
Sore hari nya, Ara terlihat duduk di sofa ruang keluarga sedang menonton acara televisi, sedangkan Jojo sedang sibuk memainkan ponselnya di dalam kamar. Ara sedang menunggu mertuanya pulang, dia ingin mengatakan perihal bibi Iren yang ingin kembali ke rumahnya dan sekaligus menanyakan keanehan sikap Jojo seharian ini setelah terapinya kemarin.
Saat Ara tengah fokus menonton serial televisi, Ara di kagetkan oleh Angel yang tiba - tiba memegang pundaknya dari belakang, dan sontak membuat Ara terlonjak di tempatnya.
" Kau mengagetkanku saja Angel. " Decak Ara sambil memegangi dadanya, mencoba menenangkan jantungnya yang berpacu lebih cepat karena terkejut.
" Maaf kak. " Ujar Angel sambil terkekeh, lalu duduk di samping kakak iparnya tersebut.
" Memangnya kakak lagi nonton apa sih, nyampe serius banget ? " Tanya Angel yang juga ikutan nonton acara film yang sedang di lihat Ara, membuatnya mengerutkan dahi karena sang kakak ipar ternyata menonton film bollywood yang kata orang sangat membosankan karena terlalu banyak lagu dan durasinya yang teramat panjang.
" Kak Ara suka nonton film India ? " tanya Angel.
" Suka. " Jawab Ara singkat tanpa mengalihkan pandangannya dari layar kotak yang menyiarkan acara favoritnya tersebut.
Angel mengangguk - anggukkan kepalanya pelan. " Owh... Pantes saja mommy memilihmu untuk menjadi istrinya kak Jo, ternyata ini alasannya. " Ucap Angel asal.
Ara langsung menoleh sambil mengernyit bingung. " Apa hubungannya ? memangnya Jojo suka film India juga, perasaan tidak. " Tanya nya penasaran
" Kak Jo memang tak suka film apapun, tapi Angel pernah dengar, orang yang suka film bollywood lebih mempunyai kadar kesabaran di atas rata - rata, soalnya filmnya kan durasinya panjang banget terus dikit - dikit nyanyi, kebayangkan sabar banget orang yang nontonnya. " Tutur Angel dengan imajinasinya sendiri.
Ara melongo, dari mana adik iparnya itu mendapat teori dan kesimpulan seperti itu, tapi akhirnya membuat dia tertawa juga.
" Hahahaha, kau ini ada - ada saja. Aku baru dengar ada teori macam itu. Kesabaran orang itu tidak bisa di lihat karena dia suka nonton film India, sabar itu dari hati. " Ujar Ara sambil memegang dadanya.
" Begitu ya kak, Angel salah dong " Ucap Angel sambil mengaruk kepalanya dan menyengir kuda. Ara pun kembali tertawa kecil, dan mengajak Angel untuk ikut menonton serial film India yang dia katakan membosankan itu.
" Angel, apa aku boleh bertanya mengenai kakakmu ? " Tanya Ara di sela aktifitasnya menonton TV.
" Tanyalah ! " Sahut Angel sambil mengambil camilan dalam toples yang hampir habis dia makan sedari tadi.
" Memang nya dulu kakakmu orangnya seperti apa, ya.. selain dingin terhadap mommymu ? " Pertanyaan yang selalu ingin dia tanyakan akhirnya terlontar juga.
Angel menoleh, sejenak terdiam dan menghentikan kunyahannya. Sebenarnya mommynya selalu melarang jika Angel mengungkit masa lalu kakak laki - laki nya itu. Tapi Ara itu istrinya dan menurut Angel dia berhak tahu bagaimana sikap suaminya yang sebenarnya.
" Kalau aku cerita, kau tidak akan meninggalkan kakakku kan ? " Angel bertanya dengan wajah polosnya. Mendengar itu Ara malah tertawa.
" Tentu saja tidak. " Seru Ara di sela tawanya. Angel tersenyum dan kembali memasukan cemilan ke dalam mulutnya.
" Dulu itu kakak orangnya dingin banget, gak suka ngomong, sekali ngomong juga pedes banget kayak cabe kering. Pokoknya nyebelin... " Gerutu Angel dengan kesal sambil meluapkan kekesalannya itu dengan mengunyah cemilan yang dia makan secara cepat dan langsung dia telan.
Ara menautkan kedua alisnya, dan kemudian tertawa saat melihat sang adik ipar jadi tersedak karena ulahnya sendiri. " Makanya kalau makan tuh pelan - pelan ." Omelnya sambil memberikan segelas air putih yang di ambilnya dari atas meja.
" Ya..habis kebawa suasana ." Angel berkelit sambil terkekeh malu.
" Kakak kamu pernah punya pacar ?" Tanya Ara lagi.
Angel berdecih. " Mana ada cewek yang mau sama dia, orang galak gitu, yang ada cewek jantungan semua kali, kalau jadi pacarnya kakak. "
" Hush...kamu gak boleh gitu ah. " Tukas Ara sambil mengibaskan tangannya di depan wajah Angel.
Angel mencebikkan bibir . " Emang Iya... " Ucapnya sambil melototkan matanya.
" Segitu parahnya ya sikap kakakmu itu. " Ara jadi bergidik saat membayangkan wajah Jojo yang berubah sangar.
" Kakak jangan khawatir om Ichida pasti bisa ngerubah sikap kak Jo. buktinya kemarin dia mau meluk mommy dan tidak nyalahin mommy sebagai penyebab meninggalnya daddy dulu. " Seru Angel dengan sinar matanya yang menyiratkan harapan yang dalam.
Ara hanya mengulas senyum mendengar penuturan Angel, memang benar tapi Ara tidak boleh terlalu berharap lebih, membuat Jojo kembali menjadi dewasa saja dirinya sudah sangat senang.
***
Sekian lama mereka berbincang, tak terasa film yang mereka lihat telah selesai. Bersamaan dengan kembalinya Ayura dari tempat kerjanya.
" Mommy sudah pulang ! " Seru Angel dengan hebohnya sambil tak segan memeluk tubuh lelah mommy nya yang seharian bekerja di kantor kakaknya.
Ayura tak ingin membuat anak gadisnya kecewa walaupun lelah dia tetap memberikan senyum mengembang di bibir tipisnya itu.
" Mommy pasti lelah, sini ! biar Angel pijat. " Angel menggiring tubuh mommy nya untuk duduk di sofa dimana Ara masih duduk manis di sana. Ara mengeser tubuhnya untuk memberikan sedikit ruang untuk mertuanya merebahkan tubuhnya melepas penat yang ada dan membiarkan kakinya di pangku oleh Angel.
" Jo dimana, Ara ? " Tanya Ayura
" Di kamar mom. "
Ayura hanya ber oh tanpa suara sambil membenarkan posisi tangannya anaknya meletakkannya pada kakinya yang terasa pegal. " Di sini ! " Katanya dan mendapat anggukan kepala dari anak bungsunya itu, lalu memijat kembali.
" Mommy, apa Ara boleh tanya ? "
Ayura yang merasa nyaman dengan pijatan Angel menoleh ke arah menantunya. " Tanya apa ? " Ara sedikit gugup tapi dia memberanikan diri.
" Sikap Jojo hari ini berbeda sekali seperti biasanya, dia lebih banyak diam dan sedikit lebih jutek dari sebelum terapi. Menurut mommy apa yang harus Ara lakukan ? Sekarang dia sudah bisa melakukan apa - apa sendiri. Ara jadi tidak tahu harus melakukan apa. " Ujar Ara. Ayura terdiam, pada usia sekarang ini sikap Jojo memang seperti itu, dingin dan cuek pada orang lain. Ayura tidak mau Jojo membentuk sikapnya sendiri dan hasilnya pasti membuat Jojo kembali pada sisi buruknya tersebut.
Ayura menegakkan duduknya dan menurunkan kakinya yang di pangku Angel lalu menghadap ke arah Ara .
" Mommy yakin kamu pasti bisa merubah Jo menjadi sosok yang manis dan ramah. Setelah daddynya meninggal sikap Jojo memang lebih dingin dari sebelumnya, mungkin sikap itu belum seutuhnya hilang dari ingatan Jo. Kamu bisa buat hari - hari Jo lebih berwarna, dan lebih ceria hingga dia bisa melupakan kesedihan nya dalam fase kedua ini. Mommy percaya sama kamu Ara. Kamu pasti bisa ! " Ayura berucap dengan nada serius menatap lekat bola mata Ara yang menunjukkan binar kebingungan yang dalam.
" Ara akan berusaha mom. " Ucap Ara dengan pelan, walaupun tak yakin tapi dia akan tetap berusaha.
Mendengar itu Ayura langsung memeluk Ara.
" Mommy tidak salah memilihmu nak. " Ucap Ayura pelan di telinga Ara. Lalu kembali melepas pelukannya.
Ara tersenyum lalu dia mengutarakan keinginan Iren yang ingin kembali tinggal di rumahnya, Ayura sebenarnya ingin melarangnya karena merasa kasihan jika Iren harus tinggal seorang diri di masa tua nya. Tapi karena kata Ara Iren sangat memaksa, akhirnya dia mengizinkannya dengan menyuruh satu pelayan untuk menemani Iren tinggal di rumah itu.
Ara sangat senang mendengar keputusan mommy Ayura, setidaknya dia tidak akan khawatir bibi angkatnya akan tinggal sendirian di rumah lama nya tersebut.
***
Happy reading 😉😉😉
Dukung terus authornya readers tersayang, biar karya author yang receh ini ada yang masuk kualifikasi kontrak. Tambah semangat deh buat nulis sering - sering 😆😆
Like , commnet , vote nya ya...favorite dan rate 5 bintang juga dong 😉😉