My Lovely Idiot Husband

My Lovely Idiot Husband
BERADA DI LEVEL KEDUA



" Daddy...! " Teriak Jojo secara tiba - tiba langsung terduduk saat matanya terbuka sempurna. Ketiga orang yang menanti Jojo terbangun di buat tertegun dengan reaksi Jojo seperti itu. Ada rasa ketakutan dalam benak ketiganya, apakah terapinya berhasil ataukah gagal seperti biasanya.


Jojo tampak terengah - engah mengatur nafasnya saat terbangun dari hypnoterapy nya tersebut, matanya menatap kosong ke arah depan. Ayura yang duduk di samping Jojo mencoba memegang bahu anaknya tersebut.


" Jo..." panggil Ayura dengan lembut.


Jojo menoleh dengan cepat, sejenak terdiam menatap sang mommy yang sedang menunggu reaksi anaknya, tak di sangka Jojo memeluk tubuh mommy nya sambil menangis tersedu - sedu. " Mommy pulang ? daddy mom..." Ucap Jojo di sela tangis nya.


Ayura merasa aneh dengan sikap anaknya, dia melirik ke arah dokter Ichida dan menaikkan sebelah alisnya seakan bertanya apa yang harus dia lakukan. Dokter Ichida menggeleng kemudian menyimpan jari telunjuknya di depan mulutnya memberi isyarat agar Ayura hanya diam saja, mendengarkan ucapan Jojo selanjutnya.


" Daddy meninggal..." Ucap Jojo lagi, dan sontak membuat Ayura terkesiap dan membulatkan matanya dengan sempurna. Ayura melepaskan pelukan anaknya dengan hati - hati.


" Maafkan mommy Jo ! " Ucap Ayura lirih, dia kembali melirik dokter Ichida dan mendapatkan pelototan mata darinya, dokter Ichida kesal Ayura tak menuruti perintahnya untuk tetap diam tak bersuara.


" Mommy tidak salah, daddy pergi menyusul mommy dan dia kecelakaan, mommy jangan tinggalkan aku lagi ya.. !" Jojo kembali memeluk mommy nya, Ayura bingung harus berbuat apa, matanya terus tertuju pada dokter Ichida.


" Jo.." Akhirnya dokter Ichida membuka suara.


Jojo melepaskan pelukannya dan menoleh pada dokter Ichida.


" Kau kenal aku ? " Tanya dokter Ichida sambil menyimpan sebelah tangannya di depan dada.


" Dokter Ichida . " Jawab Jojo , dokter Ichida pun tersenyum puas.


" Kalau dia ?" Dokter Ichida menunjuk pada Ara yang berdiri di samping dokter Ichida, Ara menunjukkan wajah setenang mungkin walau dalam hatinya dia sangat khawatir jika Jojo tidak bisa mengenalnya.


Jojo terdiam, sedikit menyipitkan matanya menatap Ara dengan lebih lekat.


" Ara ." Ucapan Jojo sontak membuat senyuman di bibir Ara mengembang dengan sempurna, dia sangat senang Jojo masih mengenalnya. Bukan hanya Ara, Ayura dan dokter Ichida pun merasa lega. Sepertinya terapi level pertama ini berhasil sesuai dengan harapan mereka.


Saat mereka berbahagia dengan perkembangan Jojo, tiba - tiba pintu kamar tersebut terbuka dengan perlahan, dan munculah tubuh Angel yang menyembul masuk ke dalam kamar dengan hati - hati, dia juga tahu kakaknya sedang melakukan pengobatan dan dia juga ingin menemani kakaknya saat proses penyembuhannya tersebut.


" Kak Jo. " Panggil Angel, masih berdiri di ambang pintu. Semua orang di kamar itu melihat ke arah Angel.


Wajah Ayura tiba - tiba menunjukkan gurat ketakutan, dia lupa mengajak Angel untuk ikut masuk di kamar itu, apakah Jojo masih mengenal Angel sebagai adik perempuannya, atau dia akan membencinya. Suasan jadi hening seketika.


" Angel, peluk kakak ! " Pinta Jojo memecah kesunyian kamar tersebut sambil melebarkan tangannya. Angel tersenyum lalu dengan cepat berlari ke arah Jojo untuk memeluk kakaknya, perasaan lega kembali di rasakan oleh wanita keturunan Jepang yang tak lain adalah mommy Ayura.


Kini mereka bisa bernafas lega, Jojo sudah sedikit mengingat masa lalunya, dan masih bersikap baik pada semua orang, dan itu berarti terapi kali ini berhasil dengan sempurna. Kasih sayang Ara dalam merawat Jojo membuat Jojo lupa akan masa kecilnya yang tidak menyenangkan.


***


Jojo kembali ke kamarnya untuk beristirahat, tubuhnya terasa sangat lelah padahal dia hanya tertidur saja. Ara pun mengantarkan Jojo ke kamar dan menemaninya hingga Jojo tertidur dengan lelap. Setelah Jojo tertidur Ara memutuskan untuk menemui kembali dokter Ichida dan juga Ayura yang kini berada di ruang keluarga.


" Sekarang katakan ! apa yang sebenarnya terjadi pada Jo ? " Tanya Ayura dengan tidak sabar.


Dokter Ichida hendak menjawab pertanyaan Ayura, namun mulutnya terjeda saat melihat Ara datang menghampiri mereka kemudian menyuruh Ara duduk di samping Ayura untuk sama - sama mendengar keadaan Jo saat ini.


" Dengar baik - baik ! Saat terapi itu memori Jo terhenti di ingatan saat daddy nya meninggal karena kecelakaan. Sugesti dan kasih sayang yang kalian berikan berhasil membuatnya tak ingin mengingat salah asuhan yang dia terima saat kecil, sekarang mungkin Jo sedang berada di usia 11 atau 12 tahun, karena aku meresetnya seperti itu tadi. Jo sekarang berada di level kedua penyembuhannya." Tutur dokter Ichida


" Iya, daddy nya meninggal saat Jo menginjak umur 12 tahun. " Ujar Ayura mengingat saat kematian suaminya tersebut yang membuat hatinya kembali terpuruk, matanya berkaca - kaca, rasa bersalah kembali menyerang dalam jiwanya.


Ara memegang bahu mertuanya dengan pelan. " Mommy jangan sedih, sekarang Jojo sudah tidak membencimu bukan ? " Ucap Ara dengan hati - hati.


Ayura menoleh dan tersenyum pada menantunya tersebut. " Terima kasih Ara, berkat kamu Jo mengalami kemajuan seperti ini. "


" Berkat kita semua . " Tukas Ara sambil melebarkan senyumnya.


" Ingat ya Ara ! otak Jo masih berusia 12 tahun sekarang, jadi kau masih harus tetap bersabar, jangan dulu memintanya melakukan itu ya ! dia belum paham. " Ucap Dokter Ichida sambil tersenyum nakal, kembali menggoda Ara dengan pikiran mesumnya itu. Ara hanya memutar bola matanya jengah mendengar celotehan dokter Ichida yang akhirnya hanya akan membuatnya tersipu.


" Aku sangat heran pada mu Ichida, bahkan kau belum pernah menikah, tapi otakmu penuh dengan pikiran mesum seperti itu. " Seru Ayura, membuat Ara terkesiap mendengarnya, bagaimana bisa seorang dokter yang seusia dengan mertua nya itu belum pernah menikah, tapi dia sangat fasih jika sedang menggoda Ara masalah hubungan suami istri.


" Kau....belum pernah menikah ? " Tanya Ara masih tak percaya.


Dokter Ichida berdecak kesal, tak menyangka sahabatnya malah mengatakan hal yang memalukan di hadapan Ara, " Kau ini sangat menyebalkan Ayura, aku berbicara seperti itu hanya pada Ara saja, aku sangat suka melihat wajahnya berubah seperti tomat jika aku menggodanya seperti itu. " Seru Dokter Ichida sambil mendengus kesal.


Mendengar itu Ara jadi tertawa terbahak - bahak, di ikuti oleh mertuanya yang membuat wajah dokter Ichida menjadi merah karena menahan marah.


" Sekarang wajahmu yang menjadi merah pak Dokter . " Ucap Ara di sela tawanya.


Dokter Ichida mengalihkan wajahnya ke arah lain sambil melipat tangannya di depan dada, sesekali melirik ke arah kedua wanita yang sedang mentertawakannya itu, tapi akhirnya kedua sudut bibirnya terlihat merekah, dia tersenyum saat melihat wajah Ayura yang terlihat bahagia, sudah sangat lama dia tak pernah melihat Ayura tertawa seriang itu. Sejak mereka masih muda dan Ayura belum menikah dengan daddy nya Jo.


***


happy reading 😉😉


dukung terus author ya ! klik like , komentar, favorite, star 5 bintang dan VOTE sebanyak - banyaknya.