
Cinta kadang muncul karena terbiasa bersama, kadang juga muncul tanpa terduga. Namun sang pecinta tak pernah sadar akan kehadirannya. Mungkin itulah yang kini di rasakan Ara. Hidup bersama Jojo membuat Ara terbiasa dengannya, dan merasa tak ingin kehilangan dirinya.
Sore itu, sepulang dari kantor Jojo memilih berdiam diri di kamar, sedangkan Ara membantu bi Darmi dan Yura memasak di dapur. Walaupun selalu di larang tapi Ara senang mengerjakannya.
Ketika mereka sedang asyik memasak sambil berbagi cerita. Tiba - tiba terdengar suara bel pintu berbunyi. Ketiga nya pun saling menoleh satu sama lain, dan Ara menawarkan diri untuk membuka pintu. Dia pun berjalan menghampiri pintu untuk mengetahui siapa yang datang bertamu di luar sana. Dan saat pintu di buka.
" ARA ...... " Teriak heboh seseorang sambil menghamburkan pelukannya pada Ara, orang itu tak lain adalah Amel sahabatnya.
Ara sedikit terlonjak, antara perasaan senang dan juga kaget tiba - tiba kedatangan sahabatnya tersebut.
" Amel ? ngapain kesini ? " Tanya Ara setelah lepas dari pelukan sahabatnya itu.
Mendengar pertanyaan seperti itu wajah ceria Amel berubah mengkerut. " Udah nikah juga gak pernah berubah tuh mulut, tetep aja nyebelin, kamu gak kangen sama aku ? " Dengkus Amel sambil melipatkan tangannya di depan dada.
Ara mengernyit dahi, tapi kemudian bibirnya mengembang membentuk senyum merekah di sana sambil merentangkan tangannya dia berkata. " Tentu saja aku kangen, mau peluk lagi gak ? "
Amel tersenyum lebar tanpa menunggu lama, dia kembali memeluk sahabatnya itu. " Kamu kesini sendiri ? " Tanya Ara setelah pelukan mereka terpisah.
" Ah iya, aku bareng si bos. " Amel menepuk dahi, lalu menarik tubuh Ara keluar rumah dan terlihatlah Danil sedang berdiri di samping mobilnya menunggu gadis itu mengajaknya masuk ke dalam rumah itu.
" Kak Danil ? " Ara melemparkan senyum manisnya. Merasa senang melihat sosok kakak angkatnya berada di sana. " Ayo sini ! " Ajak nya kemudian sambil melambaikan tangan.
Danil tersenyum sambil melangkahkan kakinya menghampiri dua wanita yang sedang berdiri di depan pintu.
" Ara, apa kabar ? " Tanya Danil basa - basi.
" Aku baik - baik saja Kak, bagaimana denganmu ? apa kau juga baik ? " Ara bertanya balik.
" Seperti yang kamu lihat, aku selalu baik, dan setia menunggumu. " Jawabnya mengandung arti yang ambigu. Ara berdecak Danil ternyata belum berubah, sikapnya masih saja seperti itu.
" Kamu mulai lagi kak? apa kamu lupa kalau aku sudah menikah ? " Ara mendengus sebal.
Danil malah tertawa kecil. " Itu kan hanya sementara. " Kelakarnya dengan yakin.
" Jangan sembarangan dong bos ? ini rumah suaminya Ara loh, nanti kalau dia dengar bagaimana ? " Sanggah Amel yang ikut menimpali ucapan bosnya yang terdengar menyepelekan pernikahan Ara.
" Memangnya kenapa kalau dia dengar ? dia juga tidak akan paham. Ara hanya sementara menikahinya sampai dia bisa ingat masa lalunya. " Ucap Danil dengan lantangnya, tak peduli dia berada di rumah siapa.
Ara terperangah, beraninya Danil berkata seperti itu di rumah suaminya sendiri. Mungkin sajakan ada orang yang mendengar dan berpikiran macam - macam tentang pernikahannya dengan Jojo. Ingin sekali dia membungkam mulut kasar Danil saat ini. Menyesal sekali Ara tadi berkata manis padanya.
" Kak Danil, jaga bicaramu ! Amel benar, tidak baik jika Jojo mendengarnya. " Ara menekankan ucapannya.
" Tapi aku sudah dengar semuanya. " Suara bariton dari dalam rumah terdengar begitu menggema. Membuat ketiga orang yang berada di luar rumah itu terperanjat di buatnya, siapa lagi kalau bukan yang punya rumah.
" Jojo ? " Ara membalik badan, menatap Jojo sudah berdiri di ambang pintu sambil memasang wajah datar.
" Semuanya . " Jawabnya cepat.
Ara menoleh ke arah Amel, yang sedang melongo melihat perubahan sikap Jojo, bukannya ketakutan tapi Amel lebih kepada terpukau melihat penampilan Jojo yang lebih dewasa dan berwibawa.
" Kamu kenapa ? " Tanya Ara melihat aneh pada Amel sambil mengkerutkan dahi.
" Apa dia Jojo ? " Pertanyaan itu lolos begitu saja dari mulut Amel tanpa mengalihkan pandangannya pada Jojo.
" Iya, aku Jo. Siapa kamu ? " Jawaban itu terlontar dari mulut Jojo, membuat Amel mengernyit dan sedikit melirik pada Ara, lalu beralih lagi pada Jojo.
" Kamu tidak mengenaliku ? " Tanya Amel lagi, dan Jojo menggelengkan kepala sebagai jawaban.
" Aku pernah melihatmu, tapi aku lupa dimana ." Ucap Jojo sambil memegang dagunya mengingat sesuatu.
" Aku Amel, sahabat Ara ." Seru Amel mengingatkan Jojo.
Jojo tampak mengangguk, lalu pandangannya beralih pada Danil. " Lalu dia ? bukannya dia bosnya Ara. " Jojo ingat saat dirinya tercebur di kolam saat di pesta Danil dulu.
Danil tak menjawab, dia hanya diam masih tak mengerti mengapa sikap Jojo sekarang terlihat berbeda. Apakah Jojo sudah kembali pada ingatan masa lalunya, atau dia hanya berpura- pura. Yang pasti Danil tidak sabar ingin bertanya pada Ara.
" Aku tahu kau menyukai istriku, tapi kau harus selalu ingat Ara itu istri sahku bukan istri sementara yang kau bilang tadi. " Imbuh Jojo, membuat Ara terhenyak dan mengerjap bingung tak percaya dengan apa yang dia dengar dari mulut Jojo. Begitupun dengan Danil dan juga Amel mereka berdua tak kalah terkejutnya. Ara benar - benar bisa membuat Jojo berubah seperti itu. Danil malah jadi curiga kalau selama ini dia hanyalah pura - pura idiot agar bisa menikahi Ara.
Danil tersenyum miring, menatap Jojo dengan sinis. " Heh.. Ternyata dugaanku benar, selama ini kau hanya pura - pura bodoh di depan Ara, hanya untuk mendapatkan dia saja bukan ? " Tuduh Danil tanpa takut.
" Kak Danil ! " Ara menyela dengan nada sedikit tinggi, tak suka dengan ucapan Danil yang selalu berprasangka buruk pada Jojo.
" Kenapa ? Kamu masih belum sadar jika di bohongi oleh laki - laki ini ! " Danil menunjukkan jari telunjuknya pada wajah Jojo. " Apa kamu tidak curiga, bagaimana bisa dia melupakan Amel tapi dia sangat mengenali aku sebagai bosmu . " Imbuh Danil dengan penuh penekanan.
Ara bingung, dia menatap Jojo dan Danil secara bergantian. Dia sangat percaya Jojo memang sakit, tapi dia juga tak bisa membiarkan Danil membenci Jojo seperti itu, bagaimana caranya dia menyakinkan Danil tentang jika sikap Jojo yang sudah mendekati kesembuhannya.
" Kak Danil, jika kamu kesini hanya untuk membuat keributan, lebih baik kamu pergi saja, nanti aku akan menjelaskan semuanya kalau dirimu sudah tenang. " Ujar Ara menenangkan Danil. Tapi Danil tak terima dia malah mencekal tangan Ara dan menarik tubuh Ara ke sisinya.
" Lebih baik kau ikut aku ! Laki - laki ini tidak pantas untukmu. Dia hanya ingin mempermainkanmu saja, membuatmu seperti orang bodoh yang mau menuruti apapun keinginannya. " Seru Danil sambil menatap Jojo dengan tatapan menantang.
Jojo mulai meradang, tangannya mengepal dengan kuat, berani - beraninya laki - laki itu menyentuh tangan istrinya. " Lepaskan dia ! " Seru Jojo dengan penuh emosi.
***
Jangan lupa LIKE, COMMENT, FAVORITE, SHARE , RATE 5, DAN VOTE pake poin ya..
Happy reading 😉😉