My Lovely Idiot Husband

My Lovely Idiot Husband
PENGUMUMAN



Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh....


Aku ngasih pengumuman, nih.


Ceritanya aku mau lanjutkan kisah anaknya Ara yang bernama Juno Albercio Kingsley yang aku pasangkan dengan cewek yang bernama Aruna Rhea. Masih di sini, ya.



Aruna menjadi pusat perhatian seluruh karyawan di hari pertamanya bekerja. Mungkin karena penampilannya yang terlihat cupu dan kampungan. Membuatnya dipandang sebelah mata dan dianggap tidak pantas bekerja di perusahaan makanan yang cukup besar. Apalagi dengan jabatan yang cukup tinggi yakni manajer keuangan.


Juno merasa Aruna adalah gadis yang tepat untuk menjadi kekasihnya. Banyak kejutan yang diberikan oleh Aruna yang membuat Juno begitu jatuh cinta. Namun, jalan cintanya tidaklah mudah. Walaupun pada akhirnya Aruna membalasnya cintanya Juno. Pun dengan gangguan dan jebakan orang-orang yang membenci Aruna. Justru membuat cinta mereka semakin kuat saja.


Siapa tahu di balik penampilan Aruna yang kampungan terdapat sebuah rahasia yang tidak Juno ketahui. Bagaimanakah kelanjutan kisah mereka? Lalu apakah Juno akan tetap mencintai Aruna ketika rahasia perempuan itu terkuak? Ikuti kisah mereka hanya di noveltoon.


Pengenalan:


Suara derap langkah kaki seorang perempuan muda menggema di sebuah gedung perkantoran. PT. Suryafood—Sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan dan pengemasan makanan ringan. Kedatangan gadis itu menyita perhatian banyak orang, terutama karyawan di perusahaan tersebut. Bukan karena penampilannya yang menawan, melainkan karena penampilannya berbeda dari orang-orang kebanyakan.


Menggunakan kemeja putih lengan panjang, dipadukan dengan rok span selutut berwarna hitam, serta sepatu pentopel flat yang ketinggalan zaman. Pun dengan aksen kaca mata bulat dengan ring besar yang membingkai iris pekatnya, dan rambut yang digelung di tengah kepala, layaknya punuk unta. Sungguh ... terkesan begitu kampungan di mata mereka.


"Permisi, ruangan bagian HRD di mana, ya?" tanya gadis itu kepada resepsionis di sana.


Resepsionis yang memakai nametag bertuliskan nama 'Mita' menatapnya dari bawah sampai atas, "Kamu siapa? Ada keperluan apa?" tanyanya ketus.


Gadis itu mengulurkan tangan kanannya mengajak bersalaman. "Saya Aruna. Saya ke sini karena memenuhi panggilan wawancara kerja. Saya sudah buat janji dengan bagian HRD. Beliau meminta saya datang pukul delapan." Gadis bernama Aruna itu memperkenalkan diri dengan bangga.


Namun, tanggapan sepele ia dapatkan dari Mita. "Kamu yang melamar jadi cleaning service itu, ya?" tanyanya dengan nada meremehkan.


Aruna hanya mengulas senyuman. "Bisa tunjukkan di mana ruang HRD-nya? Saya tidak mau gagal melakukan wawancara hanya gara-gara terlambat menemukan ruangan beliau," tukas Aruna.


Mita berdecak malas. "Ruangannya ada di lantai dua. Nanti kamu tanya saja sama orang di sana!"


"Cih, mau jadi cleaning service aja sombong banget gayanya!" cibir Mita kesal.


....


Next ....


Saat berada di koridor menuju kamar mandi, Aruna tidak sengaja menabrak tubuh seorang laki-laki gagah dan tampan. Karena terlalu terburu-buru ia tidak memperhatikan langkahnya. Kedua matanya yang terbungkus bingkai kaca itu sejenak beradu pandang dengan netra pekat milik Juno. "Maaf, Pak, maaf! Saya tidak sengaja. Saya buru-buru," seru Aruna sambil meringis dengan tangan memegang bagian perut.


Lelaki yang bernama Juno Albercio Kingsley itu memindai penampilan Aruna dari atas sampai ke bawah. "Wanita ini terlihat masih muda, tapi kenapa penampilannya seperti ibu-ibu tua," batin Juno.


"Bapak bisa minggir, nggak? Saya mau lewat." Suara Aruna mengembalikan kesadaran Juno.


"Anda mau ke kamar mandi?" tebak Juno karena melihat ekspresi wajah Aruna. Dan Aruna menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


Juno pun menggeser tubuhnya agar Aruna bisa melewati koridor menuju kamar mandi. "Anda harus hati-hati! Saya lihat area lantai kamar mandinya baru saja di pel. Kalau tidak, Anda bisa saja ja—"


"Aah ...."


Brug!


Belum juga Juno menyelesaikan perkataannya. Aruna sudah terpelanting dan duduk di atas lantai yang licin. Juno tahu keadaan lantai kamar mandi itu, karena dirinya juga habis dari sana.


Juno sejenak terperangah, kemudian melangkahkan kaki untuk menolong Aruna. Apa Anda tidak bisa berjalan pelan saja!" ucapnya sambil mengulurkan tangan. Memberikan bantuan agar Aruna bisa berdiri. Aruna pun meraih tangan Juno. Entah kenapa ada perasaan aneh yang menggelayar dalam tubuh Juno ketika berpegangan tangan dengan Aruna. Juno sangat suka melihat manik-manik berwarna coklat cerah milik Aruna.


....



Itu hanya beberapa cuplikan dua bab pertama aja, ya. Selebihnya baca langsung di novelnya. Tolong bantu like dan favorit, ya. Biar cepet up novelnya. Terima kasih 🙏🥰