I LOVE YOU, ENCUS

I LOVE YOU, ENCUS
Makin Membara



Oma mengambil foto Mira yang berdandan rapi, memakai seragam batik, khas seragam toko yang dipakai oleh karyawan.


Memang di haruskan memakai make up, agar terlihat lebih glamour mengingat barang yang dijual adalah barang mewah dan pelangganannya juga kaum elit dan berduit. Beginilah hasil jepretan foto oma dengan objek Mira Adinda



CANTIK GAK RAAAAYYY....😄😄😄


Maaf mama kasih gambar Mira, biar lebih semangat balapannya ya...... 🤗🤗


Oma tersenyum sambil menunggu reaksi dari Rayyan. Dan belum sempat masuk ke dalam tas, hp oma langsung berdering.


" Assalamualaikum Ray...." Mama menyapa sambil menahan senyum kemenangan.


" Ma, kenapa didandanin begitu?" protes Rayyan.


" Emang semua karyawan toko mama begitu semua dandannya kan? Emang suruh dandan kayak mana?" Dengan nada santai mama Sarah menjelaskan tentang foto yang ia kirim ke Rayyan.


Sedang Mira sekarang mengikuti Tari untuk mendapat pemgarahan cara bekerja.


Rayyan mengerang frustasi di dalam mobil. Mathew memperhatikan Rayyan yang selalu berbicara dengan nada berat, dan protes terhadap mamanya.


" Ma, kerja di dealer ajalah." Protes Rayyan.


" Gak kamu simpen aja di dalam lemari?!" Celetuk oma.


" Ntar banyak yang liatin dia lagi ma!"


" Terus kalau ada pelanggan mau lihat siapa kalau gak lihat yang jual?"


" Hadewh ma....!"


" Kamu itu kenapa sih?" Tanya mama Sarah.


" Dandanannya bisa dibikin biasa aja gak?"


" Ya itu udah biasa, emang dasarnya dia udah cantik, dipoles dikit aja udah kelihatan."


" Jugaan dia cantik kok kamu yang sewot?"


" Mama itu mau jual barang apa orang sih?"


" Ya barang, tapi kan itu memang sudah peraturannya bekerja disini Ray." Jelas mama.


" Pelanggan mama ada laki-lakinya enggak?"


" Yang namanya umum ya adalah Ray."


" Dan yang pasti tajir melintir, soalnya cuma kaum kelas atas yang mampu beli barang disini." Mama Sarah malah semakin gencar membuat Rayyan kalang kabut.


" Bisa enggak dia kerja di dalam ruangan mama?"


" Dimana aja bisa, tapi yang namanya pelanggan pasti juga masuk ke ruangan mama untuk melihat atau memesan barang, secara katalog juga ada di ruangan mama. Kenapa memang?"


" Takut aja lirik-lirik si Mira."


" Hahhahaha..." Mama Sarah langsung tertawa mendengar ucapan Rayyan.


Oma melihat bayangan pelanggan yang datang, sepasang suami istri dan dua orang anaknya yang sudah dewasa, keduanya laki-laki, dan oma tahu siapa mereka. Tamu jauh dari Jogjakarta.


Tari membawa Mira untuk menghampiri tamu, dan mengajari Mira cara melayani pelanggan.


Mama Sarah dengan jahilnya mengarahkan kamera ke arah mereka agar dilihat oleh Rayyan bagaimana interaksi para tamunya dengan dua karyawan yang tak lain adalah Tari dan Mira.


Tentu dengan senyum dan keramahtamahan kedua gadis itu melayani keluarga yang terlihat berkelas dengan setelan jas yang mereka kenakan.


" Maaa....." Rayyan merengek.


" Lihat bagaimana Mira terlihat cerdas melayani pelanggan." Kata mama Sarah bangga.


" Ingin pulang rasanya." Keluh Rayyan.


" Lebay." Ledek mama, yang disetujui oleh Mathew.


" Betol itu oma!" Teriak Mathew dari samping Rayyan.


" Diam lu! Bonus ilang!" Hardik Rayyan.


" Ancaman tak mempan bos." Ejek Mathew. Pasalnya, setiap saat hanya ancaman itu yang Rayyan katakan, nyatanya bonus tetap mengalir.


" Ma, Rayyan pulang ini." Ancam Rayyan.


" Mangga, sok atuh.... Mama gak rugi." Jawab mama dengan santainya, dan kini mama malah tersenyum ramah dengan pelanggan yang masuk ke ruangannya.


" Hai... Jeng." Tanpa mematikan sambungan telpon, mama Sarah menemui pelanggannya dan mempersilahkan duduk di sofa setelah melakukan salam tempel, cium pipi kanan dan kiri.


" Mira tolong kasih katalog ke tante Risma, dan pak Jaya silahkan duduk. Ini putranya?" Tanya mama Sarah kepada dua orang laki-laki yang masih terlihat begitu muda.


" Ini Alex anak sulung saya, dan yang ini Reno menantu saya."


" Halo." Mama Sarah menyalami tamu-tamunya satu persatu.


" Ini Alex yang punya EJ hutomo tbk kan jeng? Sayang waktu nikahan saya tidak bisa hadir, cuma papanya aja." Kata mama Sarah pada pelanggannya yang ternyata klien suaminya.


" Iya, kebetulan kami ada acara di Jakarta dan sekalian ke kantor Mr. Johan terus kesini cari oleh-oleh buat istri-istri mereka jeng." Ucap jeng Risma.


" Oh ya, silahkan-silahkan. Katalognya Mira kasih ke mereka."


" Silahkan dilihat-lihat, kalau mau pesan juga bisa."


Mama Sarah melirik ke hp yang masih standby dalam keadaan hidup, memperlihatkan wajah Rayyan.


" Sebentar ya Ray." Ucap mama Sarah.


Tamu yang bernama Alex menengok ke arah hp yang masih dalam panggilan dan melihat wajah yang tak asing disana.


" Kalian kenal?"


" Kami teman waktu sekolah." Jawab Alex.


" Ray, kamu kenal sama ini?" Mama mengarahkan kamera ke Alex.


" Woy.... Bro!" Sapa Rayyan pada Alex.


" Gimana kabarnya?" Tanya Alex.


Dan terjadillah dunia terbelah dua dalam satu ruangan. Alex mengobrol via video call dengan Rayyan dan mama Sarah dengan jeng Risma, pak Jaya dan Reno.


" Kapan jeng mantu?" Tanya jeng Risma.


" Si bungsu to? Tunggu selesai satu musim katanya." Jawab mama Sarah. Mira undur diri dari ruangan itu, berlalu mengikuti Tari.


" Yang baru keluar tadi itu calonnya."


Jelas semua mata mencari keberadaan Mira, sayangnya Mira sudah tidak terlihat.


" Cantik sih jeng, sayangnya sudah gak punya anak cowok. Adanya cucu cowok."


" Besanannya ke cucunya aja jeng, saya punya 2 cucu perempuan." Jawab mama Sarah.


" Jangan mulai ma." Sergah pak Jaya.


" Cukup Alex aja yang dijodohin." Ucap pak Jaya sambil melirik Alex yang asyik bercengkerama dengan Rayyan di ujung ruangan.


" Anakmu kamu jodohin jeng?" Tanya mama Sarah.


" He'em, tapi mereka sama-sama suka kok jeng Sarah. Buktinya 5 tahun menikah udah mau 2 buntutnya."


" Jarak aman itu mah jeng, 5 tahun keluar 2."


" He'em. Kalau yang perempuan nunda dulu, katanya nyelesaiin S3 baru mau punya anak."


" Istrinya ini." Tunjuk mama Sarah ke seorang laki-laki berkulit putih, berwajah kalem, tampan, menawan nan rupawan.


" Reno tante." Kata laki-laki itu memperkenalkan diri.


" Ini menantu, suaminya si bungsu."


" Sudah ayem ya jeng, sudah menikah semua."


Ucap mama Sarah.


" Iyalah, udah plong disini jeng." Tunjuk jeng Risma ke dadanya sendiri.


" Kalau Rayyan itu susahnya minta ampun suruh berhenti ikut balapan. Tapi untungnya jodohnya dateng pas mau berangkat kemaren."


" Tapi dengar-dengar ini yang terakhir." Tanya pak Jaya.


" Iya pak, udah ada calon. Jadi mutusin berhenti."


" Ya, memang harus memilih salah satu jeng."


" Iya pak Jaya."


Mira membawa minuman untuk tamu-tamu mama Sarah.


" Trima kasih Mira." Ucap mama Sarah.


Mira tersenyum mengangguk sambil meletakkan minuman di atas meja.


Semua mata tentu tertuju pada Mira yang diperkenalkan sebagai calon istri Rayyan, membuat wajah Mira bersemu.


" Ray, emang gak berat hubungan jarak jauh?" Tanya Alex sambil melirik ke arah Mira.


" Gue Jakarta-Jogja aja gak bertahan lama, apa lagi elu yang Indonesia-eropa. Pulang! Keburu digebet orang." Kata Alex.


" Jangan gitu bro, dipikir emang gue gak pengen buruan pulang. Tapi gimana lagi, sekarang aja masih di jalan."


" Mbak, tinggal cari yang lain aja." Kata pak Jaya pada Mira.


" Heem." Mira hanya tersenyum.


" Wes, yakin gue kayaknya ada yang kebakaran nih tante disana." Kata Alex yang memperhatikan secara langsung perubahan raut wajah Rayyan.


" Tenang neng Mira, di mobil ada alat pemadam kebakaran." Teriak si Mathew.


" Sialan lu Met." Dengus Rayyan.


" Makanya cepet pulang, jangan kelamaan pisah. Udah pengen kondangan nih gue." ucap Alex.


" Rese juga lu, udah jadi CEO tingkah lu gak ada wibawanya sama sekali." Ejek Rayyan.


" Sama temen bedalah kalau sama di kantor, apalagi sama istri... Pengen gak, duaan tiap hari." Alex menaik turunkan alisnya, membuat Rayyan makin jengkel.


" Deket gue jitak lu Al." Sungut Rayyan.


" Untung jauh, mau titip ciumin gak buat mbaknya." Tanya Alex dengan nada menggoda.


" Gue gampar lu!?!?!"😈😈😈😈👹😈👹👹


Semua pemirsa tertawa terbahak-bahak sambil guling-guling..... 😆😆😆😆😆😂😂😂😂


🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹


Hayo... Yang ikut ketawa, ngasih hadiah ke otor sekarang! 😆😆😂😂


ENGGAK KOMEN, BESOK ENGGAK UP.... WKWK