
Penerbangan menuju ke Osaka Jepang membutuhkan waktu sekitar 7 jam lebih. Pesawat yang mereka tumpangi mendarat dengan baik di bandara Kansai - Osaka. Dan disana sudah ada pihak keluarga dari mommy Ayura yang menjemput kedatangan mereka.
Dokter Ichida memutuskan untuk mampir dulu ke rumah keluarga Ayura sebelum dirinya pulang untuk bertemu dengan keluarganya yang berada di negara itu.
Mommy Ayura berasal dari keluarga kaya di negara nya, ia punya satu orang adik laki-laki yang sudah berkeluarga ia bernama Arashi dan istrinya Mayumi. Mereka punya dua anak perempuan yang satu seumuran dengan Angelina dan satu lagi masih berumur delapan tahun. Makanya Angelina selalu senang jika di ajak berlibur ke Jepang karena ia ingin bertemu dengan sepupunya itu. Ya, walaupun bukan sepupu kandung tapi keluarga mommy Ayura sangat welcome terhadap Angelina.
"Adik, apa kau sudah lama menunggu?" Tanya Ayura pada adiknya itu. (Percakapan menggunakan bahasa Jepang, tapi langsung di translate saja ya! Penulisnya tidak bisa bahasa Jepang soalnya. ðŸ¤ðŸ¤ )
"Tidak kakak, aku belum lama menunggu kalian disini. Ayo pulang! Papa sudah tidak sabar bertemu dengan cucu kesayangannya." Ucap Arashi sambil melirik ke arah Jojo. Karena semenjak Jojo ikut bersama daddynya pulang ke negara asalnya ia tidak pernah mau jika mommy nya mengajaknya untuk berkunjung ke Jepang walau sekedar untuk menemui kakek dari pihak ibunya tersebut. Waktu itu Jojo masih sangat membenci mommy Ayura jadi ia tidak pernah mau berurusan dengan pihak keluarga mommy nya.
Jo tersenyum canggung, sambil membungkukkan sedikit tubuhnya sebagai tanda penghormatan pada pamannya. Ia tahu siapa yang pamannya maksud, sebagai cucu laki-laki satu-satunya tentu saja dirinya sangat di sayangi oleh sang kakek. Tapi hal itu tak membuat cucunya yang lain merasa cemburu. Karena pada dasarnya kasih sayang yang mereka dapatkan dari kakeknya semuanya sama besarnya. Hanya saja karena Jojo tidak pernah mau untuk bertemu dengan sang kakek membuat ayah dari Ayura tersebut begitu rindu dan selalu menanyakan perihal cucu laki-laki nya tersebut.
Akhirnya mereka pergi menuju ke kediaman kakeknya Jojo. Di rumah besar itu ayah Ayura yang bernama tuan Ikedo tinggal bersama dengan keluarga Arashi. Karena usianya yang tidak lagi muda, Arashi tidak tega jika membiarkan ayahnya tinggal sebatang kara semenjak ibunya meninggal dunia.
Tidak ada obrolan yang penting saat mereka berada di dalam mobil semuanya tampak kelelahan setelah melakukan penerbangan beberapa jam tadi. Tak lama mobil yang tuan Arashi kendarai tiba di rumah tuan Ikedo ayahnya mommy Ayura. Semuanya pun turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah tersebut.
Ara yang baru pertama kali ke rumah itu begitu takjub melihat dekorasi rumahnya yang terlihat unik dan sederhana tapi tak meninggalkan kesan mewah di dalamnya. Rumah yang di dekorasi dengan perpaduan warna putih dan coklat kayu itu terasa begitu nyaman saat tubuh Ara memasuki pintu masuknya. Ah, menghirup udara segar di dalamnya seperti berada di rumah pedesaan saja. Sepertinya Ara akan betah di rumah itu.
"Papa.... " Ayura memeluk tubuh ayahnya, tuan Ikedo pun membalas pelukan anak perempuannya.
"Mana Jo? Katanya dia juga ikut?" Tanya tuan Ikedo yang sudah tak sabar bertemu dengan cucu laki-lakinya.
Ayura menoleh ke arah belakang tepat dimana Jojo dan Ara berdiri. Lalu memberikan kode lambaian tangan pada anaknya agar ia segera mendekat. Dengan perlahan Jojo mendekati kakeknya.
Jojo terlihat canggung, mungkin karena terlalu lama tidak bertemu dengan keluarga dari ibunya tersebut. Lebih dari 20 tahun. Astaga .... Jojo benar-benar seorang cucu durhaka.
Tuan Ikedo memeluk Jojo dengan penuh keharuan, ia tak menyangka jika cucunya sudah sebesar itu sekarang. Dan kata Ayura Jojo juga sudah menikah tentu saja Ara juga mendapatkan pelukan yang sama.
Edisi kangen-kangenan nya sudah selesai, kini saatnya untuk makan. Keluarga Arashi sudah menyiapkan berbagai macam makanan khas Jepang. Ara sangat hobi dengan makanan olahan dari negara tersebut, karena dulu ia sering makan di restoran Jepang bersama teman-temannya. Tentu saja saat dirinya masih kaya raya.
Jojo memperlakukan Ara dengan begitu romantis, ia tak sungkan menyuapi Ara di hadapan keluarganya. Sebenarnya Ara sudah menolaknya, tapi Jojo tetap saja memaksanya, dan hal itu membuat Ara akhirnya pasrah juga. Ara terpaksa jadi tebal muka di hadapan dokter Ichida yang dari tadi ingin sekali mentertawakan wajah memerah Ara karena menahan malu.
Setelah selesai makan akhirnya mereka di persilahkan untuk beristirahat di kamar yang sudah di siapkan. Jojo dan Ara menempati kamar yang dekat dengan sebuah taman dimana disana terdapat kolam air mancur yang begitu asri jika di pandang dan beberapa tanaman yang menyegarkan pernapasan.Taman itu hanya tersekat oleh pintu yang bisa bergeser. Hingga Ara bisa leluasa menghirup udara segar sekaligus menikmati suasana yang begitu tenang disana. Nuansanya begitu alami, membuat hati terasa adem jika berdiam diri di tempat itu.
Ara sedang berdiri di ambang pintu sambil menatap taman, ia merasa terkesiap saat ada tangan kekar yang memeluk tubuhnya dari belakang. Tangan itu sudah pasti milik suaminya.
Ara tersenyum dan membalas kecupan sekilas di pipi Jojo yang dekat dengan wajahnya. Lalu kembali menatap taman yang begitu damai.
"Disini begitu damai. Tamannya seperti menghipnotis kita seperti masuk ke dunia mimpi." Ucap Ara sambil memejamkan matanya.
Mendengar itu Jojo malah tertawa, dan Ara sontak berbalik sehingga pelukan mereka pun terlepas dan sedikit memberi jarak di antara keduanya. Ara menautkan kedua alisnya. "Apanya yang lucu?" Tanyanya aneh.
Jojo mendekat kembali tangannya merengkuh pinggang Ara dan menempelkan tubuh mereka. "Ternyata istriku bisa lebay juga." Kelakarnya sambil mencium puncak kepala Ara.
Ara mendengus, lebay katanya? Memang kenyataannya demikian, suasana tamannya benar-benar membuat hati menjadi lebih tenang. Tapi jika berdua bersama Jojo seperti ini, bagaimana mungkin hatinya bisa tenang. Sebentar lagi Jojo pasti akan melancarkan rayuannya. Dan menurut Ara justru rayuan Jojo tersebut yang terdengar sangat lebay bahkan terdengar alay.
"Kamu cantik banget sih, lebih cantik dari keindahan taman terindah di seluruh negara manapun."
Tuh kan? Jojo mulai alay, masa Ara di samakan dengan taman? Huh, dasar laki-laki plin-plan.
Ara tersenyum kecut, terkesan di paksakan karena merasa kesal di sebut lebay. Tersebit pikiran usil dalam otaknya, Ara ingin mengerjai suaminya.
Ara menatap manik-manik mata Jojo dengan tatapan sayu, kemudian membelai pipi Jojo dengan begitu lembut. Hingga tangannya mengusap bibir Jojo yang tidak terlalu tebal dan berwarna merah muda. Jojo memang bukan seorang perokok jadi bibirnya terlihat ranum dan begitu menggoda sebagai seorang pria dewasa.
Mendapat perlakuan seperti itu Jojo semakin tergoda, tubuhnya memanas seketika. Ia rekatkan tubuhnya lebih ketat dengan tubuh Ara. Dan mulai mencumbu bibir istrinya dengan rakusnya. Dan saat dirinya mulai tidak tahan dan menginginkan hal yang lebih dari sekedar ciuman. Jojo langsung membopong tubuh istrinya ke tempat tidur. Dan menguasai tubuh Ara dalam kungkungan nya.
Saat Jojo mulai menciumi tengkuk leher Ara, satu bisikan yang terdengar di telinga Jojo yang membuatnya mematung seketika dan menghentikan aktifitasnya tersebut.
"Aku lagi 'datang bulan', sayang!" Ara tersenyum menyeringai sambil mendorong tubuh Jojo yang masih mematung di atas tubuhnya hingga berguling ke samping tubuhnya. Dan ketika Ara hendak bangun dan beranjak duduk Jojo mencekal tangan Ara kembali lalu berkata.
"Kamu bohong kan?" Tanyanya penuh curiga.
***
Hai.... Maaf baru bisa up, cuma 1 lagi upnya. Amih lagi nyari inspirasi lagi nih . Tetap semangatin amih kalian ya nak anak. Biar bisa ngehalu lebih banyak lagi.
Jempol nya kasih like dong, sama komentar walau cuma next doang juga gak apa-apa. Biar rame aja. Vote poin atau koinnya jangan ampe lupa ya... Makasih.