
Yoga baru saja bangun tidur ketika mendapatkan telpon dari Dian kalau Nisa sudah ada di kantor.
Yoga tak kalah panik ia secepat nya bersiap, bahkan melupakan sarapan nya,
"ibu, kata pak Yoga ibu suka cappucino, apa mau di buatkan? “
"ga usah Dian, aku udah ngopi tadi di rumah"
Dian tersenyum,.
"baiklah bu, saya ke meja saya lagi, ibu bisa hubungi saya kalau ada sesuatu"
"tenang aja Dian "
Yoga terlihat lelah, sesampai nya di kantor ia menuju ruangan nya,
" Nisa... "
Nisa menoleh.. ia sedang membaca majalah yang ada di meja
"sudah datang? " tanya Nisa
"maaf ya, aku ga tau kamu bakal se pagi ini datang"
Nisa hanya tersenyum sedikit,
ia melanjutkan lagi kegiatan membaca majalah nya,
itu membuat Yoga kikuk bukan?
Yoga meminta Dian menyiapkan laptop baru untuk Nisa, Yoga akan memulai memperkenalkan Nisa pada dunia Baru nya sebelum nanti jam 10 mereka meeting perkenalan staff.
Yoga sengaja tidak menambah meja di ruangan ini. bukan kah lebih menyenangkan bekerja dalam satu meja yang di huni oleh 2 orang..
"Nisa.. ayo kita mulai... "
Nisa meninggalkan majalah nya,
ia di persilahkan duduk di kursi kebesaran Yoga yang tampak empuk..
"papah telpon aku semalam.. untuk saat ini kita akan fokus pada client dari Inggris itu oke"
"ya.. bagaimana saja baik nya... " jawab Nisa pasrah
hari ini di mulai,
Yoga menerangkan segala nya pada Nisa dari waktu, jenis bisnis dan omset,
tidak di sangka Nisa dapat belajar dengan cepat apa yang Yoga berikan , ia memang punya dasar bekerja di perbankan dulu..
hingga kini tiba waktunya untuk meeting kecil kecilan. ruang meeting di beri hiasan untuk ucapan selamat datang nya pada Nisa sebagai owner dari perusahaan nya ini..
Nisa tampak terharu, ada kue juga untuk simbol bergabung nya ia di perusahaan..
memperkenalkan satu demi satu staff dan tugas tugas nya. Nisa sangat senang..
beberapa orang mengenal Nisa yang dulu bekerja di bank yang bekerja sama dengan perusahaan ini, namun mereka bungkam, begitu banyak pertanyaan yang ingin mereka tau,
walau kabar simpang siur di kalangan staff mengatakan bahwa Nisa dan Yoga sudah menikah bahkan memiliki seorang putra,
namun ada kabar juga perusahaan telah mengganti seluruh kepemilikan atas nama Adnan, namun malah Nisa yang menggantikan nya menjabat, bukan kah selama ini bpak pratama lah sebagai owner dari semua perusahaan,
Nisa begitu cepat mengerti, Yoga sangat takjub dengan kemampuan nya,
hari demi hari berjalan dengan cukup baik..
hari ini client mereka dari Inggris akan datang, semua persiapan telah di siap kan
Yoga menjemput Nisa,
selain itu dia juga rindu putra nya, se minggu ini mereka tampak sibuk, hingga bertemu dengan Razky sangat jarang,
"hallo jagoan papah"
Yoga menggendong putra nya,
ia sedang di suapi makan oleh bi yuni,
Nisa keluar dari kamar
"kenapa di jemput, aku bisa berangkat sendiri " ucap Nisa pada Yoga,
"aku mampir sekalian nengokin Razky"
Yoga nampak asik bermain,
karna Nisa telah siap.. Yoga pamit pada ibu, Nisa hendak pergi dengan mobil nya. namun yoga mencegah nya..
"Nisa pake mobil aku aja.. "
"aku ga mau. nanti aku jadi tergantung sama kamu"
Nisa jujur sekali.. itu lah yang memang Yoga mau Nisa tergantung pada nya,
"tapi ga lucu kan. kita satu arah, satu tujuan dan dari satu tempat. masa beda mobil,
yaudah kalo gitu aku aja numpang di mobil kamu" ucap Yoga
Nisa mengalah ia tidak mau debat pagi pagi begini..
"oke aku ikut sama kamu" ucap Nisa
jam 11tepat siang ini, Dian menginformasikan pihak Jimmy client nya dari Inggris akan datang,
Yoga melihat nya sedikit cemas.
"Dian bawakan cappucino buat ibu bos mu, dia nampak gelisah sekali"
Yoga mengirim pesan pada Dian, Dian tersenyum di sana, ia tau Yoga masih memiliki rasa pada wanita nya itu,
tokk tokk tok...
"ibu permisi"
Dian menaruh kopi di dekat Nisa,
"aku ga pesen kopi Dian"
"emh... maaf Bu. bapak yang pesan"
jawab Dian ragu,
Nisa melirik Yoga yang di lirik pura pura fokus pada laptop nya,
"ya udah.. makasih ya.. "
"sama sama bu, Dian permisi"
Nisa mengangguk,.
"santai saja Nisa Jimmy tidak akan menggigit mu" ucap Yoga sambil tersenyum,
Nisa gugup, dan itu bukan kah wajar untuk pebisnis semula seperti dia,
Nisa merasa pusing melihat dokumen yang ada di meja nya,
ia menyandarkan kepala di kursi nya, memejamkan mata,
Yoga melihat nya dari balik laptop, mereka berhadapan,
"ya Tuhan Nisa, bagaimana Tuhan menciptakan mu, kamu nyaris sempurna untuk ku"
Nisa tiba tiba bangun, membuat Yoga cepat memalingkan wajah nya,
"aku ke toilet dulu"...
Yoga mengangguk, ia menertawakan Nisa diam diam, untuk Yoga Nisa sangat lah lucu.
jam menunjukan pukul 11 kurang 10 menit.. Yoga sudah membereskan meja nya,
ketika melihat ada kotoran menempel di baju yoga sedikit, Nisa terusik.
mereka akan bertemu client penting dan apa itu di baju Yoga ?
" Yoga.. "
"hmmm? “
" ada noda di baju kamu" ucap Nisa menunjuk ke dada Yoga, Yoga reflek melihat nya..
ia tersenyum, entah lah apa ini, dan sudah mengering, berarti cukup lama bukan?
"apa ini biskuit yang Razky makan? tadi aku menggendong nya waktu mau berangkat kan?? “ ucap Yoga tertawa membersihkan baju nya,
Nisa jadi ikut tertawa.. seperti nya iya itu biskuit,
" ada noda Nisa, ga ilang" ucap Yoga..
Nisa buru buru membasahi tisu, mengelap kemeja Yoga, ya biskuit nya sudah kering,
Nisa mengelap nya, jarak mereka sangat dekat, Yoga menatap wajah Nisa dari tempat nya memandang yoga dapat melihat bulu mata nya yang lentik,
"kemeja Yoga sedikit basah, namun noda nya telah hilang,
Nisa meniup dan mengusap usap kemeja Yoga agar uap air nya mengering cepat,
" sebentar lagi hilang.. apa tamu kita sudah datang?? " Yoga diam ia tidak menjawab. membuat Nisa mengangkat wajah nya menatap Yoga,
Yoga tersenyum ketika mata mereka bertemu,
"terimakasih Nisa, ini pasti cepat kering"
Nisa terdiam.. ia panik, sampai jarak mereka berdekatan pun ia tak sadar
"pak, bu.. "
Dian mundur lagi, saat melihat pemandangan di depan nya,
Nisa langsung mundur menjauh, tidak mau dian berpikir aneh aneh..
"masuk lah dian.." ucap Yoga
"tuan Jimmy sudah datang"
"makasih Dian.. kamu sudah siap? “
" sudah pak"
"ayo Nisa kita ke ruangan meeting"
Nisa mengangguk,
Nisa meminta Yoga untuk jalan terlebih dulu,
_ mas Adnan, kenapa kamu membawaku jadi lebih dekat dengan nya?? _ memandangi tubuh Yoga yang begitu pas dengan jas nya Nisa bergumam dalam hati nya..