My Lovely Idiot Husband

My Lovely Idiot Husband
MANTAN PACAR



Tak memakan waktu lama, mobil yang di kendarai oleh Danil tiba di restoran miliknya, lalu ikuti oleh mobil Jo dan juga Ara. Mereka pun memarkirkan mobilnya di tempat parkiran pengunjung disana.


Danil berjalan di depan Ara dan juga Jo, Ara menyapukan matanya ke sekeliling gedung restoran yang luas itu untuk mencari sosok sahabat yang sangat dia rindukan. Lalu tersenyum senang, saat menangkap sosok itu sedang berada di salah satu meja pelanggan.


Untuk menjaga ketenangan para pelanggan lain. Ara memutuskan untuk menunggu sahabatnya itu di ruang khusus yang di sediakan oleh restoran itu, Danil sengaja mengajak Ara ke tempat itu, karena dia menganggap Ara adalah tamu istimewanya.


" Aku mau ke toilet dulu, sekalian panggilkan Amel kesini. Tunggulah! " Ucap Danil seraya mempersilahkan kedua tamunya untuk duduk di ruang private itu.


Jo memperhatikan sekeliling tempat, raut wajahnya nampak terlihat seperti tidak suka, dia semakin curiga ada hubungan apa antara lelaki itu dengan istrinya.


" Kenapa kamu diam saja? " Tanya Ara pada Jo yang selalu memasang wajah datar.


Jo menoleh dan menatap Ara dengan tatapan dingin, " Aku tidak nyaman disini. " Jawabnya apa adanya.


" Sebentar saja, aku hanya ingin bertemu dengan Amel, apa kau tidak rindu juga padanya ? " Pinta Ara dengan penuh harap, Ara juga belum tahu jika Jo ternyata melupakan sahabatnya itu.


" Siapa Amel? " Tanya Jo dengan sinis.


Ara mengernyitkan dahi, bukannya dulu Jo pernah akrab dengan sahabatnya itu, Ara menghela nafas pelan, ia baru sadar sepertinya Jo juga sudah melupakan Amel seperti Jo yang sudah melupakan cintanya pada Ara.


" Dia sahabatku. " Jawab Ara lirih. Belum sempat Jo menanggapi suara teriakan histeris membuat keduanya terlonjak kaget, menoleh ke arah orang yang berteriak yang berlari menghamburkan tubuhnya memeluk tubuh Ara.


" Aku kangen banget sama kamu Ara, kenapa baru kesini? " Seru orang itu dengan hebohnya, dialah Amel sahabat Ara yang terkenal bawel.


" Aku juga kangen sama kamu. " Balas Ara dengan pelukan hangatnya.


" Ahem.... " Suara deheman Jo membuat keduanya melepaskan pelukan mereka, entah kenapa auranya terasa berubah jadi dingin dan mencekam.


" Ehm.... Jojo apa kabar? " Tanya Amel begitu canggung, waktu itu Ara pernah sekali berkunjung dan menceritakan perihal sikap Jo yang sudah berubah menjadi lebih dewasa. Tapi untuk keadaan Jo yang sekarang yang begitu angkuh dan melupakan Ara, Amel belum tahu tentang itu.


" Jangan sok kenal! " Seru Jo dengan begitu ketus. Ia memalingkan wajahnya ke arah lain, membuat Amel sontak membelalakkan matanya lebar merasa tak percaya dengan sikap angkuh Jo sekarang ini. Gadis yang bersifat sedikit bar-bar ini sudah bersiap-siap ingin mengumpat Jo habis - habisan, terlihat dari nafasnya yang menggebu dan mulutnya bersungut-sungut kesal. Ara menepuk keningnya pelan, bisa gak sih lelaki ini bersikap pura-pura baik di hadapan orang lain. Setidaknya di hadapan teman-teman Ara saja.


Ara merangkul tangan Amel dengan cepat dan menggagalkan niatnya itu, Ara memberikan kode kedipan mata yang cukup untuk membuat Amel seketika menahan amarahnya. Baiklah, sepertinya Amel butuh penjelasan dari Ara selanjutnya.


" Kamu mau pesan sesuatu, kata si bos hari ini kamu bebas memesan makanan apapun disini. Dan itu semua gratis. " Ucap Amel menawarkan.


" Benarkah? " Tanya Ara begitu antusias.


Kedua wanita itupun sejenak beradu pandang, Amel jadi semakin bingung dengan sikap Jo sekarang. Dirinya jadi semakin tidak sabar untuk mendengarkan penjelasan Ara tentang suaminya itu. " Ikut aku! " Amel berucap tanpa suara pada Ara. Dan mendapat anggukkan kepala sebagai jawaban dari wanita itu. Lalu beralih kembali ke arah suaminya.


" Baiklah, tapi aku mau bicara sebentar dengan Amel, apa kau bisa menungguku di sini sebentar lagi ? " Ara mengangkat kedua alisnya tinggi- tinggi. Berharap suaminya untuk bersabar sekali lagi.


Entah kenapa hari ini Jo tak bisa menolak permintaan Ara, apalagi saat melihat mata Ara yang begitu teduh ketika memelas padanya. " Ck, cepatlah! Perempuan memang menyusahkan. " Decak Jo dengan kesal.


Setelah mendapat persetujuan dari Jo, Ara dengan cepat menarik tangan Amel keluar dari ruangan itu. Mereka berbicara di ruang ganti para karyawan, Ara menceritakan semuanya yang terjadi pada Jo setelah terapi nya yang terakhir dan keadaan Jo sekarang yang butuh perawatan lanjutan, jadi Ara berharap Amel mau memaafkan dengan sikap Jo yang masih sangat kasar. Amel akhirnya mengerti dan merasa iba dengan nasib sahabatnya itu. Sampai kapan Ara harus merawat laki-laki kasar itu.


Amel akan mendukung apapun yang menjadi keputusan Ara, tapi jika Jo membuat hati Ara terluka, Amel pasti akan memaksa Ara untuk segera meninggalkan Jo secepatnya. Ara juga berhak bahagia, tidak selalu terus-menerus mengurus orang idiot macam Jo itu. Karena menurut Amel sikap Jo sekarang lebih idiot dari pada Jo yang dia kenal dulu.


***


Selepas dari toilet Danil menghampiri tempat Ara tadi, Danil mengernyitkan dahi saat menemukan Jo sedang duduk sendirian di dalam sana. Kemana Ara dan juga Amel? Pikir Danil tapi dia tetap melanjutkan langkahnya mendekati Jo.


" Kemana Ara dan Amel? " Tanya Danil tiba-tiba, yang membuat Jo menoleh dengan cepat ke arahnya.


" Aku tidak tahu. " Jawab Jo seadanya. Laki-laki itu menatap Danil dengan tatapan tak ramah.


Danil hanya mengedikkan bahu lalu duduk di kursi kosong yang dia tarik di hadapan Jo.


" Apa aku mengenalmu? " Pertanyaan itu lolos dari mulut Jo yang merasa penasaran dengan sosok Danil, wajahnya begitu familiar di mata Jo, tapi sayangnya ingatannya terhadap laki-laki itu sangatlah sedikit.


Mendengar itu Danil malah tersenyum remeh, ternyata benar dugaannya tadi, Jo memang sudah melupakan Danil. Dan hal itu membuat Danil punya ide bagus untuk kembali menguji perasaan Jo terhadap Ara.


" Perkenalkan namaku Danil, aku adalah mantan pacar dari istrimu Ara " Danil menyodorkan tangannya ke hadapan Jo untuk mengajaknya berkenalan, tapi alih-alih mendapatkan balasan Jo malah menatap Danil dengan tatapan murka, yang benar saja, jadi Ara dari tadi bersikap mesra dengan mantan pacarnya. Tentu saja Jo merasa di tipu oleh istrinya sendiri.


Jo beranjak berdiri sambil menggebrak meja dengan keras. Tanpa mau menunggu istrinya datang Jo langsung pergi meninggalkan ruangan itu, tapi langkahnya sejenak tertahan saat mendapati Ara kembali masuk ke ruangan itu bersama Amel. Membidik Ara dengan tatapan sinis, kemudian melanjutkan kembali langkahnya tanpa kata. Danil hanya diam saja, menurunkan kembali tangannya yang tak mendapat balasan jabatan tangan dari perkenalannya tadi.


Ara jadi heran dengan sikap suaminya lagi, ada apa ini? Ara menoleh ke arah Danil mencari jawaban atas kebingungan nya tapi pria itu hanya mengangkat kedua bahunya tanda tak tahu apa-apa.


Akhirnya Ara memilih untuk mengejar suaminya, dan terburu-buru pamit pada dua sahabatnya itu. Ara berlari mengejar Jo yang dia yakini akan pergi menuju mobilnya.


***


Jangan lupa like dan komentarnya ya, vote nya juga dong 😊😊😊