I LOVE YOU, ENCUS

I LOVE YOU, ENCUS
Di Rumah Enggak, di Luar Gak Tau!



Dasarnya kampret, kalau lagi ngumpul bikin rame suasana.


" Lu geseran dikit napa, susah ni." Charles menggerutu, ketika siku Rayyan mengenai pinggangnya yang empuk.


" Pinggang lu kayak emak-emak anak 3, kenyal banget." Rayyan mencubit lipatan pinggang Charles, membuat Charles risih.


" Lu bisa diem gak Ray, bini lu gue sikat mamp us lu gangguin gue mulu." Charles ngomel-ngomel.


" Ngomong apa mas? Coba ulangi!" Catrine melotot sambil mengacungkan sendok es buah yang sedang diraciknya.


" Nggak dek, itu si komo lewat."


HAHAHHHAHHAHAHHAA!


Semua tergelak, kecuali si Catrine yang memasang wajah garang pada Charles yang berlindung di balik tutup toples kerupuk.


" Aku belum tuli mas!" Sungut si Catrine.


" Semoga sebentar lagi." Sahut Charles, dan itu sukses membuat Catrine langsung menarik telinganya.


Semua tergelak, sambil memegangi perut.


" Les, emang pinter lu dari dulu." Alex menimpali.


" Jangan nambah penderitaan gue Al." Alex tak peduli.


" Dia emang hobby bikin wanita sengsara, nanti dia bakal sengsara karena wanita. Doain istri tuli, entar balik ke elu Les."


" Doakan yang baik buat temen Al, jangan jahat sama gue, gendut-gendut begini, gue temen baik lu kan?" Charles memelas.


" Lu bisa gendut dicekokin apa sama bini?" Tanya Mathew.


" Syu-syu." Mulut Charles monyong, hingga tangan Catrine langsung mengucir bibir monyong Charles sambil diplintir.


" Aduh...duh...duh, sakit tauk dek!" Charles terpekik.


" Syukurin!" Cathrin melepas bibir Charles sambil menghentakkan kaki dengan kejengkelan yang luar biasa.


" Lu gak ada kapoknya disiksa istri Les? Masih aja godain!" Rayyan menggeleng tak percaya dengan kelakuan pasutri yang seperti Tom and Jerry.


" Kalau bukan gue yang godain dia siapa lagi? Elu? Jangan harap! Gue rasa macan pnya lu diam-diam menghanyutkan." Charles melirik bidadari yang sedang duduk di atas karpet bersama anak-anak.


" Godaan gue ke dia gak modelan lu."


" Jangan ditanya Les, ntar lu ngiri!" Mathew menyahut.


" Alex sama Xandra juga gak kalah romantis." Charles melirik perempuan mungil yang sibuk menyuapi Liam.


" Lirik-lirik bini gue, tak keluarin tuh telurmu!"


" Waduw gak bisa dipake dunks." si Rayyan tertawa mengejek.


" Kalian itu dari dulu kompak banget kalau bully gue." Charles bersungut.


" Lah emang cuma elu yang tingkahnya aneh diantara kita tho?! Coba kamu kalem kayak Reno." Alex menunjuk orang yang dimaksud yang ternyata hanya senyum sambil memamerkan wajah gantengnya.


" Kabeh kalem koyo dek'e, dunia aman dan damai, gak ono biang kerok koyo kowe ( Semua kalem kayak dia, dunia aman dan damai, gak ada biang kerok kayak kamu)." Charles gantian mengejek Alex.


" Biang kerok cuma sama lu, lu n lu."


Alex menunjuk Charles, Rayyan dan Mathew bergantian.


" Sama ipar lu emang enggak?" Tanya Mathew.


" Kalau sama dia ketularan kalemnya gue."


" Pretttttt!" Charles menyembik.


" Tanyao sama orangnya noh!" Alex menunjuk Reno.


" Takut kali dia sama lu Al?! Takut dipecat jadi ipar kalau lebih dari lu." sahut Mathew.


" Kalau lebih baik ya enggaklah, tapi kalau lebih gila dia udah ada pawangnya, sekalian tempatnya. Dokternya aja jagain dia setiap hari."


" Al, jangan gila! Istrimu diincar Charles." Jiwa jahil Rayyan kumat.


" Dia mana berani, lihat pawangnya udah pegang pisau tuh, siap mangkas burungnya si Charles.... Sirrr.... Putus sampai pangkalnya." Alex membuat gerakan mengiris dengan tangannya dan bayangan keempat pria yang ada disana langsung membuat ngilu membayangkan senjata pamungkas Charles pisah dari pertigaan.


" Udah tobat gue, jangan ingetin gue yang brengsek kayak masih ganteng dulu!"


" Pantesan lu dibikin gendut sama bini lu, itu to alasannya?" Rayyan menyikut lagi pinggang seksi Charles.


" Gak bebas dong goyang-goyang, ada yang menggelambir sana sini, bikin sensasi bergelantungan." Mathew ikut menyikut pinggang Charles, dan itu sukses membuat Charles geram.


" Awas kalian, tak sumpahin taon depan kena obesitas!"


" Gak mungkinlah, tumis genjer bikin lancar pencernaan, tanpa lemak, no kolesterol. Lah kalau lu, mentang-mentang bini jualan makanan, makan gak direm, ya blong lah akhirnya."


" Adanya tiap hari ya itu, jadi mau gimana lagi? Emang boleh minta tumis genjer di rumah lu tiap hari? Kalau boleh, gue sih gak masalah."


" Gue yang masalah!" Alex langsung mendengus.


" Ya lu boleh gantian minta bebek bakar, ikan bakar aneka macam, ayam bakar/goreng, sea food aneka rasa, tinggal pilih." si Charles promosi menu saungnya si istri.


" Murah kok, seporsi gak nyampe 50 ribu, minumnya per gelas aneka jenis 5 ribu doang."


" Gak ada yang gratis?" tanya Mathew.


" Ada, lu dateng, duduk langsung cabut lagi. Itu gratis!" Sahut Charles dengan kesal.


" Gak bisa anter, makan ditempat aja sampai gak ada tempat."


" Ya makanya diperluas via net, biar makin banyak penggemar masakan bini lu."


" Gak setuju gue, kalau bisa aja itu saung aku tutup."


" Lahhhh.... Katanya rame, kok malah mau ditutup?"


" Saking ramenya, suami gak keurus, makanya kayak gini jadi gendut." Keluh Charles.


" Lu kayak bayi aja. Tapi bukannya justru diurus itu badan jadi gemuk."


" Berarti kalian gak diurusin ma bini?" Tanya Charles.


" Mereka gak ngurusin, tapi merhatiin, makanya badan kita tetap bagus. Kalau gak olahraga, nyanyinya judulnya dari sabang sampai merauke."


" Jauh bener."


" Bukan jauh, tapi sangat jauh."


" Gak paham gue. Maksudnya apa sih?" kata Charles.


" Ngomel terus-terusan gak putus-putus, panjang banget kalau dibuat perjalannan jauhnya dari sabang sampai merauke, ujung ke ujung, dibahas semua. Katanya nanti penyakitan lah, gendut jadi jeleklah, gak seksilah."


" Beneran bini lu se extrim itu?" Tanya Charles.


" Gak! Cuma nyindir lu doang." Jawab Rayyan dengan santai.


" Model kayak gituan kok perlu ingetin, sadar dirilah, umur makin bertambah, kalau gak jaga kesehatan takutnya belum nyampe punya cucu udah dibungkus sama kain." Jawab Rayyan.


" Umur, rejeki, jodoh semua Tuhan yang ngatur Ray." Sahut Charles sambil menepuk pundak Rayyan.


" Gak tau mau bilang apa kalau udah menyangkut kalimat itu."


" Seolah kalau orang udah dinasehati dengan kalimat itu artinya harus pasrah." Mathew menimpali.


" Padahal seharusnya sebagai manusia hidup ya gak gitu, tetep harus berusaha dan jangan hanya pasrah sama nasib."


" Kecuali kalau emang udah kejadian, baru bisa pasrah."


" Maksudnya, saat kita harus kehilangan nyawa, baru pasrah. Tapi kalau masih kayak gini, usaha dong biar bisa panjang umur. Mumpung belum terlanjur."


" Dek, tutup saungnya!" Charles berteriak pada istrinya yang sedang nimbrung di karpet.


" Jangan mas, itu usahaku buat jaga-jaga."


sahut Catrine.


" Jaga-jaga apa?" Tanya Charles.


" Jaga-jaga kalau nanti ditinggal kamu mati."


jawab Catrine dengan santainya.


" Doamu dek, jahat bener." Charles menatap dengan mata memelas.


" Ikhlas aku mas ditinggal mati ketimbang ditinggal selingkuh."


" Syukurin, makanya jadi laki jangan jelalatan tuh mata!"


Serentak semua yang ada disana menyerbu Charles yang tak berdaya.


" Mumpung belum mati, tobat lu Les! Masih untung kalau proses matinya instant jadi gak nyusahin. Lah kalau pakai stroke sampai terkapar bertahun-tahun kan kasihan."


" Itu namanya azab, kita tambahin moga kena sipilis." Timpal yang lain.


" Doa kalian jahat bener." Charles seperti tersudut.


" Kami gak doain lu Les, woles."


" Lah terus doain siapa?"


" Doain pria yang suka main perempuan di luar sana yang katanya gak puas sama yang di rumah."


" Nyindir gue kan lu!"


" Lu kesindir, berarti lu pria itu donk?! Nah lu ketahuan!"


" Gue udah tobat kok, tanya dek Catrine."


" Iya gak dek?!" Charles berharap mendapat pembelaan dari sang istri.


" Bener, tobat kalau di rumah. Kalau di luar gak tau ya, selingkuhkan gak mungkin di dalam rumah, jadi gak kelihatan." si Catrine melirik sadis ke Charles.


" Ya ampun dek, masa gak percaya sama mas?"


" Kadang ingin percaya, tapi rasa curiga lebih besar. Dan perasaan perempuan itu sensitif, saking sensitifnya sampai yang tak terlihat pun bisa nyata dirasakan dalam hatinya. Walaupun kadang disangkal dengan kata tidak, tetapi jika hatinya mengatakan lakinya bohong, biasanya terbukti. Tinggal nunggu kejujuran aja atau ditangkap langsung pas lagi jalan sama yang lain."


" Parah lu Les, bini lu sampai bilang kayak gitu."


" Gue emang pendosa, tapi saat pendosa ini sudah bertaubat katanya akan lebih suci ketimbang yang ngaku-ngaku suci tapi nyatanya munafik."


" Jangan cuma katanya, tapi buktikan mas!"


Skak mat!