
Hari berikutnya Jo kembali bekerja ke perusahaan. David begitu senang melihat bosnya ternyata kembali lebih cepat dari perkiraan. Tanpa ingin tahu alasannya kenapa, yang pasti pria yang sudah beristri itu merasa lega karena pekerjaannya kembali seperti biasa.
"David, hari ini kita akan berkunjung ke perusahaan cabang milik Sam. Apa ada jadwal kosong? Aku ingin memberi selamat atas penjualan inovasi barunya Sam yang belum lama di cetuskan. Bisnis retail kita mengalami keuntungan yang signifikan setelah produk itu di luncurkan." Seru Jo di ruang kerjanya. Mereka baru kembali dari rapat bulanan bersama para pemegang saham.
"Baik tuan. Kebetulan setelah jam makan siang tidak ada jadwal pertemuan." Jawab David setelah memeriksa jadwal pekerjaan bosnya tersebut. Jo menganggukkan kepalanya sebagai tanggapan lalu kembali memeriksa berkas yang menumpuk di meja kerjanya.
"Oia... Bukankah kamu mau liburan David?" Tanya Jo tanpa melihat ke arah asistennya itu.
David merasa senang, dia seperti mendapatkan angin segar saat mendengar penawaran dari bosnya itu. "Apa boleh tuan?" Tanya David begitu antusias.
"Tidak boleh, liburanku kemarin gagal. Kau juga tidak boleh liburan sekarang. Nanti saja." Tegas Jo.
Dan saat itu juga wajah David langsung berubah suram, untuk apa bosnya itu membahas liburan jika ujung-ujungnya tidak mengizinkan. "Menyebalkan." David menggerutu pelan.
"Kau bilang apa?" Jo mendongakkan pandangan dari berkas yang ia periksa, dengar samar ia mendengar jika asistennya itu sedang merutuki nya.
David menggelengkan kepalanya cepat. "Tidak tuan, saya tidak bilang apa-apa. Kalau tidak ada lagi yang harus saya lakukan, boleh saya keluar?" David berkata dengan terburu-buru. Dia sangat hapal dengan watak bosnya itu. Mungkin sebentar lagi bosnya yang akan menggerutu.
Jo mengernyitkan dahi, merasa curiga dengan kegugupan asistennya tersebut. "Kau merasa kesal karena tidak boleh liburan?" Tanya Jo tanpa rasa bersalah, kenapa harus di bahas terus? Sudah tahu malah nanya lagi. Membuat David semakin makan hati.
"Ehm.... Tidak tuan. Saya tidak kesal." Ucap David menutupi kekesalannya.
Jo menarik salah satu sudut bibirnya membentuk senyuman miring disana. "Kau tidak perlu sungkan seperti itu. Kalau kau kesal bilang saja!" Tawarnya.
"Ah, iya tuan maaf." David merasa di pojokkan. Dia menundukkan kepalanya bersiap mendapat omelan dari sang majikan.
Jo menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi kerjanya. Lalu memperhatikan David yang begitu kecewa mendengar keputusan dirinya. "Aku hanya bercanda David, kau tenang saja! Aku akan liburan lagi lain kali. Dan untuk kali ini aku akan mengajakmu sekalian. Tapi waktunya belum di tentukan kapan." Ujar Jo yang membuat senyuman di bibir David mengembang kembali.
"Tuan tidak bohong kan?" Tanya David menyakinkan. Ia mendongakkan kepalanya menatap Jo dengan tatapan penuh harap.
"Kapan aku berbohong padamu?"
"Ah.. Maaf tuan tidak pernah. Boleh aku mengajak istriku? Dia sedang hamil dan ingin sekali pergi berlibur." Tawar David begitu bersemangat.
Raut wajah Jojo terlihat berbeda mendengar ucapan David barusan, sepertinya ada sesuatu yang menarik perhatiannya. "Istrimu sedang hamil?" Tanya Jo kemudian.
David mengangguk mengiyakan. Jo menegakkan tubuhnya kembali lalu mencondongkan sedikit kepalanya hingga sedikit menjorok ke depan. Karena jarak keduanya yang terhalang oleh meja kerja.
"Bagaimana caranya agar istri mu bisa hamil?"
Pertanyaan Jojo membuat David jadi tercengang. Pertanyaan macam apa itu? Apa mungkin bosnya se polos itu? Ataukah selama ini dalam pernikahannya dia tidak pernah melakukan hubungan suami istri dengan istrinya? Pertanyaan-pertanyaan tersebut berkecamuk dalam pikiran David saat ini.
"Ma... Maksudnya caranya....?" David merasa ragu untuk melanjutkan kata-katanya. Rasanya sedikit canggung untuk membahas hal yang bersifat tabu dengan atasannya.
"Apa? Kenapa tidak dilanjutkan?" Tanya Jojo semakin penasaran.
David berdehem, kata-katanya seakan tercekat di tenggorokan. Entah darimana dia akan memulai.
"Maaf tuan, apa selama ini.... Kau dan istrimu belum....?"
"Tentu saja sudah. Kau pikir aku tidak normal?" Seolah mengerti Jo menyela ucapan David yang terdengar terbata-bata. Ia tahu kemana arah perkataan asisten pribadinya itu.
David tersenyum, dia mengira jika bosnya tidak bisa melakukan hal itu dengan istrinya. Selama ini atasannya itu selalu acuh terhadap setiap wanita. Mungkin saja kan jika Jo tidak tahu caranya membobol pertahanan istrinya.
"Setahu saya jika ingin cepat hamil, harus melakukannya pas istri sedang dalam siklus masa suburnya, tapi saya tidak mengerti soal itu tuan. Saya hanya rajin saja menabur benih, masa iya tidak ada satupun yang nyangkut dalam rahim istri saya jika saya berusaha dengan gigih?" Ujar David yang membuat Jo sontak tertawa.
"Kau benar juga." Seru Jo di sela tawanya. Dan keduanya pun tertawa bersama. Jo pasti akan melakukan saran asistennya.
***
Setelah makan siang Jo dan David berkunjung ke kantor Sam. Dan sesampainya disana ternyata Sam sedang kedatangan tamu penting yang kini menjadi investor besar di perusahaan yang ia pimpin. Mereka sedang berbincang di ruang kerja Sam. Dan kedatangan Jo seketika mengalihkan perhatian mereka. Walaupun sebelumnya asisten Sam yang baru sudah memberitahu jika presdir grup J&J datang bertamu.
"Hallo kak Jo. Tumben sekali kau kemari?" Sapa Sam yang beranjak berdiri menyambut kakak sepupunya itu yang baru masuk ke dalam ruangan.
Jo juga menyambut tangan Sam yang menjulur untuk menjabat tangannya. "Aku sengaja datang untuk mengucapkan selamat padamu Sam, atas keberhasilan produk barumu." Seru Jo dengan bangga. Ekor mata Jo menangkap seseorang yang sedang duduk di kursi tamu di ruangan itu yang tengah memperhatikan keakraban mereka berdua.
Pandangan Jo pun beralih ke orang itu. "Selamat siang tuan. Apa kedatanganku mengganggu kalian?" Sapa Jo basa basi pada pria paruh baya yang menjadi rekan kerja sepupunya tersebut.
Pria itu pun beranjak berdiri menyongsong kedatangan Jo yang mendekat menghampirinya. "Tidak sama sekali, aku kemari hanya sekedar kunjungan biasa." Seru pria itu membalas jabatan tangan Jojo.
"Kak Jo, kenalkan! Dia adalah tuan Wijaya. Pemilik perusahaan agraria yang terbesar di kota S." Sam memperkenalkan tamunya pada Jojo.
Jo mengulas senyum pada pria yang sedari tadi memperhatikan wajahnya itu. "Hallo tuan Wijaya, senang bertemu denganmu." Sapanya. Dan tuan Wijaya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.
Sam pun mempersilahkan duduk kedua tamunya, keduanya pun duduk di sofa tamu ruangan itu. "Aku hanya wakilnya saja, pemilik utama perusahaan itu bukanlah aku." Sahut tuan Wijaya merendahkan diri. "Jadi ini tuan Jonathan pimpinan perusahaan Retail grup J&J yang terkenal itu? Selama ini hubungan kerjasama kita selalu di wakilkan oleh asisten mu tuan David. Aku sangat penasaran terhadapmu." Imbuh Tuan Wijaya lagi.
"Begitulah tuan. Sekarang kita sudah bertemu. Semoga kesan pertama anda baik terhadap saya." Jawab Jojo sungkan.
"Tapi sepertinya aku pernah melihatmu di suatu tempat? Tapi aku lupa dimana?" Tanya tuan Wijaya lagi.
"Benarkah? Mungkin lain kali kau akan mengingatnya."
"Ya, semoga saja." Tuan Wijaya sejenak terdiam sambil memperhatikan wajah Jo kembali, dia berusaha mengingat kembali pertemuan mereka.
"Apa kau sudah menikah tuan Jonathan?" Tanya tuan Wijaya lagi.
"Dia sudah menikah tuan Wijaya, kalau kau mau menjodohkan seorang wanita berikan padaku saja. Karena kak Jo pasti akan menolaknya." Kelakar Sam menyela obrolan kedua tamunya. Dan sontak membuat mereka jadi tertawa.
"Ya tuan Wijaya, berikan dia seorang wanita! Agar dia tidak selalu menganggu istriku." Seru Jo dengan nada menyindir.
"Siapa yang mengganggu istrimu? Kau saja yang terlalu protektif kepadanya." Sam membantah tak terima. Kemudian ia beralih pada Tuan Wijaya. "Jangan dengarkan dia tuan Wijaya! Itu hanya kekhawatiran seorang suami yang takut kehilangan istrinya saja." Seru Sam pada investor nya itu.
Sam memang mengenal baik tuan Wijaya dari teman kuliahnya yang kebetulan adalah anak dari tuan Wijaya yang bernama Elena. Gadis itu pernah dekat dengan Sam walau tidak sampai pacaran. Mereka sempat hilang kontak tapi kembali bertemu saat Sam mengajukan kerjasama dengan perusahaan ayah gadis itu.
Bersambung dulu ya!
Eh, itu mangatoon kita lagi error gitu. Kok novel-novel pada belum up ya dari kemarin? Apa memang janjian semuanya ya? Hehe
Jangan lupa like, komentar dan vote nya ya nak- anak. Buat senin besok juga gak apa-apa. Makasih.