My Lovely Idiot Husband

My Lovely Idiot Husband
Tugas ' Plus - Plus '



Ara mulai mendengarkan penuturan dokter Ichida dengan seksama.


" Kita santai saja Ara, tidak perlu canggung seperti itu " seru dokter Ichida sambil sedikit bercanda.


Ara tersenyum tipis, sebenarnya dia tegang tapi dia berusaha tetap terlihat tenang walaupun tetap kelihatan rasa tegang itu dari raut wajah cantiknya itu.


" Aku hanya takut tidak bisa menjalankan metode itu dengan baik dokter " Ujar Ara.


" Tidak perlu takut, kamu tidak perlu melakukan apa- apa di luar kemampuanmu, kamu hanya perlu melakukan hal - hal yang setiap hari kamu lakukan dengan Jo, perlakukan dia dengan baik, seperti yang kau lakukan sekarang ini. " Tutur dokter Ichida.


" Lalu ?" Ara mengernyit heran, apa semudah itu untuk menyembuhkan Jojo, sepertinya tidak perlu harus Ara yang melakukan hal tersebut, semua orang di sekitar Jo sudah memperlakukan Jo dengan baik tentunya, kecuali mungkin ada satu pamannya .


" Lalu, selebihnya adalah tugasku dengan menggunakan alat terapis yang ku datangkan dari Jepang itu. " dokter Ichida berkata dengan entengnya.


Ara menautkan kedua alisnya, ketakutannya selama ini terasa sangat berlebihan tatkala dia mendengar penuturan dari dokter Ichida mengenai metode penyembuhan Jojo.


" Apa segampang itu dokter ? jika memang hanya seperti itu, kenapa harus aku yang melakukannya, dan kenapa pula harus dengan cara menikahi Jojo ?" Ara semakin bingung dengan situasi yang di hadapi nya kini.


Dokter Ichida menepuk pundak Ara pelan, proses nya memang gampang Ara, tapi hasilnya tergantung dari kerja keras kamu nantinya.


" Aku tidak mengerti " ucap Ara polos, dia mengerjap bingung semakin tak paham maksud dokter Ichida.


" Baiklah, biar aku jelaskan dari awal bagaimana sakit Jo ini terjadi. " Dokter Ichida sejenak memberi jeda, dia mengambil sebuah map yang berisi riwayat kesehatan Jojo dan memasangkan kaca mata bulat pada matanya.


" Dari kecil Jo kurang mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tuanya, tentunya kamu juga sudah tahu dari cerita Ayura bukan? " Ara menggangguk menjawab pertanyaan itu.


" Dia di asuh oleh perawat yang mencintai daddy nya sendiri, mungkin sudah terbayangkan olehmu bagaimana cara dia mendidik Jo agar membenci mommy kandungnya sendiri tentunya." Dokter Ichida menjelaskan dengan perlahan, dan Ara kembali mengangguk kecil. Dokter Ichida tersenyum senang, jika Ara mulai mengerti.


" Sejak kecelakaan itu, Jo telah melakukan beberapa kali operasi syaraf, operasi terakhirnya bisa di katakan berhasil, tapi otak dan tubuh Jo seakan menolak dirinya untuk kembali usianya yang sekarang, dia seperti merasa nyaman dengan kasih sayang yang dia dapatkan saat dirinya kembali menjadi anak kecil, kasus ini memang terbilang langka, tapi apa salah nya jika kita mencoba berbagai cara, untuk itu kita perlu melakukan terapi ini, kamu ingat kejadian di hotel itu, saat kamu mengajak Jo ke pesta ulang tahun restoran tempat kerja mu ?" Dokter Ichida mengingatkan Ara akan kejadian pesta waktu itu. Ara sejenak berpikir.


" Aku ingat, tapi... bagaimana bisa dokter tahu kejadian itu ?"


" Aku sudah pernah mengatakan padamu kan Ara, bahwa semenjak Jo menghilang aku sudah menyuruh orang untuk mengawasi kalian setiap saat, dan hal itu aku ceritakan pada dokter Ichida " Tukas Ayura menyela obrolan keduanya.


Ara menoleh ke arah Ayura, kemudian beralih lagi ke arah dokter Ichida.


" Iya, aku ingat sekarang, lalu apa hubungannya dengan hal ini ? " tanya Ara kemudian.


" Kamu mampu membuat Jo tampil menjadi seorang Jo yang sebenarnya, walaupun otak nya masih menolak tapi tubuhnya mampu menerima itu, dan itu adalah hal yang bagus untuk perkembangan mental Jo. " Ujar dokter Ichida dengan raut wajah yang senang.


" Kalau seperti itu, kenapa harus dengan menikah juga ?" Tanya Ara, yang masih bingung perihal pernikahan dan hubungannya dengan pengobatan. Dokter Ichida tersenyum menyeringai.


" Bukankah itu bagian yang paling menyenangkan Ara ? " Mendengar itu Ara mengerjap lucu, membuat tawa dokter Ichida seketika pecah tatkala melihat wajah lucu Ara, membuat Ayura juga ikut tertawa kecil, dan Ara di buat bengong melihatnya.


" Menyenangkan bagaimana ? pernikahan itu bukan untuk main - main ? " Ara berdecak sebal, dirinya tak suka jika mereka seperti mentertawakan pernikahan itu sendiri.


" Tenanglah Ara, pernikahan ini bukan main - main, Ayura akan bertanggung jawab penuh terhadapmu, setelah Jo sembuh pernikahan kalian akan tetap berlanjut. " Tutur dokter Ichida dan di benarkan oleh Ayura.


Tapi Ara merasa tidak yakin dengan itu, yang dia harapkan saat ini hanya lah kesembuhan Jojo, jika suatu saat nanti Jojo sembuh dan tidak mengenalnya, Ara harus menerima konsekuensi tersebut.


" Apa kalian yakin Jojo akan mengenaliku saat dia sembuh nanti ?" Tanya Ara merasa tak yakin.


" Kita semua akan berusaha agar Jo, tetap meningat masa lalu nya yang akan kita bentuk dari sekarang, kita juga akan berusaha merubah kesan Jo menjadi orang yang penuh kasih sayang " Dokter Ichida mencoba meyakinkan Ara, walaupun Ara merasa ragu, tapi setidaknya dia merasa sedikit tenang, karena dia akan di kelilingi oleh orang - orang baik seperti Ayura dan dokter Ichida dalam proses penyembuhan Jojo.


" Besok kamu akan menikah dengan Jo, agar kalian bisa lebih dekat dan tinggal bersama, tapi ingat ! jangan dulu main ena - ena ya ! belum waktunya " dokter Ichida menggoda Ara sambil tertawa kecil, membuat wajah nya seketika bersemu merah.


" Aku tahu dokter, lagi pula otak Jojo juga masih seperti anak kecil, mana mungkin dia mengerti hal seperti itu ? " Ara merasa malu, bisa - bisa nya dokter Ichida berpikir ke arah sana.


" Eh... jangan salah, otaknya masih seperti anak kecil tapi seperti nya itu nya sudah besar, kalau kamu tidak percaya pegang saja nanti ! " dokter Ichida tak henti - henti nya menggoda Ara, membuat Ara semakin malu mendengarnya.


Ayura menggeleng kecil melihat kelakuan sahabatnya itu, dia merasa kasihan melihat Ara yang menjadi salah tingkah menahan malu.


" Sudahlah Ichi, kau terus saja menggodanya nanti dia malah tidak mau menikahi Jo. " Seru Ayura menghentikan candaan dokter Ichida.


" Aku hanya membuat nya yakin, jika dia tidak akan rugi jika menikah dengan Jo, kapan lagi mempunyai suami yang tampan, gagah, dan mempunyai postur tubuh yang atletis, kaya pula, benarkan Ara ?" Pertanyaan dokter Ichida seakan menusuk kedalam jantung Ara, membuat nya seakan berhenti berdetak, dokter Ichida benar, Jojo memang sosok suami idaman, jika dia bukan seorang idiot Ara tidak akan pernah masuk dalam kualifikasi calon istri buat Jojo.


" Ehm.... aku tidak tahu " Jawab Ara gugup, dia menelan salivanya dengan berat.


" Hahahahaha....., baiklah, baiklah, aku sudah puas melihat wajah tomat mu itu Ara." Dokter Ichida tertawa puas, dia memang orang yang suka bercanda.


" Kalian atur dulu lah pernikahannya, setelah itu perlakukan Jo sebaik mungkin, buat dia merasa puas dengan masa kecilnya. Aku akan pantau terus perkembangannya, jika Jo sudah siap, kita bisa lakukan terapis dengan alat itu, kita coba hilangkan memori Jo kecil yang dulu dan mengantinya dengan memori Jo kecil yang sekarang, kamu mengerti Ara ? " Imbuh Dokter Ichida, sambil memberikan sebuah buku panduan berisi hal apa saja yang harus Ara lakukan setelah mereka menikah.


Ara tersenyum -senyum sendiri saat membuka lembaran - lembaran panduan tersebut, dia tidak menemukan sesuatu hal yang selalu di sebutkan oleh dokter Ichida tadi.


" Kenapa kamu senyum - senyum ?" tanya dokter Ichida sambil mengernyitkan dahinya, merasa aneh dengan sikap Ara.


" Tidak apa - apa , aku hanya tidak menemukan hal yang ena - ena yang seperti kau katakan tadi dokter, berarti kau hanya bergurau saja tadi " Ara merasa senang, dia bisa membantu Jojo dengan melakukan tugas seorang istri di luar berhubungan badan.


" hehehe " Dokter Ichida tertawa menyeringai.


" Baca sampai habis ! kamu hanya membaca depannya saja, terapi Jo memerlukan beberapa tahap, tahap pertama seperti yang aku katakan tadi, dan yang kedua saat otaknya berada di usia mendekati pubertas, dan yang ketiga saat otaknya menuju kedewasaan, dan di situlah tugas ' plus - plus' mu akan di lakukan, jika ini berhasil Jo akan kembali seperti ke usianya yang sekarang. Bagaimana ? menyenangkan bukan ?" Dokter Ichida mencondongkan sedikit tubuhnya ke arah Ara, membuat Ara jadi bergidik ngeri, membayangkannya saja dia tak sanggup, apalagi melakukannya.


" Bagaimana kalau ternyata aku tak bisa melakukannya ?" Ara menajamkan tatapannya, seakan hal itu benar -benar sulit baginya.


" Aku akan membuat Jo yang melakukannya " Jawab dokter Ichida dengan entengnya.


Ara menautkan kedua alisnya, apa maksud Jojo yang akan melakukannya, apa dia akan berinisitif sendiri nantinya ? bagaimana bisa? apa yang harus aku lakukan ? padahal dari kemarin aku sudah yakin akan melakukan ini, kenapa sekarang aku gugup sekali. Berbagai pertanyaan bermunculan di pikiran Ara, membuat semangatnya sedikit menciut.


" Aku hanya bercanda Ara, aku yakin kalian akan melakukannya dengan kesadaran kalian sendiri, dan jika hal itu terjadi kau harus laporan kepadaku " . tutur dokter Ichida, mendengar itu, Ara seketika membulatkan matanya, bagaimana bisa hal tersebut di ceritakan pada orang lain, sungguh memalukan.


" Buat apa ? " Ara berucap dengan nada sedikit tinggi, membuat telinga dokter Ichida sedikit terganggu.


" Ish...nona ini, kita sedang melakukan pengobatan nona Ara, bukan sedang bulan madu, kau bisa melanjutkannya nanti jika Jo sudah benar - benar sembuh. " Dokter Ichida merasa sedikit kesal dengan kepolosan Ara.


" Jika kamu malu, katakanlah padaku Ara, apa kamu keberatan ?" Ayura menyela perdebatan dua orang di hadapannya itu, memegang tangan Ara dan memberinya kepercayaan penuh dengan tatapannya yang sangat berharap pertolongan Ara.


Ara mengangguk pelan, merasa tak tega melihat tatapan itu, tekad nya sudah bulat untuk menolong Jojo, apapun yang terjadi sebelumya Ayura sudah menjelaskan dan Ara sudah menerimanya waktu itu.


***


Maaf ya readers,, novel ini tidak bisa up setiap hari.. masih mengejar novel satunya dulu " DESTINY OF LOVE, NAYLA " .


kalau yang onoh udah Tamat, baru deh fokis yang inih, tapi jika vote nya banyak, bisa di pikirkan lagi deh 😆😆😆


Dukung terus author ya, kasih rating 5 star ya...dan tambah favorit author amy.