My Lovely Idiot Husband

My Lovely Idiot Husband
WANITA ASING



Mereka bersepeda menyusuri jalanan kota yang terlihat begitu asri. Kebetulan sekali di sana sedang musim semi, sehingga begitu banyak bunga yang bermekaran di daerah itu.


Mereka berhenti di sebuah taman kota yang begitu rindang, menepikan sepeda mereka sebentar untuk sejenak bersantai dan berselfi ria sebagai kenang-kenangan. Ara begitu menikmati liburannya tanpa Jojo, astaga Ara benar-benar melupakan suaminya begitu saja.


Ketika mereka sedang asyik bercanda ria sambil berjalan - jalan santai dibawah pohon bunga yang rindang. Tiba-tiba Angelina tak sengaja menabrak seorang perempuan paruh baya, sepertinya wanita itu asli orang sana. Terlihat dari bentuk wajah yang oval dan matanya yang kecil memanjang. Serta gaya pakaian yang ia pakai menambah kesana yang lebih meyakinkan jika dirinya memang benar-benar berasal dari sana. Tapi sayangnya, walaupun usia nya terlihat tidak terlalu tua, tapi tubuhnya begitu ringkih dan tak bertenaga. Sepertinya wanita itu tidak dalam keadaan sehat.


"Maaf nyonya aku tidak sengaja." Seru Angelina dengan sedikit membungkukkan badannya. Dan yang lainnya menatap wanita itu dengan penuh seksama.


Bukannya menjawab, wanita itu malah menatap Angelina dengan tatapan tak bisa di baca, Ara menangkap sorot kesedihan di mata wanita itu. Entah kesedihan apa itu? Tapi Ara merasa jika tatapan itu penuh dengan perasaan haru dan rindu yang menggebu. Mata wanita itu terlihat mengkilat, sepertinya ia berkaca-kaca. Tapi wanita itu langsung mengalihkan pandangannya sesaat ia tersadar jika air matanya hampir keluar.


"Tidak apa-apa nak, aku yang salah. Aku tidak hati-hati tadi." Ucap wanita itu.


Angelina menegakkan kembali tubuhnya, lalu tersenyum manis pada wanita paruh baya itu. Tapi senyumannya tiba-tiba meredup saat melihat tubuh wanita itu tiba-tiba limbung. Dan untungnya tangan cekatan dokter Ichida dengan cepat menangkapnya.


"Apa nyonya tidak apa-apa?" Tanya Angelina begitu khawatir, saat dokter Ichida berhasil membawa wanita itu untuk duduk di bangku taman. Angelina duduk di samping wanita itu dan yang lainnya berdiri menghadap mereka berdua.


Wanita itu meminum air yang tadi di sodorkan oleh Ara, lalu kembali menatap Angelina. "Aku sudah tidak apa-apa, terimakasih sudah menolongku nak." Ucap wanita itu sambil mengelus pipi Angelina dengan begitu lembut.


Ara mengernyitkan keningnya, entah kenapa saat wanita itu memanggil kata 'Nak' pada Angelina telinganya merasa ada yang aneh mendengarnya, dari cara wanita itu memberikan penekanan yang lebih dalam ucapannya tersebut. Terdengar begitu dalam dan penuh ketulusan.


Dan Ara melihat tatapan aneh itu lagi dari cara wanita itu saat menatap Angelina. Dan jika tatapan itu muncul wanita itu dengan cepat mengakhirinya. Dan memilih untuk mengalihkan pandangannya.


"Aku harus pergi sekarang. Sekali lagi terimakasih." Ucap wanita itu terlihat buru-buru. Ia beranjak berdiri lalu sedikit membungkukkan badannya pada Angelina dan yang lainnya.


Wanita itu berjalan hingga hilang dari pandangan, meninggalkan jejak penasaran di hati Ara tentang sosok wanita yang wajahnya terasa tidak asing di mata Ara.


"Siapa wanita asing itu?" Gumam Ara dalm hati.


***


Ara bersepeda bersama yang lainnya sampai tak ingat waktu. Mereka kembali ke rumah saat mentari sudah kembali ke peraduan nya dan langit sudah mulai gelap. Dan tentu saja Jojo sangat khawatir dengan keberadaan istrinya tersebut. Walaupun Jojo akhirnya tahu jika istrinya sedang pergi bersepeda bersama dengan adik dan juga sepupunya.


Ara menjinjitkan kakinya untuk berjalan perlahan-lahan saat memasuki kamarnya. Karena sang kakek telah mengatakan jika Jojo dari tadi uring-uringan, saat di tinggal oleh Ara dan yang lainnya untuk bersepeda. Jojo sebenarnya tidak marah, ia hanya kesal kenapa ia tidak di ajak bersepeda juga.


Ara membuka pintu kamarnya dengan pelan, lalu melongok kan kepalanya ke dalam kamar. Seketika ia menghela nafas lega saat tak melihat suaminya di dalam sana. Mungkin ia sedang mandi. Pikir Ara.


Ara langsung mendorong tubuhnya untuk masuk ke dalam dan menutup pintunya dengan perlahan. Tapi saat ia baru melangkahkan kakinya menuju tempat tidur tiba-tiba tangan kekar memeluk tubuhnya dari belakang.


"Darimana saja kamu?" Terdengar suara Jojo yang begitu dekat dengan telinga Ara.


Ara tersentak kaget, matanya seketika membulat dengan sempurna. Hah, matilah kau Ara! Gumamnya dalam hati.


"Jo... Jojo, kamu mengagetkan ku." Ucap Ara begitu gugup.


***


Dikit banget yah, gak apa-apa ya? Yang penting update kan? 🤭🤭🤭


Jangan lupa like, komentar dan votenya ya... Makasih.