku mau pulang." Seru Angelina tanpa menoleh ke arah dokter Ichida.


"Eh, kenapa? Bahkan kita belum jalan-jalan ke tempat yang sudah di rencanakan. Bukankah kau mau pergi ke Tokyo Disneyland bersama-sama?" Dokter Ichida begitu terkesiap dengan keinginan gadis berumur 15 tahun itu. Padahal ia yang sangat bersemangat untuk pergi liburan sejak awal.


Angelina menghentikan kegiatannya memberikan pakan ikan, kepalanya berputar ke arah dokter Ichida, menatap dokter paruh baya itu dengan tatapan sendu. Sepertinya hati gadis itu begitu pilu.


"Aku mau pulang om, aku gak suka disini, aku gak suka negara ini. Aku mau pulang!" Angelina merengek seperti anak kecil, matanya terlihat mengkilat dengan cairan bening yang hampir keluar dari pelupuk matanya.


Dokter Ichida sangat bingung dengan sikap gadis kecilnya itu. Tak mau banyak bertanya dokter yang sudah menganggap Angelina seperti anaknya sendiri itu menarik tubuh kecil itu ke dalam pelukan hangatnya.


"Apa kau sedang ada masalah?" Tanya dokter Ichida pelan-pelan. Ia mengelus puncak kepala Angelina dengan lembut.


"Om dokter, apa benar aku bukan anak kandung mommy?" Pertanyaan Angelina membuat mata dokter Ichida terbuka begitu lebar. Darimana anak ini tahu tentang hal itu? Padahal selama ini semuanya telah menutupi hal tersebut dengan rapi.


Dokter Ichida sedikit mendorong tubuh Angel untuk menatap wajahnya yang terlihat muram. Air matanya juga mengalir deras membasahi pipinya yang terlihat cabi.


"Siapa yang bilang?" Tanya dokter Ichida sambil menajamkan tatapannya.


Angel menundukkan kepalanya, rasanya ia ingin menangis sekeras-kerasnya. Ia sudah mendengar percakapan mommy nya dan juga Ara tentang siapa dirinya. Ya, Angelina tidak sengaja mendengarnya, ia yang berniat akan sarapan malah mendapatkan kejutan yang membuat selera makannya hilang seketika.


Setelah mendengar semuanya Angel memilih pergi dari sana, menenangkan hatinya yang begitu kalut diliputi rasa tak percaya dengan kenyataan yang telah ia dengar. Benarkah demikian? Pantas saja mommy Ayura selalu meyakinkan jika Angel adalah benar-benar anaknya daddy James, jika paman Jacob sering mengatakan kalau dirinya adalah anak haram. Tanpa ada tambahan jika Ayura juga adalah ibu kandungnya.


Tak pernah Angelina berpikir jika dirinya hanyalah anak tiri dari wanita yang begitu mencintainya dengan tulus. Entah terbuat dari apa hati wanita itu hingga dirinya bisa begitu tulus merawat anak dari hasil selingkuhan suaminya sendiri. Angelina benar-benar tak ingin berpisah dengan mommy yang sudah merawatnya sejak dari bayi.


"Ayo katakan gadis kecil! Siapa yang bilang?" Desak dokter Ichida lagi merasa penasaran.


"Apa kamu bilang?" Suara bariton dari arah belakang membuat keduanya seketika menoleh di iringi lepasnya pelukan hangat dari dokter berkacamata itu. Suara itu milik Jojo, sang kakak yang terkenal dengan sifat egoisnya.


"Kak Jo?" Suara Angelina terdengar bergetar. Jo menatapnya dengan tatapan penuh selidik.


"Katakan padaku! Apa benar kau mendengar demikian? Aku tidak akan membiarkan wanita itu mengambil mu dari mommy." Angelina mengangguk ragu sambil menundukkan kepalanya. Ia menelan ludahnya kelat, kata-kata yang Jojo lontarkan jadi lebih meyakinkan jika hal tersebut adalah benar adanya. Hingga membuat hatinya semakin sesak saja.


Jojo menatap kedua mata Angel mulai berkaca-kaca, Angel ingin menangis lagi sekeras-kerasnya. Tapi Jojo langsung melakukan hal yang tidak pernah ia lakukan sebelumnya pada Angelina, yakni memeluk gadis itu saat dirinya sedang dalam keadaan sedih. Dan hal itu membuat Angelina semakin ketakutan jika harus dipisahkan dari keluarganya yang sekarang.


***


"Apa kita akan benar-benar pulang sekarang?" Ara bertanya dengan raut wajah sedikit kecewa saat membantu Jojo memasukkan kembali baju-baju yang sempat ia susun di lemari ke dalam kopernya lagi.


Jojo sejenak menghentikan aktivitasnya dan menoleh pada sang istri yang terlihat sedih. Lalu mengelus pipi wanita itu dengan lembut. "Kita harus pulang sayang, aku tidak akan membiarkan Angel di rebut oleh wanita tidak tahu malu itu. Apa kau lebih rela kehilangan Angelina daripada kehilangan liburanmu?" Jojo bertanya sambil mengangkat kedua alis tebalnya.


Ara sontak menggelengkan kepala. "Tentu saja aku tidak mau kehilangan Angel." Sahutnya.


Jojo tersenyum mendengarnya. "Kalau begitu kita pulang sekarang, liburan kali ini memang sudah kacau dari awal. Kita akan liburan lain waktu ke tempat yang berbeda. Oke!" Jojo menatap Ara penuh arti. "Pastikan dirimu tidak sedang datang bulan saat liburan berikutnya!" Imbuh Jojo penuh peringatan.


Ara mengernyitkan kening lalu mengedikkan bahunya sambil mencebikkan bibir. "Memangnya aku bisa menawar untuk hal itu? Siklus menstruasi ku tidak tentu." Ucapnya menggerutu. Dan Jojo malah semakin gemas melihat bibir istrinya yang mengerucut seperti itu. Kecupan singkat pun mendarat manis di bibirnya tersebut.


Ara begitu terkesiap mendapatkan serangan yang mendadak. Ia sontak memukul lengan sang suami yang selalu saja membuat hatinya tiba-tiba meledak-ledak. "Kebiasaan banget sih?" Umpat nya kesal. Tapi dengan raut wajah yang bersemu merah dan menahan senyum karena malu. Jojo sangat suka melihat raut wajah itu.


Semuanya juga sudah bersiap untuk ke kembali ke negara asal mereka. Setelah menanyakan kebenarannya kepada mommy Ayura, Jojo memutuskan untuk pulang sekarang juga. Mommy Ayura pun setuju dan meminta maaf kepada Jojo karena telah menyembunyikan hal itu.


Tapi setelah mereka bersiap untuk pergi. Seorang pelayan yang berjalan tergopoh-gopoh dari arah pintu depan mengabarkan ada tamu yang datang ingin bertemu dengan Ayura. Tamu itu ada tiga orang, satu perempuan dan dua laki-laki.


Dengan perasaan yang penuh tanda tanya dan ketakutan. Ayura menemui ketiga tamunya tersebut. Dan benar saja, hal yang di takutkan pun terjadi juga.


Tamu tersebut ternyata adalah Norita, ibu kandung dari Angelina bersama dua orang lelaki yang tidak di kenal oleh Ayura.


***


Selamat hari raya Idul Adha ya, bagi yang merayakannya. Semoga ibadah qurban kita di terima. Bagi yang belum qurban di tunggu qurban votenya aja sama amih ya! Makasih 😁😁😁