My Lovely Idiot Husband

My Lovely Idiot Husband
BEGITU NYAMAN



" Braaaak .. .. "


Terdengar suara pintu yang terdorong dengan paksa. " Sial. .. . " Umpat seseorang yang masuk dari luar pintu tersebut.


Dia adalah Jojo, yang sangat kesal karena melihat istrinya tengah berpelukan dengan laki-laki lain, yang merupakan adik sepupunya sendiri. Ya, Jo melihat kejadian itu. Saat Sam dan Ara meninggalkan ruangan kerjanya tadi. Hati Jo merasa tidak enak karena melihat Ara yang begitu kesal kepadanya.


Dia sengaja berpura-pura berkeliling ke sekitar ruang kerja anak buahnya padahal hanya ingin melihat keadaan Ara. Tapi sayangnya saat dia berada di depan pintu ruangan Sam dan juga Ara yang sedikit terbuka, hingga bisa terlihat dengan jelas adegan yang membuat emosi Jo menyulut seketika. Jo melihat Ara sedang berpelukan dengan adik sepupunya tersebut.


Jo terlihat sangat marah dengan rahang yang mengetat keras. Lalu dia kepalkan tangannya berniat hendak menghadiahkan bogem mentah di wajah adik sepupunya itu.


Tapi hal itu ter urungkan kembali tatkala dia mendengar ucapan Ara yang membuat langkahnya terhenti. " Sepertinya .. . . Aku menyerah. " Kata itu membuat kening Jo mengkerut tajam. Jo tidak mengerti Ara ingin menyerah untuk apa. Penasaran dengan hal itu akhirnya Jo memilih untuk mendengarkan perkataan Ara selanjutnya.


" Aku menyerah untuk mempertahankan pernikahan ini, biarlah kenangan indah kami terkubur bersama dengan menghilangnya ingatan Jojo ku yang lugu. "


Perkataan itulah yang di lontarkan Ara sebagai jawaban dari pertanyaan Jo yang di wakilkan oleh Sam saat itu. Dan kata - kata selalu terngiang di telinga Jo saat ini. Mendengar Ara berucap lirih dengan mata yang terlihat berkaca-kaca. Jo merasa dadanya terasa begitu sesak, entah kenapa dia tak terima jika Ara menyerah begitu saja.


Jo ingin sekali masuk dan bertanya kenapa Ara berkata demikian, tapi niat itu dia urungkan karena ego nya yang masih melebihi batas kewajaran.


Jo memilih untuk kembali ke ruangannya, walaupun rasa kesal dan kecewa masih mencokol di hatinya. Entah sampai kapan Jo mau mengakui perasaannya itu, mungkin dia masih ragu apakah benar dirinya sudah tidak alergi terhadap wanita lagi atau dia hanya kasihan kepada Ara.


" Ah, terserah wanita itu saja. Mau dia menyerah atau pergi sekalipun aku tidak peduli. Yang penting aku harus memastikan dulu dia benar hamil anak aku atau tidak. Jika benar hamil aku tidak akan membiarkannya lari begitu saja sampai anak itu lahir. " Seru Jo berbicara sendiri, seolah tak peduli. Jo melangkahkan kakinya menuju kursi kebesaran miliknya dan duduk disana.


Tiba-tiba terbesit ide aneh dari laki-laki itu, dia ingin mengetes tubuhnya sendiri. Apakah benar tubuhnya sudah tidak menolak wanita. Karena dia selalu heran jika berdekatan dengan Ara tubuhnya selalu bereaksi dengan cepat. Ada hawa panas yang menyerangnya tiba-tiba, dan membuat aliran darahnya berdesir hebat. Perasaan itu tidak hanya muncul sekali saja.


Jo teringat dengan mantan sekertaris nya yang bernama Nita. Gadis itu mempunyai bentuk tubuh yang sexy. Waktu itu Jo memindahkannya ke bagian marketing karena Jo tidak suka dengan gayanya yang kecentilan dan selalu memakai baju yang memperlihatkan lekuk tubuhnya yang terlihat aduhai.


Jo segera menyahut gagang telepon yang ada di atas meja kerjanya lalu menghubungi seseorang. " Panggilkan Nita bagian marketing ke ruangan ku segera! " Perintahnya pada seseorang yang tidak lain adalah David, asisten yang merangkap sebagai sekretarisnya itu.


Jo tidak pernah mau jika harus selalu di dampingi oleh seorang wanita saat bekerja. Makanya dia selalu membawa David kemanapun dia pergi. Untungnya David sudah menikah jadi ia tidak akan tertular oleh penyakit Jo yang aneh itu.


Setelah mendapat jawaban dari David, Jo langsung menyimpan kembali gagang telepon itu di tempatnya. Lalu bersandar di sandaran kursi sambil memijat pelipisnya yang terasa pening.


Tak berapa lama, suara ketukan pintu dari luar ruangan Jo menyita perhatiannya. Jo menyahut masuk pada orang yang berada diluar yang tak lain adalah David dan Nita. Mereka menuruti perintah atasannya dan segera masuk ke dalam ruangan Jo.


" Nita sudah ada di sini tuan? Apa perlu saya tinggal? " Ucap David dengan sopan, berdiri sejajar dengan Nita di hadapan meja kerja Jo.


Jo menegakkan tubuhnya yang tadinya masih bersandar, alisnya menaut tajam saat melihat Nita dengan penampilan sexynya itu. Gadis itu masih saja berpenampilan begitu menggoda. Tapi anehnya hal itu tidak berlaku bagi Jo, dia malah merasa geli melihat penampilan wanita itu seperti biasanya.


Tapi Jojo masih penasaran tak ada getaran apapun yang dia rasakan, mungkin karena jarak mereka yang belum berdekatan. Begitu pikirnya.


Apa David tidak salah dengar? Apa mungkin syaraf otak Jo kembali terganggu ? David harus segera memberi tahu hal ini kepada mommy Ayura, dia tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk lagi terhadap bosnya tersebut.


" Apa perlu saya panggilkan dokter Tuan ? " David malah bertanya demikian, membuat Jo mendengus kesal.


" Aku tidak sakit, untuk apa panggil dokter. Aku hanya butuh di pijat saja. "


" Atau saya panggilkan Nona A.. . . " Ucapan David tertahan saat dia melihat mata Jo yang melotot tajam kepadanya. David lupa jika masih ada Nita disana. Jika wanita itu tahu mungkin rahasia pernikahan atasannya itu akan tersebar pada seluruh karyawan.


" Maaf Tuan! " Sesal David kemudian.


Jo menghela nafas kasar, lalu beralih pada Nita yang masih mematung dengan raut wajah bingung. " Kenapa masih berdiri disana, cepat kesini dan pijat bahuku! "


Nita sangat gugup dia menelan ludahnya dengan sangat berat. Lalu menoleh ke arah David yang masih berdiri di sampingnya, kemudian menaikkan kedua alisnya seolah bertanya dia harus berbuat apa ? David hanya menganggukkan kepalanya lalu melirik ke arah bosnya. Seakan memerintah gadis itu untuk cepat melangkah.


Dengan berat hati Nita mendekati atasannya itu, bukannya apa-apa dulu dia pernah di maki habis-habisan oleh Jo lantaran dia terlalu semangat saat berjalan sampai dirinya terjatuh dan menimpa bosnya tersebut, dari situlah Jo berpendapat bahwa Nita adalah gadis genit yang ingin menggodanya. Sudah untung Nita tidak kehilangan pekerjaannya saat itu. Jo hanya memindahkan bagian pekerjaannya saja.


Nita berjalan ke belakang kursi yang Jo duduki. Dengan Jo yang duduk tegak bersiap untuk di pijat, lalu Nita mengangkat kedua tangannya dengan sedikit gemetar hendak meraih bahu kekar yang kini ada di hadapannya itu. Namun, saat tangannya baru terangkat setengah Jo menghentikan gerakan itu.


" Tunggu ! Pergilah, aku tidak mau bau parfummu menempel di bajuku. " Perintah Jo yang membuat tangan Nita mengapung di udara, dia tiba-tiba terdiam mencoba mencerna perkataan bosnya tersebut.


" Bagaimana Pak? " Nita sedikit memiringkan kepalanya untuk memperjelas pendengarannya, mungkin saja dia salah dengar barusan.


Jo memutar sedikit kepalanya dan menatap Nita dengan tatapan tajam. " Ku bilang pergi! Apa aku mempekerjakan karyawan yang sudah tuli? "


Astaga mulut laki-laki ini, sepertinya lidahnya mesti di amplas agar tidak selalu berbicara kasar. Tanpa basa - basi Nita dengan cepat menurunkan kembali tangannya dan segera pamit meninggalkan ruangan menyeramkan itu.


Jo menghela nafas kasar, lalu kembali menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi. Sedangkan David yang sedari tadi di buat bingung oleh sikap bosnya hanya terpaku sambil mengernyitkan kening.


Jo sangat bingung dengan dirinya, mengapa tubuhnya tak bereaksi apa - apa saat berdekatan dengan wanita lain bahkan dengan wanita sexy sekalipun. Saat tubuh Nita mendekatinya Jo malah bergidik ngeri saat mencium bau parfum yang menempel di tubuh wanita itu. Apalagi saat wanita itu sudah berdiri di belakangnya, Jo rasanya tak rela jika tangan Nita harus menyentuh tubuhnya. Berbeda dengan perasaannya saat di dekati oleh Ara, dia begitu nyaman saat berada di samping nya dalam satu ranjang, bahkan Jo rela di peluk dan di sentuh oleh wanita yang telah menjadi istrinya itu. Jo masih penasaran, apakah dia harus mencobanya dengan wanita lain?


***


Itu tubuh Jojo udah kayak percobaan aja minta di tes, sekalian aja Jo di sengat pake aliran listrik biar getarannya nyampe ubun - ubun. 😆😆😆 Ya iyalah Jojo, Ara kan istri mu makanya kamu bisa nyaman masa iya mau nyaman Sama wanita lain.


Dukung terus authornya ya.. Klik like, komentar dan juga vote seikhlasnya aja. Makasih 😉😉