
" Mas, kenapa mas kok akhirnya milih aku? Padahal banyak perempuan yang lebih dari pada aku yang banyak kurangnya?"
Mereka saat ini habis menikmati makan malam masakan Mira. Sehabis lepas infus tadi siang, Mira minta masak sendiri, walaupun hanya menu sup ayam macaroni, tapi ternyata enaknya enggak nyalahin masakan chef. Mengingat Mathew yang pontang-panting harus mengurus Rayyan dan baby Khansa, serta Dony yang harus kerja di kantor, selebihnya mengawal ketat kegiatan Rayyan yang sebentar lagi akan berangkat ke Spanyol.
Dimana Circuito De Jerez ternyata adalah sirkuit pertama yang digunakan oleh Rayyan dalam lintas balap motor. Penutupan yang rencananya di gelar di Malaysia di tukar agenda dengan Spanyol. Alasannya untuk menghormati sang legend yang akan mengundurkan diri, pensiun.
" Bukan mas yang milih, tapi hati mas." Jawaban yang ringan tapi banyak benernya.
" Udah, gak usah bahas gituan lagi. Enak bahas yang lain aja ya." Pinta Rayyan.
" Yang lain apa?'
" Ya, waktu kita enggak banyak yank, hanya sekitar kurang lebih 1 minggu lagi. Kamu juga masih sakit..."
" Aku udah sehat mas." Mira memotong kalimat Rayyan.
" Iya.... Tapi masih butuh pemulihan." Rayyan mencoba menggunakan kata lain untuk mengatakan kondisi Mira. Dia cukup paham untuk memperkecil perdebatan dengan Mira, mengingat sifat ngeyelnya Mira.
" Mas pengen ngajak kamu kesana, sambil jenguk keluarga papa disana."
" Hem." Mira menanggapi.
" Ya, kalau misalnya kita nikahnya sederhana dulu gimana yank? Maksud mas yang penting ijab kabul dulu, pesta kecil sama keluarga aja. Terus nanti kalau udah ada waktu baru resepsian."
Mira terdiam.
" Gimana mau enggak?"
" Mas, Mira ngomong tapi jangan tersinggung ya." Hati-hati suara Mira saat ingin mengucapkan kalimatnya.
" Tersinggung kenapa?"
" Kalau Mira boleh usul nih ya, lebih baik gak usah pakai acara resepsi, mas kan tahu, aku siapa dan mas siapa di mata dunia. Ya walaupun keluarga mas enggak ada masalah sama itu, tetapi mas ngerti kan maksud aku gimana?"
" Mas paham, kamu kawatir."
" Jadi gimana?" Tanya Mira.
" Kasih tahu dulu kenapa kamu kawatir?"
" Netizen itu jahat mas, mas tahu sendiri, apapun yang mas lakukan akan jadi konsumsi publik, jadi maunya Mira sih, kita punya privasi untuk kekuarga kita. Enggak enak mas jadi sorotan."
" Gitu?" Tanya Rayyan.
" He'em."
" Emang enggak papa kalau kita nggak ngadain resepsi?"
" Itu sih maunya aku, tapi apa keluarga mas setuju? Secara keluarga mas punya relasi yang luas.
" Jika itu tidak membuatmu nyaman, mereka pasti ngerti."
" Jadi mas setuju?"
" According to your request."
" Makasih mas." Mira tersenyum lebar, Rayyan menuruti permintaannya.
" Mas pikir juga ada baiknya menjaga privasi keluarga, jadi bahan omongan kadang enggak enak yank."
" Itu yang aku takutkan mas."
" Besok ke rumah mama ya."
" Ikut aja mas, Mira juga bosen di sini terus. Gak bisa lihat dunia luar, udah kayak diisolasi aja." Mira mengungkapkan perasannya.
" Ya makanya besok ke rumah mama."
" Emang mas enggak ada kegiatan?"
" Dua hari ke depan off dulu."
" Oh..."
" Hari tenang yank, tapi mendebarkan." Suara Rayyan terdengar misterius, Dan hanya mata Mira yang menatap Rayyan seolah bertanya.
" Ya pokoknya." Jawaban yang membuat Mira kesal, memilih berdiri membereskan peralatan makan.
" Jangan terlalu capek." Rayyan mengambil alih benda dari tangan Mira.
" Enggak gini aja capek, capek tuh ngomong sama mas, pake rahasia segala." Mira langsung membawa peralatan ke dapur, Rayyan tahu Mira kesal padanya. Ia memilih mengikuti Mira yang ternyata sedang mencuci piring.
Melingkarkan tangan di sekeliling perut Mira ternyata bukanlah keputusan yang tepat, nyatanya sekarang Mira malah menyuruhnya mencuci piring.
" Berdua yank, biar romantis kenapa?"
" Enggak ada! Udah dicuci tuh." Mira yang berhasil keluar dari lengan Rayyan langsung keluar dapur, mengelap meja.
" Emang susah diajak romantis." Gerutu Rayyan, mau tak mau, dia mulai mencuci.
" Itu juga romantis mas, kerja sama beres-beres rumah itu buat istri terharu, ketimbang dipeluk, tapi rumah berantakan."
" Cieee.... yang istri. Udah gak sabar ya, pengen jadi istri mamas?"
Mira mendelik " Terserah mas aja."
" Iya, terserah mas, kalau gitu sini dong, bantuin cuci piring, berdua lebih baik yank."
" Ogah." Mira buru-buru menyelesaikan mengelap meja, kemudian ke gudang mencari sapu.
" Aaaaa..!"
Rayyan tergopoh-gopoh berlari ke gudang, Mira berjingkat-jingkat di tempat sambil berteriak-teriak dan tangannya dikibas-kibaskan.
" Apa?"
Mendengar suara Rayyan, Mira langsung menghambur memeluk tubuh Rayyan.
" Ada cicak tadi di tangan aku."
Rayyan melemas, meletakkan tangan ke belakang tubuh Mira.
" Kirain apa yank. Ternyata cuma cicak."
" Takut tapi aku."
" Ya udah, nggak usah diambil sapunya, besok aja."
" Tapi itu kotor."
" Enggak papa, dibalik rumah yang kotor, emang kudu ada pelukan, biar enggak emosi."
Reflek Mira langsung mendorong tubuh Rayyan, membuat Rayyan terkekeh.
" Bener tau yank, rumah bersih, tapi suami dianggurin juga gak bagus lho, bisa buat berantakan suasana hati." Rayyan melebih-lebihkan ucapannya, membuat Mira mencembik.
" Iya, tapi tahu waktu! Waktunya bersih-bersih ya bersih-bersih." Mira mengambil sapu dan serok sampah, berjalan melewati Rayyan.
" Berarti waktunya pelukan ya pelukan ya kan yank, asyik... Jadi semangat cuci piringnya, hadiahnya pelukan bro... hehehe." Rayyan langsung masuk ke dapur, siulan juga mengiringi kegiatannya disana, membuat Mira geleng-geleng dengan kelakuan Rayyan.
" Dasar somplak!" Gerutu Mira.
" Apa yank, mas ganteng? Iyalah, udah dari lahir tuh." Rayyan menanggapi gerutuan Mira.
" Terserah mas ajalah! Stress aku lama-lama."
" Jangan sayank, kalau kamu setres nanti aku depresi."
" Bodo!"
" Jangan, rugi udah sekolah masih bodo."
" Maassss!" Mira histeris dengan kelakuan Rayyan.
" Apa sayaaaaank." Rayyan malah sengaja membuat suaranya semerdu mungkin.
" Terserahlah!"
" Iya, terserah mas, berarti habis ini mas mau peluk ah... Suit... Suit... Saya masih ting-ting, dijamin masih ting-ting, sama sekali belum berpengalaman....."
Mira memutar bola mata, jengah melihat Rayyan yang bergoyang ala artis tik tok yang lagi viral.
" Mau ikut gabung sini, kayaknya berdua lebih asyik." Ajak Rayyan.
" Selesaiin tuh cuci piringnya!" Mira menatap galak pada Rayyan yang pura-pura mengkeret.
" Sendiko dawuh ndoro putri." Suara bak abdi dalem kerajaan dan bandan yang membungkuk sopan, membuat Mira tertegun.
" Mau tahu artinya?"
" Kulo ngertos mbakyu." logat jawa yang fasih membuat Mira kembali memaku.
" Berarti mas waktu itu ngerjain aku ya, pura-pura enggak tahu artinya waktu aku bilang pakai bahasa jawa."
Rayyan terkekeh, mengabil elap sambil mengelap tanganya setelah selesai cuci piring.
" Mas pernah sekolah di Jogja, pernah tinggal di Solo dirumah eyang, nenek dari mama." Penjelasan yang cukup untuk membuat Mira paham bahwa Rayyan bisa bahasa jawa.
" Jadi mas bener bisa macam-macam bahasa?"
" Ya benerlah yank, ada bahasa Indonesia itu wajib bisa, sabagai warga negara yang baik, terus bahasa inggris kerena itu juga wajib bisa bahasa persatuan dunia itu, terus bahasa Spanyol karena darah papa dari sana, terus sunda karena mas tinggal di Bogor, terus jawa kalau lagi ngumpul sama teman-teman di Jogja. Di Jogja itu walaupun banyak bulenya, mereka lebih seneng pakai bahasa jawa lho yank, ketimbang bahasa inggris, katanya biar akrab sama kebudayaan disana, terus bahasa di tempat mas harus kunjungi ketika harus balapan disana, setidaknya akan mudah bila bisa komunikasi dengan bahasa mereka, ketimbang bahasa inggris, karena belum tentu mereka bisa."
" Wooow, amazing." Mira menatap kagum dengan ucapan Rayyan.
" Enggak susah mas belajarnya?"
" Belajar apa?"
" Ya bahasa itu."
" Enggak, yang susah itu belajar bahasa cinta kita."
" Hissss! Apaan sih!" Mira melengos, balik badan ingin ke gudang, karena sapu menyapu sudah selesai, tapi bak film Bollywood, Rayyan mencekal lengan Mira, menarik tubuh Mira hingga menempel tubuhnya, lengannya memperketat tubuh Mira hingga tatapan keduanya beradu...
" Kuch kuch hota hai..." Rayyan bernyanyi ala Shahrukkan.
" Hai.... Ada ularrrr!" Jerit Mira. Otomatis Rayyan melepas pelukannya, memberi kesempatan Mira kabur.....
" Hahaha.... Satu kosong." Mira berjalan cekikikan.
Sedangkan Rayyan berdecak kesal, tak menyangka dikerjai oleh Mira. Emang dasar, gajah tak akan bisa melawan kancil.
🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹
Selamat sore, selamat berbuka puasa menjelang hari kemenangan... Semangat dan selamat buat kalian yang bisa full hingga hari ini ya..... Bagi kopi, ntar malam otor mau lembur buat kasih surprise kalian ya.... 😉😉