My Lovely Idiot Husband

My Lovely Idiot Husband
BEGITU MENYEDIHKAN



Esok harinya pagi- pagi sekali Jo sudah berada di restoran milik Danil, padahal restoran itu baru buka pukul sembilan pagi tapi Jo sudah berada disana dari jam enam pagi. Ada beberapa karyawan yang terlihat sudah berdatangan dari jam tujuh. Cukup lama Jo berada dalam mobilnya mengamati setiap karyawan yang masuk ke dalam restoran. Tapi sayangnya hingga saatnya restoran itu hampir buka sosok Amel tak terlihat sama sekali oleh matanya.


Hingga akhirnya Jo memutuskan untuk turun dan berniat untuk bertanya pada karyawan restoran yang lain.


" Permisi. ... " Sapa Jo pada salah seorang pelayan yang sedang mengelap meja pelanggan. Pelayan itu pun menoleh lalu melemparkan senyum ramahnya.


" Mari tuan silahkan duduk! " Pelayan itu mengira jika Jo hendak makan disana lalu memberikan daftar menu yang tergeletak di tengah meja itu. Tapi dengan cepat Jo menyanggahnya dengan menahan buku tersebut dengan telapak tangannya.


" Maaf nona, saya kesini bukan untuk makan tapi untuk bertanya sesuatu. " Ada jeda sebentar saat pelayan itu kembali menarik daftar menunya. " Apa disini ada karyawan yang bernama Amel? " Tanya Jo langsung pada intinya.


Pelayan itu mengernyitkan dahi, selama ini memang sering ada orang yang menanyakan keberadaan Amel, entah sepopuler apa gadis itu hingga setiap kali yang mencarinya adalah seorang laki-laki.


" Amelia Griselda maksud tuan? " Tanya pelayan tersebut.


Jo sejenak diam, dia tidak tahu nama panjang dari sahabat istrinya itu. Tapi kemudian bertanya kembali. " Apa ada Amel yang lain ? "


" Tidak ada tuan. " Jawab pelayan itu sambil menggelengkan kepala.


" Kalau begitu dialah orangnya. Apa dia tidak masuk hari ini? " Seru Jo dengan cepat.


" Kebetulan hari ini adalah hari liburnya tuan, jadi dia tidak masuk. " Jo merasa kecewa mendengar jawaban itu, lalu ia pun menanyakan dimana alamat Amel sekarang, tapi sayangnya pelayan itu juga tidak tahu. Lalu Jo memberi imbalan pada pelayan untuk menanyakan pada karyawan lain mungkin ada tahu dimana alamat kontrakan Amel, dan ternyata hasilnya nihil juga. Amel memang bukan orang yang pendiam, tapi untuk bisa akrab dengan dirinya dan mengetahui urusan pribadinya tidak sembarangan orang bisa mengetahui itu.


" Nona, kalau begitu aku boleh meminta alamat pemilik restoran ini saja. Pemiliknya pak Danil bukan? Apa dia hari ini tidak datang? " Tanya Jo lagi setelah kecewa tak mendapatkan informasi tentang Amel kini dia beralih pada Danil. Laki-laki itu pasti tahu dimana istrinya sekarang.


" Maaf tuan kami tidak di izinkan untuk membagikan informasi bos kami pada orang lain. Hari ini bos sepertinya tidak akan datang, biasanya dia hanya berkunjung kemari satu kali setiap satu pekan. " Tolak pelayan itu dengan tegas tapi masih terdengar ramah.


" Aku akan memberimu imbalan lagi. Berikan alamat atau nomor telepon nya padaku. " Bujuk Jo dengan iming-iming uang sogokan. Tapi dengan cepat pelayan itu menggelengkan kepalanya, sepertinya dia pelayan yang setia pada atasannya.


" Maaf tuan jika tidak ada yang perlu di tanyakan lagi, saya permisi untuk kembali bekerja. " Pamit pelayan itu sambil sedikit membungkukkan badannya.


Jo mendesah frustasi, kenapa sulit sekali hanya untuk mencari keberadaan istrinya. Tapi dia juga tak bisa memaksa pelayan itu lagi, akhirnya Jo memutuskan untuk pergi tanpa mendapatkan informasi apapun.


Hari berikutnya Jo kembali ke restoran itu. Dan menanyakan perihal yang sama, dia masih mencari Amel dan juga Danil. Dan lagi-lagi Jo di buat kecewa, Amel masih tidak bekerja dengan alasan ada kepentingan keluarga. Semua karyawan disana seperti menyembunyikan keberadaan mereka berdua tapi Jo belum merasa curiga. Ternyata Danil sudah memberikan perintah pada seluruh karyawannya jika ada orang yang mencarinya ataupun Amel jangan memberikan informasi apapun pada orang tersebut.


Jo juga sudah mencari Ara ke tempat kerjanya, bertanya pada Sam apakah Ara pergi bekerja hari itu. Tapi ternyata kekecewaan lagi yang Jo terima, Ara tidak bekerja tanpa ada kabar apapun. Jo begitu frustasi di buatnya. Dia juga sudah mengerahkan beberapa anak buahnya untuk mencari istrinya tapi hasilnya masih nihil.


Sampai akhirnya pada pada hari ketiga, Jo melakukan hal sama dan Amel belum juga masuk bekerja dengan alasan gadis itu sedang mengajukan cuti tahunannya. Dari situ Jo mulai curiga ada yang tidak beres dengan sahabat istrinya itu. Amel seperti sengaja menyembunyikan Ara darinya.


Dengan begitu emosi Jo langsung memutar mobilnya dari parkiran restoran Danil, dia hendak melapor kepada polisi tentang kasus hilangnya Ara dan akan menyebutkan Amel dan Danil sebagai pelakunya. Tapi di perjalanan dia berpikir ulang tentang hal itu, jika dirinya melapor pada polisi tentu nama baik keluarganya akan tercemar bukan, dan juga perihal status pernikahannya yang masih di rahasiakan.


" Sial." Umpat Jo sambil memukul setir kemudi nya dengan kesal, lalu meraup wajahnya yang terlihat kacau. Apa yang harus dia lakukan, kemana lagi Jo harus mencari istrinya itu? Padahal kota itu begitu kecil kenapa susah sekali menemukan alamat seorang wanita saja. Hal ini benar-benar di rencanakan dengan sempurna. Jo tidak akan segan - segan untuk melampiaskan kemarahannya pada Amel dan juga Danil yang sudah berani mempermainkan nya seperti ini.


Di tengah perjalanannya yang entah mau kemana, penglihatan Jo menangkap sosok seorang perempuan yang selama ini dia cari, dia adalah Amel. Perempuan itu terlihat sedang menyebrang jalan agak jauh di depan dari mobil yang Jo kendarai. Jo mulai mengurangi kecepatannya dan menepi di bahu jalan. Memperhatikan perempuan itu yang melangkah masuk kedalam sebuah mini market di pinggir jalan itu. Jo menunggu gadis itu di dalam mobilnya.


Tak lama Amel pun keluar dengan membawa sebuah kantung belanjaan di tangannya. Lalu kembali berjalan menyebrangi jalan raya. Jo memutuskan untuk turun dari mobilnya dan mengikuti Amel dari kejauhan. Sepertinya Amel tinggal di daerah sana, karena dia hanya berjalan kaki saat berbelanja tadi.


Amel berjalan memasuki sebuah gang kecil, menyusuri sebuah permukiman yang cukup padat penghuni. Hingga Amel berhenti di deretan rumah petakan yang berjajar di ujung jalan itu. Lalu Amel masuk pada salah satu pintu kamar petak tersebut.


Sepertinya ada orang di dalamnya, karena Amel tak mengunci pintunya saat pergi, ia langsung saja membuka pintu itu dan masuk kedalamnya membiarkan pintunya setengah terbuka.


Amel menyimpan kantung belanjaannya di atas meja di hadapan seorang wanita dengan kondisi tangan kanannya yang menggantung pada kain penyangga yang di sampirkan pada bahu kirinya begitu juga dengan kakinya yang harus di perban untuk menutupi lukanya pasca kecelakaan, siapa lagi kalau bukan Ara. Dia sedang duduk di kursi dan menonton acara televisi. Wanita itu menoleh karena kedatangan Amel yang mengejutkannya.


" Hah, menyebalkan sekali mini market itu, sudah jauh - jauh berjalan kesana ternyata barang yang ingin ku beli malah tidak ada. " Decak sebal wanita itu sambil mendudukkan dirinya di kursi tunggal di samping kursi yang Ara duduki.


Ara terkekeh mendengar ocehan sahabatnya itu, tidak ada katanya? Lalu kantung belanjaan yang terlihat penuh di hadapan Ara itu isinya apa. Belum sempat Ara memberi tanggapan terhadap ocehan sahabatnya itu, tiba-tiba saja raut wajah Amel berubah jadi tegang hingga Ara mengerutkan dahinya karena heran.


Amel seperti sedang melihat hantu, matanya terbelalak dan nafasnya tercekat membuat wajahnya terlihat mendadak pucat.


" Kamu kena__ ? "


" Kau apakan istriku? " Belum sempat Ara melanjutkan pertanyaannya pada Amel, bentakan Jo terdengar menggelegar membuatnya terkejut dan langsung menoleh ke arah pintu.


Terlihat Jo sedang berdiri di ambang pintu dengan nafas yang menggebu penuh dengan emosi. Bagaimana tidak, istri yang yang selama ini dia cari ternyata di sembunyikan oleh sahabat istrinya sendiri. Dan yang semakin membuat emosi Jo meninggi karena melihat keadaan istrinya yang begitu menyedihkan. Jo mana tahu jika sebenarnya dialah penyebab istrinya menjadi seperti itu.


****


Dikit dulu ya nanti di sambung lagi, gak tega juga kelamaan bikin Jojo kelimpungan mencari Ara, mending ketemuin dulu abis itu ngapain lagi ya? 🤔🤔🤔


Kasih like dan komentarnya dulu ya anak-anak, Ami kalian mau nyari inspirasi lagi lewat komentar kalian. Kasih vote nya jangan pelit- pelit dong, kasian Ami mu ini yang lagi butuh dana buat ngehayal. 😁😁😁


Happy Reading yah.... 🥰🥰🥰