
Ara mondar - mondir di dalam kamar, setelah satu jam yang lalu dia kembali bersama mommy mertuanya dari rumah dokter Ichida. Dalam genggamannya kini ada sebuh botol obat surga dunia, begitulah sebutan dari dokter berkaca mata itu.
" Kamu sedang apa ? " Pertanyaan itu sontak membuat Ara terjingkat, Ara tidak sadar sejak kapan suaminya itu masuk kamar, padahal tadi Jojo sedang berada di ruang tengah bersama mommy nya.
" Eh,, aku...aku sedang olahraga. " Jawaban Ara lolos begitu saja. Sukses membuat dahi Jojo mengkerut tajam, pasalnya baju yang Ara pakai tak sesuai dengan kegiatan yang di katakannya itu, dengan memakai kemeja tangan panjang dan di padukan dengan rok span pendek di bawah lutut, entah jenis olah raga macam apa yang Ara lakukan.
" Memangnya kamu habis dari mana sama mommy ? pulang - pulang kok jadi gila kayak gini. " Celetuk Jojo sambil duduk di tepi ranjang, memperhatikan sikap Ara yang terlihat aneh.
" Kamu ngatain aku gila ? " Seru Ara merasa tak terima. Kini dia menyimpan kedua tangannya di atas pinggang sambil melototkan matanya.
" Kalau tidak gila, ngapain olah raga pakai baju kayak gini ? " Jojo menunjukkan jari nya pada baju yang Ara pakai.
Ara merengut lalu memperhatikan penampilannya, betul juga ternyata dia memang salah menjawab. Alasan olah raga memang tak masuk di akal untuk baju yang dia pakai, Ara jadi malu sendiri sambil mengengir kuda dia menurunkan tangannya kembali.
" Aku hanya bercanda, kenapa kamu malah menganggapku gila ? " Ujar Ara sambil duduk di tepi ranjang di samping suaminya .
" Aku juga cuma bercanda . " Balas Jojo dengan wajah cuek. Dia kemudian mengambil ponselnya yang tergeletak di atas meja di samping tempat tidurnya, lalu duduk bersila dan mulai memainkan permainan dalam benda pipih itu. Tanpa sengaja matanya melirik ke tangan Ara yang sedang menggenggam sebuah botol. Dia pun langsung menyautnya dari tangan Ara.
" Botol apa ini ? "
Ara begitu terkesiap saat botol itu di rebut dari tangannya tanpa aba - aba. Dan dia terlihat kelabakan apalagi saat Jojo hendak membukanya.
" Jangan di buka ! " Seru Ara dengan sedikit berteriak. Dia langsung merebut kembali botol itu tapi dengan cepat Jojo menarik tangannya ke belakang, menyembunyikan botol itu disana.
Ara jadi kesal, dia mendekatkan tubuhnya pada Jojo dan mencoba mengambil botol itu di belakang tubuh Jojo. " Kemarikan Jo ! itu hanya botol vitamin. " Pinta Ara sambil berusaha meraih tangan Jojo yang memegang botol itu. Posisi mereka kini sangat dekat dan saling berhadapan, Ara tak sadar jika dirinya seperti akan memeluk Jojo dari depan.
Deg....
Jojo terdiam, saat dia mencium aroma wangi dari rambut Ara, karena posisi Ara sedang berada di depan dadanya dengan sedikit membungkukkan tubuhnya untuk meraih botol itu. Jojo memejamkan matanya, menyesap keharuman yang menusuk indera penciumannya.
" Yes... Aku dapat. " Sorak Ara saat dia bisa mendapatkan botol di tangan Jojo karena Jojo jadi lengah karena mencium aroma tubuh Ara.
Saking senangnya Ara langsung menegakkan tubuhnya, dia tidak tahu kalau wajah suaminya berada tepat di atas rambutnya.
" Aww .... " Pekik Jojo yang merasa kesakitan, saat kepala Ara membentur dagunya yang runcing. Ara pun demikian, dia juga mengusap - usap kepalanya pelan, walau tak sesakit Jojo tapi rasanya juga lumayan.
" Maaf, aku tidak tahu wajah kamu ada di atas kepala aku. " Ucap Ara dengan memelas.
" Ck, bilang dong kalau mau tegak, aku kan bisa siap - siap. " Decak Jojo masih memegang dagunya yang terasa sakit.
Ara mengernyit heran, siap - siap apa ? memangnya dia lagi ngapain di atas kepalanya ? Lagian apa dia tidak sadar jika botolnya sudah Ara rebut.
" Kan botolnya sudah aku ambil, makanya aku tegak kembali. Memangnya kamu tidak sadar ? "
Jojo terhenyak, lalu menarik kedua tangannya ke depan, botolnya sudah tidak ada dan berpindah ke tangan Ara.
Jojo melengos, mencoba menyembunyikan wajahnya yang menahan malu. Tapi Ara terlebih dahulu melihat pipi Jojo yang berubah merah.
" Wajahmu merah ? kamu malu ya ? " Goda Ara sambil mencolek dagu Jojo yang tadi terbentur kepalanya.
Jojo menepis tangan Ara, " Di bilangin sakit ! " Decak nya dengan kesal.
Ara menyembunyikan botol obat itu di saku kemeja yang dia pakai, membuat tonjolan di depannya semakin maju ke depan. Ara tak sadar jika satu kancing bajunya sudah terlepas karena aksi rebutannya tadi. Membuat wajah Jojo semakin merah padam. Matanya sesekali melirik belahan dua buah benda sintal yang meronta ingin keluar.
" Gemes deh lihat kamu kayak gini ! " Seru Ara sambil mencondongkan sedikit tubuhnya pada Jojo.
Deg...
Jantung Jojo semakin berdetak tak karuan. Mau apa sebenarnya istrinya itu, Jojo tak tahan jika terus menerus di hadapkan dalam kondisi seperti sekarang ini. Selama ini Jojo menghindar bukan karena tidak mau, tapi dia hanya takut Ara belum siap melakukannya karena Jojo belum sembuh benar.
Jojo pernah berkata pada dirinya sendiri jika dirinya belum ingat semuanya dia tidak akan menyentuh Ara dan melakukan hal yang seharusnya suami istri lakukan. Jojo tidak tahu jika ternyata kesembuhannya itu harus melakukan hubungan itu dulu. Semuanya jadi saling salah paham, harusnya Ara mengatakan pada Jojo metode kesembuhannya seperti apa, agar diantara mereka tidak saling menahan satu sama lain.
" Jangan kayak gini ! " Jojo sedikit mendorong tubuh Ara agar menjauh darinya. Ara mengernyit ketika suaminya mulai lagi untuk berkelit.
" Kenapa ? " tanya Ara sambil mengangkat sebelah alisnya.
Jojo terdiam sejenak, mencoba mengatur nafasnya yang naik turun tak beraturan. "Aku... aku mau ke kamar mandi, awas ! " Jojo menurunkan kedua kakinya ke lantai dan beranjak berdiri, kemudian melangkahkan kakinya menuju kamar mandi meninggalkan Ara yang masih termangu di tempat tidur.
Tapi sesampainya Jojo di pintu kamar mandi, tubuh Jojo kembali berbalik menghadap ke arah Ara.
" Ara.. ! " Panggilnya kemudian.
Ara yang sedang melamun sendirian sedikit terjingkat dan menoleh ke arah Jojo.
" Apa ? "
Jojo malah diam, rasanya kata - katanya hilang saat dia melihat dada Ara yang masih terpampang.
" Ehm.... itu.. " jawab Jojo terbata - bata sambil jari telunjuknya terlihat naik turun ke arah Ara.
" Itu apa ? " Ara semakin kebingungan di buatnya, Ara merasa tak sabar lalu beranjak berdiri hendak melangkah ke arah Jojo, tapi baru satu langkah Ara maju ke depan. Teriakan Jojo membuatnya kembali terhenti.
" Jangan kesini ! "
Ara mendengkus, merasa kesal dengan sikap suaminya itu, maunya apa dia ?
" Katakan yang jelas Jojo ! kamu mau bicara apa ? " Ara kembali bertanya dengan nada yang sedikit tinggi sambil menyimpan kedua tangannya di atas pinggang bahkan dadanya kini lebih membusung ke depan. Gayanya kini seperti menantang.
Jojo memejamkan mata lalu berbalik dengan cepat seraya membuka pintu kamar mandi dia berkata. " KANCING BAJUMU TERBUKA ARA..."
Ara tersentak kaget, dengan perlahan matanya menuju ke bagian dada nya. Tarikan nafasnya seketika tersendat dengan mata yang terbelalak. Lalu menutup belahan dadanya itu dengan kedua telapak tangannya.
" Jojo....Kenapa gak bilang dari tadi ! " Ara berteriak tapi Jojo hanya bisa mendengarnya dalam kamar mandi. Sambil memegang dadanya yang berdetak lebih kencang dan menenangkan si junior yang dari tadi berontak ingin keluar.
***
Jangan dulu tanya malam pertamanya kapan ya readers, authornya lagi nunggu momment yang pas, nikmatin dulu aja deh kemesraan Ara dan Jojo, walaupun keduanya masih malu - malu, anggap saja mereka lagi pacaran dulu...hehehe.
Jangan lupa LIKE, COMMENT, SHARE DAN VOTE YANG BANYAK YA.. MAKASIH.