
Suasana saat makan malam tak seperti biasanya.
Andre hanya fokus dengan makannya, dan ibu langsung ke dapur setelah menyelesaikan acara makannya.
Mira menjadi heran dengan ibu dan adiknya yang tiba-tiba mendiaminya.
Kenapa mereka?
" Ndre..." Panggi Mira.
Andre tak menyahut, dan pergi menyusul ibu ke dapur.
" Ada apa dengan mereka?!" gumam Mira.
Mira menyelesaikan acara makannya, tapi pikirannya menjadi bingung gara-gara ibu dan Andre.
Mira menutup sendok, tanda acara makan selesai, walaupun masih ada makanan di piringnya.
Mira membereskan meja makan dan membawa piring kotor ke dapur.
Ia melihat Andre duduk di pintu belakang dapur, dan ibu melanjutkan menggoreng bawang.
Tidak ada yang menggubris kedatangannya. Mira jadi bingung.
" Ibu, perlu bantuan?" Mira mendekati ibunya, melihat ibu menggoreng bawang menggunakan 2 tempat sekaligus.
Ibu diam saja, walaupun kesusahan mengangkat bawang yang sudah terlihat menguning itu. Otomatis Mira mengambil spatula dan tempat untuk meniriskan bawang.
Ibu mematikan kompor, pergi dari dapur padahal bawang yang belum di goreng masih banyak.
Mira buru-buru meletakkan alat yang ia pegang, mematikan satu lagi kompor yang masih menyala.
Menyusul ibu yang masuk ke kamar.
" Ibu...." Panggilnya, namun ibu tak menjawab panggilan Mira.
" Ibu marah sama Mira? Apa Mira punya salah?" Mira mendekati ibu yang melipat pakaian.
" Ibu, kenapa ibu diam? Bilang sama Mira kalau Mira memang salah. Mira minta maaf ya?"
" Ibu, ada apa bu, kenapa ibu diam?" Mira mencekal tangan ibu yang terus melipat baju tanpa melihatnya agar berhenti.
" Ibu, bicara sama Mira ibu, ada apa? Apa Mira punya salah?"
Ibu jadi terganggu dengan Mira yang terus-terusan berbicara.
" Kamu tau apa salahmu?" Tanya ibu dengan nada dinginnya.
" Tidak." Mira menggeleng.
" Kamu ingin tahu?"
Mira mengangguk.
" Kesalahanmu karena kamu tidak mendengarkan ibu."
" Memang ibu ngomong apa sama Mira?" Mira jelas bingung dengan maksud ibunya.
" Ibu katakan, omongan ibu yang mana yang tidak Mira dengar?"
" Kamu tetap berhubungan dengan temanmu itu, padahal ibu sudah memperingatkanmu."
" Maksud ibu mas Rayyan?" Tanya Mira.
" Apa kamu ingin mengulang kembali kejadian keluarga kita dihina hanya gara-gara perbedaan derajat?"
Mira diam, bukan dia tidak paham dengan maksud ibunya, tapi dia sedang berpikir.
" Kamu berhubungan dengan orang yang memiliki kekayaan yang begitu banyak Mira, apa kamu tidak berkaca darimana kamu berasal?!"
" Lihat ibu, ibu hanya tukang buruh cuci, bahkan mencoba mencari tambahan dengan menerima pesanan bawang goreng."
" Apa kamu kira ibu tidak sakit hati melihat bagaimana bu Hardi meletakkan uang untuk membayar harga dirimu?"
" Apa kamu kira diamnya ibu tak sakit melihat kamu terus dicaci oleh mereka, jadi bahan gunjingan tetangga yang membedakanmu dengan anak pak Slamet yang lebih pantas dengan Bobby, kamu tahu apa yang membuat dia pantas? Harta Mira!"
" Dengar Mira, orang seperti mereka akan mudah mendapatkan yang lebih baik, lebih kaya, lebih dari apa yang kita punya. Apalagi orang seperti Rayyan, dia pasti memiliki banyak wanita yang lebih cantik dan berkelas. Apa kamu tidak takut dia meninggalkanmu ketika dia nanti bosan? Mungkin juga dia hanya menganggapmu seperti mainan yang terlihat menarik sesaat, setelah itu dia akan membuangnya!"
" Dengarkan ibu! Selesaikan hubunganmu dengan laki-laki itu! Carilah laki-laki yang sepadan dengan kita, agar nanti tidak ada masalah yang timbul hanya gara-gara perbedaan derajat."
" Apa ibu yakin dengan ucapan ibu? Apa benar derajat yang sama membuat masalah tidak ada? Lalu bagaimana dengan ibu dan bapak?"
" Apa ibu bahagia dengan bapak yang berasal dari derajat yang sama dengan ibu? Tidak kan bu! Bapak meninggalkan ibu bukan gara-gara harta, tetapi wanita."
" Masalah itu pasti ada di setiap hubungan. Jika Mira takut untuk menjalin hubungan hanya gara-gara perbedaan derajat, Mira tidak akan tahu akhir dari kisah Mira ibu."
" Ibu, perbedaan itu pasti ada. Dan masalah bukan hanya dari harta saja ibu. Tapi jika ibu tidak ingin Mira bersama mas Rayyan, Mira akan turuti. Tapi Mira juga tidak janji untuk bisa menjalin hubungan dengan yang lain lagi."
" Kenapa?" Tanya ibu.
" Karena bersama yang lain juga belum tentu tak ada masalah bu."
" Kalau ibu keberatan dengan hubungan Mira bersama mas Rayyan, Mira akan akhiri. Mumpung belum terlanjur."
Mira keluar begitu saja dari kamar ibunya.
Ia berhenti ketika berpapasan dengan Andre.
" Kalau diammu gara-gara kakak punya hubungan dengan dia, jangan kawatir kakak akan selesaikan."
Mira masuk ke dalam kamar. Menutup pintu dan menguncinya.
Membanting tubuhnya begitu saja di atas kasur.
Air matanya tumpah, tak dapat dibendung lagi. Ia meraung, menumpahkan rasa sakit yang terasa begitu penuh di dalam dadanya.
Mengapa disaat aku bahagia, mereka malah sedih?
Apakah takdirku memang harus begini?
Mira benar-benar merasa berat dengan pilihan yang diberikan ibu dan adiknya.
Ia bukan tak paham maksud ibunya, tetapi apakah dia juga harus mengorbankan perasaannya yang mulai tumbuh itu tanpa sempat berkembang.
Lalu bagaimana dengan Rayyan jika dia memutuskan untuk berhenti?
Apakah dia juga akan baik-baik saja?
Benarkah apa yang ibu katakan, bahwa dia tidak akan terpengaruh dengan selesainya hubungan ini?!
Apakah dia hanya menganggapku sebagai mainan, setelah bosan akan dibuang begitu saja seperti kata ibu?
Tidak! Mas Rayyan tidak mungkin begitu. Aku jelas melihat ketulusan dimatannya, dan aku yakin dia bukan orang seperti yang ibu katakan. Lalu aku harus bagaimana sekarang? Aku bingung!
Kenapa hatiku terasa berat jika harus melapasnya?
Ya Allah, apa yang harus aku lakukan?
Haruskah dia menuruti ibunya? Atau mendengarkan kata hatinya.
๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น
Cinta memang harus diuji, agar bisa mengukur seberapa kuatnya tali pengikat antara dua hati. Karena dengan ujian maka kekuatan akan didapatkan agar tidak mudah rapuh, walaupun ujian selanjutnya terus merintang. Percayalah, kekuatan terbesar dari setiap hubungan adalah kesanggupan kita saat menjalani prosesnya, dan kebahagiaan adalah bonusnya.
Hayo.... Besok hari senin, jangan lupa vote voucher, vote hadiah, like dan komentar kalian.
Dukungan kalian sangat berarti untuk menyatukan dua hati yang sedang diuji.
Salam Rayan ๐Mira.