
Ke esokan hari nya, Ara terbangun lebih dulu tubuhnya seperti habis di pukuli oleh orang banyak, di gerakkan pun rasanya sangat kaku. " Badanku sakit semua. " Gumam Ara sambil memijat - mijat bahunya sendiri.
Dia melirik ke arah Jojo yang masih tertidur pulas di sampingnya, kata orang malam pertama seseorang itu pasti melelahkan, dan terasa lemas sekujur badan. Dan Ara benar - benar merasakan itu.
" Huuuft..., dia masih tertidur pulas, setelah menyiksaku semalaman. " Gerutu Ara.
Ara kemudian turun dari atas tempat tidur dan melangkahkan kaki nya ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Tak lupa dia juga membawa baju ganti. Setelah selesai membersihkan diri, Ara menuju ke arah dapur dan menemui bi Darmi dan pelayan lain yang sedang sibuk menyiapkan sarapan.
" Jangan non, biar kami saja ." Ucap bi Darmi saat Ara berniat ingin membantu pekerjaan mereka.
" Gak apa - apa bi, Ara bosan jika diam saja. "
Karena Ara memaksa akhirnya bi Darmi mengizinkan majikan baru nya itu untuk membantu memasak sarapan untuk Jojo.
" Bi, makanan kesukaan Jojo apa? " Tanya Ara di sela aktifitasnya membantu bi Darmi menumis bumbu masakan.
Bi Darmi tersenyum tipis, menoleh ke arah Ara dan mengambil alih spatula yang di pegang Ara, sambil memasukkan telur sebagai bahan utama untuk membuat omelet telur spesial pagi itu.
" Dulu tuan Jo sangat pilih - pilih makanan nona, kami sangat kebingungan membuat menu yang sesuai selera nya, tapi semenjak dia kembali setelah menghilang waktu itu, makanan apapun yang kami sediakan dia dengan lahap memakannya tanpa protes sama sekali. " Tutur Bi Darmi yang kini mengambil alih pekerjaan Ara. Bi Darmi menyuruh pelayan lain untuk menyiapkan peralatan makan di meja makan.
" Benarkah ?" tanya Ara dengan raut wajah senang, pasalnya dia merasa telah berhasil membuat Jojo mengubah cara hidupnya yang suka pilih - pilih makanan.
" Terima kasih nona ."
" Terima kasih untuk apa bi ? "
" Untuk perubahan sikap tuan muda kami, berkat nona dia menjadi lebih ceria dan bersikap baik terhadap kami. " Bi Darmi sejenak menghentikan aktifitasnya dan mematikan kompornya.
Ara terharu mendengarnya, dia sangat terkesan karena tak mengira akan sangat di hormati di rumah besar itu, padahal dulu dirinya merasa rendah diri saat pertama kali masuk ke rumah itu.
" Bibi tidak perlu berterima kasih seperti itu, Jojo merubah dirinya sendiri, bukan karena Ara. " Ucap Ara sambil memegang pundak bi Darmi. " Ayo masak lagi. " Imbuh Ara mengalihkan pembicaraannya. Bi Darmi pun melanjutkan aktifitasnya.
Selang beberapa lama bi Darmi telah selesai menyiapkan sarapan untuk semua penghuni rumah itu, Ayura pun sudah terlihat rapi dengan pakaian kantornya duduk di meja makan, karena sudah beberapa hari ini dia tidak ke kantor, asistennya Jojo sudah meneleponnya beberapa kali, hari ini Ayura harus datang ke pertemuan penting dengan client baru yang akan membahas proyek penting untuk perusahaan Jojo. Asisten Jojo yang bernama David itu tidak percaya jika proyek itu di tangani oleh Jacob dan anaknya.
" Ara, apa Jo sudah bangun ?" Tanya Ayura sambil mengambil makanan ke dalam piringnya.
" Belum nyonya, biar aku bangunkan dulu. " jawab Ara, hendak pergi ke kamar Jojo.
" Tunggu dulu Ara ." Sahut Ayura dan sontak membuat langkah Ara terhenti dan membalikkan tubuhnya kembali menghadap ke arah Ayura.
" Ada apa nyonya ?" Tanya Ara penasaran.
Ayura menyimpan kedua tangannya di dagu dan menopangkannya di atas meja. " Mulai sekarang jangan panggil aku nyonya, panggil aku mommy ! karena sekarang aku adalah mertuamu. "
Ara tersenyum senang mendengarnya, " Baik nyonya, eh... mommy ." Ucap nya masih agak canggung. Lalu dia kembali melanjutkan langkahnya berniat untuk membangunkan Jojo.
Setelah sampai di kamar, terlihat Jojo masih bergelung di balik selimutnya. Ara mengelengkan kepalanya melihat suaminya masih tertidur dengan lelapnya, meskipun cahaya mentari sudah menyelusup masuk di sela - sela jendela kamar itu. Ara mendekati Jojo dan duduk di tepi tempat tidur, mengoyangkan tubuh suami nya dan menarik selimut yang menutupi tubuhnya.
" Jojo.... bangun ! " Seru Ara
Jojo masih tak bergeming, dia malah semakin mengeratkan pelukannya pada guling yang ada di depannya. Ara berdecak, dia semakin lebih cepat menguncangkan tubuh Jojo kembali, membuat Jojo merasa terganggu dengan perlakuan Ara.
" Jojo bangun ! " Seru Ara lagi dengan sedikit berteriak. Kini dia menarik tangan Jojo dengan sedikit kuat.
Tapi Jojo masih belum mau bangun, tangannya yang kekar tak sebanding dengan tenaga Ara, bahkan tak sejengkal pun Jojo bergerak dari posisinya semula. Ara semakin jengkel di buatnya, dia memutar otak agar suaminya itu bisa bangun dari tidurnya. Terselip satu ide yang membuat Ara tersenyum miring. Dia mendekatkan bibir nya ke telinga Jojo.
" Kebakaran....ada kebakaran....." Teriak Ara tepat di telinga Jojo. Dengan sangat terkejut Jojo langsung membuka matanya dengan sempurna, dan langsung terduduk sambil kelabakan mencari kebakaran yang di teriakan istri jahilnya itu. Sontak Ara tertawa dengan sangat lepas, dia merasa lucu melihat raut wajah suaminya yang ketakutan.
" Kenapa malah tertawa, mana kebakarannya, ayo kita lari Ara ! " Jojo menarik tangan Ara, setelah dirinya dengan cepat turunnya dari ranjang.
Jojo terdiam, dia membalikkan tubuhnya menghadap Ara. " Bercanda ? " Tanya Jojo sambil mengerutkan dahi.
Ara mengangguk sambil tertawa kecil, dan Jojo langsung menepis tangan Ara yang memegangnya. " Tidak lucu. " Decak nya sambil memalingkan wajah ke arah lain, Jojo merajuk.
Ara merasa menyesal dan berjalan ke hadapan Jojo. " Maaf Jojo, aku cuma ingin membangunkan mu, kau susah sekali untuk bangun. " Ucap Ara sambil mengatupkan kedua tangannya.
Jojo melirik tangan Ara, dan kembali beralih ke arah lain dan tak mengubris permohonan maaf Ara. Dia malah semakin membulatkan bibirnya sampai pipinya terlihat mengembung. Ara menjadi gemas melihatnya, entah kenapa Ara begitu berani melakukan suatu hal yang membuatnya malu sendiri, dia sedikit menjinjitkan kakinya dan mencium pipi gembung Jojo.
Jojo begitu terkesiap dengan ciuman Ara yang tiba - tiba, sejenak kedua nya terdiam sambil saling beradu pandang. Ara menelan salivanya dengan berat, dan menyesali perbuatannya yang memalukan itu, tapi betapa terkejutnya Ara saat Jojo malah tersenyum ceria dan berkata.
" Sebelah lagi dong ! " Pinta Jojo sambil menunjuk pipi sebelahnya.
***
Setelah Jojo selesai membersihkan diri, mereka turun ke ruang makan menemui Ayura, tapi ternyata Ayura sudah pergi ke kantor karena David sudah kembali menghubunginya agar segera datang.
" Mommy Ayura kemana bi ?" Tanya Ara kepada bi Darmi yang sedang membereskan piring bekas makan Ayura, Ara menarik sebuah kursi kosong dan langsung mendudukinya dan di ikuti oleh Jojo melakukan hal yang sama di samping Ara.
Bi Darmi menoleh " Sudah pergi bekerja non, tadi nyonya terlihat buru - buru. Tapi tadi ada pesan dari nyonya. " Jawab Bi Darmi
" Pesan apa ?" tanya Ara penasaran.
" Nyonya sudah menyuruh supir untuk menjemput bibinya nona, nyonya Iren. Jadi nona tidak perlu repot - repot menjemputnya lagi " Tutur bi Darmi menjelaskan.
Ara pun mengembangkan senyum di bibirnya, dia senang mendengar bibi angkatnya akan segera datang. Setelah mendapat ucapan terima kasih dari Ara, bi Darmi izin pamit ke belakang kembali. Ara pun mengambil alih piring makan Jojo hendak mengisinya dengan makanan.
" Makan yang banyak ya, kamu jangan sampai kurus. " Seru Ara, sambil mengambilkan dua buah omelet telur di piring Jojo.
Jojo menautkan kedua alisnya sambil menatap makanan di piring tersebut. " Yang benar saja, ini banyak sekali. "
" Cuma dua. " Ara berkata dengan santainya.
" Tetap saja banyak, ambil satu !" Ara tak mendengarkan perintah suaminya, dia malah lebih menikmati melahap sarapannya.
" Kalau kau tak menghabiskan makanan itu, aku tidak mau bermain dengan mu lagi. " Ancam Ara sambil menguyah makanannya dengan perlahan.
Jojo mengernyit " Kamu curang ." Decak nya sambil mendengus kesal.
Ara terkekeh geli, walau Jojo tak senang, dia dengan terpaksa melahap makanan yang menurutnya banyak tersebut sambil tak henti- henti mulutnya bersungut - sungut.
Di sela aktifitas sarapan mereka, terdengar suara bel pintu menandakan ada tamu yang sedang menunggu di luar rumah, menunggu tuan rumahnya membuka pintu. Bi Darmi nampak berjalan tergopoh - gopoh hendak membukakan pintu.
" Biar Ara saja bi, itu pasti bibi Iren. " Sahut Ara, membuat bi Darmi menghentikan langkahnya dan kembali ke pekerjaan nya yang semula.
Ara dengan semangat membuka pintu, berharap bibi angkat nya yang sedang menunggu di luar. Tapi saat Ara membuka pintu, wajah Ara tak lagi ceria dan dia pun langsung menunjukkan wajah datar.
" Anda cari siapa tuan ?" Tanya Ara menyapa tamunya yang berdiri di ambang pintu.
" Hallo menantu kecil ku, kau tak menyuruh paman dari suami ini masuk ? " Seru laki - laki yang tak lain adalah Jacob pamannya Jojo.
Ara begitu terkesiap saat mendengar pengakuan laki - laki yang baru di temuinya itu, dia jadi teringat dengan cerita Jojo kalau pamannya itu suka menjahati suaminya. Ara jadi bingung sendiri, apa dia harus menyuruh masuk tamu yang menurutnya hanya akan membuat rusuh itu, tamu yang tak di undang pagi - pagi sekali sudah datang membuat emosi Ara seketika meradang.
***
Happy reading 😉😉
Klik like, comment , favorite, rate 5 star, dan VOTE nya ya readers, semoga selalu setia membaca karya author ini. makasih. 😍😍