My Lovely Idiot Husband

My Lovely Idiot Husband
KEJUTAN YANG MENYENANGKAN



Tak terasa waktu bergulir begitu cepat, genap tiga minggu Ara terkurung di rumah besar Jo, Jo benar-benar tak memberikan kesempatan untuk Ara keluar dari rumah. Bahkan lelaki itu juga melarang Ara untuk berkunjung ke rumah bibi Iren. Ara semakin di buat bingung dengan sikap posesif dari suaminya tersebut. Tapi ia tak ingin mengambil kesimpulan apapun saat ini, karena Ara tak ingin merasakan sakit hati lagi. Dan kini keadaan lengannya pun sudah membaik. Ara tak perlu lagi menggunakan penyangga lengan.


Ara mengalihkan rasa bosannya dengan cara menanam tanaman di pekarangan belakang rumah Jo. Banyak sekali bunga yang ia tanam disana. Jo tidak keberatan dengan hal itu, justru ia sangat senang istrinya punya kesibukan walau tetap di dalam rumah. Itu artinya Ara tidak akan merasa bosan.


Sedangkan di perusahaan, Jo dan David benar-benar menekan Jacob dari dalam, mereka mencoba menyerang saham milik Jacob dengan perusahaan fiktif buatan mereka sendiri. Jo juga menarik beberapa investor untuk beralih menanamkan sahamnya di perusahaan baru yang masih fiktif itu. Walaupun belum ada izin legalisasinya, tapi semuanya sudah tersusun dengan baik. Dengan begitu nilai saham yang di miliki Jo semakin meningkat saja. Hingga tanpa Jacob sadari sahamnya yang terbilang cukup besar di perusahaan itu tidak ada apa-apanya di bandingkan dengan miliknya Jo di perusahaan grup J&J . Dengan begitu kekuasaan Jo akan lebih kuat dari jumlah rata-rata kepemilikan seluruh pemegang saham lainnya.


" Pastikan semua berjalan aman, jangan sampai paman mencurigai gerakan kita ini David! " Perintah Jo pada asistennya itu. Jo terlihat sedang memeriksa beberapa bukti laporan mengenai penggelapan uang yang di lakukan oleh pamannya sendiri.. David hanya menganggukkan kepalanya dengan senyuman yang mengembang di bibirnya.


" Semuanya sudah lengkap, dengan mengantongi bukti ini paman tidak akan bisa melawan sekalipun ia tahu dengan apa yang kita lakukan pada sahamnya. " Tambah Jo sambil menutup map yang berisi laporan tersebut lalu menyimpannya di dalam brankas miliknya yang tak jauh dari meja kerjanya.


" Tuan tidak perlu khawatir, jikalau pun nanti tuan Jacob mengetahui gerakan kita. Ia tidak akan bisa menuntut apapun, karena kita sudah punya izin legalitas dari setiap proyek yang akan kita jalankan. " Ucap David dengan yakin.


Jo tersenyum senang, " Terimakasih David, kau sudah banyak membantuku selama ini. "


David sedikit tercengang, baru pertama kalinya Jo mengucapkan terimakasih padanya setelah bertahun-tahun ia mengabdikan dirinya di perusahaan itu.


" Apa aku tidak salah dengar ? Tuan mengucapkan terimakasih padaku dengan begitu tulus. Sepertinya ini karena pengaruh nona Ara, ia pasti yang sudah merubah tuanku menjadi lebih murah hati seperti ini. " Gumam David dalam hati.


" Kenapa kau menatapku seperti itu? " Tanya Jo dengan heran.


David terperanjat. " Maaf tuan, saya sedikit melamun. " Kilah David sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal. " Oh iya tuan, bagaimana dengan keadaan nona Ara? Apa patah tulangnya sudah sembuh. " Tanya David basa basi.


Jo tersenyum, entah kenapa jika ia sedang mengingat Ara hatinya langsung berbunga-bunga. Ada binar kebahagiaan yang terpancar dari sorot matanya itu.


" Dia sudah membaik, lengannya sudah bisa di gerakkan lagi walaupun masih harus hati-hati. " Jawab Jo sambil matanya menerawang jauh memikirkan wajah Ara.


David menarik bibirnya segaris, melihat tatapan bosnya yang tampak kosong. " Sepertinya si bos sedang memikirkan nona Ara. " Gumam David. Dan akhirnya ia berinisiatif untuk bertanya.


" Tuan merindukan nona? "


" Ma.... Maksudku, aku teringat saja padanya karena kau tadi bertanya tentang dia. " Ucap Jo begitu gugup, gengsinya terlalu tinggi untuk mengakui hal itu.


" Tidak apa -apa tuan, jika kau merindukan istrimu sendiri bukankah itu wajar. Hubungi saja Nona sekarang. Ia pasti akan senang. " Seru David memberi saran.


" Benarkah? Tapi aku ragu kalau dia akan senang. " Jo melemaskan pundaknya lalu bersandar di sandaran kursinya. " Selama ini sikapnya masih dingin padaku. Walaupun setiap hari ia selalu menurut dan tak pernah menentang apa yang aku katakan, tapi raut wajahnya melukiskan jika dirinya tidak bahagia. Pernah beberapa kali aku memergokinya sedang menangis sendirian. Aku tidak berani bertanya, karena rencana kita belum sepenuhnya selesai. Nanti ia akan curiga. " Tuturnya lagi sambil memijat pelipisnya yang terasa pusing. Akhirnya laki-laki itu mau terbuka juga, Lama-lama memendam rasa seperti jantungnya ingin meledak saja.


" Katakan saja tuan, jangan biarkan Nona pergi lagi karena dirinya salah paham terhadap sikap tuan selama ini. Berikan pengertian padanya agar bisa menutupi kesembuhan tuan di depan orang lain. " Usul David memang masuk akal, Jo menautkan kedua alisnya untuk sejenak berpikir.


" Kau benar. Aku harus katakan pada Ara. Agar ia tahu jika Jojo nya sudah sembuh, tapi.... Bagaimana kalau dia sudah tidak mencintai aku lagi? " Jo berubah tegang, ia tegakkan tubuhnya dengan tangan melipat di atas meja menatap David yang sedang duduk terhalang oleh meja hadapannya.


" Saya yakin Nona sangat mencintai tuan, jika tidak mana mungkin ia mau tetap sabar menghadapi sikap tuan yang kadang-kadang suka menyebalkan. "


" Apa maksudmu? Memangnya aku menyebalkan? " Tanya Jo dengan dahi mengkerut dalam, merasa tak terima jika ia di katakan menyebalkan. Gak sadar juga lelaki itu ya? Bagaimana menyebalkan nya dia pada semua orang di sekitarnya.


David melipat bibir bawahnya, ia sadar kalau ia telah salah bicara. Walau kenyataannya memang demikian tapi tentu saja pria yang di ketahui nya super perfeksionis itu tidak akan mau ada cela sedikitpun dalam dirinya di mata orang lain. Egois sekali dirinya.


" Maaf tuan, maksud saya mungkin menurut Nona tuan seperti itu, soalnya kata tuan tadi Nona selalu bersikap dingin pada tuan sekarang ini. " Ah, entah apa yang di katakan David barusan, dia juga tak mengerti dengan ucapannya yang seolah berputar putar. Yang pasti ia harus aman sekarang. Maaf Nona aku memfitnah mu hari ini. Batin David .


Tapi bukannya kembali marah, Jo malah terlihat diam. Mencoba mencerna apa yang asistennya katakan. " Lalu apa yang harus aku lakukan? " Tanya Jo kemudian raut wajahnya terlihat begitu frustasi.


David menghela nafas lega, sepertinya alasannya bisa di terima. Dan sekarang saatnya ia menjadi pahlawan cinta untuk atasannya.


" Menurut pengalaman saya, wanita itu sangat suka sekali dengan kejutan yang menyenangkan tuan. " Saran David sambil mengacungkan telunjuknya ke udara, seperti seorang guru yang sedang menjelaskan kepada muridnya. Ya, walaupun usia David dua tahun lebih muda dari atasannya, jelas ia lebih berpengalaman karena ia sudah menikah.


***


Next like, komentar dan vote pake poinnya ya.... Jangan lupa readers kuh 😊😊😊