
Ayura mengajak anak dan menantunya duduk di sofa yang berada di ruangan kerjanya, sementara Sam dia harus kembali ke ruangannya untuk bekerja. Lebih tepatnya dia terpaksa pergi karena di perintah oleh Jojo, karena Jojo merasa risih melihat tatapan Sam yang selalu tertuju pada Ara istrinya.
Sam mendengus pelan, dengan berat hati dia meninggalkan sosok gadis yang mampu mengetarkan hatinya itu. Ya, Sam terpesona dengan kecantikan Ara, raut wajahnya yang selalu terlihat muram membuatnya yakin jika Ara tidak bahagia menikah dengan Jojo.
" Jo, sebaiknya kamu pulang ! tidak baik kamu berlama - lama di sini. Bukankah kata Ara kamu sering sakit kepala sekarang ? " Seru mommy Ayura sangat khawatir dengan keadaan Jojo.
" Aku tidak mau mom ! aku kesini untuk mencoba mengingat masa laluku kembali. " Sahut Jojo.
Mommy Ayura menghela nafas kasar, anaknya memang keras kepala. Dia melirik ke arah memberi kode sebuah kedipan mata berharap agar Ara membantunya berbicara pada Jojo. Sebenarnya Ara mengerti maksud mertuanya itu, tapi kalau Ara bisa membujuk Jojo mungkin sekarang mereka tidak akan berada di kantor mommy Ayura. Jojo terlalu keras kepala.
Walaupun begitu Ara tak ingin membuat mertuanya kecewa. Dia akan mencoba lagi membuat suaminya itu bersedia pulang ke rumahnya. Tiba - tiba sebuah ide gila muncul di benak Ara.
" Jojo, aku mau pulang ! " Rengek Ara memelaskan wajahnya sambil tangannya menggelayut manja di tangan Jojo. Ara kembali melancarkan rayuannya.
Jojo mengernyit dahi, sejak kapan istrinya itu berubah menjadi manja. Mendapat sentuhan manja dari Ara, entah kenapa jantungnya berirama tak beraturan, ada rasa yang mengelitik hatinya apalagi saat menatap bibir Ara yang mengerucut membuat Jojo berusaha menelan ludahnya dengan susah payah.
" Huh.." Jojo mendesah pelan, mencoba menepis rasa yang aneh yang ada dalam hatinya itu. Tapi untuk menolak permintaan istrinya tetap dirinya tidak bisa.
" Aku menyesal mengajakmu kemari . " Seru Jojo pura - pura merajuk pada Ara.
Bukannya marah, Ara malah tertawa. " Dari awal kan aku tak mau di ajak olehmu ke sini. " Sahut nya sambil tersenyum lebar.
Ck, Jojo berdebar lagi, melihat senyuman itu terlalu dekat dengan wajahnya. Ya, Ara tak mau melepas rangkulannya pada tangan Jojo, dia malah mendongakkan wajahnya lebih dekat dengan wajah Jojo hingga nafas Ara berhembus lembut di leher Jojo, seperti aliran listrik yang menyengat di tubuh Jojo, membuat bulu halusnya bergidik ngeri dan nafasnya naik turun dalam berkali - kali.
" Lepasin ah, risih aku ! " seru Jojo sambil menepis tangan Ara dengan lembut. " Gak malu kamu sama mommy ? " imbuhnya sambil melirik ke arah mommy Ayura.
Ayura hanya menahan tawa, tak di sangka menantunya pandai merayu juga. " Tak apa - apa, kalian kan suami istri. Wajar saja Ara seperti itu. " Sahut mommy Ayura. Ara sejenak menahan nafasnya, matanya terpejam beberapa detik, mendengar mommy Ayura berbicara seperti itu, harga dirinya seakan hilang kemana. Ara sebenarnya tak ingin melakukan itu, tapi hanya itu ide yang muncul di kepala Ara saat ini.
Ah, Ara tak peduli semuanya sudah terjadi dan dia tinggal melanjutkannya lagi. Jojo mungkin tak akan merasakan apa - apa dengan sikapnya itu, Ara tak tahu jika Jojo sudah mempunyai nafsu seorang lelaki dewasa yang kapan saja bisa meminta haknya sebagai seorang suami sahnya.
" Ayolah..! aku mau pulang. " Ara seperti tak punya rasa malu, dia sengaja memutuskan urat malunya dulu, agar suaminya bersedia kembali ke rumahnya. Ara semakin mengeratkan rangkulannya, kini tubuhnya malah semakin di dekatkan dengan tubuh Jojo sehingga tangan Jojo bersentuhan dengan gundukan sintal di depan tubuh Ara.
Jojo semakin kelabakan, matanya tertuju pada tangannya yang di pegang Ara atau mungkin pada bagian tubuh Ara yang menempel padanya. Hanya Jojo yang bisa menjawabnya.
" Jangan sayang, kamu di rumah saja. Kata dokter Ichida kamu tidak perlu memaksakan ingatan masa lalumu. Kedatanganmu kesini hanya akan menyakitimu saja. " Tolak mommy Ayura.
Jojo menajamkan kedua alisnya. " Bagaimana Jo bisa mengingat semuanya jika Jo tak berusaha mengingatnya Mom ? " Tanya Jojo merasa heran dengan spekulasi dokter Ichida yang di katakan oleh mommynya itu.
" Ara yang akan membantumu . " Celetuk mommy Ayura sambil matanya memberikan kode genit berupa kerlingan mata pada Ara.
Ara tercekat, rangkulannya lepas seketika. Dia mengerti apa yang di maksud dengan kata ' Membantu ' itu. Ara tersenyum pelik, bisa gak sih tak perlu membahasnya sekarang. Dirinya sungguh belum siap.
Melihat Ara melepas tangannya begitu saja, membuat Jojo mendengus kesal, tiba - tiba rasa nyamannya hilang begitu saja. Mendapatkan perlakuan manja dari Ara membuat hati Jojo menjadi berbunga - bunga.
" Kenapa di lepas ? " Pertanyaan itu lolos begitu saja dari mulut Jojo.
" Katanya tadi mau di lepas ! " Sahut Ara merasa serba salah. Ayura tak bisa menahan tawa lagi, walau hanya tertawa kecil tapi mampu membuat perhatian Jojo beralih padanya dengan tatapan tak suka.
" Kenapa mommy ketawa ? apanya yang lucu ? " Ketus Jojo pada sang mommy.
Mommy Ayura menutup mulutnya dengan telapak tangan, " Maaf Jo, mommy lucu aja lihat sikap posesif kamu sama istrimu. " Celoteh mommy Ayura sambil menahan tawa. Sebenarnya mommy Ayura sudah melihat itu sejak adanya Sam di ruangan itu, beberapa kali Ayura melihat raut wajah Jojo yang berubah masam dengan sikap Sam yang sok kenal dengan Ara.
Blusing, pipi Ara seakan tertiup angin panas, dan dirinya yakin kini wajahnya sudah seperti udang rebus yang kemerahan. Posesif ? apa itu artinya Jojo merasa Ara adalah miliknya. Tapi bagian mana sikap Jojo yang bisa di sebut posesif, bahkan Ara tak merasakan hal itu. Dia mencoba menenangkan hatinya, tak ingin terbuai dengan ucapan konyol sang mertua yang mungkin hanya ingin mencoba mencairkan suasana.
Jojo tak menanggapi celotehan mommynya itu, dia hanya diam sambil matanya mencuri pandang pada Ara. Dirinya tak yakin dengan ucapan mommy nya, tapi rasa hangat dari sentuhan Ara membuatnya selalu ingin berdekatan dengan istrinya tersebut.
Ah, Ara bersiaplah menjadi istri Jojo yang sesungguhnya, siapa suruh membuat hasrat laki - laki itu jadi tumbuh begitu saja, mengalir tanpa aba - aba.
***
Mohon dukungannya selalu, LIKE , COMMENT, FAVORITE , SHARE DAN VOTE PAKE POINNYA YA... makasih 😉
Happy reading. 😆😆