
kecanggungan terjadi di dalam mobil, nisa tidak menyangka adnan akan mengantar nya, nisa terdiam, sesekali melirik adnan dengan ekor mata nya,
adnan pun entah mengapa jadi membisu, dia sibuk menetralkan degup jantung nya,
"masss" (memecah keheningan, nisa penasaran kenapa adnan yang mangantar nya untuk pulang)
*nisa kamu ga tau mas lagi menenangkan diri, suara kamu begitu cepat sampai ke hati, ini aneh, benar benar aneh, entah mengapa suara panggilan dari nisa ingin selalu ia dengar (adnan)
tidak mendapat jawaban, nisa memanggil nya lagi
"maasss"
"iya nisa.. " ( adnan merutuki diri nya sendiri, bagaimana dia bisa se canggung ini)
"kenapa mas yang antar, nisa kan minta kang yopi yang antar"
"itu, semalam yopi nyari mobil ga nemu,
mas juga kebetulan ga ada kerjaan, jadi ga salah kan, mas buka jasa, yaa itung itung jalan jalan lah"
nisa mengangguk, sungguh ia tidak nyaman, perjalanan ini bukan seperti kemarin, dari RS ke warung bu Ratih.. ini akan memakan waktu sekitar 3jam.
"jangan khawatir, kamu bisa bayar jasa sama dengan sewa mobil orang lain, jangan jadi pikiran oke" ( melihat nisa yang pendiam, adnan mencoba menenangkan nya)
nisa akhir nya tersenyum, walaupun ada kecanggungan di sana.
soal pekerjaan adnan, nisa pun terusik, logo pratama yang ada di kaca spion nya membuat nisa sedikit kepo..
"mas, memang kerja di mana? “
" emh, mas cuma sopir pribadi nisa, hari ini jadwal kosong, makanya mas bisa anter kamu"
"di pratama group?? "
"dari mana kamu tau? ( adnan memandang nisa se saat)
" itu.. ( nisa menunjuk logo yang ada di depan nya)
"ah iya.. kamu pintar nisa,
langit mulai cerah seluruh nya, ini kurang dari jam 6 pagi.
" nisa udah sarapan belom??, mas belom sarapan nih, kita cari warung dulu yu"
betul nisa pun belum sarapan, ia malas sebenar nya, namun ia ingat, bayi yang ada di dalam perut nya tidak bisa di biarkan.
ini taman kota, banyak para penjual jajanan di pinggiran jalan, dan ramai para pengunjung yang sedang olahraga pagi
"mau makan apa? di depan ada jejeran penjual makanan"
adnan memelankan laju mobil nya, menunggu keputusan nisa untuk menepi kan mobil nya,
"nisa bingung mas, mas aja yang pilih.. "
adnan pun terlihat berpikir,
"ketoprak mau ga? " (tawar adnan)
"boleh mas"
akhir nya, adnan menepikan mobil nya,
"nisa tunggu saja di sini, mas yang pesan ya"
"kenapa ga makan di sana aja mas?? (tanya nisa)
" banyak yang beli, sama bangku nya juga begitu, takut ga nyaman nanti"
memang benar, di sana ramai, nisa melihat nya
"baiklah mas"
adnan tersenyum, ia keluar dari mobil,
nisa membuka pintu mobil, namun ia masih duduk di dalam,
menunggu adnan, ia membuka galeri hp nya,
dalam hitungan jam nisa akan berkumpul dengan keluarga nya,
beralih lagi pada adnan, ia masih memesan,
adnan menoleh ke arah nisa, pandangan mereka bertemu, adnan tersenyum manis, senyum yang jarang sekali nisa lihat.
adnan sejenak berpikir,
ini manis sekali bukan, jalan jalan pagi mencari sarapan, menemani istri yang sedang hamil muda, memenuhi keinginan ngidam nya
(ah nisa, pikiran ini jadi jauh ke sana)
setelah memesan adnan memutuskan menunggu dekat nisa saja, ia membawa satu bangku ,
menyimpan nya di samping mobil, adnan duduk di sana, di samping nisa
"lho mas ko di situ??
" di sana terlalu ramai " ( adnan mencoba untuk cuek seperti biasa,)
beberapa menit berlalu,
pesanan mereka datang,
dua porsi ketoprak dan dua botol air mineral,
adnan dengan telaten membuka kan tutup botol untuk nisa,
nisa semakin tak enak hati, adnan jelas berbeda dari biasa nya, ini sedikit hangat, biasa nya kan dia aga judes,
"makan lah, jangan lupa berdoa"
nisa mengangguk,
ia di dalam mobil, tapi menghadap ke luar, adnan di samping nya,
merasa bingung, kerupuk yang penjual suguhkan, terlalu banyak, sampai menggunung, nisa tersenyum ia ingat sesuatu.
"mas, ini kaya kuburan cina ya?? (sambil tertawa kecil, menunjuk kerupuk di piring nya)
adnan yang akan menyuapkan makanan pertama nya mendadak berhenti,
kata kata itu kesan pertama mereka bertemu,
" hahaaa ( adnan tertawa, nisa terkejut, ini kali pertama melihat adnan tertawa begitu)
kamu masih ingat nisa?? "
"nisa akan slalu ingat mas, itu lucu..
namun itu pun menjadi pelajaran buat nisa “
" pelajaran apa? (adnan memulai suapan nya) “
" jeruk limau" ( nisa berkata, lalu ia tersenyum menundukan wajah nya menahan tawa)
adnan melihat itu, nisa sungguh manis..
"ya begitulah, hal yang berlebihan tentu tidak baik kan?? "
"mas benar, makanya nisa bilang itu jadi pelajaran"
nisa hendak keluar mobil, refleks adnan bertanya,
"mau kemana?"
"kerupuk nya kebanyakan mas, nisa mau minta tempat lagi ke abang nya"
"sini biar mas saja, (adnan memberikan piring milik nya)
" pegang dulu piring punya mas"
"iya, (nisa menerima nya)
mas... "
adnan berbalik badan, nisa memanggil nya
"tolong tambah kecap sedikit lagi ya, ( nisa nyengir, itu pasti merepotkan kan??)
" oke"
adnan menerobos antrian, hanya untuk menambahkan kecap pada ketoprak nisa,
selesai, ia kembali lagi,
memberikan piring milik nisa,..
"makasih ya mas, "
"jangan sungkan.. "
mereka melanjutkan makan nya,
nisa mengaduk ketoprak nya, namun seperti nya adnan terlalu banyak menambah kan kecap, ia melirik piring milik adnan,
"kenapa belom di makan?? " (melihat nisa hanya mengaduk ngaduk makanan nya)
"kecap nya kebanyakan mas.. ( mimik muka nisa sedih, bibir nya manyun)
ya ampun nisa, kamu menggemaskan sekali
" jadi gimana? apa mau di ganti yang baru?? (tawar adnan)
"emmhhh, (nisa ragu mengatakan keinginan nya)
kalo boleh, nisa pengen yang mas adnan saja"( menunjuk piring, adnan)
adnan heran,
" tapi ini sudah mas makan"
"ga tau kenapa yang mas keliatan lebih enak"
adnan tau, mungkin ini pengaruh kehamilan nisa, bayi nya yang menginginkan (kata orang sih😄)
adnan memberikan piring nya, tanpa ragu, menukar dengan milik nisa,
"tapi itu kebanyakan kecap mas"
"ga masalah nisa, mas bisa makan"
nisa tersenyum lagi,
ia memulai suapan nya, dan terlihat lahap,
adnan tersenyum melihat tingkah laku ibu hamil itu...
selesai,
drama sarapan sudah beres,
adnan membayar ketoprak nya,
"bisa tunggu sebentar, mas pengen ngerokok dulu"
"iya mas, mas tenang aja.. "
adnan sedikit menjauh,.
namun tiba tiba nisa ada di samping nya, menikmati pemandangan di depan nya, ada danau buatan di sana..
"lho ko turun"
"nisa pengen liat danau mas, di sini indah ya??
" ya, kalau malam pun ramai, banyak anak anak yang nongkrong, penjual jajanan pun tambah padat " (nisa mengangguk, itu sudah pasti, di tambah lampu kelap kelip seperti di cafe cafe, pasti lebih indah suasana malam)
nisa memandang sekitar,
ia melihat seorang anak kecil perempuan yang baru bisa berjalan, ayah nya menuntun ,menggenggam tangan kecil nya,
di biarkan kaki nya mengajak rumput, itu sangat lucu dan menggemaskan,
anak itu memakai celana leging, membuat nya terlihat lucu dengan sweater di badan nya
"mas lihat anak itu, lucu banget bukan?? "
adnan menoleh ke arah yang nisa tunjuk,
betul,, anak perempuan itu sangat menggemaskan, adnan tersenyum, hati nya menghangat, di umur nya yang ke 32 ini dia baru berpikir,
betapa lucu nya memiliki keluarga, melihat interaksi orang tua dari anak itu.
ia bukan tidak mau menikah,
adnan sempat gagal, pernikahan nya hanya bertahan satu tahun,
istri nya berselingkuh, itu membuat adnan malas menjalin hubungan lagi..
menepis rasa yang semakin kuat di hati nya, adnan mematikan rokok nya, ia tidak mau terlalu berlarut.
"ayo kita jalan lagi, mas sudah selesai"
"iya mas ayo"
mereka berjalan nisa beberapa langkah lebih depan, namun nisa tiba tiba tersandung sesuatu,kaki nya terkilir
"masss," (nisa sedikit berteriak)
adnan refleks, menolong nya
tangan kanan nya melingkar di punggung nisa,
yang kiri menahan pinggang nisa, adnan melindungi perut nisa, ia takut terjadi sesuatu,
mereka hampir terjatuh, namun kaki adnan menahan nya dengan baik,
mereka berhadapan, sangat dekat,
nisa panik, nafas nya tak beraturan, ia juga langsung berpikir tentang perut nya,
tangan nisa menggenggam lengan tangan adnan,
"nisa kamu ga apa apa?, (adnan panik, muka nisa langsung pucat, nisa pun takut terjadi sesuatu pada kandungan nya
nisa menggelengkan kepala tatapan mereka masih terkunci..
*hayo mas adnan hati hati dengan hati nya🥰🥰🥰