
Pagi itu Ara tampak sibuk membantu Ayura dan Mayumi masak makanan khas Jepang. Walaupun Ara hanya membantu untuk mencicipi makanannya saja. Karena wanita itu tidak pandai memasak makanan Jepang.
Mayumi dan Arashi hanya mempunyai dua pelayan saja di rumah itu. Untuk membantunya mengerjakan pekerjaan rumah, sedangkan untuk memasak makanan untuk keluarga itu, Mayumi lebih suka melakukannya seorang diri. Karena wanita itu sangat suka sekali memasak dan ia tak membiarkan pelayan membantunya kecuali ia sedang sakit atau ada keperluan.
"Enak banget. Bibi Mayumi memang pandai memasak." Ucap Ara memuji, setelah Ayura menyuapi menantunya itu satu sendok makanan untuk ia cicipi rasanya.
Mayumi tersenyum senang, walaupun ia tidak mengerti dengan ucapan Ara, tapi melihat raut wajah Ara yang begitu menikmati dengan makanan yang ia coba, wanita itu bisa memastikan jika menantu dari kakak iparnya tersebut menyukai masakannya.
"Dia bilang masakanmu enak." Ucap Ayura pada Mayumi dalam bahasa Jepang.
"Arigato gozaimasu." Ucap Mayumi sambil sedikit membungkukkan badan.
"Ah... Iya. Sama-sama." Ara ikut membungkukkan badan mengikuti Mayumi, ia tahu jika Mayumi sedang mengucapkan terimakasih padanya. Dan ia membalasnya.
Ayura tersenyum melihat Ara bertingkah seperti itu. Terlihat sekali jika ia begitu canggung dengan kebiasaan yang tak pernah ia temui sebelumnya. Lalu Ayura menyuruh Ara untuk menghidangkan makanan yang sudah jadi diatas meja makan. Ara menganggukkan kepalanya dan mengambil piring yang sudah berisi makanan untuk ia sajikan di atas meja makan meninggalkan Ayura dan Mayumi yang masih sibuk dengan hidangan lainnya.
Selang beberapa menit mommy Ayura pun melakukan hal yang sama. Ia membawa piring lain dengan makanan yang berbeda mengikuti menantunya.
"Mom, apa Ara boleh bertanya sesuatu?" Tanya Ara di sela aktifitasnya menata makanan di atas meja.
"Tentu saja, bertanya lah!" Seru mommy Ayura tanpa melihat ke arah Ara. Mata sipitnya itu terlihat fokus dengan tangannya yang sibuk menata peralatan makan di meja tersebut.
"Apa ibunya Angelina masih hidup mom?" Pertanyaan Ara membuat wanita paruh baya itu seketika mendongakkan pandangannya ke arah Ara. Tangannya tiba-tiba berhenti bergerak dengan sumpit yang masih berada dalam genggamannya.
"Kenapa bertanya seperti itu?" Mommy Ayura malah balik bertanya, kerutan halus di keningnya melukiskan jika dirinya tidak suka membahas hal tersebut.
"Maaf mommy, Ara hanya penasaran saja. Waktu kemarin kami jalan-jalan, kami bertemu dengan seorang wanita yang mirip sekali dengan Angelina. Selintas Ara berpikir jika dia adalah ibu kandungnya Angel. Mungkin Ara salah mommy, Ara minta maaf jika mommy merasa terganggu dengan perkataan Ara." Ara merasa bersalah dengan ucapannya tersebut. Tapi dirinya sungguh penasaran. Apa benar wanita yang mereka temui kemarin adalah benar ibunya Angel.
Ayura sontak terdiam, ia mendudukkan tubuhnya di atas tatami yang menjadi alas duduk meja makan yang bernuansa lesehan tersebut.
"Ternyata dia sudah menemui Angelina di belakangku." Ucap Ayura terdengar lirih. Dan Ara mengerutkan keningnya karena tak mengerti dengan ucapan mommy mertuanya tersebut.
"Maksud mommy apa? Jadi benar wanita itu adalah ibu kandungnya Angel?" Tanya Ara begitu penasaran.
Mommy Ayura memejamkan matanya, bersamaan dengan jatuhnya cairan bening dari kelopak matanya. Ayura menutup wajahnya yang gusar dengan kedua telapak tangannya, dan tubuhnya bergetar tiba-tiba, Ia menangis tersedu-sedu.
"Mommy, kau menangis? Maaf, maafkan aku yang terus memaksamu! Aku tidak akan bertanya lagi mom, tenanglah!" Ara begitu terkesiap melihat Ayura menangis seperti itu. Ia benar-benar tidak bermaksud membuat mommy mertuanya menangis. Tapi kenapa Ayura langsung menangis saat Ara membahas ibu kandung Angelina.
Ayura membuka telapak tangan yang menutupi wajahnya, hingga cairan bening di pipinya pun ikut tersapu juga. Ayura menatap manik-manik mata Ara yang terlihat ketakutan. Mengusap pelan pipi menantunya dan akhirnya bercerita juga. "Tak lama setelah kedatangan kita di rumah ini, wanita itu datang. Jujur, aku sangat terkejut saat melihat ia ternyata masih hidup." Tutur mommy Ayura dengan senyuman yang terlihat di paksakan.
*F****lashback on*
"Kau?" Mommy Ayura begitu terkejut saat menemui seorang wanita yang bertamu ke rumahnya dan ingin bertemu dengan dirinya saat satu jam yang lalu wanita itu baru sampai di rumah orang tuanya. Wanita itu adalah ibu kandung dari Angelina.
"Nyonya, bisakah kita berbicara sebentar?" Pinta wanita itu sambil membungkukkan sedikit badannya.
Ayura masih terperangah, ia tak menyangka jika wanita yang dulu mengaku jika umurnya sudah tidak lama lagi, sekarang berdiri di hadapannya.
"Kau berbohong padaku?" Kalimat itu yang pertama keluar dari mulut Ayura saat mereka sudah sampai di tempat yang agak sepi. Ayura tak menyangka bisa melihat ibu kandung Angelina masih dalam keadaan sehat walau sudah 15 tahun berlalu. Padahal dulu wanita itu berkata jika penyakitnya sudah tidak bisa di sembuhkan lagi.
"Maaf nyonya, waktu itu aku terpaksa. Ada seseorang yang membayar ku untuk memberikan Angel pada mu. Untuk memperburuk hubunganmu dengan anak sulung mu itu. Dan waktu itu aku memang sedang butuh uang. Jadi aku mau melakukannya." Tutur Norita sambil menundukkan kepala.
"Kau jahat sekali Norita. Tidak cukup kau melukai hatiku dengan tidur bersama suamiku hah?" Ayura tersulut emosi, hingga guratan di lehernya terlihat mengetat seakan menyimpan kekesalan yang begitu mendalam.
"Maaf nyonya. Maaf!"
"Mau apa kau kesini? Apa kau mau ambil Angelina dariku lagi? Jangan harap!" Seru Ayura dengan nada tegas dan penuh penekanan. Ayura tidak mau basa basi, ia mempunyai firasat buruk akan kedatangan Norita secara tiba-tiba.
"Nyonya, aku mohon padamu, izinkan aku membawa Angelina kembali!"
"Dia tidak disini." Sela Ayura cepat. Ia berbohong.
"Aku sudah memantau rumah ini sejak lama nyonya, semenjak liburan mu yang terakhir bersama Angelina. Aku yakin kau akan membawa anak itu kembali kesini. Dan aku sudah menantikan hari ini. Aku benar-benar ingin dia kembali. Aku mohon!" Ucap Norita begitu memelas.
Ayura menatap wajah Norita dengan seksama, sebenarnya ia tidak tega tapi dirinya juga tak mau berpisah dengan Angelina. "Apa alasannya, tiba-tiba kau datang ingin membawa Angelina? Kau pikir aku akan membiarkan Angelina hidup dengan wanita yang gila harta macam dirimu?" Seru Ayura lagi. Ayura berusaha tenang, ia menekan amarahnya dalam-dalam.
Norita menggigit bibir bawahnya, ia ragu untuk menyebutkan alasannya, karena mungkin Ayura tidak akan percaya. Tapi, bagaimanapun juga dirinya harus cerita. Setidaknya dia sudah berusaha jujur pada Ayura.
"Maaf nyonya, sebenarnya aku sudah menikah dengan laki-laki yang kaya dan begitu mencintaiku. Setelah sekian lama pernikahan kami, kami tidak di berkahi keturunan karena suamiku ternyata mandul. Dan aku juga benar-benar sakit nyonya, di vonis oleh dokter tidak bisa melahirkan lagi. Lalu suatu hari, dia tidak sengaja melihat Angelina sedang berjalan-jalan dan masuk ke rumah ini, dan ia bercerita padaku jika ada seorang gadis yang sangat mirip dengan wajahku." Norita sejenak menghela nafasnya yang seakan tercekat oleh isak tangisnya. Tapi tak lama melanjutkan kembali ucapannya.
"Aku begitu penasaran nyonya, aku minta dia untuk mengantarkan ku ke rumah ini. Dan aku ingat betul ini adalah rumah orang tuamu. Seketika itu aku langsung ingat anakku. Aku memberitahukan hal itu pada suamiku dan ia menyuruhku untuk mengambilnya kembali. Jadi aku mohon nyonya kembalikan Angelina padaku!" Tangisan Norita semakin menyesakkan dada, terdengar miris dan begitu menyayat hati mommy Ayura.
Ayura menggelengkan kepalanya. Merasa tak percaya dengan apa yang di katakan oleh Norita. "Kau bohong lagi kan?" Tuding nya.
Norita tersentak, tiba-tiba saja ia berlutut sambil memeluk kaki Ayura. "Nyonya aku tidak bohong, suamiku benar-benar menginginkan Angelina. Dia akan menerima anak itu seperti anaknya sendiri nyonya. Percayalah!" Seru Norita begitu berharap. Membuat hati Ayura semakin melesak saja.
Ayura mendesis. "Jadi kau menginginkan Angelina hanya karena permintaan suamimu? Bukan dari hatimu sendiri?" Tanyanya begitu kecewa. Ibu macam apa Norita ini. Ayura berusaha melepaskan tangan Norita yang melingkar di kakinya. Tapi tak membuat wanita itu bergerak dari posisinya.
"Bukan begitu nyonya? Aku benar-benar merindukan anakku." Serunya lebih meyakinkan.
Ayura mengusap wajahnya dengan gusar. Ia tak menyangka liburannya kali ini malah membawa petaka bagi keluarganya.
"Pergilah! Angelina tidak akan pergi kemana-mana. Dia adalah anak suamiku. Keluarga ini juga berhak atas dia." Sahut Ayura yang membuat Norita seketika melepaskan kaki Ayura. Lalu ia beranjak berdiri berhadapan dengan Ayura.
Menghela nafasnya kasar lalu sejenak memejamkan matanya, "Baiklah nyonya aku akan pergi. Jangan salahkan aku jika aku kembali dengan membawa pengacara ku ke sini. Kita akan lewat jalur hukum. Dan asal nyonya tahu, aku masih memiliki akte kelahiran dari Angelina. Dan tuan James hanyalah ayah biologisnya saja yang tidak terdaftar sebagai ayah sahnya. Ku pastikan Angelina akan ikut denganku. Karena aku adalah ibu kandungnya." Ujar Norita dengan yakin lalu berbalik badan dan melangkah pergi meninggalkan Ayura yang masih mematung di tempatnya.
Ayura tak bisa berkata apa-apa lagi, kakinya terkulai lemas tak berdaya hingga tubuhnya terduduk di atas tanah. Ia tak percaya semua ini akan terjadi. Ayura yakin jika ancaman Norita tidaklah main-main. Apa yang harus Ayura lakukan?
*Flashback off*
Eh maaf ya nak anak, amih jadi jarang up. itu kok votenya jadi berkurang. Jadi nyusutlagi kan semangat nya. 😢😢
Tapi amih tetap berterimakasih buat readers setia novel receh ini ya... tetap stay selalu dan dukungan kalian selalu amih tunggu. Happy Reading 🥰🥰