
" Ara, ayo kita bermain bola lagi ! " Ajakan itu sekarang lebih sering di dengar Ara, Jojo memang sudah tidak jutek lagi pada Ara, sikap Jojo sudah mulai melunak pada istri sekaligus pengasuhnya itu.
Dalam waktu seminggu Ara bersusah payah menaklukkan hati sauminya lagi, dan ini adalah hari kedelapan semenjak Jojo melakukan terapi level pertama.
" Tapi kamu yang jaga gawangnya ya, aku tidak mau wajahku yang cantik ini kena bola lagi. " Ara berkata dengan narsis dan Jojo jadi tertawa kecil. Beberapa hari yang lalu Jojo tak sengaja melayangkan bola tepat mengenai wajah Ara, mungkin karena terlalu semangat Jojo bermain.
Ara menangis sejadi - jadinya, membuat Jojo kelabakan membujuknya. Membuat posisi keduanya menjadi berubah Ara menjadi sosok anak kecil yang terus - menerus mengoceh dan mengomel pada Jojo. Karena wajahnya menjadi lebam karena terkena bola.
Tapi saat Ara melihat ekspresi wajah Jojo yang tampak sangat menyesal dan sangat khawatir dengan keadaan istri kecilnya itu, hati Ara jadi tersentuh, sejenak dia lupa bahwa otak suaminya masih seperti anak kecil. Dia pun memaafkan suaminya begitu saja. Walau sudah terjadi demikian tetap saja Jojo masih mengajak Ara untuk bermain bola, membuat Ara tak bisa menolaknya. Huh....dasar bocah. Batin Ara.
" Baiklah kau yang jadi kiper, tapi jangan balas dendam ya ! " Sahut Jojo karena tak ingin wajahnya jadi korban juga.
Eh...tahu balas dendam juga toh ? Aku pikir otaknya gak nyampe sana. Gumam Ara sambil tertawa kecil.
" Oke.. mana bolanya. " Ara setuju
" Ini " Ara mengambil bola dari tangan Jojo lalu membawanya ke taman belakang rumah, tempat itu lumayan luas, dan cukup tertutup sehingga Ara dan Jojo dengan bebas bisa bermain di tempat itu seharian. Semenjak terapi pertama itu Jojo sekarang lebih senang bermain di luar ruangan.
Ara menyimpan bolanya di tanah yang di tanami rumput swiss yang hijau dan subur. Jojo sudah berdiri di depan gawang kecil yang sengaja di sediakan oleh Ayura semenjak dia tahu hobi baru anaknya tersebut.
" Siap ya.. ! " Ara mulai mengambil ancang - ancang untuk menendang bola.
" Ara, tunggu ! " Tiba - tiba Jojo menghentikan aksi Ara yang sudah siap menendang bergaya seperti pemain bola dunia.
" Apa ? " Aya bertanya dengan heran sambil memajukan sedikit dagunya ke depan.
" Kau belum memakai sepatu, nanti kaki mu sakit. " Ara langsung menunduk ke arah kakinya yang hanya menggunakan sendal jepit rumahannya. Uh...Jojo perhatian sekali. Ara jadi senyum - senyum sendiri.
" Aku lupa ! " Serunya sambil berlari mengambil sebuah sepatu dari rak sepatu yang di simpan tak jauh dari sana. Sepatu yang sering di pakai olehnya saat bermain bola bersama Jojo.
" Taraaaa...aku sudah siap. " Ujar Ara dengan gaya centilnya saat sepatunya sudah terpasang sempurna di kedua kakinya. " Ayo main lagi ! " Imbuhnya kembali bersiap akan menendang bola.
" Eh....tungu...tunggu..."
" Apa lagi ?" Ara mulai tidak sabar, Jojo selalu saja mencegahnya saat dia hendak menendang bolanya.
" Aku mau minum dulu. " Ucap Jojo sambil tersenyum cecengesan .
Ara mendengus kesal, segera berlalu dari taman belakang menuju dapur untuk mengambilkan air untuk Jojo. Dia sengaja membawa sebuah air dalam botol besar dan dua buah gelas di atas nampan, agar Ara tidak perlu repot - repot mengambilnya ke dapur jika Jojo ingin minum. Ara menyimpan air tersebut di atas meja yang tersedia di taman itu.
" Aku simpan di sini ya ! nanti kalau mau minum lagi tinggal ambil aja ! " Ujar Ara sambil menyimpan baki nampan yang dia bawa di atas meja. Jojo melangkah mendekati meja itu lalu dengan cepat meminum air yang sudah Ara tuangkan ke dalam gelas.
" Sudah ? "
" Hemm. " Jojo kembali ke posisinya semula begitupun dengan Ara.
" Ara ? "
" Mau apa lagi ? " Ara mulai kesal, keinginannya untuk menendang bola selalu saja di gagalkan oleh Jojo.
" Kau jadi kiper saja ! " Seru Jojo.
Kening Ara lantas mengkerut. " Kenapa ?" Tanyanya.
" Hei...kau sudah setuju tadi, jangan curang ya ! selama ini selalu aku yang jadi kiper. " Decak Ara sambil melipat kedua tangannya di di depan dada.
" Tendanganmu payah, jika salah sasaran bagaimana ? " Ujar Jojo tak mau kalah.
Ara menatap tajam ke arah suaminya itu, sedikit kesal dengan kata - kata suaminya yang seperti merendahkan kemampuannya.
" Tidak akan. " Ucap Ara meyakinkan. " Lagian kalau bola nya mengarah padamu, kamu kan bisa menghindar. " Imbuh Ara lagi. Memang benar tapi Jojo juga tidak mau kalah, jika dia menghindar berarti gawangnya kebobolan.
" Aku kalah dong. " Ucap Jojo dengan polosnya.
" Kamu maunya gimana ? " Ara mencoba menahan emosinya, kini sikap Jojo lebih menyebalkan dari saat dia di usia 6 tahun, di usia itu Jojo masih bisa bersikap lucu dan lugu. Tapi sekarang dirinya lebih egois dan ingin menang sendiri.
" Kamu jadi kiper. " Jawab Jojo tetap memaksa.
" Enggak, kamu mau aku nangis lagi kayak waktu itu ? " Mendengar itu Jojo terlihat membungkam, bukan karena tidak tega melihat Ara menangis tapi karena Ara menangisnya terlalu kencang dan hal itu membuat dirinya malu pada penghuni rumah, apalagi Ara sulit sekali untuk di diamkan.
" Ckk, perempuan merepotkan sekali. " Decak Jojo dengan kesal.
" Bagaimana ? " tanya Ara dengan senyum menyeringai.
" Baiklah, ayo tendang ! " Jojo mulai bersiaga membuka sedikit kakinya dan merentangkan tangannya di depan dada, bersiap menangkap bola yang di tendang Ara.
Ara sejenak memperhatikan Jojo, layaknya pemain bola Ara memicingkan matanya menentukan arah tendangannya bolanya agar bisa lolos dari tangkapan Jojo dan bisa masuk ke dalam gawang.
" Cepatlah ! banyak gaya. " Teriak Jojo mulai tak sabar.
Ara mencebikkan bibirnya, dengan cepat satu tendangan dia arahkan pada bola yang ada di depan kakinya. Hingga bola itu melayang ke arah Jojo dan ---.
Duk..
" Aww....." Pekik Jojo kesakitan saat bola tersebut ternyata benar mengenai tubuh Jojo.
" Astaga ? " Ara menutup mulutnya yang ternganga saat melihat Jojo mengerang kesakitan. Lalu dengan cepat dia berlari ke arah Jojo yang kini tersungkur di atas tanah.
" Jojo, kamu gak apa - apa ?" Tanya Ara dengan khawatir.
Jojo masih meringis sakit, tangannya menyentuh bagian tubuhnya yang terkena bola. " Aku bilang juga apa ? kamu pasti sengaja ingin balas dendam kan ? " Gerutu Jojo sambil melotot ke arah Ara.
" Aku tidak sengaja . " Sanggah Ara. " Sakit ya ? " Tanya nya hati - hati.
" Jelas saja sakit. "
" Coba ku lihat ! " Sahut Ara hendak menyentuh tubuh Jojo, tapi tubuh itu seketika menghindar.
" Kamu yang benar saja, mau melihat bagian tubuhku yang ini. Kamu itu seorang gadis." Sahut Jojo sambil melototkan matanya pada Ara.
***
Jangan lupa LIKE , COMMENT DAN VOTE nya readers. 😉😉