My Lovely Idiot Husband

My Lovely Idiot Husband
SALAH ORANG



Jo memperkenalkan Jacob dengan tuan Katashi dan juga istrinya sebagai saudara jauh dari mommy Ayura yang berniat untuk berlibur ke negaranya. Kening Jacob mengkerut dalam saat melihat sosok wanita yang dirasa pernah ia kenal.


Norita seketika menundukkan kepalanya, karena ia ingat betul orang yang sudah membayarnya waktu itu kini ada di hadapannya. Ya, sudah tentu Jacob lah yang memberi wanita itu uang agar dia mau memberikan anaknya kepada Ayura.


Setelah sedikit berbasa-basi, akhirnya Jacob menawarkan diri untuk membawa tuan Katashi bersama dengan istrinya dengan mobil yang ia kendarai. Tuan Katashi meminta Angel untuk naik mobil bersama mereka, ia berharap agar hubungan ibu dan anak akan semakin lebih dekat.


Jo jadi merasa khawatir, jika Jacob tahu dan merasa curiga dengan ingatan Jojo yang sudah kembali. Jika mereka satu mobil pasti akan ada pembicaraan mengarah pada status Angelina sekarang di antara mereka. Karena Jojo yakin yang membayar Norita waktu itu adalah pamannya itu. Entah apa yang akan Jacob lakukan dengan Norita nantinya. Jo harus lebih waspada.


"Biar David saja yang mengantar mereka paman. Ada sesuatu yang harus aku bicarakan dengan paman. Sekalian kita berbincang di dalam mobil saja. Bagaimana?" Seru Jojo mencoba mengalihkan perhatian Jacob yang terus saja menatap Norita mencoba mengembalikan ingatannya tentang sosok wanita itu.


Untung saja dokter Ichida tidak ikut pulang, ia masih betah di kampung halamannya. Karena jika laki-laki itu ada, ia akan mengacaukan suasana, dokter bermata sipit itu selalu menunjukkan rasa tidak sukanya terhadap Jacob. Dokter Ichida tahu jika Jacob juga mengincar Ayura. Persaingan antara bujang lapuk dan pria beristri. Hah, sungguh tidak ada pilihan yang menarik.


Jojo yakin jika pamannya itu sepertinya melupakan Norita, terlihat dari caranya memandang dan berbicara pada wanita itu masih terlihat formal dan biasa saja. Ini kesempatan untuknya agar Jacob tak punya celah. Ia tak boleh bertanya apapun kepada wanita yang sudah melahirkan Angelina itu.


Menutup rasa penasarannya terhadap wanita yang pernah hadir di masa lalunya, Jacob akhirnya setuju dengan permintaan Jojo. Ia sebenarnya merasa senang karena bisa satu mobil bersama dengan Ayura. Wanita yang selalu mengisi hatinya itu. Tapi rasa bencinya terhadap suami Ayura sekaligus kakak kandungnya itu. Membuat hatinya seakan menjadi beku. Ia terus saja berniat untuk menghancurkan keluarga kakaknya sekaligus mengalihkan harta kekayaan yang ia yakini adalah hak yang harus ia dapatkan dari mendiang ayahnya.


"Apa yang ingin kau bicarakan Jo?" Tanya Jacob saat mereka sudah berada di dalam mobil. Jo yang duduk di samping pamannya yang sibuk mengemudi seketika mengalihkan pandangannya ke arah sang paman yang tadinya lurus kedepan.


"Aku ingin bertanya soal proyek baru yang sedang di jalankan oleh perusahaan cabang yang di pimpin oleh Sam. Apakah proyeknya berjalan dengan lancar?" Tanya Jo.


"Kurasa lancar. Paman belum mengecek lagi bagaimana laporan detailnya mengenai hal itu. Tapi paman yakin Sam mampu membuat cabang perusahaan itu menjadi lebih maju seperti cabang grup kita yang lainnya." Jawab Jacob dengan begitu bangganya.


Jo menganggukkan kepalanya pelan. "Bagaimana dengan pengadaan bahan bakunya? Ku dengar Sam mendapatkan inovasi baru untuk menambah cita rasa produk makanan kemasan miliknya itu. Dan dia menggaet salah satu perusahaan agraria yang terbesar sebagai investor utamanya, Perusahaan Adijaya. Perusahaan itu merupakan pemasok terbesar berbagai jenis hasil pertanian terbesar di bisnis retail kita bukan? Hebat sekali dia." Jo berkomentar lagi.


Jacob sekilas melirik keponakannya itu, lalu kembali menatap ke jalan. Ada sedikit kecurigaan dalam hatinya tumben sekali keponakannya itu tertarik untuk membahas pekerjaan orang lain. Biasanya ia akan selalu fokus dengan bidangnya sendiri dan paling tidak suka jika ada orang lain melebihi dirinya.


"Ya, aku tidak tahu bagaimana dia mendapatkan kerjasama itu. Sam seorang pekerja keras sepertimu." Jo sejenak terdiam mendengar pujian yang keluar dari mulut pamannya tersebut. Entah kenapa ia jadi teringat akan pesan daddy nya dulu waktu dia masih kecil. 'Kamu harus ingat nak, kamu harus menyayangi pamanmu apapun yang terjadi. Paman mu kadang bersikap kasar pada daddy karena dia sedang salah paham saja, kami sedang ada masalah kecil, daddy yang salah. Dia sebenarnya sangat baik dan penyayang. Jangan pernah membenci pamanmu ya!'


Waktu itu Jo masih belum bisa mencerna perkataan daddy nya tersebut. Dalam pikirannya yang masih polos, dia hanya bisa mengiyakan permintaan sangat daddy. Terlebih Jo merasakan perkataan daddy nya itu benar adanya saat setelah daddy nya Jo meninggal dunia. Jacob lah merawat dan mendidik Jo selama ini, Jo seperti mendapatkan sosok daddy nya kembali dalam diri pamannya. Entah itu bentuk penyesalan atau apa, yang pasti Jo merasa tertipu oleh kebaikannya.


"Berhenti membahas tentang pekerjaan! Bagaimana liburan kalian? Apa menyenangkan?" Pertanyaan itu membuat lamunan Jo buyar seketika. Ia memutar kepalanya ke arah kursi belakang tempat dimana mommy dan istrinya berada. Menatap raut wajah mereka yang terlihat jadi tak biasa.


"Kenapa wajah kalian terlihat tegang? Apa terjadi sesuatu disana?" Tanya Jacob lagi setelah manik-manik matanya melirik ke arah kaca spion dalam yang menampakkan wajah Ayura dan juga Ara.


"Tidak.... Tentu saja liburannya menyenangkan. Iya kan Ara?" Sahut Ayura, berusaha menutupi kejadian yang sebenarnya. Ara pun menganggukkan kepalanya sebagai tanggapan.


Jo tersenyum penuh maksud sambil menganggukkan kepalanya pelan ke arah dua wanita itu. Seolah memberikan mereka keyakinan jika semuanya akan baik-baik saja.


***


Jo menyuruh tuan Katashi dan istrinya untuk beristirahat di kamar tamu yang sudah di siapkan. Ia meminimalisir percakapan dengan sepasang suami-istri tersebut karena masih ada pamannya disana.


Padahal Jo sangat berharap jika pamannya akan langsung pamit untuk pulang. Tapi lelaki itu malah ikutan duduk di ruang tamu tanpa rasa malu.


Jo akhirnya menemani pamannya dulu untuk sekedar menghargainya. Sedangkan yang lainnya sudah pergi ke kamarnya masing-masing untuk beristirahat karena merasa lelah.


"Jo, paman mau bertanya sesuatu." Jacob berseru setelah menyeruput kopi panas yang baru saja di sediakan oleh pelayan di rumah itu.


Jo mendongakkan pandangan dari cangkir yang berisi teh hijau di tangannya. "Bertanya apa paman?" Balasnya sedikit tegang.


Jacob menyimpan cangkir kopinya di atas meja. Lalu duduk tegak menghadap ke arah Jo, tatapannya tampak serius membuat Jo menanggapinya dengan lebih fokus.


"Tuan Katashi dan istrinya berencana liburan disini berapa lama?" Tanya Jacob terlihat penasaran.


Jo sedikit tegang, pembahasan yang ingin ia hindari dengan pamannya akhirnya di bahas juga.


"Aku tidak tahu paman, terserah mereka saja yang mau liburan." Jawabnya terdengar netral.


Jacob mencebikkan bibirnya, merasa tak puas dengan jawaban sang keponakan. Sejenak berpikir sebelum kembali mengajukan pertanyaan.


"Aku seperti pernah bertemu dengan istri tuan Katashi, apa dia pernah berkunjung kesini sebelumnya?"


"Sepertinya tidak, mungkin paman salah orang." Kilah Jo yang mulai tertekan. Dan satu lagi pertanyaan dari pamannya yang membuat dirinya seketika bungkam.


"Kapan kau bercerai dengan istrimu Jo? Bukannya tugas wanita itu sudah selesai? Paman lihat kalian malah semakin dekat? Malah sampai mengajaknya liburan seperti sekarang. Jangan bilang kalau kau sudah jatuh cinta dengan dia! Apa kau lupa jika dia hanyalah seorang wanita yang tidak jelas asal usulnya?" Jacob memberikan beberapa pertanyaan yang menyudutkan. Sejujurnya Jo merasa geram, mendengar Jacob telah menghina istrinya seperti itu. Tapi demi melancarkan rencananya ia harus bisa meredam emosinya.


"Kau tenang saja paman! Aku mengajaknya liburan hanya untuk memberikannya imbalan. Dan kau benar, aku tidak mungkin jatuh cinta pada Ara karena memang dia tidak sepadan."


***


Kayaknya si Jacob mau minta oleh-oleh tuh, Jojo nya aja yang gak peka. Jadinya dia gak mau pulang kan??? Hehehe


Like, comment, serta vote nya ya nak-anak. Makasih. Maaf amih baru sempat up.