My Lovely Idiot Husband

My Lovely Idiot Husband
Ku tunggu Jandamu



Ara terdiam, melihat kemarahan di raut wajah Danil. Tapi dia tetap menunjukkan wajah datarnya. " Memangnya kenapa kalau aku mau menikah dengan Jojo ?" Ara melengos dan kembali duduk di kursinya semula.


Danil memperhatikan gerak Ara sampai tempat duduknya dengan masih dalam posisi berdiri "Kamu tahu Jojo itu sakit Ara, kenapa kamu ingin menikah dengannya? Jangan bilang kamu menikah karena status sosial Jojo ! " Ucapan Danil membuat Ara mendongak dan menatap tajam mata Danil, Ara tidak menyangka Danil akan berpikir seperti itu, dan hal itu sangat menyakiti hati Ara.


Danil sudah tahu tentang profil Jojo yang sebenarnya, Jojo adalah pemilik dari hotel Kingsley yang merupakan hotel yang pernah dia sewa beberapa bulan lalu untuk mengadakan pesta waktu itu. Dia benar - benar curiga dengan pertemuannya dengan manager itu, hingga Danil mencari tahu sendiri tentang kebenarannya, tapi terlambat, setelah dia tahu segalanya tentang Jojo, Ayura telah lebih dulu menjemput Jojo dari rumah Ara. Hingga Danil merasa sedikit lega, akhirnya Ara bisa terlepas dari Jojo, tapi kenyataannya tidak lah demikian. Sekarang Ara malah ingin menikahi laki-laki idiot itu, membuat hati Danil semakin kepanasan saja.


" Apa aku wanita seperti itu di mata kak Danil ? " Ara mendelikkan mata, dia benar-benar tidak terima di katakan wanita yang gila akan status sosial.


" Lalu kenapa kamu ingin menikah dengan laki-laki bodoh itu? " Danil masih ngotot tak menerima.


" Jojo tidak bodoh, dia hanya sakit " bentak Ara tak mau kalah. Mereka berdua saling bertatapan tajam, tampak ketegangan di antara mereka. Iren yang menyaksikan kedua nya berdebat menjadi kebingungan.


" Nak Danil, tenang lah dulu ! " Seru Iren menengahi keduanya.


Danil menoleh ke arah Iren " Bagaimana aku bisa tenang bibi, lihatlah dia ! gadis ini benar - benar sudah gila, kenapa kau malah membiarkannya menikahi laki-laki idiot itu " Danil masih tak bisa menahan emosi.


"Sudah ku katakan Jojo tidak idiot " Tukas Ara.


Danil kembali menoleh ke arah Ara " Diam kamu, dia memang sakit, dia idiot ! " Seru Danil penuh penekanan.


" Aku memang bukan kakak kandungmu, tapi aku peduli padamu. apa kamu akan mengorbankan seluruh hidupmu merawat orang bodoh itu " Imbuh Danil, dengan nada sedikit tinggi.


" Makanya dengarkan dulu nak Danil , Duduklah ! " Iren memegang pundak Danil mencoba untuk menenangkannya.


Danil menghela nafas panjang, dia berusaha menenangkan dirinya sendiri, kemudian kembali duduk di bangku yang tadi dia duduki.


Tapi matanya masih tetap mengawasi Ara yang tertunduk saat mendapat bentakan dari Danil tadi.


" Katakan bibi ! aku ingin dengar " Seru Danil kini menghadap ke arah Iren.


Iren menghela nafas, saat di rasa emosi Danil sudah mulai mereda " Baiklah.." Iren mengawali cerita tentang Jojo, lalu dia menceritakan alasan Ara ingin menikahi Jojo, Ara hanya diam saja mendengarkan cerita Iren tentangnya. Sedangkan Danil, dia terlihat merenung, dia mencerna setiap ucapan yang di lontarkan oleh Iren.


" Begitu lah ceritanya nak Danil, Ara hanya ingin membantu menyembuhkan Jojo " Ucap Iren di akhir ceritanya.


Danil masih diam, kemudian sejenak memejamkan matanya sambil tangannya menangkup wajahnya yang gusar , dan segera membuka nya kembali saat Ara menepuk pundak Danil dan duduk di sampingnya . " Maaf kak Danil, aku berterima kasih atas perhatianmu padaku, tapi untuk kali ini aku harap kamu tidak ikut campur, aku bisa menyelesaikan masalah ini sendiri. " Ujar Ara dengan tenang.


Danil mendongak, menatap lekat wajah Ara yang memperlihatkan senyum yang merekah di bibirnya yang mungil "Kenapa kamu harus memilih dia Ara, apa kurangnya diriku ini ?" Gumam Danil dalam hatinya.


" Apa kamu akan merelakan tubuh mu kepada Jojo ? bagaimana jika kamu hamil, lalu dia meninggalkanmu saat dia sudah sembuh. " Danil kembali membujuk Ara.


" Aku tidak mungkin hamil kak Danil, semua sudah di rencanakan, kamu tenang saja ! " Seru Ara


Danil mengernyit dahi " Apa kamu akan bercerai dengan Jojo setelah dia sembuh?" Tanya Danil lagi.


" Aku tidak tahu , tapi.. sepertinya begitu "


" Kalau begitu aku setuju, kalau perlu kamu buat surat perjanjian saja dengan mama nya Jojo "


Ara mengerutkan dahi, dia menatap Danil dengan tatapan penuh curiga " Apa kamu berniat mengejarku kembali saat aku berpisah dengan Jojo ?" Tanya Ara dengan penuh selidik.


" Hehe.." Danil terkekeh " Aku hanya mengikuti semboyan orang-orang , Kutunggu Jandamu, Ara " Ucap Danil sambil menaikkan alisnya sebelah.


" Hah " Ara terkejut " Sekarang kamu yang gila " Imbuh Ara sambil geleng-geleng kepala.


***


" Angel, kamu sedang lihat apa nak ?" Ayura sadar kalau anak bungsunya itu selalu memandang kakaknya dengan tatapan penuh kebencian.


Angel terkesiap, dia mengalihkan pandangannya ke arah mommy nya " Aku sedang melihat kakak, mommy. Kasihan dia " sangkal Angel.


" Makanya kamu harus menjaga nya sayang, beri dia semangat biar bisa sembuh seperti dulu ! " seru Ayura sambil mengusap rambut Jojo.


Angel menggeleng pelan " Aku tidak mau kakak kembali seperti dulu, dia akan jahat lagi pada Angel " Ujar nya dengan penuh ketakutan.


Ayura tersenyum getir, hal itu juga sangat dia takutkan, tapi semoga saja program dokter Ichida berhasil, Jojo akan sembuh dengan sikap yang berbeda.


" Tidak sayang, kamu berdoa saja yang terbaik buat kakakmu, dokter Ichida akan melakukan yang terbaik untuk memperbaiki ingatan masa kecil kakakmu, kamu juga harus membantu Ara melakukan tugas nya nanti dengan baik. " Tutur Ayura, dan Angel hanya mengangguk- angguk pelan.


" Ting tong "


Suara bel dari luar pintu rumah, membuat kedua wanita beda umur itu menoleh " Siapa malam -malam begini bertamu " Tanya Angel dengan nada ketusnya.


" Lihat lah dulu sana, tidak baik mengomel seperti itu, bi Darmi sudah tidur dari tadi " Ayura menasihati anaknya, dan menyuruh anak bungsu nya itu membuka pintu.


Angel mencebikkan bibir, gadis seumurannya kadang masih bersikap labil, dia masih bersikap berdasarkan pikirannya sendiri. "Baik mommy " Angel berucap sambil melangkahkan kakinya menuju pintu.


Saat dia membuka pintu, terlihat lah seorang lelaki paruh baya yang dia kenal adalah adik dari ayahnya. "Paman ?" Sapa Angel dengan nada sedikit bergetar.


Laki -laki yang bernama Jacob itu tersenyum kecut " Hai...gadis kecil !" Seru nya sambil melambaikan tangannya sebelah. " Mommy mu ada ?" Tanya nya kemudian.


Angel menelan ludah " A..aada paman " Jawabnya dengan gugup.


Jacob pun langsung masuk ke dalam rumah tanpa di persilahkan oleh tuan rumah, dengan di ikuti Angel di belakangnya, Jacob ngeloyor masuk menyapukan pandangannya ke sekitar ruangan rumah itu.


" Mommy di ruang keluarga, sedang menonton TV bersama kakak " Ucapan Angel membuat laki-laki itu menoleh, lalu tersenyum di paksakan.


" Terima kasih gadis kecil " ucap Jacob lalu langsung berbalik meninggalkan Angel jauh di belakang nya.


Setelah sampai di ruang keluarga, Jacob menemukan Ayura tengah duduk di sofa bed sedang memangku kepala Jojo yang sedang tertidur.


" Selamat malam cantik " Sapa Jacob, yang membuat Ayura langsung menoleh dengan cepat, hingga gerakan dari tubuhnya membuat Jojo mengerjap hendak membuka matanya.


" Jacob " Gumam Ayura pelan.


Jojo menyipitkan matanya, mencoba menyesuaikan kedua matanya yang masih melihat dengan samar-samar " Mommy .." Panggil Jojo dengan suara serak khas bangun tidur.


Ayura menoleh ke arah anaknya yang terbangun "Jojo, tidur lah kembali nak !" Seru Ayura sambil mengusap pelan kepala Jojo.


Tapi Jojo tidak menggubris nya, dia beranjak bangun dan duduk di samping mommy nya, sambil mengucek matanya yang masih terasa perih.


" Ternyata benar, keponakanku tersayang sudah kembali. Apa kabar Jo ?" Suara Jacob terdengar mengelegar di telinga Jo. Memaksanya membuka mata lebar-lebar.


" Paman ? "


***


Jangan lupa like , komen dan vote nya ya....