I LOVE YOU, ENCUS

I LOVE YOU, ENCUS
Sarah Prastiani



Sulit mudahnya hidup kita yang putuskan


Manis pahitnya hidup kita yang tentukan


Tinggal bagaimana kita akan memilih dan menjalani


Sesulit, semudah, sesengsara, sebahagia apapun keadaan seseorang jika dia sendiri tak bersyukur, dia tidak akan bisa benar-benar merasakan itu.


" Mama." Rayyan yang sudah hampir 3 jam ada di ruang kerja mamanya, langsung terjingkat bangun dari posisi tidurnya.


" Kamu tidur disini semalam?" Mama Sarah menghampiri Rayyan yang sedang mengembalikan kesadarannya.


" Tidak, aku tidur di bengkel." Jawab Rayyan.


Mama menatap menyelidik, sedangkan Rayyan menatap mata mama dengan tanya.


" Kenapa?"


" Apa Mira juga tidur disana semalam?"


" Iya, kenapa emang?" Jawab Rayyan enteng berbeda dengan mama yang sedang terkejut.


" Kalian melakukan 'itu'?


" Itu apa? Bicara yang benar mama." Rayyan malah dibuat penasaran dengan ucapan mama Sarah yang seolah penuh teka-teki.


" Jangan berlagak polos! Kalau laki-laki dan perempuan tidur dalam satu atap apa yang terjadi?" Mama menyudutkan Rayyan dengan pertanyaan yang menjebak.


" Yang terjadi ya tidur, apalagi?" Rayyan masih menjawab enteng.


" Apa yang kalian lakukan saat tidur?"


" Mengigau mungkin, apa lagi ya....." Rayyan menggaruk kepalanya yang tak gatal.


" Jangan berlagak polos Rayyan! Apa kalian melakukan make lo...."


" Ma.... Emang aku terlihat sebrengsek itu apa? Aku memang mencintai Mira, tapi logikaku masih waras jika hanya untuk merusak dia, tak harus disana, di rumah mama juga banyak kesempatan. Aku tidur disana, tapi sekamar sama Dony. Masih sayang aku kalau harus buka sebel sekarang."


" Apa mama bisa percaya ucapanmu?"


" Mama bertanya begitu apa karena perlakuan papa ke mama dulu?"


Skak! Mama Sarah langsung terdiam.


" Justru karena rasa cinta seharusnya menjaga, bukan merusak. Tapi papa menggunakan cinta sebagai alat untuk merusak mama."


Mama memaku, terdiam, tak bisa mengatakan apapun, karena itu memang kenyataannya.


" Kamu sudah membaca dairy mama?"


"Hem."


" Jangan benci papamu."


" Itu sudah berlalu. Dan sekarang yang Rayyan lihat, papa tidak seperti itu."


Mama mendesah, mengeluarkan nafas berat yang mengisi rongga dadanya.


" Mama sekarang bahagiakan? Jadi untuk apa mengungkit masa lalu. Hanya saja jika bang Nathan tahu, apa dia bisa menerima. Lebih baik mama hilangkan buku ini." Rayyan mengeluarkan buku coklat usang milik mama.


" Karena ini hanya akan melukainya." Rayyan mengangsurkan buku itu.


Mereka diam, Rayyan jadi iba setelah mengetahui masa lalu mama Sarah yang baru saja ia ketahui hari ini.


Seorang perempuan korban keegoisan laki-laki. Bermaksud bekerja mengadu nasib dengan keberuntungan yang ia dapatkan.


Berasal dari keluarga sederhana, namun karena kegigihannya dia bisa mendapat menyelesaikan pendidikan dijenjang yang lebih tinggi, melalui beasiswa yang ia dapatkan. Berbekal itu, ia bekerja diperusahan ya walaupun di cabang.


Ketekunan sekali lagi membuatnya menjadi orang yang beruntung, 1 tahun setelahnya dia naik jabatan dan ditempatkan di kantor pusat. Tak berhenti sampai disitu, dia akhirnya mendapat kesempatan dikirim ke luar negeri sebagai tenaga pilihan yang mendapat penghargaan sebagai karyawan teladan. Ia tak menyianyakan kesempatan. Sukses adalah cita-citanya.


Sayangnya, keberuntungannya tak berlaku pada kehidupan percintaannya.


Menjalin hubungan dengan putra penguasa, berarti harus siap dengan segala resiko. Tak direstui adalah salah satunya.


Kebanyakan keluarga kaya akan memandang rendah orang miskin. Dan itulah yang terjadi.


Johan Aquino, mangangap Sarah adalah wanita matre yang senang akan kekuasaan dan uang, makanya ia mendekati Mark Aquino dan menjalin kasih dengan adiknya yang menjabat sebagai presdir di perusahaan keluarga Aquino.


Semakin geram melihat kemesraan keduanya, Johan yang waktu itu menjadi dosen disebuah universitas, bermaksud untuk memisahkan keduanya.


Ia merencanakan sesuatu. Namun belum sempat terlaksana, orang tua mereka sudah bertindak lebih dulu dengan menjodohkan Mark Aquino dengan putri pengusaha, dan setelahnya Mark yang ikut istrinya ke Prancis, karena keluarga Aquino juga memiliki usaha disana.


Setelah kepergian Mark, Sarah hanya bisa ikhlas, sadar dirinya hanyalah orang biasa. Beruntung dia masih bisa bekerja diperusahaan itu. Ia melanjutkan hidupnya, tak masalah dengan Mark yang meninggalkan dirinya.


Sayangnya, keputusan keluarga Aquino menepatkan Johan sebagai pengganti Mark menjadi pemimpin baru di perusahaan Aquinos.


Pesona seorang Sarah ternyata tak dapat terelakkan. Johan terjebak dalam cinta seorang diri dengan mantan kekasih adiknya yang sempat ia benci.


Bekerja sebagai sekretasi, membuat frekwensi pertemuan Johan dan Sarah semakin sering.


Sarah yang sudah trauma menjalin kisah dengan orang kaya, kini mulai dekat dengan karyawan biasa, bahkan hanya menjabat sebagai kepala divisi keungan.


Licik! Johan yang merasa panas saat melihat Sarah bersama dengan kekasihnya, diam-diam mencari cara untuk memisahkan mereka dengan menjebak si lelaki dengan menjebloskannya ke penjara, dengan kasus korupsi. Dan jebakannya berhasil.


Namun Sarah ternyata tetap setia dan selalu menyempatkan diri mengunjungi sang kekasih yang mendekam dipenjara. Semakin geram, Johan merencanakan rencana licik kembali.


Meminta Sarah lembur dengan memberikan pekerjaan tambahan, dan di malam yang sudah diperhitungkan itu, Johan melakukan aksi bejat terhadap Sarah.


Sarah marah, setelah kejadian itu. Ia memutuskan kembali pulang ke Indonesia. Membuka lembaran baru dengan membuka butik dengan hasil yang ia dapatkan selama bekerja.


Sayangnya, hasil perbuatan Johan meninggalkan benih di rahimnya, dan benih itu tumbuh tanpa Sarah sadari.


Bulan berganti, dan tanda-tanda yang ia rasakan membuatnya terkejut, karena ia sangat yakin bahwa ia saat itu hamil. Shock! Dia berniat mengakhiri hidupnya. Tetapi pikiran waras membuatnya sadar, bahwa dengan bunuh diri, itu berarti melakukan kesalahan dua kali.


Sementara itu, Johan merasa bersalah. Ia bertekad mencari Sarah dengan menyusul Sarah ke Indonesia. Walaupun ditentang keluarganya dan diancam dicabut menjadi ahli waris, Johan tak peduli. Ia tetap berangkat ke Indonesia mencari Sarah.


Pencariannya berhasil, ia menemukan Sarah dalam keadaan hamil besar. Dan ia yakin itu adalah anaknya, karena saat malam itu, ia adalah yang pertama membobol pertahanan Sarah.


Tak mudah, sulit ia menakhlukan hati Sarah. Namun Sarah cukup sadar, bahwa anak di dalam kandungannya membutuhkan ayah, dan dia tak mungkin memisahkan keduanya.


Akhirnya ia mau menerima Johan, tetapi tetap membangun dinding atas hubungan mereka. Sarah tetap membenci Johan.


Johan membawa Sarah ke LA, mereka menetap disana. Johan bekerja sebagai dosen di salah satu universitas ternama.


Sampai Sarah melahirkan, hubungan keduanya belum juga membaik. Tetapi kehadiran baby Nathan ternyata membawa berkah. Ketulusan Johan terhadap Nathan dilihat oleh Sarah, sehingga Sarah mau menerima dan membuka hati untuk Johan.


Namun mereka tetap belum diterima oleh keluarga besar Aquino. Sampai 3 tahun kemudian Sarah mengandung anak kedua mereka yaitu Rayyan, dan Johan dipanggil kembali ke Spanyol karena usaha keluarganya diambang kebangkrutan.


Johan mau pulang dengan syarat mereka mau menerima Sarah dan anak-anaknya.


Kamuflase.... Mereka pura-pura menerima, tetapi setelah usaha kembali bangkit. Nyatanya Sarah tetap di depak keluar dari keluarga itu.


Johan marah, dan membawa kembali Sarah dan anak-anaknya ke LA. Disana mereka menetap dan Johan kembali menjadi dosen.


Namun Sarah yang ingin kembali ke Indonesia, membuat Johan harus mengalah.


Sambil tetap mengajar, ia membiarkan Sarah kembali lebih dulu ke Indonesia beserta kedua anaknya.


Membekali Sarah dengan hasil kerja kerasnya, dia membangun usaha di Indonesia di bidang perakitan. Mengandeng para kolega dan investor yang mencari keberadaannya, Johan akhirnya bangkit.


Pekerjaan dosennya berakhir setelah anak-anaknya beranjak dewasa, Nathan membantu perusahaan, dan Rayyan berwirausaha sendiri dibidang penjualan kendaraan bermotor yang disuplay langsung dari pabrik Johan, namun tak disangka, ternyata jiwa usaha anak bungsunya dan hobbynya bermotor menjadi incaran para pengusaha baik di dalam maupun luar negeri. Mereka memanfaatkan gelar rider dunia yang disandangnya untuk mempromosikan hasil pabrikan mereka. Dan sekarang Rayyan memiliki beberapa daeler besar yang menampung koleksi jenis-jenis motor yang siap dipasarkan baik produksi dalam maupun luar negeri.


Kini keluarga Aquino adalah raja di dunia bisnis otomotif. Sedangkan Sarah memilih berdiam di rumah, sesekali membantu jika ingin. Karena dia sudah cukup keras untuk membangun usaha yang ia rintis dari nol, walaupun dukungan suami yang berada di luar negeri saat itu tetap mengalir.


Sarah dalam usianya yang tak lagi muda harus pusing karena ulah anak bungsunya yang ia anggap memiliki standard tinggi dalam memilih pasangan.


Kegemarannya menaiki kuda besi membuatnya seolah tak berminat untuk menikah. Padahal Nathan yang berjarak 3 tahun di atasnya sudah memiliki 2 anak. Sedangkan di usia ke 35, Rayyan belum juga terlihat menggandeng perempuan. Jelas saja Sarah menjadi takut. Orang tua pasti ingin anaknya bahagia. Tapi sikap cuek yang diperlihatkan anaknya terhadap perempuan membuatnya merasa kawatir.


Dari model, artis terkenal, hingga anak pengusaha, semua sudah diperkenalkan pada anak bungsunya itu. Tetapi, tetap saja tak Ada yang menarik bagi seorang Rayyan, hingga suatu hari kemunculan foto seorang gadis sederhana di layar hp Rayyan, membuat Sarah merasa lega.


Kebahagiaanmu nak, adalah kebahagiaan mama. Semoga kalian selalu bahagia, perbedaan jangan jadikan penghalang, tetapi jadikan itu sebagai penguat ikatan cinta kalian.


Mama selalu mendoakanmu.


With love


Sarah Prastiani