I LOVE YOU, ENCUS

I LOVE YOU, ENCUS
Ulang Tahun Rayyan part 2



" Udah siang, kita pulang dulu ya Mir. Kasihan Rayyan harus makan, gak ada yang nyiapin." Ucap oma, memutar balik arah mobil.


" Mira udah pesen sama bi Ijah oma. Mira kan harus kerja, gak enak sama yang lain oma, udah lebih seminggu gak masuk." Ucap Mira.


Aduh, mati aku kalau sampai Mira tahu yang bohong bukan Rayyan, batin oma.


" Kamu pulang aja gak papa, ini sudah setengah hari, tanggung."


" Emang gak papa oma?" Mira merasa tidak enak.


" Oma bosnya, jadi ya enggak papa kamu gak masuk. Mau gak masuk selama kamu mau juga enggak masalah."


" Tapi kan Mira kesini mau kerja oma." Mira malah merasa canggung.


" Ya di rumah oma kamu juga kerja, ngurus Rayyan juga kalau kamu minta gaji juga dikasih."


Mira malah makin merasa tidak enak hati. Dia bukan tipe orang yang suka dengan sesuatu yang mudah, setidaknya dia harus menerima apapun itu sesuai dengan kerjaannya.


" Ya... Ya... Oma ngerti. Besok kamu berangkatnya, hari ini pulang dulu ya. Rayyan masih sakit, dan oma masih capek. Oma mau istirahat."


Mira makin bingung, pasalnya sekarang saja dia melewati jalan yang mengarah ke toko, tinggal 200m saja sampai, tapi emang oma terlalu banyak alasan meminta pulang entah apa yang disembunyikan oma. Mira hanya mengikut saja apa kata oma, karena memang oma bosnya.


" Jangan ngucapain selamat ulang tahun dulu ya Mir, pura-pura aja gak tahu dulu. Rencana nanti pas buka, kita kasih dia surprise. Kalau perlu kamu marah lagi aja, diemin dia sampai nanti sore."


" Kita kerja di bawah aja, nyiapin buat nanti."


" Iya oma."


Iyain ajalah biar cepet.


🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹*


Mira langsung ke kamar Rayyan membawa nampan makan siang yang sudah disediakan oleh bi Ijah, kebetulan bi Ijah belum sempat naik ke kamar atas, karena membuat jus.


" Sudah pulang yank, kok cepet?" Tanya Rayyan ketika pintu terbuka dan menampakan Mira yang membawa makanan untuknya.


" Ya udah, aku pergi lagi!"


Mira berbalik, padahal belum melangkah masuk.


Nah kan, salah ngomong lagi. Gimana sih kamu Ray... puft.


" Bukan gitu yank. Sini geh."


" Gak jadi, mau balik ke toko lagi." Ketus Mira.


" Aku laperr." Rengek Rayyan, Mira sebenarnya tak tega, hanya demi misi dia harus tetap berpura-pura.


Melangkah masuk, tanpa senyum, meletakkan begitu saja nampan ke meja yang tadi pagi sudah ia dekatkan ke ranjang.


" Suapin."


" Aku puasa."


" Kan aku yang makan."


" Nanti aku laper gimana?"


" Ya kan puasa emang nahan laper, gimana sih yank."


Mira kalah argumen, mengalah sajalah, karena Rayyan memang benar, puasa itu menahan agar kuat dan tidak mudah tergoda. Akhirnya Mira duduk di tepi ranjang, mengambil piring yang sudah berisi makanan dan mulai menyuapi Rayyan.


" Tadi mas jatuh." Ucap Rayyan disela acara mengunyah.


" Kok bisa?" Mira terkejut.


" Gak ada yang bantu mas ke kamar mandi, belajar sendiri, tapi malah roboh."


" Ya ampun mas." Ucap Mira dengan nada kawatir.


Yes! Kena, sorak Rayyan dalam hati.


" Gak papa, emang kan harus belajar biar bisa cepet sembuh." Rayyan pura-pura merasa baik-baik saja.


" Tapikan kakinya belum boleh buat jalan dulu."


" Terus kalau enggak ada orang di rumah, terus siapa yang bantu kalau pengen ke kamar mandi?"


Sejenak Mira terdiam, berpikir sejenak. Dia tahu Rayyan benar. Tapi bagaimanapun disini dia punya tanggung jawab bekerja dengan oma di toko.


" Nanti biar Mira bilang oma ya? Terus tadi siapa yang bantuin?" Tanya Mira.


" Telpon Tomy, mas suruh kesini."


" Syukurlah."


" Mau ke kamar mandi gak?" Tanya Mira setelah meletakkan gelas kosong ke nampan yang akan dia bawa keluar.


" Enggak." Rayyan berbaring lagi.


" Mira keluar ya, mau bantu oma."


Rayyan mengangguk " Ma kasih sayang."


Raut merah langsung menghiasi wajah Mira mendengar kata terakhir yang diucapkan Rayyan.


" Hemm." Hanya itu jawabannya, dan dia segera keluar.


🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹


Sudah lewat setengah enam sore, Rayyan belum mandi, tidak ada orang yang menengoknya di kamar. Bahkan suaranya semua manusia penduduk rumah ada di lantai bawah. Rayyan bingung.


" Kok enggak ada yang kesini ya?"


Rayyan menggapai hp untuk menghubungi Mira. Tersambung dan langsung diangkat, tapi belum sempat Rayyan bicara Mira langsung mematikan sambungan telpon setelah mengatakan kata " Tunggu sebentar."


Rayyan mendengus, apa mungkin dia tidak akan mandi sore ini, padahal rasa gerah sudah ia rasakan dari tadi.


Ceklek


Pintu terbuka, bidadari cantik dengan rambut basah terurai, wajah alami tanpa make up tapi malah terlihat begitu mempesona. Membawa segelas cendol di tangan, sambil tersenyum.


" Maaf, tadi sibuk di bawah."


Mira meletakkan gelas ke meja, menuju lemari pakaian Rayyan, menyiapkan pakaian ganti untuk sang pujaan hati yang menatap terpesona pada dirinya.


" Mas bisa sendiri kan? yuk."


Rayyan duduk, menerima kruk yang diberikan oleh Mira. Berjalan perlahan dengan Mira yang memapahnya menuju kamar mandi.


" Sudah, mas bisa sendiri. Tunggu di luar, nanti kalau sudah mas panggil."


" Ok."


Mira menyiapkan sabun, sampo dan sikat serta pasta gigi di dekat Rayyan.


" Bajunya disini."


" Ya."


Mira keluar, menutup pintu. Rayyan segera melepas atribut yang ia kenakan secara perlahan, kemudian menyalakan shower untuk membasahi tubuhnya.


15 menit kemudian.


" Yank."


" Iya, sebentar."


Terdengar suara Mira yang mendekat ke pintu.


" Sudah?"


" Sudah."


Rayyan dengan rambut yang basah dan terlihat lebih segar sudah mengenakan pakaian yang disediakan Mira, berdiri dengan kruk di salah satu tangannya.


Mira membantu Rayyan keluar, baru sampai pintu terdengar adzan berkumandang. Pertanda waktu berbuka puasa sudah tiba.


Rayyan meminta berhenti sebelum mencapai tempat tidur.


" Kenapa mas?" Tanya Mira dengan bingung. Rayyan memandang sejenak wajah cantik yang menatapnya penuh tanya.


Cup


" Selamat berbuka puasa sayang."


Dengan satu ciuman, akhirnya Mira membatalkan puasanya hari ini. Sedangkan es cendol yang ia letakkan di atas meja hanya menjadi saksi.


Reaksi wajah Mira bayangin sendiri ya... 😉


Blushing, Melting and dll.......


🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹


Otor mau bikin rangkaian bunga tapi masih kurang. Siapa yang masih punya Hai para readers ku sayang.... ?!🤔🤔


Terus rencana nanti malam juga mau ngelembur bikin part lagi, tapi kopi habis... Hehehe.... 😂😂😂