My Lovely Idiot Husband

My Lovely Idiot Husband
MEMBUAT CEMBURU



Ara kembali menarik nafas panjang, setelah rencananya yang kedua ternyata juga gagal, Ara harus kembali menelan pil pahit yang Jo berikan padanya, segala umpatan, sikap kasar yang selalu Ara terima dengan sabar. Ara mencoba mengulang kembali kenangan - kenangan manisnya bersama Jo dulu, tapi keangkuhan Jo membuatnya kembali gigit jari. Jo hanya memandang Ara sebelah mata, tak peduli Ara mau berbuat apa. Di matanya Ara hanya seorang wanita penggoda.


Ara merebahkan tubuhnya di ranjang, tatapannya tampak jauh menerawang menatap langit - langit kamar sambil memikirkan bagaimana caranya membuat Jo kembali mengingatnya. Sedangkan semua rekaman kemesraan yang menjadi bukti satu - satunya juga hilang entah kemana.


Ara mengerang frustasi, haruskah dia menyerah pada takdirnya kali ini ? Mungkin Jo memang bukan jodoh terbaiknya. Bisa saja Ara meninggalkan Jo, toh dirinya masih bisa mencari kebahagiaan di luar sana dengan uang yang di berika oleh Jo. Tapi sekarang masalahnya tak semudah itu, Ara sudah terikat dengan janjinya dan juga cintanya. Masih ada waktu untuk berjuang dan mempertahankan semuanya, walau tak terasa seminggu sudah berlalu setelah kesepakatan itu, Ara yakin masih punya kesempatan.


" Ah, aku tahu ? Kenapa aku tidak membuatnya cemburu. Bukannya dulu Jo seorang pencemburu akut ? Aku harus minta bantuan siapa ? Kak Danil ? Tidak, tidak, emosi kak Danil sangat tinggi, dia pasti akan terpancing emosinya jika melihat Jo bersikap kasar padaku. " Gumam Ara berbicara pada dirinya sendiri.


Ara kembali berpikir, dengan siapa dia harus membuat Jo cemburu. Kemudian dia teringat satu nama . " Samuel ." Ara melebarkan senyumnya, sepertinya laki - laki itu adalah orang yang tepat untuk membantunya membuat Jo cemburu. Berdasarkan cerita dari mommy Ayura walaupun Sam anak kandung Jacob tapi sikapnya sangat berbeda jauh dengan papanya itu. Sam adalah sosok yang sabar sama seperti ibu kandungnya. Dan waktu itu Jo pernah cemburu pada laki - laki itu.


" Bagaimana aku bisa menghubungi Sam ? Nomor teleponnya saja aku tidak punya. Eh, aku bisa minta bantuan mommy. Dia pasti mau membantuku untuk bicara pada Sam. " Pikir Ara dalam hati. Tak mau membuang waktu lama. Ara segera menghampiri mertuanya itu. Dan menceritakan maksud rencananya tersebut.


" Apa kamu yakin Jo akan cemburu ? " Tanya mommy Ayura merasa tak yakin, kini Ara sudah berada di dalam kamar mommy mertuanya.


" Aku juga tidak tahu mom, tapi apa mommy ingat dulu saat Sam berkunjung ke rumah ? Waktu itu Jo bersikap kasar pada Sam. Ternyata Jo bersikap seperti itu karena dia cemburu pada laki - laki itu mom. " Tutur Ara mengingatkan mommynya pada kejadian tempo lalu.


Mommy Ayura sejenak berpikir, mencoba mengingat kembali dan kemudian mengangguk tanda setuju. " Baiklah, mommy akan bantu kamu untuk bicara pada Sam. Semoga saja dia mau membantu kita. " Ucap mommy Ayura penuh harap.


Ara mengulas senyum, walaupun belum yakin rencananya kali ini akan berhasil. Tapi setidaknya dia sudah berusaha. Jadi harus tetap semangat menjalani semuanya.


***


Di sudut sebuah kafe di tengah kota, dua orang perempuan dan seorang pria tampak serius membicarakan sesuatu. Si pria tampak menganggukkan kepalanya seolah mengerti dengan apa yang di katakan perempuan yang duduk berhadapan dengan dirinya di meja bundar kafe tersebut.


" Jadi bagaimana Sam ? " Tanya perempuan yang berumur lebih tua darinya, tapi terlihat masih awet muda. Dialah mommy Ayura.


Perempuan yang satu lagi siapa lagi kalau bukan Ara, dia yang duduk di samping mommy Ayura juga menunggu jawaban Sam dengan tatapan penuh harap.


Sam menoleh ke arah Ara, mendengar cerita dari Ayura membuatnya jadi tahu jika Ara sangat mencintai suaminya. Ada sebuah perasaan kecewa terselip di hatinya. Tapi apa mau di kata, cinta mungkin tak selamanya harus bersama. Dalam masalah ini, sebenarnya Sam bisa saja mengambil kesempatan untuk mengambil hati Ara. Dan merebutnya dari Jo.


Tapi melihat tatapan penuh harapan dari Ara, Sam tak mau membuatnya kecewa. Mungkin dengan melihat Ara berbahagia bersama suaminya, Sam juga akan merasakan hal yang sama. Selama ini Sam sudah menyelidiki tentang identitas Ara, selain alasannya menikahi Jo yang baru dia ketahui sekarang dari mommy Ayura. Sam sudah mengetahui asal usul gadis itu sebelumnya. Mengenai Ara adalah seorang yatim piatu yang di usir oleh ibu tirinya sendiri, hingga harus kehilangan semua kemewahan yang dia miliki, hingga tinggal bersama bibi angkatnya dan bekerja sebagai pelayan di sebuah restoran Sam tahu semua itu.


Awalnya Sam hanya merasa iba dengan nasib Ara, tapi lama - lama rasa itu berubah menjadi perasaan kagum dan berlanjut menjadi rasa suka. Entah kenapa Sam menjadi senang jika bertemu dengan wanita itu. Makanya diam - diam Sam selalu memperhatikan Ara dari kejauhan. Sejak di usir oleh Jo waktu itu, Sam tak berani sering - sering berkunjung ke rumah Jo. Jadi dia hanya bisa melihat Ara dengan menunggunya di luar gerbang. Cukup melihat Ara saja dirinya sudah sangat senang. Sam tak berani mengartikan perasaannya dengan sebutan cinta. Dia juga takut merasa kecewa walau saat ini akhirnya dia merasakannya juga.


" Tanya apa ? " Sahut Ara dengan cepat.


" Jika nanti kak Jo tetap tidak menerimamu sebagai istrinya. Apa yang akan kau lakukan ? " Sam bertanya dengan wajah serius. Bahkan membuat Ara merasa canggung dengan tatapan Sam yang terlihat seperti polisi yang sedang menginterogasi seorang penjahat.


" Aku tidak tahu. " Jawab Ara singkat.


Sam mengernyit dahi, wanita ini tak punya siapa - siapa lagi. Satu - satunya bibi angkatnya kini sedang berbaring di rumah sakit. Bahkan hal itu juga di ketahui oleh Sam. Mata - mata yang dia sewa hanya mampu mengetahui kegiatan Ara selain di dalam rumah mewah Jo. Masih kalah dengan papanya yang bisa menyusupkan seorang mata - mata berkelas tinggi untuk merusak rencana penyembuhan Jo. Ayah dan anak itu suka sekali mencampuri urusan orang lain. Walau tujuannya berbeda, tetap saja keduanya mempunyai hobi yang sama anehnya.


" Mungkin dia bingung akan pergi kemana jika kak Jo membuangnya nanti. Baguslah, aku masih punya kesempatan untuk merebut hatinya jika nanti Ara menyerah. " Gumam Sam dalam hati, dia menarik kedua sudut bibirnya membuat senyum tipis di sana.


" Baiklah, aku setuju. Untuk membuat kak Jo cemburu berarti kita harus sering bertemu. Untuk itu aku akan membuatmu bekerja di perusahaanku. Mungkin menjadi asistenku. " Sam memberi saran.


" Tapi aku bukan lulusan perguruan tinggi, kuliahku saja putus di tengah jalan. " Sahut Ara memasang wajah muram, dia jadi ingat kembali masa lalunya yang kelam.


" Tidak apa, setidaknya kamu pernah kuliah bukan ? pasti mengerti sedikit masalah perkantoran. Aku bisa ajari nanti. "


" Kamu baik sekali. " Ara tersenyum dengan lebar, binar kebahagiaan terpancar di wajah cantiknya.


" Terima kasih Sam. Tante sangat berhutang budi padamu. Tapi tolong jangan beritahu papamu mengenai masalah ini. " Ujar mommy Ayura. Lalu sejenak terdiam saat dia ingat sesuatu. " Jika papamu bertanya dengan masalah pekerjaan Ara bagaimana Sam ? " Imbuh mommy Ayura merasa khawatir dengan perangai buruk adik iparnya itu.


" Tante tidak perlu khawatir, aku akan mencari alasan yang tidak akan membuat papa curiga pada Ara. " Balas Sam sambil menunjukkan senyum manisnya pada Ayura kemudian beralih lagi pada Ara yang terlihat semangat menjalankan rencana barunya itu.



***


Semoga kali ini sukses ya Ara. Buat Jo tersiksa dulu dengan perasaan yang selalu di sangkalnya itu ya...


Tetap dukung author dengan tinggakkan jejak dan kasih vote nya yang banyak ya readersku...makasih.