My Lovely Idiot Husband

My Lovely Idiot Husband
Pengobatan Unik



Keesokan hari nya, Ayura pergi menemui Ara seorang diri, dia tidak mengajak Jojo kali ini, karena Ayura akan mengajak Ara menemui dokter Ichida.


Tok.....tok.....tok.


Suara ketukan pintu dari luar rumah Iren, memaksa Ara berlari kecil untuk segera membuka nya, Ara tersenyum saat dia sudah membuka pintu, ternyata yang datang memang tamu yang di tunggunya dari tadi, nyonya Ayura.


" Mari masuk nyonya !" Ajak Ara mempersilahkan tamu nya masuk, kemudian mempersilahkan duduk juga.


" Apa anda mau minum dulu ?" Ara menawarkan air setelah Ayura duduk di kursi tamu.


" Tidak usah Ara, kamu bersiap lah, kita langsung pergi sekarang."


" Baiklah " Ara melangkahkah kakinya menuju kamar nya untuk bersiap dan mengambil tas kecil miliknya. Kemudian segera kembali ke tempat Ayura.


" Ayo nyonya ! " ajak Ara setelah selesai bersiap.


Ayura yang sedang duduk sambil fokus dengan layar ponsel di tangannya pun mendongak pada Ara, kemudian beranjak berdiri dari duduknya. " Ayo..." Sambut nya " Eh...dari tadi aku tak melihat bibi mu, kemana dia ? " Imbuh Ayura, yang baru sadar kalau di rumah itu hanya ada Ara saja.


" Owh, bibi sedang mengantarkan cucian milik tetangga, tapi aku sudah mengatakan padanya kalau nyonya mau datang dan mengajakku untuk pergi. " Jawab Ara.


Ayura mengangguk tanda mengerti kemudian melangkah kan kaki nya mengajak Ara untuk keluar rumah dan menaiki mobil miliknya.


Didalam mobil Ara hanya diam saja, dia merasa takut bertemu dengan dokter Ichida, dia takut jika dia tidak bisa melakukan apa yang akan di instruksikan oleh dokter syaraf Jojo tersebut.


Ayura yang duduk di samping Ara merasakan kegugupan Ara, dengan melihat wajahnya yang terlihat memucat. " Tenang lah Ara, Dokter Ichida adalah temanku, dia orangnya sangat baik dan supel, kamu jangan gugup seperti itu ya.." Ayura memegang tangan Ara dengan lembut sambil tersenyum seperti menyalurkan kekuatan kepadanya.


Ara menoleh kemudian tersenyum tipis "Iya.. nyonya " Ucapnya lebih tenang.


" Owh...iya, kamu sudah mengajukan surat pengunduran diri pada tempat bekerja mu Ara? hari ini kamu juga tidak masuk kerja kan ? " tanya Ayura, karena Ayura menyuruh Ara untuk berhenti bekerja agar dia fokus mengurus Jojo.


" Sudah Nyonya, semalam aku memberikannya langsung pada pemilik restoran tempat ku bekerja " Jawab Ara.


Ayura mengernyit, dia heran karena sepengetahuannya kemarin dia tidak masuk bekerja karena harus mengantar Jojo pulang, lalu kenapa semalam dia sudah bertemu dengan bos nya lagi. " Bukannya kemarin kamu juga tidak bekerja, apa kamu langsung mengunjungi rumah bos mu ?"


Ara menggeleng " Tidak nyonya, dia sendiri yang berkunjung ke rumah ku "


" berkunjung ? seperti nya kamu dekat sekali dengan bos mu itu, aku dengar - dengar dia adalah laki- laki yang masih muda dan tampan, apa kalian pacaran ?" Ayura memasang wajah datar, sedikit kecewa mendengar Ara punya hubungan dekat dengan laki- laki lain.


Ara menghadapkan tubuhnya pada Ayura, dan menggengam tangan Ayura dengan erat " Itu sama sekali tidak benar nyonya, bos ku memang pernah punya perasaan khusus padaku, tapi aku hanya menganggapnya seperti kakakku sendiri, jika aku sudah punya pacar mana mungkin aku bersedia menikah dengan Jojo. " Ujar Ara dengan penuh keyakinan.


Ayura tersenyum senang,dia melihat kejujuran di mata gadis polos yang sedang duduk di sampingnya tersebut. " Aku percaya padamu Ara, aku tidak heran jika banyak laki- laki hebat yang mencintai dirimu, kamu gadis yang baik dan juga cantik, beruntung sekali jika Jo bisa menikah denganmu. " Ayura sangat senang bisa bertemu dengan Ara, gadis yang tepat untuk menjadi menantunya.


Ara merasa tersanjung mendapatkan pujian dari calon mertua nya tersebut, Ara sedikit tersipu, lalu menarik kedua sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman manis di sana "Terima kasih nyonya " Ucap nya kemudian.


Di depan rumah itu, terlihat seorang pria yang sedang berdiri seperti menunggu seseorang, dia memakai baju ala dokter pada umumnya, dengan memakai kaca mata yang membalut matanya yang sedikit sipit, dia tersenyum dengan sangat ramah menyambut kedatangan Ayura dan Ara.


" Kamu sengaja menyambut kami ? " ( dalam bahasa Jepang )


" Tentu saja temanku, aku sengaja pulang lebih awal dari rumah sakit, saat kau memberi pesan padaku jika akan berkunjung ke rumah ku ini, apa dia gadis itu ? " Jawab dokter Ichida, dan bertanya sambil menunjuk pada Ara, juga memakai bahasa negaranya.


Ara hanya terdiam mendengarkan percakapan kedua orang di depannya, dia tak mengerti apa yang sedang mereka bicarakan, dan menanggapi dengan senyuman saat dokter Ichida menunjuk dirinya.


Ayura beralih pada Ara, " Ara , ini dokter Ichida, dia yang akan menjelaskan tentang penyakit Jo." Ayura memperkenal kan Ara kepada dokter pirbadi sekaligus temannya itu.


Ara mendekatkan kepalanya pada telinga Ayura " Nyonya , aku tidak bisa bahasa Jepang " Bisiknya pelan, tapi masih terdengar oleh dokter asal Jepang tersebut.


" Tenang saja nona muda, saya juga mengerti bahasa mu ! " Tukas dokter Ichida dengan gaya bahasa nya yang sedikit kaku tapi masih bisa di mengerti, seraya tersenyum ramah pada Ara.


Ara terkesiap, dia sangat malu karena dokter itu ternyata mendengar ucapannya pada Ayura, dan sedikit merasa lega jika dia tidak perlu repot- repot untuk menyuruh Ayura menterjemahkan bahasa mereka.


" Baguslah kalau begitu " Ara tersenyum kikuk, merasa canggung dengan orang yang baru di temuinya itu.


" Ayo masuk ! " Ajak dokter Ichida.


Setelah mereka masuk ke dalam rumah, dokter Ichida pun menyuruh mereka duduk santai di ruang tamu, dan menyuruh asistennya untuk menyiapkan beberapa minuman dan makanan ringan untuk camilan.


" Kita ngobrol santai saja !" Seru dokter Ichida, membuat Ara tak begitu merasa takut lagi berhadapan dengan dokter tersebut.


" Owh..iya Ichida, apa kau sudah menyiapkan alat terapi itu untuk di bawa ke rumah ku ? " tanya Ayura pada dokter Ichida.


" Tenang saja ! sudah ku persiapkan, besok aku akan memasang alat itu di rumah mu. " jawab dokter ichida.


" Apa pengobatannya tidak di lakukan di rumah sakit ?" Ara menyela percakapan Ayura dan dokter Ichida.


Ayura menggeleng " Tidak Ara, teknik penyembuhan Jo terbilang unik, dan kasus seperti Jo ini, sangat jarang di temui, rumah sakit terlalu riskan untuk melakukan penyembuhan Jo. Dokter Ichida sudah merancang semua teknik ini matang- matang, dan lebih optimal jika di lakukan di rumah saja. " Tutur Ayura.


Ara tampak mengerti dengan mengganggukkan kepalanya pelan.


" Baiklah , Nona Ara kita mulai membahas teknik yang akan kau lakukan untuk membantu kami menyembuhkan Jo, apa kamu siap ?" Dokter Ichida berbicara dengan nada santai, membuat Ara juga berusaha santai mendengarkannya dan menganggukkan kepalanya lagi tanda dia setuju untuk mulai membahas hal itu.


***


Jangan lupa like, komentar dan vote nya ya...