My Lovely Idiot Husband

My Lovely Idiot Husband
PANGGIL AKU DADDY!!



Perasaan cinta yang sudah menyatukan dua insan yang berbeda sungguh luar biasa. Apapun masalah yang dihadapi akan terasa mudah di jalani jika didasari oleh rasa percaya.


Kepahitan yang di jalani oleh Ara untuk membantu Jo dalam titik lemahnya sampai lelaki itu menemukan cahaya cinta yang membuatnya kembali pada kehidupannya yang sebenarnya kini telah terbayar sudah.


Ara tinggal memetik manisnya buah kesabaran yang telah di pupuk nya selama ini. Walaupun ia pernah putus asa dan ingin lari. Tapi lihatlah! Cinta yang telah membuatnya kembali tegak berdiri. Tetap berada di samping suaminya walau apapun yang terjadi.


Tak terasa waktu begitu cepat berlalu, kehidupan yang berjalan dengan normal dan penuh kebahagiaan telah Ara jalani dengan suaminya.


Kini usia kandungan Ara sudah menginjak tujuh bulan saja. Dan hari ini adalah hari pernikahan sang mommy mertua.


"Kamu cantik sekali sayang." Jo tak pernah bosan menatap wajah istrinya yang sudah di poles riasan make up oleh seorang bridesmaid terkenal.


Walaupun ini adalah hari pernikahan mertuanya Ara juga harus tampil cantik bukan?


"Kau sudah sepuluh kali mengatakan hal itu." Sahut Ara sambil memutar kedua bola matanya, merasa bosan dengan ucapan suaminya yang itu-itu saja.


"Tapi kau memang cantik. Benarkan Angel?"


Angelina yang saat itu sedang di pakai kan gaun oleh perias yang lain menoleh sekilas lalu kembali fokus pada gaunnya. "Iya, kak Ara memang cantik." Jawabnya.


Ya, tentu saja Angelina hadir di hari kebahagiaan sang mommy. Anak itu tidak akan melewatkan hari spesial ini.


"Ini terlalu ketat gak sih? Kok aku jadi keliatan gendut banget pakai baju ini?" Angelina melenggok-lenggokkan tubuhnya di depan cermin saat gaun itu sudah melekat sempurna di tubuhnya yang semakin sexy.


Belum genap satu tahun gadis itu tinggal di Jepang. Penampilan gadis itu terlihat lebih dewasa dari umurnya. Benar-benar perubahan yang luar biasa.


"Memang gendut." Tukas Jo yang sedang duduk di sofa memperhatikan kedua wanita itu sedang bersiap diri. Ia yang sudah selesai dengan penampilannya dari tadi berlaku layaknya seorang juri yang selalu saja mengomentari.


Angelina mencebikkan bibirnya, merasa tak suka dengan kejujuran kakaknya. "Gak usah di jelasin juga! Angel gak gendut cuma sedikit berisi aja." Kilah Angelina memperhalus penampilannya.


"Sama aja." Seru Jo sambil menepiskan senyum miring di sudut bibirnya.


"Memangnya kamu di kasih makan apa sih sama tuan Katashi? Bisa-bisanya badan kamu jadi melar kayak gini?" Tanya Jo lagi.


Angelina diam saja, rasanya pertanyaan tersebut tak penting untuk ia jawab. Ujung-ujungnya mereka pasti akan berdebat.


"Jangan dengerin kakak kamu Angel! Dia tuh sirik sama kamu. Makannya banyak tapi tetap saja kurus." Celetuk Ara yang membuat Angelina sontak tertawa.


Jo mendengus, lalu beranjak berdiri menghampiri sang istri yang tampil layaknya seorang putri. "Aku tuh rajin olahraga ya, makanya makanan yang aku makan gak jadi lemak kayak dia."


Telunjuk tangan Jo mengarah ke arah adiknya. Dan berhasil mendapatkan tabokan di lengan dari istrinya. Mulut pedasnya memang kadang suka seenaknya.


Angelina menahan tawanya melihat sang kakak yang ternyata masuk dalam kelompok ISTANI ( Ikatan Suami Takut biNI). Melihat wajah Jo yang langsung merengut saat mendapatkan tatapan tajam dari istrinya. Dan Jo tidak banyak membantah seperti dulu kala.


"Ayo keluar! Sebentar lagi acara pernikahannya akan di mulai. Aku mau menjemput mommy dulu di kamarnya. Mungkin dia sudah selesai berdandan. Kalian pergi duluan aja!" Seru Ara.


Acara pernikahan mommy Ayura di laksanakan di ballroom hotel Kingsley milik Jonathan.


Walaupun acara tersebut di laksanakan di gedung mewah, tapi tamu yang di undang hanya pihak keluarga dan beberapa kerabat saja. Karena memang undangannya terbatas.


****


Keluarga besar Ayura sudah berkumpul di tempat acara pesta. Acara sakral pernikahan akan segera berlangsung satu jam lagi.


Dokter paruh baya tapi masih terlihat gagah dan rupawan sedang duduk di kursi pengantin menunggu calon mempelai istrinya datang. Acaranya di buat sederhana karena ini hanya pernikahan kedua Ayura.


Walaupun sang mempelai pria ingin pernikahannya lebih megah, tapi apa mau di kata. Beginilah nasib pengagum setia yang hanya bisa menerima apapun keputusan pasangannya.


"Cie.... Yang mau nikah deg-degan ya?" Angelina yang entah datang darimana tiba-tiba duduk di sebelah dokter Ichida. Membuat dokter itupun sedikit terlonjak karena kaget di buatnya.


"Mengagetkan saja. Mana mommy mu? Lama sekali dia berdandan." Seru dokter Ichida yang sudah tidak sabar menunggu di pelaminan.


Angelina terkekeh pelan, gadis itu jadi berpikir jika dokter Ichida seperti perjaka tua yang sudah kebelet minta kawin. "Om dokter udah gak sabar ya mau belah duren? Belum sah Om. Sabar ya!" Seru Angelina. Ada jeda sebentar sebelum gadis itu melanjutkan ucapannya dengan sedikit mencondongkan kepalanya mendekati dokter Ichida.


"Om, kata orang malam pertama itu sulit. Tapi om gak perlu takut karena mommy sudah bukan perawan, jadi Om gak perlu repot-repot lagi nantinya." Celetuk Angelina yang seperti ahlinya saja.


Tentu saja dokter Ichida begitu terperangah mendengar ucapan gadis kecil di sampingnya itu. Hingga tanpa sadar ia langsung membekap mulut gadis itu dengan telapak tangannya.


"Kau ini bicara apa? Siapa yang mengajarimu? Umurmu masih bau kencur tapi bicaramu sudah sangat ngawur." Dokter Ichida memelankan suaranya sambil menengok ke kanan dan kirinya.


Berharap tidak ada yang mendengar ucapan yang tidak pantas dari mulut gadis kecilnya itu.


Suara Angelina tertahan di balik tangan dokter Ichida. Hingga dengan terpaksa lelaki berkacamata itu melepaskan bekapannya.


"Om ini apa-apaan? Aku hampir saja mati kehabisan nafas." Protes Angelina sambil mengatur nafasnya.


"Makanya jangan sembarangan bicara! Masih kecil sudah pandai bicara seperti itu. Apa ibu kandungmu membebaskan pergaulanmu disana hah?" Omel dokter Ichida sambil melototkan matanya yang tidak seperti melotot saking sipitnya.


Angelina berdecak. "Aku ini sudah besar, beberapa bulan lagi umurku tujuh belas tahun. Jadi kurasa aku sudah harus tahu hal-hal seperti itu. Tapi bukan berarti pergaulanku disana tidak baik. Aku juga tahu batasannya." Seru Angelina tak terima dengan tuduhan calon papa tirinya itu.


Dokter Ichida terdiam, ia menatap Angelina lekat-lekat. Tak di sangka gadis kecil yang selama ini sering bermain dengan dirinya itu kini sudah beranjak dewasa. "Maafkan Om." Sesalnya sambil mengatup kan kedua tangannya.


Angelina bukan seorang yang gampang marah, tentu saja dia langsung memaafkan dokter Ichida. Kepalanya mengangguk cepat sambil mengulas senyum di bibirnya. Dokter Ichida pun menurunkan tangannya dengan senyuman mengembang di bibirnya.


"Eh.... Sebentar lagi aku akan menjadi suami dari mommy mu. Berarti mulai saat ini kau harus panggil aku daddy!"


***


Kasih komentar next ya..... Lagi nulis part selanjutnya ya nanti kalau sudah langsung di luncurkan kok...