Annisa

Annisa
adegan berbahaya



Nisa akhirnya ikut,


dalam hati yoga bersorak bahagia tentu nya, rencana nya 59% bisa di bilang berhasil..


Nisa mengambil alih Razky untuk nya gendong,


"kita pergi liat peternakan kelinci sama kambing yu, yang baru Opening kemaren itu, tempat nya enak kayanya.. "


Nisa tidak langsung menjawab, ia tidak tau harus bagaimana,


"Nisa.... "


Yoga melirik nya,


"ya kemana saja yang pasti jam 2 kita harus sudah di rumah.. udah ashar nanti Razky mau potong tumpeng" ucap Nisa


"kamu ga kabarin aku Razky ada acara sore nanti"


"itu ibu yang bikin acara, aku ga tau" jawab Nisa ketus..


Yoga tersenyum.


ia sangat sabar menghadapi Nisa.


"ga kerasa ya anak kita udah se tahun aja.. "


ucap Yoga yang membuat Nisa menatap nya.


"ya sudah dua tahun juga kejadian malam itu" gumam Nisa dalam hati, Nisa lebih banyak diam hanya Yoga saja yang sering melontarkan candaan walaupun Nisa tidak merespon...


sampai sudah di tempat wisata yang Yoga maksud, tapi Razky tidur di gendongan Nisa....


acara ajak main Razky jadi berasa canggung karna dia malah tidur..


"kita ke kafe nya aja dulu, sambil. nunggu Razky bangun... " ajak Yoga


Nisa hanya mengangguk.. ia akan memesan kopi saja karna kepala nya memang sedikit pusing..


seorang waiters datang,


memberikan daftar menu untuk nya,


"oke...


aku mau kopi hitam 1


kentang goreng 1


cappucino late 1


roti bakar keju 1 "


Nisa melirik Yoga, dia bahkan hafal Nisa suka cappucino dan roti bakar keju.


" Nisa aku ke toilet dulu sebentar ya"


Nisa mengangguk, ia ingin sekali beranjak dari sana, tapi Yoga meninggalkan HP dan dompet nya begitu saja di meja, Nisa takut itu akan hilang jika di tinggalkan di tempat ramai seperti ini..


HP Yoga menyala karna notif pesan masuk, Nisa melihat foto nya dan Razky menjadi layar kunci dan wallpaper,


pesanan mereka datang, bersama kembali nya Yoga dari toilet,


"Nisa makan duluan ya.. sini Razky aku gendong pasti berat kan"


"lumayan.. " jawab Nisa.


Razky di pindahkan, tetapi ia tetap saja tidur,


Nisa hendak menikmati kopi nya selagi panas, seseorang datang mendekat,


"Yoga? "


Yoga tersenyum, ia mengenali wanita di hadapan nya,


" anak siapa ini? “ tanya wanita itu.. mereka cepika cepiki, Nisa yang melihat nya langsung membuang muka, ia menyeruput kopi


"anak aku lah. buat apa aku gendong anak orang" jawab Yoga sambil tertawa..


wanita itu melirik Nisa, dia berbisik,


"apa itu istri mu??"


Yoga tambah tersenyum,


bisikan itu sangat terdengar oleh Nisa,


"iya, dia cantik kan??"


teman Yoga itu memperhatikan Nisa,


ia tersenyum menganggukan kepala nya, Nisa membalas nya...


"kapan kalian menikah? aku bahkan ga tau? “


" kamu ga akan aku undang karna mungkin kamu bakal bikin acara aku berantakan" ucap Yoga..


"hahaa kamu bisa aja... "


Yoga dan celine terus saja mengobrol, layak nya teman lama yang baru berjumpa..


kebetulan Nisa mendapat telpon.. ia bangkit dan meninggalkan Yoga begitu saja..


setelah celine pergi, Nisa belum kembali, padahal sudah 10 menit lebih


"apa Nisa masih menelpon? " tanya nya pada diri sendiri,, Razky bangun akhir nya ia menangis...


Yoga melihat Nisa dua meja tak jauh dari meja nya, Nisa duduk sendiri, Yoga menghampiri nya,


"Nisa ko di sini"


Nisa bangun,


"apa sudah mengobrol nya?


aku ga mau kaya radio butut nungguin kamu ngobrol sama orang lain"


Yoga terdiam..


"maaf ya.. "


Nisa membuang nafas. ia membawa Razky untuk ia gendong,


Nisa memperhatikan sekitar. Razky terlihat senang dengan papah nya memberi makan kelinci.. namun tidak dengan kambing.. ia ketakutan dan menangis kencang sekali.. Nisa menenangkan nya..


"Yoga kita pulang yu, kaya nya mau ujan"


Yoga pun memperhatikan sekitar.


gemuruh terdengar entah dari sebelah mana,


"iya, ayo kita siap siap... "


Nisa merapihkan perlengkapan Razky yang sempat di keluarkan dari tas nya,


namun angin kencang dan hujan lumayan deras tiba tiba datang...


"Nisa ke sini "


Yoga memegang pergelangan tangan Nisa.. membawa nya untuk berteduh...


petir lebih kencang datang lagi, keadaan tiba tiba sangat tidak bersahabat,


kilat tiba tiba datang,


membuat Razky menjerit seketika..


Yoga refleks memeluk nya menghadap Nisa, gemuruh cukup besar terdengar, saking kaget nya Nisa berteriak..


"ya Allah" Yoga langsung memeluk nya, Razky masih menangis di gendongan nya..


sambil ketakutan, Nisa dengan jelas mencium wangi parfum di baju Yoga, wangi yang dia suka juga semenjak mengandung Razky,


beberapa menit gemuruh berlangsung, angin juga masih tampak kencang membawa hujan..


Yoga mengusap belakang kepala Nisa,


membawa Nisa lebih dalam ke pelukan nya,


Nisa mengangkat wajah nya, tangan nya juga memeluk Razky dalam gendongan Yoga,


mereka bertatapan,


"kamu takut?? “ tanya Yoga


Nisa menggeleng,


jelas itu bohong, karna tubuh nya berkata ia ketakutan..


"aku mau pulang" kata Nisa


"tunggu hujan nya reda ya? “


Nisa mengangguk, ia menjauhkan tubuh nya, membuat tangan Yoga terlepas dari kepala nya,


"maaf Nisa aku ga bermaksud apa apa, itu reflek"


Nisa mengangguk,


namun kilat lagi lagi datang, membuat Yoga memeluk nya lagi...


ketika hujan, angin mulai berhenti,


namun gemuruh masih ada,


di beberapa titik tempat wisata mengalami pohon tumbang karna petir dan angin, aliran listrik di sana padam, karna tertimpa pohon tumbang yang cukup besar..


Nisa memeriksa dompet nya.. HP nya bergetar di sana..


"hallo bu.. "


"Nisa kamu di mana nak? "


"bu Nisa lagi di tempat wisata, hujan angin kencang sekali"


"sama nak, di sini juga.. ibu khawatir"


"ibu ga apa apa di sana? “ tanya Nisa tidak kalah hawatir


"engga sayang.. kamu gimana? “


"alhamdulillah engga bu, Razky terus nangis pas ada kilat sama petir tadi"


"pasti, Razky pasti takut"


"iya bu.. ini kita mau pulang"


"hati hati ya kalian"


Yoga sigap membawakan tas perlengkapan Razky, Nisa menggendong nya, mereka akan pulang menerobos para pekerja yang merapihkan sisa hujan tadi.


kedua nya tampak canggung karna kejadian tadi, Razky memainkan mainan robot nya ia dengan lucu sambil berceloteh...


"Yoga .. dari mana kamu punya foto kita? "


Nisa bertanya menghilangkan rasa penasaran nya


"foto yang mana? " tanya Yoga, ia memang belum mengerti


"yang jadi wallpaper kamu"


"owh itu, dari alm om Adnan... " jawab Yoga cuek..


Nisa terdiam, mendengar nama suami nya mengudara,


"om Adnan hampir setiap hari kirim aku foto Razky, Razky lagi apa, baru mandi, lagi sakit, waktu kalian maen ke mall, berenang, om Adnan kirim ke aku, sampe aku punya galeri khusus buat Razky"


"jadi mas Adnan melakukan itu?


walaupun sebelum nya dia dan Yoga berselisih faham? “ Nisa bergumam.. ia melamun lagi, sampai mainan yang ia pegang terjatuh..


Yoga melirik Nisa yang kesulitan mengambil mainan Razky,


" Nisa biarin aja itu susah"


Nisa mendesah,


tapi syukur nya Razky tidak menangis,


tak ada lagi pembicaraan di dalam mobil, hingga mereka sampai di rumah..