
acara malam ini selesai,
dua keluarga sangat bahagia..
keluarga Riko berpamitan, nisa dan keluarga nya masih ada di resto, nisa minta ijin untuk ke kamar kecil,
ia bercermin, melihat pantulan cincin pemberian Riko beberapa saat yang lalu, untuk saat ini entah apa yang harus ia lakukan..
namun ia harus jujur, bagaimana pun Riko calon suami nya, terserah apa yang terjadi nanti setelah nisa memberitahu nya, terserah Riko dan keluarga nya akan memandang nisa seperti apa, ia ta mau ada kebohongan, ini harus segera di luruskan..
selesai, nisa akan kembali ke keluarga nya, ia akan meminta pulang, tubuhnya sangat lelah.
keluar dari kamar kecil, seseorang telah menunggu nya, yoga masih ada di sini, dan kini ia ada di hadapan nisa,
tubuh nisa selalu bergetar setiap melihat yoga, bukan getaran cinta, namun nisa takut, selalu saja bayangan malam itu langsung terlintas di kepala nya saat melihat yoga, bagai mana lelaki berengsek ini menyakiti nya,
"nisa beri aku kesempatan bicara (nada nya sungguh terdengar lemah lembut, namun nisa tak luluh karena itu) "
"tuan, bukan kah anda yang meminta, jika kita kebetulan bertemu saya harus menghindar?? "
tidak dapat di pungkiri, ya itu yang ia tulis untuk nisa di malam itu
"jadi untuk apa anda repot repot menemui saya? anda minta melupakan nya kan? "
"iya nisa itu benar"
"jangan sebut nama saya tuan, saya tidak. menyukai nya" (nisa bernada sinis, sungguh ia tak rela mendengar nama nya di sebut lelaki ini)
"oke sayang..
seketika nisa melotot mendengar kata itu, telinga nya seketika panas level 10,
" maaf untuk malam itu, aku juga korban, seseorang memasukan obat perangsang di minuman yang aku minum (nisa sungguh sangat risih mendengar kata kata itu),
aku udah coba obatin, tapi itu ga mempan, aku meminta assisten ku mencari wanita bayaran untuk malam itu, maka dari itu aku kira kamu wanita itu,
assisten ku juga sudah mengaku ia salah orang"
sejenak mereka terdiam, yoga menunggu jawaban dari nisa tapi nihil, nisa diam saja
"sudah??
lalu, dengan kata maaf dan cerita yang anda sampaikan semua akan kembali ke semula??
seketika hidup saya hancur, dan kamu pelaku nya tuan"
"nisa, tinggalkan lelaki itu, menikahlah dengan ku, aku akan tanggung jawab"
nisa tidak menjawab apa pun, tatapan mata nya datar, yoga tidak mengerti apa artinya itu,
nisa merasa sudah cukup, ia tak perlu menanggapi apa apa, ia pergi meninggalkan yoga yang terpaku sendiri..
yoga menjambak rambut nya ia prustasi,
pukul 10malam mereka baru sampai di rumah, nisa memutuskan menunggu sang ayah selesai urusan resto nya, baru mereka pulang,
merebahkan tubuh nya di atas kasur, nisa tak bisa berpikir sedikit pun, seolah otak nya keram, hingga ia tertidur tanpa mengganti baju nya. .
**
yoga membanting apa yang ada di atas meja kerja nya, pelayanan di sana terkejut mendengar suara riuh dari sana mereka saling melempar pandangan saling bertanya..
bagaimana bisa, diri nya se menyedihkan ini, ia bisa menghadapi siapa saja dalam berbisnis, namun mengapa menghadapi satu wanita saja ia tidak becus, ini yang ia hindari selama ini
jatuh cinta,
itu merusak semua nya,
waktu begitu cepat berganti,
alhamdulilah pagi datang lagi,
ini masih pukul 4 subuh, nisa terbangun,
ia mengingat tes kehamilan nya, bergegas ke kamar mandi, nisa melakukan tes...
harap harap cemas dengan hasil nya, nisa meninggalkan nya sejenak, ia mencuci muka dan menghosok gigi nya, setelah itu betapa ia terkejut melihat hasil alat itu,
dua garis merah begitu nyata tergambar di sana, nisa syok, ia menjatuhkan alat tes itu... hidup nya benar benar hancur, nisa menangis sejadi jadi nya,
" berengsek lo yogaaa, gue benci sama looo berengsekkk...." (nisa menjerit meluap kan emosi nya)
terduduk, nisa memeluk lutut nya, memandangi hasil tes yang tergeletak begitu saja di lantai,
Tuhan, aku harus bagaimana, hidupku hancur sudah,
nisa memandangi perut nya, di remasnya baju di bagian perut itu, ia tak menyangka, benar ada kehidupan di sana nisa menangis lagi, se saat ia ingin mati saja, ia tak tau harus bagaimana menghadapi semua ini..
nisa sudah siap dengan pakaian kerja nya,
ini masih pagi, jam 7 pun belum,
"bu, nisa berangkat sekarang ya, banyak kerjaan di kantor"
"kamu belum sarapan nak, "
"nisa sarapan di kantor nanti"
"baik lah, hati hati ya..
" iya bu,
mengisi data pasien, karna nisa, baru pertama kali datang, tidak ada data pasien di RS ini,
ia miris melihat kolom yang menanyakan nama suami, nisa asal saja mengisi, maaf bang, nisa pinjam data abang nya Rendy
mendapatkan urutan no 3,
nisa memberi kabar pada bulan Retno, kemungkinan besar ia akan terlambat,
seperti biasa, ada adi mengikuti nya, nisa tak pernah tau,
ini sangat mengejutkan, nisa tertangkap kamera nya sedang berada di poli kandungan,
"tuan, ( adi mengirimkan foto)
" apa ??? (yang yoga lihat betul betul nisa di foto itu) sedang apa dia di poli kandungan? (bertanya pada diri sendiri)
"sama siapa nisa ke RS? (tanya yoga pada adi)
" sendiri tuan, saya mengikuti nya dari nona keluar rumah“
yoga menduga duga,
"apa nisa hamil?? dan itu anak ku?? (ada senyum senang tersampir di bibir nya)
ya ini akan jadi ikatan kuat untuk nya dan nisa
" pantau terus, saya sebentar lagi ke sana "
"baik tuan..
yoga bahagia mendengar kabar ini, ia akan menemui nisa, ia ingin memeluk nya
" nyonya anissa riani" (panggil suster)
"saya Sus, "
" silahkan ibu, ( mengulurkan tangan menunjukan arah)
nisa memasuki ruangan yang khas berwarna putih, ia duduk berhadapan dengan dokter perempuan muda,
"ibu Annisa, usia 23 tahun,
" betul dok
"sejak kapan telat menstrulasi nya bu?? " (tnya dokter dengan ramah, ia juga tersenyum pada nisa)
"saya ingat sudah 8 harian dok"
"oke (nisa melakukan cek tekanan darah, BB, ia sungguh sangat gemetar)
" kalau hitungan kalender kami, usia kandungan nya sudah jalan 5minggu ya bu,
ayo kita lihat langsung "
sang dokter membawa nisa ke tempat tidur, ia akan melakukan USg,
"kehamilan pertama ya bu?? (dokter mengajak nya ngobrol, nisa terlihat tegang)
" iya dok.
“ apa ada keluhan, mual pusing" ( sang dokter mengaktifkan layar USg nya, suster membantu nisa menyingkap baju atas nya)
"iya dok, saya suka pusing, saya juga mual kalo nyium parfum saya sendiri"
"itu wajar ya bu, 80% ibu hamil di trimester pertama merasakan itu,
"mohon maaf ibu, saya angkat bajunya sedikit ya“ (suster itu memberi arahan, bagian bawah nisa di tutup selimut) nisa menurut,
" baik kita mulai ya bu, (suster meletakan gel berwarna bening di perut bagian bawah, seketika rasa dingin terasa)
dokter sedikit menekan perut bawah nisa dengan alat, mencari letak janin di sana,
"nah, ini dia... (dokter menemukan nya)
ibu lihat ini, (mengarahkan nisa untuk melihat pada layar led yang cukup besar, dan begitu jelas terlihat di sana
" ini janin dalam perut ibu, ( dokter membuat pola melinggkar di layar, agar nisa fokus ke sana"
"masih sangat kecil, dan usia nya 4minggu lebih dua hari"
nisa menangis,
ia bermaksud ingin menanyakan pada sang dokter, bagaimana proses menggugurkan kandungan, namun setelah melihat hasil USG entah mengapa hati nya menghangat, ia tak tega, bagaimana pun anak itu anak nya juga, darah daging nya, ia tidak bersalah bukan??
suster membersihkan sisa gel di perut nisa, pemeriksaan selesai, nisa kembali lagi ke kursi nya,
"jangan terlalu lelah, jangan stres, makan yang baik, yang sehat, dan teratur ya bu, sejauh ini hasil pemeriksaan bagus, ibu dan janin nya sehat"
tangan nisa bergetar, menerima buku untuk pemeriksaan kehamilan secara berkala, dan vitamin, ada hasil USg juga di sana ia mengusap nya,
berjalan gontai di Koridor rs, kaki nya seakan tak dapat ia angkat, begitu lemah, bayangan malam acara lamaran itu berputar ulang bagai film di kepala nisa, ia mengecewakan banyak orang, senyum dan tawa mereka malam itu terdengar di telinga nya bagai alarm..
nisa merasa tak kuat meneruskan langkah nya, ia duduk di kursi tunggu kepalanya sedikit berputar.
di usap dan di pandangi lagi hasil USg tersebut, pikiran nya melayang hingga ia mendengar seseorang memanggil namanya
"Annisa......