
Lima bulan kemudian....
"Astaga, Bee. Kamu mau anakmu jatuh, ya?" pekik Ara yang baru keluar dari kamar mandi dan langsung meraih anaknya masuk ke dalam gendongannya.
Wanita itu begitu geram, ketika melihat suaminya malah tertidur lagi saat diminta untuk menjaga anaknya yang ia baringkan di tempat tidur. Juno yang baru berusia lima bulan sudah bisa membalikkan badan, dan berguling-guling ke sana kemari tidak tahu aturan. Kini posisi anak itu sudah berada di sisi ranjang. Mungkin sebentar lagi akan jatuh jika Ara tidak datang.
Jojo terperanjat, tubuhnya langsung duduk seketika. Ia mengerjap bingung melihat mimik wajah Ara yang sudah berubah seperti singa betina yang mau menerkam mangsanya.
"Maaf, Sayang. Aku ketiduran," sesal Jojo sambil menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal.
Ara mendengus kesal, lalu menyimpan Juno di tempat tidur kembali untuk memakai baju terlebih dahulu. Karena saat ini ia hanya memakai handuk yang dililitkan di bagian dadanya. Butiran air yang masih tersisa di leher jenjang wanita itu, terlihat mengalir dan menghilang di bagian lilitan handuknya di bagian depan.
"Kamu, kan, sudah tahu kalau Juno sudah bisa tengkurap dan berguling-guling. Harusnya kamu lebih hati-hati menjaganya! Bagaimana kalau nanti dia sudah bisa merangkak atau jalan. Mungkin anak kita akan hilang jika dijaga oleh kamu," omel Ara panjang lebar.
Namun, bukannya mendengarkan omelan istrinya, Jojo malah melihat hal lain yang lebih menarik perhatiannya. Jakunnya terlihat turun naik, saat lelaki itu menelan ludahnya dengan berat. Penampilan Ara yang begitu fresh dan sexy. Membuatnya lupa diri.
"Kamu lihat apa? Dengar aku tidak?" tegur Ara yang begitu paham dengan tingkat kemesuman suaminya. "Jangan macam-macam, ya! Ada Juno di sini!" tambah wanita itu lagi. Memberikan ancaman dengan nada tinggi.
Jojo tersenyum cengengesan, ia menggendong Juno lalu turun dari ranjang. Lelaki itu hendak membawa anaknya keluar. Ara memperhatikan gerakan suaminya dengan heran, keningnya berkerut diikuti kedua alisnya yang hampir menyatu.
"Mau dibawa kemana Juno-nya?" tanya Ara sambil menahan tangan Jojo yang hampir melewati tubuhnya.
Jojo menoleh dan menatap Ara dengan penuh arti. Tatapan itu sangat Ara kenal, dia pun berdecak kesal. "Aku baru mandi. Masa iya Juno mau kamu titipin lagi?" protes Ara yang sudah tahu kebiasaan suaminya jika menginginkan jatahnya saat Juno tidak sedang tidur. Menitipkan anaknya itu pada Iren ataupun Sarla, karena ia tidak mau terganggu dengan keberadaan anak itu.
"Sebentar saja, lagian siapa suruh kamu begitu menggoda pagi-pagi."
Ara melongo takjub mendengar penuturan suaminya tersebut, siapa yang berniat menggoda. Setiap orang yang habis selesai mandi pasti akan berpenampilan seperti ini. Lain kali Ara mungkin akan memakai baju gantinya langsung di kamar mandi.
"Tapi kita akan ke pernikahan Kak Elena dan Sam. Apa kamu lupa? Nanti kita ketinggalan pesawat." Ara ingin menolak keinginan suaminya dengan cara halus. Menolak dengan tegas juga tidak enak.
Sudah seminggu ini lelaki itu memang belum mendapatkan jatahnya. Istrinya itu terlalu sibuk mengurus Juno yang kebetulan sedang sakit. Dan kini anaknya sudah kembali sehat, melihat istrinya begitu memikat Jojo sepertinya sudah tidak kuat.
"Kubilang sebentar saja. Pernikahannya juga masih besok. Jangan diganti handuknya! Aku mau titipan Juno dulu sama Sarla," perintah Jojo tidak ingin dibantah. Lelaki itu jika sudah mau, pasti akan bersikap tidak tahu malu. Menitipkan anak pada pelayan pagi-pagi, entah apa alasannya nanti.
Ara hanya bisa mendesah pasrah, sambil menatap punggung Jojo hingga hilang dibalik pintu kamarnya. Lelaki ini memang tidak pernah ada bosannya.
***
Jojo terkekeh lucu melihat raut wajah Ara yang di tekuk dan terus menggerutu. Bagaimana tidak, pertempuran yang katanya sebentar itu nyatanya berlangsung sangat lama. Dan akibatnya mereka harus menunggu penerbangan selanjutnya. Karena jadwalnya sudah terlewat saat mereka sedang asyik bergulat.
"Jangan cemberut terus, dong! Nanti Juno takut lihat wajah kamu," kekeh Jojo sambil mencolek dagu istrinya.
Ara mendengus, kepalanya sedikit menghindar dari tangan nakal suaminya. Ingin sekali dia mengumpat kasar dan membeberkan kekesalannya pada suaminya, tetapi hal itu tidak mungkin dilakukannya. Karena di depan ada sopir yang sudah pasti akan mendengar obrolan mereka.
"Menyebalkan!" sungut Ara sambil mendelikkan matanya tajam. Lalu berpura-pura mengajak anaknya bercanda, mengabaikan sang suami yang terus saja menggodanya.
Jojo terkekeh lagi, lalu beralih pada Juno yang sedang tertawa lucu saat diajak bicara oleh Ara. Lelaki itu mengambil alih Juno dan membuatnya berdiri di pangkuannya.
"Lihat, tuh, Jun! Mami kalau marah lucu, ya? Padahal tadi pagi Mami yang semangat, tapi sekarang malah nyalahin papi karena kita sudah terlambat."
Kedua bola matanya sontak membulat sempurna. Dia tidak menyangka jika suaminya bisa berkata seperti itu pada anaknya. Tentu saja Juno memang tidak akan mengerti, tetapi apakah lelaki itu lupa, jika pak sopir di depan bukan anak kecil seperti Juno yang pasti paham dengan maksud perkataannya.
"Awww ... tuh, kan, Jun. Mami kamu masih saja semangat," pekik Jojo, saat tangan Ara berhasil memberikan cubitan kecil di pinggang suaminya. Sudut bibirnya tersungging tipis, dia senang sekali jika bisa menggoda istrinya.
Pak sopir di depan sana hanya bisa tersenyum melihat tingkah sepasang suami-istri itu. Walaupun sebenarnya sopir pribadi Jojo itu sudah terbiasa melihat gombalan Jojo pada Ara. Sedangkan Juno malah tertawa lucu, seakan mengerti apa yang dibicarakan oleh papinya.
Ara menghela napas berat, wajahnya sudah bersemu merah. Jojo benar-benar tidak tahu tempat. Sebagai seorang wanita, tentu saja Ara merasa malu jika harus membahas hal tersebut di depan orang lain. Lain kali, mungkin ia akan memberikan pelajaran pada suaminya dengan cara lain.
***
Ini buat yang kemarin nanya bagaimana kelanjutan hubungan Sam dan juga Elena, ya. Mereka akhirnya menikah. 🥰🥰🥰
Pengumuman!!!
Buat para pecinta novel "My Lovely Idiot Husband", ada yang pengen tahu kisah Angelina, adik dari Jojo yang terpaksa tinggal di Jepang bersama ibu kandungnya?
Kisah mereka aku ceritain di lapak sebelah, ya... (Simbol N kuning).Tenang aja, kisah Amel akan tetap berlanjut kok disini.
Kalau yang kebetulan punya aplikasi itu, boleh mampir juga ya. Judulnya. " Mr. Jiro, I Love You."
Kasih dukungan juga ya... Terimakasih.