
Dua bulan berlalu dari hari kelahiran seorang bayi laki-laki yang diberi nama 'Juno Abercio Kingsley'. Bayi itu milik pasangan Jojo dan Ara yang kini teramat bahagia.
Ara begitu menikmati masa-masanya menjadi seorang ibu baru. Dengan dibantu oleh Iren dan juga Sarla, ia masih terus belajar untuk mengurus anaknya. Baby Jun kini sudah pandai merespon setiap orang yang mengajaknya berbicara. Bayi itu akan tersenyum dengan pipi yang gembul seperti bakpao.
"Gendut banget, sih, anak papi!" seru Jojo yang sedang mengajak anaknya berbicara. Walaupun *b*aby Jun hanya bisa tersenyum mendengar celotehan papinya, tetap saja Jojo merasa senang dibuatnya. Namun, manakala tiba-tiba anaknya menangis si papi malah jadi panik.
"Sayang .... Juno nangis," teriak Jojo memanggil istrinya yang tadi sempat pergi ke dapur hendak mengambilkan minuman untuk suaminya yang kehausan.
"Iya, aku datang," sahut Ara sambil membawa segelas air dan memberikannya pada Jojo.
"Juno lapar? Mimik dulu, ya!" Ara meraih bayi mungil itu dari box bayi. Lalu memberikan ASI untuk memenuhi kebutuhan sang bayi.
Jojo terdiam sambil memegang gelas yang masih berisi minuman di tangan. Matanya dengan jelas memperhatikan aksi anaknya yang kini menguasai bagian favoritnya.
"Sisain buat papi, Jun!" celetuk Jojo sambil menelan ludahnya yang terasa kering.
Ara mengernyitkan kening. Lalu menepiskan senyum miring. "Nggak boleh, ya! Sekarang ini jatahnya Juno. Kamu susu formula aja," kekehnya.
Jojo mencebikkan bibirnya, lalu meneguk air dari gelas yang ia pegang hingga habis. Melihat anaknya begitu rakus, ia pun jadi sangat haus.
Ara tersenyum geli melihat tingkah suaminya. Bisa-bisanya ia cemburu pada anaknya sendiri. Jangan sampai suatu saat nanti mereka bertengkar gara-gara berebut sang mami.
Suara bel pintu yang menandakan ada tamu mengalihkan perhatian mereka. Dengan langkah panjang Sarla segera menyongsong ke depan pintu. Dan memeriksa siapa yang datang bertamu.
Sarla tersenyum ramah pada tamu yang ternyata adalah orang tua dari majikannya—Ayura dan juga suaminya.Mereka sengaja datang untuk menemui cucu tercinta sekalian ingin mengabarkan sebuah berita bahagia.
"Mommy, Daddy?" Ara melepaskan bibir baby Jun yang sepertinya sudah kekenyangan. Karena bayi itu kini sudah terpejam. Lalu menyimpannya di box bayi untuk di tidurkan.
Ayura dan dokter Ichida berjalan menghampiri Ara dan Jojo yang sedang berada di ruang tengah. Melihat bayi gembul yang sudah tertidur mendadak wajah mereka jadi murung.
"Yah, Jun-nya udah tidur," seru Ayura begitu kecewa.
"Iya padahal aku ingin sekali mencubit pipinya," sahut dokter Ichida.
"Enak saja. Buat saja sana!" tukas Jojo tidak terima jika anaknya mendapat perlakuan kasar dari papa tirinya. Yang padahal dokter sipit itu tidak pernah menyakiti bayinya. Hanya sekadar gemas saja. Jojo saja yang begitu posesif pada bayinya itu.
Mendengar itu pandangan Ara dan Jojo seketika terpusat pada dokter Ichida. Mereka mengernyitkan kening hampir bersamaan, karena merasa yang dikatakan oleh dokter Ichida hanya sebuah candaan.
"Jangan bercanda!" seru Jojo tidak percaya. Kedua sudut bibirnya tertarik ke atas membentuk sebuah senyuman meledek di sana. Bukan tanpa alasan Jojo tidak percaya, karena memang umur mereka yang tidak lagi muda. Apa iya maminya bisa hamil juga?
"Kamu meragukan kesuburanku?" Dokter Ichida menegakkan tubuhnya, sedikit emosi tetapi tidak sampai menusuk hati. Karena memang ia sudah biasa dengan ledekan si anak tiri.
"Daddy-mu tidak bercanda, Jo. Mami memang sedang hamil." Pernyataan Ayura membuat Jojo seketika ternganga.
Dan Ara yang juga awalnya tidak percaya kini merasa bahagia. "Selamat ya, Mam!" serunya sambil memeluk mommy mertuanya.
"Yang benar saja. Masa cucumu lebih tua dari anakmu?" Jojo menepuk dahinya pelan. Diikuti oleh embusan napasnya yang terdengar kasar. Lelaki itu tidak percaya di usianya yang mendekati kepala tiga akan mempunyai adik juga. Apa kata dunia? Dan di sinilah akhir ceritanya.
End....
***
Eh..... Udah benar-benar End ya. Maaf ya jika kisah ini terlalu panjang dan katanya bertele-tele. Tapi memang seperti ini alur yang aku rencanakan.
Aku juga gak nyangka kisahnya bisa nyampe episode 155. Panjang juga, ya, ternyata. ☺☺. Nanti jika ada waktu luang aku sempetin buat kasih bonus chapter-nya, ya.... Atau kalau nggak nanti aku bikinin cerita tentang anak mereka. Ditunggu saja!
Terimakasih juga aku ucapkan buat para pembaca setia kisahku sampai akhir, ya. Semoga selalu berkesan di hati kalian. Dan juga yang sudah ngasih like dan juga vote-nya aku sangat berterimakasih.
Kita lanjut pada novel selanjutnya, ya kisah babang Danil sama Amel. Mohon maaf karena sempat terbengkalai. Aku juga bisanya update tiap hari satu aja. Tapi malah sok-sok-an udah bikin cerita baru. Dukungan kalian di sana juga aku tunggu, loh. Sampai jumpa di "My STUBBORN Boss." See you.... 🥰🥰🥰
Follow IG aku, ya, kali aja ada kabar terbaru di sana buat cerita baru aku nanti. IG : @amih_amy.