My Lovely Idiot Husband

My Lovely Idiot Husband
SENYUMAN LICIK



Ara menggangguk dan mengiyakan jika obat itu adalah miliknya. Mommy Ayura menghela nafas kasar, sedikit kecewa tapi senyuman tulus selalu tergambar bibir tipisnya itu.


" Mommy mengerti, mungkin karena kamu takut Jo akan melupakanmu nanti jadi kamu meminum obat ini. " Ujar Ayura


Ara yang tadinya menundukkan wajahnya jadi mendongak menatap mata teduh milik mertuanya itu. " Aku .... " Ara berkata gugup.


" Kamu tenang saja Ara, apapun yang terjadi pada Jo nanti, aku akan tetap bertanggung jawab padamu. Kamu akan tetap menjadi menantu di keluarga ini, dan keturunanmu dan Jo adalah penerus keluarga ini. " Ayura berkata sambil menepuk pundak Ara dengan lembut.


Ara sangat terharu mendengar perkataan lembut dari mertuanya itu, rasa bersalah terselip di lubuk hatinya. " Maaf mom, aku tidak bermaksud. "


" Tidak apa - apa, untuk sekarang mommy mengerti, obatnya juga sudah terlanjur kamu minum kan ? Tapi asal kamu tahu jika kamu hamil, nanti anak itu yang akan memperkuat hubunganmu dengan Jo. " Tukas mommy Ayura, karena dia melihat satu pil obat itu sudah hilang dalam stripnya.


Ara terhenyak, bibirnya terasa kaku untuk berucap, cairan bening yang sempat dia tahan agar tidak keluar akhirnya pecah juga. Ingin sekali dia berkata jika dia tak meminum obat itu karena obatnya sudah jatuh saat Jo mengagetkannya tadi. Tapi kata - kata itu hanya bisa Ara pendam dalam hati. Biarkan saja mertuanya berpikir demikian. Ara juga tidak tahu apa yang akan terjadi ke depannya nanti. Mendengar kesungguhan mommy Ayura membuat Ara menjadi lebih tenang. Dia juga terharu ternyata mertuanya akan selalu memberinya dukungan.


Ara menyeka air matanya dengan cepat, menarik kedua sudut bibirnya membentuk sebuah senyum manis di sana. " Iya mom, Ara paham sekarang. "


Ayura membalas senyuman itu, " Lain kali, jika kamu melakukannya dengan Jo, kamu tidak perlu minum obat ini lagi ya ! " Ujar mommy Ayura yang sukses membuat Ara menjadi malu mendengarnya. Eh .... tunggu ! dari mana mommy Ayura tahu kalau dia dan Jo sudah melakukan hubungan itu. Kenapa Ara dari tadi baru sadar kemana arah pembicaraannya dengan mommy mertuanya.


Apa iya Jo menceritakan tentang kejadian semalam sama mommy nya ? tapi Jo bukan type orang yang mudah bercerita. Tapi mengenai obat itu ? Ah, rasanya Ara malu sekali sebelum dia bercerita ternyata mommy nya malah sudah tahu sendiri bahkan sepagi ini.


" Apa Jo bercerita tentang semalam mom ? " Tanya Ara malu - malu.


Mommy Ayura tersenyum lucu, " Tentu saja tidak, Jo itu bukan type orang yang suka mengadu apalagi dengan hal di anggap tabu. Tadi dia kesini hanya untuk bertanya obat apa ini, tapi mommy bilang padanya ini hanya vitamin wanita saja, dan dia percaya. " Mommy Ayura memberi jeda, hanya sekedar untuk meraih tangan Ara dan menggenggamnya dengan erat.


" Untuk itu mommy mau minta maaf sama kamu Ara. " Imbuhnya kemudian.


Ara mengerutkan dahi, hampir saja dia lupa dengan permohonan maaf yang pertama kali mommy Ayura katakan.


" Mommy udah mencampurkan obat perangsang di minuman Jo semalam. " Mommy Ayura berucap lagi, untuk kali ini raut wajahnya terlihat tegang sekali. Sambil menggigit bibir bawahnya mommy Ayura menatap Ara dengan sedikit canggung.


Ara terhenyak, sebenarnya tidak terlalu merasa terkejut, dari semalam dia sudah curiga jika ada yang tidak beres dengan suaminya. Tapi dia hanya tak menyangka jika mommy mertuanya lah biang keladinya.


Ara mendengus pelan, kemudian menarik nafas panjang. Inginnya sih marah tapi apa gunanya semuanya sudah terjadi sebagai mana mestinya. Cepat atau lambat hal itu pasti akan terjadi. Ara hanya bisa menerima karena itu memang sudah tugasnya.


" Tidak apa - apa mom, Ara paham kok. " Hanya itu yang Ara bisa katakan saat ini. Mau apa lagi ? toh dirinya kini sudah tidak perawan.


" Jadi, kapan Jojo akan melakukan terapi selanjutnya mom ? " Imbuh Ara, dirinya kembali fokus pada kesembuhan suaminya saja.


" Terima kasih Ara, mommy tahu kamu yang paling bijaksana. " Mommy Ayura berkata sambil memegang tangan Ara dengan erat.


" Hari ini mommy akan menghubungi Ichida, mommy akan mengatakan jika Jo sudah siap untuk melakukan terapi selanjutnya. " tambah mommy Ayura dengan penuh semangat.


Ara hanya mengulas senyumnya sebagai tanggapan, membahas dokter itu membuatnya jadi bergedik ngeri. Walaupun kabar itu yang selalu di tunggu dokter syaraf suaminya itu, tetap saja Ara harus bersiap dengan pertanyaan dan ledekan yang akan membuat pipinya terlihat seperti udang rebus. Dokter itu cukup lihai untuk memojokkan orang secara halus.


***


" Apa kamu yakin ? " Terdengar suara seseorang yang sedang melakukan sambungan teleponnya di dalam ruangan kerja di sebuah perusahaan. Dia terlihat begitu serius dengan dahi yang mengerut tajam. Tapi tak lama dia mengakhiri panggilan teleponnya setelah mendengarkan pembicaraan lawan bicaranya di seberang telepon sana dia langsung menutup panggilannya dengan kasar. Lalu dia lemparkan ponsel miliknya itu ke lantai, hingga ponsel itu hancur berantakan.


" Sialan ! " Umpatnya dengan sangat kesal.


Jacob menoleh, menatap anaknya dengan nafas yang tersengal karena menahan amarah. " Sam, mau apa kau kemari ? " Tanya nya dengan nada sedikit membentak.


Sam melangkah menghampiri papanya dengan tatapan aneh, Jacob tidak pernah berkata kasar di depan anaknya, apalagi membentaknya seperti tadi. Walaupun Jacob tidak mencintai istrinya tapi dia sangat sayang pada anak semata wayangnya itu.


" Sam hanya ingin memberikan laporan ini. " Sam memberikan sebuah map yang berisi beberapa lembar kertas laporan pekerjaannya. Karena pekerjaan Sam masih di bawah pengawasan papanya. Jacob menyaut berkas itu dengan kasar lalu membawanya ke meja kerjanya, dia duduk di kursi kebesarannya dan mulai memeriksa berkas laporan yang anaknya bawa.


" Papa kenapa ? " Sam mengulangi pertanyaannya dengan hati - hati, kini dia sudah duduk di kursi di hadapan meja kerja papanya.


Jacob mendongakkan pandangan dari setumpuk berkas laporan ke arah wajah anaknya yang terlihat keheranan. Mendesah pelan, Jacob sejenak memejamkan matanya mencoba meredam amarah yang membuatnya melupakan kehadiran anaknya itu.


" Maafkan papa Sam, papa lagi ada masalah kerjaan saja. Ada relasi papa yang mencoba bermain curang dengan papa. " Ucapnya dengan nada penuh penekanan. Sorot matanya terlihat penuh dengan kebencian.


" Siapa pah ? Mungkin Sam bisa membantu papa untuk mengatasi orang itu. " Seru Sam juga terbawa geram mendengar papanya di curangi.


Jacob tersenyum bangga, walaupun anaknya itu suka berbeda pendapat dengannya jika Jacob melakukan hal yang di luar aturan. Tapi jika Jacob di sakiti atau di curangi orang lain Sam selalu memasang badan untuk membela papanya itu.


" Tidak apa - apa nak, papa masih bisa mengatasinya sendiri. "


Sam menganggukkan kepala, dia menerima keputusan papanya. Jacob kembali memeriksa berkas laporan yang tadi sempat tertunda. Suasana jadi hening seketika.


" Pah, Sam boleh bertanya sesuatu ? " Tanya Sam memecah keheningan di ruangan itu.


" Apa ? " Jacob menanggapinya tanpa melihat ke arah anaknya tersebut.


" Apa papa tahu alasan Kak Jo tiba - tiba menikah ? "


Mendengar itu, Jacob seketika menghentikan aktifitasnya. Tumben sekali anaknya membahas urusan pribadi orang lain.


" Untuk apa kamu bertanya seperti itu ? " Tanya Jacob sambil mengernyitkan keningnya. Dia menutup map berisi berkas laporan di hadapannya itu. Lalu melipat tangannya di atas meja.


Sam terlihat gugup, tidak mungkin jika dia berkata kalau dia tertarik dengan istri dari kakak sepupunya itu. Mungkin papanya akan menentangnya habis - habisan. Karena yang dia tahu Jacob dulu sangat dekat dengan Jo, bahkan Jo sudah menganggap Jacob seperti ayahnya sendiri.


" Ehm .... Sam hanya ingin tahu saja pah, Sam heran saja tiba - tiba tahu jika kak Jo sudah menikah tapi saat Sam melihat istrinya Sam merasa pernikahan mereka bukan karena atas dasar cinta seperti apa yang tante Ayura katakan. Sam tidak percaya, karena beberapa kali Sam melihat Kak Jo kasar pada istrinya itu. Sam merasa istrinya sangat terkekang dengan pernikahan itu. " Ujar Sam begitu saja, dirinya begitu lancar berbicara mengungkapkan unek - unek yang ada di dalam hatinya selama ini pada sang papa.


Jacob menautkan kedua alisnya tajam, sejak kapan anaknya jadi peduli dengan urusan rumah tangga orang lain. Dengan tatapan penuh curiga Jacob memperhatikan sorot mata anaknya, binar tatapannya itu terlihat berbeda, antara kebencian dan cinta. Apa ini ? Jacob bisa mengetahui jika anaknya memang sedang jatuh cinta. Mungkin dia berkaca pada dirinya sendiri saat dia merasa cemburu dengan Ayura dan kakaknya dulu.


Alih - alih memberi komentar dengan cerita anaknya, Jacob malah tergelak tawa. Merasa lucu dengan takdir yang dia lalui. Dirinya seakan bercermin dan melihat pantulan dirinya saat muda dulu, saat dirinya merasa cemburu dan kesal dengan pernikahan kakak kandungnya dengan wanita yang dia cintai. Tapi tiba - tiba senyuman licik terbesit di akhir tawanya itu. Sambil menopangkan dagunya di kedua punggung tangannya dia berkata.


" Jika papa bilang mereka memaksa gadis itu, kamu mau apa ? Jangan ikut campur urusan orang lain. Gadis itu hanya butuh uang, dan Jo butuh istri untuk menutupi kekurangannya karena kecelakaan itu. " Ujar Jacob mengarang cerita.


Sam begitu terkesiap mendengar penjelasan dari papanya, hal itu lebih bisa di terima oleh akal sehat Sam, mengingat perlakuan Jo yang sangat kasar dengan Ara. Sam tidak bisa terima hal itu, dia harus melepaskan Ara dari pernikahan yang membuatnya menderita. Jika hanya karena uang, Sam juga bisa memberikannya untuk Ara. Karena dirinya juga mendapatkan hak waris yang sama dari kakek mereka, walaupun bagian Jo lebih besar karena memang dari hasil usaha papanya sendiri.


***


Kira - kira Sam mau lakuin apa ya readers ? authornya mau cari tahu dulu ya...hihihi 😆😆😆


Jangan lupa terus dukung author ya, dengan Klik like, tinggalkan komentar walau cuma next dong 😆😆, share kalau sempat dan berkenan. Dan vote pake poin yang banyak ya...terima kasih. 😊😊😊