My Lovely Idiot Husband

My Lovely Idiot Husband
KEHILANGAN KESADARAN



" Jojo tunggu! " Teriak Ara, tapi tak membuat lelaki itu menoleh ataupun menghentikan langkahnya, dia terus saja berjalan keluar dari gedung restoran tanpa memperdulikan panggilan Ara. Jo langsung masuk ke dalam mobil hendak pergi meninggalkan Ara di restoran itu, tapi dengan langkah panjang, Ara berhasil mengejar Jo dan langsung berputar ke sisi pintu mobil yang lainnya dan langsung masuk dan duduk di kursi samping kemudi saat Jo membuka kunci mobilnya dengan alarm yang dia tekan. Ara memiringkan duduknya menghadap ke arah Jo sambil mengatur nafasnya yang terengah karena lelah mengejar lelaki itu.


" Kamu kenapa tiba-tiba pergi. Gak ngajak aku pula. " Ucap Ara sambil mengerucutkan bibirnya, ia tidak tahu jika suaminya itu benar-benar marah kepadanya.


" Keluar dari mobil! "


" Apah? "


" Kubilang keluar dari mobil sekarang! " Jo berucap dengan penuh penekanan. Membuat Ara semakin bingung di buatnya. Dia mengerjap gugup karena takut.


"Aku salah apa lagi? "


Jo berdecih, dia tak ingin menatap wajah Ara, karena tak ingin tertipu lagi dengan wajah polos wanita itu.


" Jika aku tahu kau mengajakku kesini hanya untuk bernostalgia dengan mantan pacarmu itu. Aku tidak akan sudi untuk menemanimu datang kesini. " Seru Jo sambil meremas kemudi nya dengan kesal.


Ara menautkan kedua alisnya tajam, benar-benar tak mengerti dengan ucapan suaminya itu. " Apa maksud mu? " Tanyanya kemudian.


Ck, Jo paling tidak suka berdebat dengan yang namanya perempuan. Matanya hanya mendelik sambil mendengus kesal.


" Aku bilang keluar! " Seru Jo lagi dengan sedikit nada tinggi.


"Aku tidak mau, kamu mau meninggalkan ku disini? Aku pulang dengan siapa?" Ara bertanya secara beruntun.


" Kau suruh saja mantan pacarmu itu yang mengantar pulang, tapi jangan pulang ke rumahku ! Pulang ke rumah bibimu saja. "


" Kamu mengusirku lagi ?" Tanya Ara dengan raut wajah sedih.


Jo tersentak, sepertinya dia menyesal mengucapkan kata itu. " Maksudku.... Bukannya kamu tadi bilang akan menginap di rumah Bibi mu! "


" Kamu juga berjanji untuk menginap juga kan? " Ara mengangkat sebelah tangannya hendak menyentuh lengan Jo.


" Jangan menyentuh ku! Aku berubah pikiran. Kau saja yang menginap disana." Bentak Jo yang membuat Ara mematung dengan tangan yang masih mengantung di udara.


" Kamu kenapa sih Jo ? Siapa yang kamu maksud dengan mantan pacarku itu? " Tanya Ara sambil menurunkan kembali tangannya.


" Kau jangan berpura-pura tidak tahu, cepat turun !" Jo kembali mengusir Ara dari dalam mobilnya. Untuk saat ini Jo tidak mau melihat wajah Ara dulu. Dia sangat kesal dengan wanita itu.


Tapi gertakan Jo tersebut tak membuat Ara bergeming di tempatnya, dia masih duduk setia menatap Jo dengan tatapan bingung. Kemudian menggelengkan kepalanya tanda ia tak mau menuruti perintah Jo tersebut.


Jo memutar bola matanya malas, dengan kesal dia kembali membuka pintu mobilnya lalu turun sambil membanting pintu mobil dengan keras hingga suaranya terdengar begitu nyaring dan membuat Ara terlonjak karena kaget.


" Jojo, aku mau pulang sama kamu. " Rengek Ara berusaha melepas cekalan tangan Jo. Tapi seakan tak punya telinga Jo tak menghiraukan rengekan istrinya itu, ia tetap bersikeras menarik wanita itu supaya keluar dari mobilnya.


Setelah berhasil mengeluarkan Ara dari mobil, Jo kembali menutup pintu mobilnya dengan keras. Lalu dengan langkah panjang menuju ke tempat kemudi mobilnya. Ara hanya bisa mematung di tempatnya, menatap Jo yang mulai memarkirkan mobilnya hendak meninggalkan Ara di tempat itu. Hingga benar-benar mobil itu pergi, Ara setengah berlari mengejarnya hingga mobil itu melesat di jalan raya.


" Jojo.... " Teriakan Ara berkali-kali tak membuat mobil itu berhenti, walaupun jalanan saat itu terbilang sangat sepi.


Ara merasakan rasa sesak di dalam dadanya, hingga cairan bening juga keluar dari pelupuk matanya. Ara berdiri mematung di jalanan kota itu, menatap mobil Jo yang kini sudah terlihat mengecil dalam penglihatannya. Ara masih tak mengerti kenapa Jo bisa semarah itu terhadapnya padahal tadi mereka masih baik - baik saja.


Hingga Ara teringat pada Danil yang tadi berada di ruangan Jo sebelum dirinya datang, Ara yakin jika Danil telah mengatakan sesuatu yang membuat suaminya marah seperti itu. Dan Ara harus menanyakan hal itu pada lelaki yang ia ketahui sudah menyukainya sejak lama.


Ara memutar tubuhnya ke arah restoran kakak angkatnya itu, tapi belum sempat dia melangkahkan kakinya.


Cekitttt.............


" Ah..... " Pekik Ara saat tubuhnya terhuyung ke arah trotoar jalan.


Sebuah mobil sport dengan kecepatan tinggi menyerempet tubuh Ara. Posisi tubuhnya yang sedikit masuk ke jalur lintasan kendaraan memungkinkan hal itu bisa terjadi kapan saja, di tambah mobil itu melaju dengan kecepatan tinggi hingga mungkin pengemudinya tak bisa menghindari insiden itu terjadi. Mobil itu sempat berhenti tapi saat dia sadar jika keadaan begitu sepi memungkinkan dirinya untuk bisa melarikan diri.


Pengemudi itu sebenarnya iba dengan Ara yang sedang meringis sambil meringkuk di tepi trotoar itu, tapi rasa takutnya berurusan dengan pihak berwajib jika dia nekat bertanggung jawab, membuatnya berpikir kembali, apalagi jika nanti bertemu dengan amukan keluarga korban, membuat pengemudi itupun akhirnya melanjutkan perjalanannya. Salah siapa wanita itu malah berdiri bukan pada tempatnya. Mungkin begitulah pikir pengemudi itu.


Ara terus meringis kesakitan sambil memegang bahunya yang tadi ter hantam badan mobil dengan posisi meringkuk di tanah yang sudah berlapis bata itu, di tambah benturan di trotoar yang tak kalah kerasnya dengan jalanan aspal. Membuat luka memar di bahunya bertambah jadi parah saja. Terlihat darah segar juga mewarnai celana Ara yang berwarna biru muda. Sepertinya kakinya juga mengalami cidera.


" Ara.... " Suara teriakan seorang perempuan yang sangat Ara kenal dengan nada cempreng nya itu membuatnya sedikit mengangkat kepala.


" Mel.... " Suara Ara terdengar lirih, ingin sekali dia beranjak bangun, tapi apa daya tulangnya seakan luluh tak bertenaga.


Saat sahabatnya itu berlari mendekati dirinya, tiba-tiba rasanya dunia seakan berputar di kepalanya, dan penglihatannya pun mulai terasa buram, hingga akhirnya Ara kehilangan kesadarannya.


" Bos, bagaimana ini Ara pingsan? " Seru Amel dengan begitu panik. Danil juga berada di sana.


" Bawa ke rumah sakit lah, gimana sih kamu ini. Aku akan bawa mobil dulu. " Sahut Danil sambil berlari pergi menuju ke parkiran mobil. Amel yang merasa heran dengan sikap Jo yang tiba-tiba marah pada Ara. Memutuskan untuk mengikuti sahabatnya itu, dan begitu terkejutnya dia saat menemukan tubuh mungil sahabatnya itu sedang terbaring di jalanan. Amel segera berlari mendekati Ara dan ternyata Danil juga mengikutinya dari belakang.


***


Jojo jahat banget sih ninggalin Ara, 😢😢😢, jadinya kayak gitu kan. Harus di apain ya kira - kira si Jojo ini 🤔🤔🤔


Maaf authornya kemarin gak bisa up... Hari ini cukup dua part dulu ya... Udah senin lagi nih say, nyumbang vote nya yang agak banyakan ya 😘😘😘.


Like dan comment nya juga di harapkan loh... Makasih.